Persoona.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang menggelar konsolidasi internal serta pengukuhan pengurus baru untuk memperkuat struktur kepengurusan sekaligus mematangkan strategi menghadapi Pemilu mendatang. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Swiss-Belhotel Karawang.

Dalam arahannya, penekanan khusus diberikan pada adaptasi partai terhadap dinamika masyarakat perkotaan serta pencapaian target perolehan suara yang lebih tinggi. Lanskap politik saat ini menuntut partai untuk semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat urban, mengingat mayoritas pemilih di perkotaan kini telah mencapai persentase yang signifikan. Oleh karena itu, struktur partai dan materi pelayanan kepada masyarakat terus didorong agar adaptif dengan tren kehidupan perkotaan.

Sebagai wujud nyata kehadiran di tengah masyarakat, PKB mengoptimalkan lima program prioritas kerakyatan. Program tersebut meliputi:

  • Gerak Tanggap Darurat melalui layanan ambulan
  • Program beasiswa pendidikan
  • Foodbank,
  • Pasar murah
  • Bedah rumah PKB

Kepengurusan baru ini ditetapkan melalui SK Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Nomor 13402/DPP/01/VII/2026. Tentang Penetapan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2026–2031. Yang sekaligus mencabut SK kepengurusan periode sebelumnya.

Baca juga : PKB Tegaskan Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Kerja Nyata, Serahkan Ambulans dan 3.000 Sertifikat Wakaf di Riau

Berikut adalah susunan lengkap pimpinan DPC PKB Kabupaten Karawang Masa Bakti 2026–2031:

Dewan Syuro :
Ketua : Kiyai H. Mahmuri Masrur
Wakil Ketua : Drs. H. A. Solihin
Wakil Ketua : Drs. H. Abdul Saleh,MM
Wakil Ketua : Zeni Zaelani, beserta jajaran wakil ketua lainnya.

Sekretaris : H. Ayi Khatibul Umam
Wakil Sekretaris : M. Ali Husni, S.Pd.I
Wakil Sekretaris : Falahudin, S.Ag
Wakil Sekretaris : Ade Hasan, Abdullah, S.Pd.I. beserta jajaran wakil sekretaris lainnya.

Dewan Tanfidz:
Ketua: DR. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P.
Wakil Ketua : Aab Abdul Rahman
Wakil Ketua : Ade Hendrik, S.H.
Wakil Ketua : Deden Kurnia, beserta jajaran wakil ketua lainnya.

Sekretaris : Riki Sofyan, SE
Wakil Sekretaris : Ace Umay Ismail.
Wakil Sekretaris : Iif Fahmi.
Wakil Sekretaris : Nadi Masruri, beserta jajaran wakil sekretaris lainnya.

Bendahara: Mulyana, S.H.I.
Wakil Bendahara : Harry Priyatna, S.Pd
Wakil Bendahara : Maesaroh
Wakil Bendahara : Dimas Rendra Graha, beserta jajaran wakil bendahara lainnya.

Baca juga : Rahmat Hidayat Djati Dukung Usulan Riset S3 Dedi Mulyadi Terkait Ideologi Politik Sunda

Dalam rangkaian acara tersebut, seluruh pengurus yang dilantik turut menandatangani ikrar kesetiaan serta mengucapkan sumpah jabatan. Mereka berikrar untuk mendahulukan kepentingan partai, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Serta siap menjalankan organisasi secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab di hadapan Mahkamah Partai dan Tuhan Yang Maha Esa./**

Persoona.id – Hari Santri Nasional 2026, Bupati Karawang: Santri Menjadi Benteng Moral dan Agen Perubahan

Kab. Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Plaza Pemda Kabupaten Karawang pada Kamis, (22/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dalam sambutannya menegaskan bahwa para santri di wilayahnya siap menjadi pilar kokoh penyangga bangsa serta agen perubahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bupati Aep menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ulama, pimpinan pondok pesantren, dan para santri atas peran strategis mereka sejak era perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini.

Menurutnya, santri kini mampu berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual tradisional dengan kebutuhan zaman modern, termasuk memiliki keterampilan digital serta literasi inovatif.

Baca juga : PKB Tegaskan Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Kerja Nyata, Serahkan Ambulans dan 3.000 Sertifikat Wakaf di Riau

“Kita pastikan, di balik gemuruh investasi dan derasnya laju modernisasi di Karawang, para santri tetap menjadi benteng moral dan agen perubahan melalui pembinaan yang konsisten di pondok pesantren,” ujarnya.

Ia merinci, berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, saat ini terdapat 632 pesantren dengan total 31.568 santri yang tersebar di 30 kecamatan. Potensi besar ini mendasari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian nyata kepada dunia pesantren.

