Karawang, 27 Januari 2025 – Perjalanan kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung mengalami gangguan pada Senin (27/1/2025) akibat masuknya seorang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ke jalur kereta di KM 53 Karawang. Insiden ini menyebabkan kereta dihentikan sementara untuk memastikan keamanan jalur.

Baca juga : DPR Dukung Wacana Work From Anywhere Saat Mudik Lebaran-Nyepi

Tindakan Petugas KCIC
Petugas dari Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) segera melakukan pengecekan di jalur kereta setelah menerima laporan. Mereka berhasil mengamankan individu yang diduga ODGJ tersebut. Eva Chairunnisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menyatakan, “Kami menemukan gangguan di jalur kereta Whoosh, sehingga kami terpaksa menghentikan perjalanan untuk menjaga keselamatan penumpang.”

Proses Penanganan ODGJ
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menduga bahwa individu tersebut menderita gangguan jiwa. Eva menjelaskan, “Petugas kami bergerak cepat untuk mengamankan individu sesuai dengan standar keamanan kami. Orang yang diduga ODGJ sudah diamankan, dan jalur kereta kembali dapat digunakan.”

Dari hasil penyelidikan awal, ODGJ tersebut masuk ke jalur kereta melalui saluran air yang terhubung dengan sungai. Petugas KCIC saat ini tengah mendalami penyebab pasti dari kejadian ini untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Baca juga : Satpol PP Tertibkan Sanggar Seni Diduga Prostitusi di Telukjambe Barat

Kembali Normal
Setelah individu yang diduga ODGJ diamankan dan jalur dinyatakan aman, perjalanan kereta cepat Whoosh dapat dilanjutkan. KCIC berkomitmen untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan guna melindungi penumpang dan memastikan kelancaran operasional kereta.(*)

Kabupaten Bekasi, 27 Januari 2025 – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi melaporkan bahwa sebanyak 86 hewan ternak di wilayahnya telah terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari jumlah tersebut, 26 hewan telah sembuh, 3 mati, dan 10 hewan terpaksa dipotong untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Penyebab Penyebaran PMK
Penyebaran PMK ini disebabkan oleh tingginya mobilitas hewan ternak menjelang perayaan keagamaan. Selain itu, kurangnya disiplin dari para peternak dalam menerapkan biosekuriti seperti desinfeksi kandang dan pembatasan akses hewan baru turut berkontribusi terhadap penyebaran penyakit ini. Kondisi cuaca lembab akibat musim hujan juga memperburuk situasi.

Menurut Dwiyan Wahyudiharto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, gejala yang umum ditemukan pada hewan yang terjangkit adalah lepuhan di mulut, pincang, dan penurunan nafsu makan. “Kondisi ini tidak hanya mengancam kesehatan hewan tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak,” ujarnya.

Baca juga : Satpol PP Tertibkan Sanggar Seni Diduga Prostitusi di Telukjambe Barat

Upaya Dinas Pertanian
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah mengintensifkan program vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan hewan ternak. Selain itu, mereka juga melakukan pengawasan ketat melalui monitoring dan surveilans di pasar hewan serta lokasi peternakan.

“Edukasi kepada peternak terus digalakkan mengenai penyebab, gejala, dan penanganan PMK, serta pentingnya menjaga kebersihan kandang dan peralatan peternakan,” tambah Dwiyan.

Tantangan dalam Penanganan PMK
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran peternak dalam menerapkan biosekuriti, keterbatasan tenaga medis, peralatan, dan minimnya kuota vaksin.

“Kolaborasi antara peternak, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi lonjakan kasus ini. Mari bersama-sama menjaga kesehatan hewan ternak demi keberlanjutan sektor peternakan di Kabupaten Bekasi,” tutup Dwiyan.(*)

Jakarta, 26 Januari 2025 – Para pakar sejarah klasik memiliki berbagai pendapat mengenai waktu terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj. Beberapa berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi di bulan Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, atau Rajab. Namun, pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab. Hal ini diungkapkan oleh Sunnatullah, seorang pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Durjan Kokop Bangkalan, Jawa Timur, dalam tulisannya yang berjudul Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab untuk Kabulkan Segala Hajat.

Sunnatullah menegaskan, “Hanya saja, dari semua pendapat tersebut yang paling kuat adalah yang mengatakan terjadi pada bulan Rajab, tepatnya pada malam Sabtu, tanggal 27 Rajab tahun kesepuluh setelah kenabian (nubuwah),” sebagaimana ia kutip pada Minggu, 26 Januari 2025.

Baca juga : Gerakan Gemar Makan Ikan Ciptakan Generasi Emas di Karawang

Anjuran Memuliakan Bulan Rajab
Dalam konteks memuliakan bulan Rajab, terutama yang berkaitan dengan Isra’ Mi’raj, Sunnatullah menyarankan agar umat Islam memperbanyak doa kepada Allah. Amalan ini juga disampaikan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam karyanya, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar. Menurut Sunnatullah, “Barangsiapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.”

Teks Doa Malam 27 Rajab
Adapun teks doa yang dianjurkan untuk diamalkan pada malam 27 Rajab adalah sebagai berikut:


اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ يْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”
Faedah Pembacaan Doa

Sunnatullah menjelaskan bahwa faedah dari pembacaan doa ini adalah hajat yang dikabulkan, permudahan segala urusan, dan menjernihkan hati seseorang. Ia merujuk pada pendapat Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i yang menyatakan bahwa siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab dan menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Dia akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati.

Selain itu, bertepatan dengan perjalanan Nabi Muhammad dari Makkah ke Masjidil Aqsa dan kemudian ke Sidratul Muntaha, Sunnatullah juga menganjurkan untuk membaca sejarah tentang Nabi Muhammad. Ini bertujuan untuk membangun kedekatan dengan sosok yang sangat penting dalam sejarah Islam.(*)

Karawang, 25 Januari 2025 – Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistyo, meluncurkan kampanye gerakan gemar makan ikan di lima sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diadopsi sebagai kebijakan oleh pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi anak-anak di Indonesia.

Kampanye ini dimulai dengan pembagian paket Makan Bergizi Gratis di SDN Gempolkarya II Tirtajaya, di mana Budi Sulistyo bersama jajaran hadir secara langsung untuk memberikan makanan bergizi kepada siswa. “Kami mendukung penuh kebijakan dan program prioritas MBG. Kampanye ini adalah penguatan (MBG) dan perluasan dari gemar makan ikan, dengan total 1.025 siswa yang menjadi sasaran di lima sekolah,” ujar Budi.

Baca juga : Sosialisasi Perda No. 5 Tahun 2023 oleh Rahmat Hidayat Djati

Rencana kampanye ini mencakup lima titik, yaitu SD Gempolkarya I, SD Gempolkarya II, serta beberapa lembaga pendidikan dini seperti Paud Al-Kautsar, Paud Riyadlul-Huda, Paud Al-Mursid, Paud Al-Bisri, dan Ponpes Raudhatululum. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkenalkan manfaat gizi dari ikan sejak usia dini.

Budi Sulistyo menegaskan bahwa ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi. “Protein ikan mengandung omega 3, omega 6, dan kalsium yang sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak,” katanya. Dengan mengonsumsi ikan, diharapkan perkembangan otak anak semakin optimal, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap penciptaan generasi emas Indonesia.Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), ribuan siswa di lima sekolah tersebut menerima makanan bergizi dengan menu spesial berupa ikan bandeng bumbu sarden, sayur mayur, nasi putih, jeruk, dan air mineral. Budi Sulistyo berharap bahwa dengan mengenalkan ikan sebagai lauk pauk utama, masyarakat akan semakin menyukai ikan sebagai bagian dari pola makan sehat.

Baca juga : Kementerian PKP Kirim Draf Road Map 3 Juta Rumah, Wakil Ketua Komisi V DPR Beri Apresiasi

Salah satu siswa kelas 2 SDN Gempolkarya II, Ganis, mengungkapkan, “Enak, ikannya gak ada durinya. Lebih enak ikan ini daripada ayam.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa anak-anak mulai memiliki preferensi terhadap ikan sebagai sumber protein.“Kami akan terus mengenalkan gerakan gemar makan ikan ini ke seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten dan Kota lain,” tegas Budi. Dengan langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dari ikan semakin meningkat, dan pada akhirnya membantu menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.

Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, gerakan gemar makan ikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Indonesia, sehingga mendukung terciptanya generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan.(*)

Karawang, 25 Januari 2025 — Warga Warung Bambu, Karawang Timur, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan mayat di dalam sebuah mobil Avanza berwarna hitam dengan plat nomor T 1276 KP. Mobil tersebut terparkir di area pom bensin Warung Bambu, yang terletak di Jalan Raya Suroto Kunto, pada Sabtu sore.

Kronologi Penemuan

Penemuan mayat ini pertama kali diketahui melalui sebuah video berdurasi 46 detik yang diunggah oleh seorang warga yang sedang mengisi bahan bakar. Dalam video tersebut, terlihat mobil Avanza yang telah terparkir cukup lama di area pom bensin. Warga yang merekam video itu menyebutkan bahwa mobil tersebut sudah terparkir selama dua hari berturut-turut sebelum mayat di dalamnya ditemukan.“Info-info ada mayat ditemukan di dalam mobil Avanza. Mobilnya terparkir 2 hari,” ungkap warga dalam rekamannya, memberikan informasi kepada publik.

Baca juga : Sosialisasi Perda No. 5 Tahun 2023 oleh Rahmat Hidayat Djati

Respons Pihak Berwajib

Saat kejadian, pihak berwajib belum tampak di lokasi, dan hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai identitas korban atau jenis kelamin mayat yang ditemukan. Penemuan ini menimbulkan rasa penasaran dan kekhawatiran di kalangan warga sekitar, yang berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan mengenai situasi ini.

Penyelidikan Berlanjut

Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian dan identitas korban. Temuan ini menjadi perhatian publik, dan masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi sebelum adanya informasi resmi dari pihak berwajib.(*)

Jakarta, 24 Januari 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) telah mengirimkan draf road map untuk program ambisius yang dijanjikan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yaitu program penyediaan 3 juta rumah. Langkah ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, yang menilai draf tersebut sangat penting untuk memperjelas langkah dan tahapan realisasi program perumahan yang menjadi prioritas nasional.

Huda menyatakan, “Kami memang telah menerima draf road map realisasi program 3 juta rumah dari Kementerian PKP. Tentu kami mengapresiasi langkah ini karena ini adalah kebutuhan yang telah kami sampaikan dari awal agar program prioritas ini jelas tahapannya, targetnya, hingga sumber pendanaanya.” Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen DPR untuk mendukung program ini, namun juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan kejelasan dalam penyampaian informasi kepada publik.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat

Meskipun demikian, Huda mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat masih belum sepenuhnya memahami strategi realisasi program 3 juta rumah ini. Ia mencatat bahwa terdapat pandangan skeptis dari publik yang menganggap target ini sulit tercapai, mengingat keterbatasan lahan dan skema pendanaan yang ada. “Pandangan tersebut tentu wajar saja karena di era Presiden Jokowi, rata-rata realisasi penyediaan rumah per tahun hanya berkisar 240.000 hingga 300.000 saja,” tambahnya.

Huda juga menekankan bahwa hingga saat ini, pemerintah masih kesulitan menjelaskan sumber pembiayaan dan ketersediaan lahan untuk program ini. “Tak jarang terjadi kesimpangsiuran informasi dari pejabat pemerintah,” ujarnya. Oleh karena itu, ia berharap draf road map yang disampaikan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana program 3 juta rumah akan direalisasikan.

Baca juga : Panduan Lengkap Pengisian DRH CPNS 2024

Walau demikian, Huda menyatakan bahwa draf tersebut masih perlu diperdalam dalam rapat kerja mendatang dengan Menteri PKP. “Setidaknya, road map ini harus memuat indikator target, sumber pembiayaan, dampak, keberlanjutan, dan model pengawasan yang jelas,” tegas Huda.