Sebagai bentuk dukungan konkret, laniut dia, Pemkab Karawang telah menghadirkan berbagai program, di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat kecamatan untuk menjaring bakat santri, pemberian ‘kadeudeuh’ bagi santri berprestasi, serta alokasi beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) bagi santri dan tahfiz Quran.

Selain itu, pemerintah daerah secara rutin mengalokasikan dana insentif bagi guru ngaji dan marbot masjid di wilayah Kabupaten Karawang.

“Dari pesantren untuk bangsa, dari Karawang untuk peradaban Indonesia,” ungkapnya./***

Persoona.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru, Riau, tidak sekadar menjadi ajang seremoni apel dan peringatan sejarah perjuangan santri. Momentum ini diarahkan secara konkret untuk memperkuat peran pesantren dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Ketua Panitia HSN PKB 2026, Muhammad Khozin, menyatakan bahwa rangkaian peringatan dirancang untuk menghadirkan solusi dan penguatan nyata bagi lembaga pendidikan serta tempat ibadah. Hal ini dibuktikan melalui penyerahan berbagai bantuan, mulai dari unit mobil ambulans, hibah dana pesantren, hingga 3.000 sertifikat wakaf yang dibagikan secara serentak di seluruh wilayah Riau bagi pesantren, madrasah, masjid, musala, serta fasilitas keagamaan dan umum lainnya.

“Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Riau tidak hanya diisi dengan apel. Kami juga menghadirkan kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, mulai dari penyerahan bantuan untuk pesantren, ambulans, hingga 3.000 sertifikat wakaf,” ujar Gus Khozin di Pekanbaru, Kamis (22/10/2026).

Baca juga : Rahmat Hidayat Djati Dukung Usulan Riset S3 Dedi Mulyadi Terkait Ideologi Politik Sunda

Ia menambahkan, penyerahan sertifikat wakaf tersebut memegang peranan krusial dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset keagamaan. Dengan legalitas yang lebih kuat, aset wakaf diharapkan dapat terus dioptimalkan untuk kepentingan pendidikan, kegiatan ibadah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Semangat Hari Santri harus kita terjemahkan menjadi kerja nyata. Santri dan pesantren bukan hanya bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga bagian penting dari upaya menyelesaikan persoalan masyarakat hari ini dan menyiapkan masa depan Indonesia,” lanjutnya.

Pesan Kebangsaan dan Penguasaan Teknologi

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin, dalam amanatnya pada Apel HSN 2026 mengingatkan bahwa para santri memikul tanggung jawab besar untuk meneruskan estafet perjuangan ulama. Fondasi keislaman dan kebangsaan Indonesia, menurutnya, dibangun melalui pengorbanan dan pengabdian panjang lintas generasi.

“Santri merupakan pewaris sejarah yang jelas-jelas dirintis oleh para ulama, dibangun melalui keringat, air mata, jiwa, nyawa, dan pengabdian yang tidak pernah lelah,” tegas Gus Muhaimin.

Baca juga : Syaiful Huda Pertanyakan Monopoli Sertifikasi BKI Buntut Insiden KMP Batumandi

Ia juga menggarisbawahi bahwa makna “santri” memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar individu yang mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Nilai-nilai kesantrian harus tercermin dalam karakter setiap warga negara yang menjunjung tinggi kejujuran, integritas, kemandirian, serta komitmen mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Di samping itu, Gus Muhaimin menyoroti tantangan nyata bangsa saat ini, seperti persoalan kemiskinan dan ketertinggalan penguasaan teknologi. Ia mencatat masih ada sekitar 23 juta penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di kancah global.

“Kita harus terus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi agar kita terus mempersiapkan diri menjadi bangsa yang unggul, menjadi generasi emas yang siap bersaing dan tidak kalah, bahkan menang dibanding bangsa-bangsa lainnya,” pungkasnya.

Peringatan HSN 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah Pekanbaru ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Nur Iman Pekanbaru Amrasul Abdullah, Pimpinan Pondok Pesantren Dar el Hikmah Amran Suardi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, serta sejumlah anggota DPR RI, anggota DPRD, dan kepala daerah dari wilayah Riau./***

Persoona.id – Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya seminar usulan riset Program Doktor (S3) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diikuti oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Seminar usulan riset tersebut mengangkat judul penelitian “Transformasi Ideologi Politik Tradisionalisme Sunda: Dari Si Kabayan Menuju Bujangga Manik”. Kegiatan akademik ini berlangsung di Gedung A Lantai 1 Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus Dago, pada Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi FISIP Unpad, penelitian ini mendalamkan kajian mengenai transformasi ideologi politik dalam tradisi Sunda melalui kacamata kebudayaan dan pemikiran politik. Riset ini sekaligus menjadi ruang strategis di ranah akademik untuk membedah hubungan erat antara nilai-nilai tradisional, identitas budaya, serta dinamika politik masyarakat Sunda.