Huda menilai bahwa draf yang disampaikan oleh Kementerian PKP saat ini belum memenuhi kriteria sebagai road map yang komprehensif. Ia menekankan pentingnya penyusunan roadmap yang dapat menjadi kerangka acuan bagi Kementerian PKP dalam melaksanakan proyek besar ini. Dengan adanya klarifikasi dan pemahaman yang lebih baik, diharapkan program penyediaan 3 juta rumah dapat berjalan dengan efektif dan efisien, serta benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan yang layak.(*)

Bandung – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar) menyatakan dukungannya terhadap upaya membawa Ubi Cilembu, salah satu pangan khas Jawa Barat, ke panggung kuliner internasional. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Kompetisi Cerita dan Rasa Kuliner Nusantara (CERIA) yang digagas oleh aplikasi usaha kuliner Opaper.

Ubi Cilembu dikenal sebagai komoditas unik yang hanya mencapai cita rasa terbaik jika ditanam di daerah asalnya, yakni Desa Cilembu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, mengapresiasi setiap inisiatif yang bertujuan mengangkat bahan makanan khas Jawa Barat ke tingkat dunia.

Baca juga : DP3A Karawang Laksanakan Edukasi Pencegahan Kekerasan untuk Pekerja Perempuan di PT JTEKT

“Ubi Cilembu adalah salah satu keunikan kuliner Jawa Barat. Kami sangat mendukung upaya promosi ini, termasuk melalui kompetisi CERIA. Harapannya, bukan hanya Ubi Cilembu, tetapi juga bahan dan olahan kuliner lain dari Jawa Barat dapat dikenal secara internasional,” ujar Benny dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (23/1/2025).

Kompetisi CERIA: Langkah Menuju Panggung Internasional
Kompetisi CERIA merupakan bagian dari roadshow kuliner yang diinisiasi oleh Opaper. Untuk edisi di Bandung, fokus utama acara ini adalah inovasi olahan berbahan dasar Ubi Cilembu. Pemenang kompetisi ini akan mendapat kesempatan untuk tampil di ajang kuliner internasional Food and Wine Festival di Melbourne, Australia, pada 22-23 Maret 2025.

“Melalui kompetisi CERIA, kami ingin mempromosikan Ubi Cilembu sebagai ikon kuliner Jawa Barat ke dunia internasional. Kami juga menggandeng pengusaha lokal, seperti pemilik Joongla dan Bluedoors, sebagai kurator dan juri,” ungkap CEO Opaper, Joanathan McIntosh.

Proses kurasi peserta dimulai pada 27 Januari 2025 selama satu minggu, dan nama-nama peserta yang lolos akan diumumkan pada 3 Februari 2025. Setelah itu, peserta akan menjalani tahap penelitian, pengembangan menu, dan menjual hasil olahan mereka hingga 20 Februari 2025.

Puncak Acara CERIA: Showcase Inovasi Ubi Cilembu
Puncak acara CERIA akan berlangsung pada 23 Februari 2025, di mana para peserta akan memamerkan hasil olahan berbahan dasar Ubi Cilembu. Ajang ini terbuka untuk masyarakat umum, yang dapat melihat langsung showcase inovasi menu dan memberikan suara untuk menu favorit mereka.

“Kami berharap kompetisi ini menjadi langkah besar dalam mempromosikan kuliner khas Jawa Barat, khususnya Ubi Cilembu, sekaligus memperkenalkan kreativitas para pelaku usaha kuliner lokal kepada pasar global,” tambah Joanathan.

Baca juga : BPBD Karawang Buka Posko Siaga Bencana Akibat Hujan Deras

Disparbud Jabar dan Komitmen Mendukung Kuliner Lokal
Disparbud Jabar menegaskan komitmennya dalam mendukung promosi kuliner lokal. Menurut Benny, Ubi Cilembu tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi representasi budaya dan keunikan daerah.

“Kami melihat potensi besar dari Ubi Cilembu sebagai produk unggulan yang bisa membawa nama baik Jawa Barat ke dunia internasional. Dukungan ini sejalan dengan visi kami dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya melalui kuliner,” ujar Benny.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha lokal, dan aplikasi kuliner, diharapkan Ubi Cilembu dapat menjadi ikon kuliner yang mendunia.***

Karawang – Kejadian mengejutkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karya Bakti 4 yang terletak di Kecamatan Batujaya, Karawang. Ratusan siswa mogok sekolah akibat kondisi bangunan yang rusak parah, membuat mereka merasa khawatir akan keselamatan selama proses belajar mengajar.

Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Asep Junaedi, langsung meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk segera melakukan perbaikan. “Kami sudah mendengar soal itu, dan itu harus segera menjadi prioritas pembangunan sekolah yang rusak parah,” ungkap Asep dalam pernyataannya pada Rabu, 22 Januari 2025.

Asep menekankan bahwa pihaknya akan mengawal proses perbaikan agar dapat segera terealisasi. Kerusakan bangunan yang cukup parah membuat siswa merasa khawatir dan enggan untuk datang ke sekolah. “Kami sudah meminta agar disiapkan lokasi sementara atau sistem shift bagi siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” jelasnya.

Baca juga : Optimalisasi Pendapatan Daerah, Pemkab Karawang Gelar Sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB

Lebih lanjut, Asep meminta kepada kepala sekolah yang menghadapi kondisi bangunan yang rusak parah untuk segera melaporkan keadaan tersebut kepada Disdikpora Kabupaten Karawang. Setelah laporan diterima, Disdikpora diwajibkan untuk mengambil tindakan atau solusi yang tepat, seperti mengosongkan bangunan yang berpotensi roboh, mencari alternatif lokasi sementara, atau menerapkan sistem shift dalam kegiatan belajar mengajar.

Apriansyah, penjaga sekolah, memberikan keterangan bahwa kondisi bangunan di SDN Karya Bakti 4 sudah lama mengkhawatirkan. “Bangunan sekolah secara merata mengalami kerusakan. Semoga sekolah kami bisa diprioritaskan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika proses KBM dilaksanakan dan menimpa siswa-siswi kami,” harapnya.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat

Asep Junaedi juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program pembangunan sekolah, karena kondisi fisik sekolah berpengaruh besar terhadap kegiatan belajar mengajar siswa. “Pembangunan sekolah dan infrastruktur ada di komisi 3, tetapi secara keseluruhan tentang pendidikan adalah ranah kami di komisi 4,” tegasnya.

Dengan adanya instruksi dari DPRD, diharapkan pihak pemda dapat segera menindaklanjuti perbaikan bangunan sekolah, sehingga siswa di SDN Karya Bakti 4 dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.(*)

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Imin, mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi menteri paling populer dan memiliki citra baik tertinggi di 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai bahwa pencapaian ini wajar mengingat program-program yang dijalankan Menko PM berdampak langsung pada masyarakat. “Ini menjadi semacam titik start yang patut diapresiasi, karena sangat jarang ada menteri yang bisa langsung tancap gas di awal pemerintahan,” ujar Wasisto, Rabu (22/1/2024).

Program Prioritas Menko PM
Muhaimin Iskandar langsung bergerak cepat dengan meluncurkan sejumlah program prioritas, seperti:
Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk pengentasan kemiskinan.
Reformasi sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung UMKM.
Model pembiayaan dan pendampingan baru bagi pelaku usaha kecil.
Program-program ini dirancang untuk mencapai target ambisius, yakni kemiskinan ekstrem 0% dan penurunan kemiskinan hingga 4,5-5%.

Apresiasi dan Harapan
Wasisto menambahkan bahwa peringkat tinggi yang diraih Gus Imin harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik. “Ini menjadi semacam cambuk, pelecut, bahwa kebijakan yang berdampak langsung ke masyarakat adalah poin penting dalam evaluasi publik terhadap kinerja kementerian,” katanya. Ia juga optimis bahwa Menko PM dapat mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Senada dengan itu, pengamat politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menyebutkan bahwa survei Litbang Kompas sejalan dengan hasil survei CISA. “Hasil survei tersebut mengacu pada kondisi sosial dan politik saat ini. Survei Litbang Kompas linier dengan survei yang dilakukan CISA,” ujarnya.

Baca juga : Tiga Anggota DPR RI FPKB Hasil PAW Resmi Dilantik

Popularitas yang Berdampak
Keberhasilan Muhaimin Iskandar dalam meraih popularitas tertinggi di awal pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan bahwa kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun citra positif. Dengan program-program prioritas yang telah berjalan, Gus Imin diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Langkah cepat dan strategis ini tidak hanya memperkuat posisi Menko PM di kabinet, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk melihat perubahan nyata di bidang pemberdayaan sosial dan ekonomi.***