Baca juga : Menko PM Sebut Sekolah Rakyat Instrumen Utama Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Rahmat Hidayat Djati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Karawang menilai bahwa inisiatif riset yang memadukan khazanah budaya lokal dengan disiplin ilmu politik modern sangat penting dan patut didukung. Menurutnya, tema kajian semacam ini masih memerlukan banyak pengembangan untuk memperkaya diskursus akademik nasional.

“Semoga riset yang dilakukan oleh KDM dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu politik, pelestarian budaya Sunda, dan kemajuan bangsa,” ujar Rahmat.

Lebih lanjut, ia berharap hasil akhir dari penelitian ini nantinya tidak hanya berhenti pada diskursus teoretis di ruang kuliah, melainkan mampu menjadi rujukan penting bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan publik yang berakar kuat pada kearifan lokal.

“Harapan kami, hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah ilmu politik dan menjadi referensi penting dalam perumusan kebijakan publik yang berakar pada kearifan lokal,” pungkasnya./***

Persoona.id – Berlangsung Khidmat, Masyarakat Larut Dalam Acara Karawang Bersholawat

Kab. Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Karawang menggelar “Karawang Bersholawat” di halaman Masjid Agung Karawang, Rabu (21/10/2026) malam.

Kegiatan keagamaan yang menghadirkan ulama kharismatik Habib Luthfi bin Ali bin Yahya ini digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memadati lokasi acara sejak siang dan sore hari. Menurutnya, gelaran ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mengharapkan keberkahan bagi Kabupaten Karawang.

“Alhamdulillah malam hari ini kita berada di majelis di halaman Masjid Agung untuk mencari keberkahan. Saya sebagai bupati menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang dalam menyongsong Hari Santri yang akan kita selenggarakan esok hari,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga mengapresiasi jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang atas pendataan lembaga pendidikan keagamaan di wilayahnya.

Bupati menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 540 pondok pesantren di Kabupaten Karawang yang seluruhnya telah terverifikasi secara resmi.

Baca juga : Rahmat Hidayat Djati Dukung Usulan Riset S3 Dedi Mulyadi Terkait Ideologi Politik Sunda

Sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026), Pemkab Karawang dijadwalkan menggelar upacara resmi. Selain upacara, Bupati Aep juga mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang.

“Saya menginstruksikan seluruh Kepala OPD besok untuk melaksanakan khotmil Qur’an di setiap OPD masing-masing. Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mendekatkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT,” tegasnya.

Lebih lanjut, memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Maslani, Bupati memohon doa restu dari para ulama dan masyarakat agar program pembangunan daerah dapat terus berjalan optimal. Ia menilai potensi besar Karawang sebagai kota industri sekaligus lumbung padi nasional harus diimbangi dengan nilai-nilai religiusitas agar membawa kesejahteraan bagi warga./***

Persoona.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempertimbangkan revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 61 Tahun 2014 yang menempatkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai satu-satunya pintu sertifikasi klasifikasi kapal penumpang di perairan Indonesia.

Menurut Huda, salah satu langkah reformasi keselamatan pelayaran nasional yang perlu dilakukan adalah membuka akses terbatas bagi badan klasifikasi lain yang tergabung dalam International Association of Classification Societies (IACS), dengan tetap menerapkan regulasi dan pengawasan ketat untuk mencegah praktik kecurangan.

Pernyataan Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut disampaikan sebagai respons atas kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Insiden itu dinilai menjadi peringatan serius bahwa keselamatan pelayaran nasional membutuhkan pembenahan menyeluruh.

“Kami memahami bahwa sertifikasi kelaikan kapal hanya salah satu masalah dari banyak pemicu kecelakaan kapal di Indonesia. Tapi ini merupakan hulu masalah yang memang harus diperbaiki di samping masalah lain agar darurat pelayaran nasional tidak terus berlarut,” kata Huda kepada awak media di Jakarta, 21 Oktober 2026.

Huda juga mempertanyakan efektivitas sistem sertifikasi kelaikan kapal yang selama ini dijalankan BKI. Menurutnya, sejumlah kecelakaan kapal yang berkaitan dengan aspek teknis perlu menjadi bahan evaluasi terhadap mekanisme pemeriksaan dan sertifikasi yang berlaku.

“Biro Klasifikasi Indonesia adalah satu-satunya lembaga yang mengeluarkan sertifikasi kelaikan kapal di tanah air. Pertanyaannya, banyak kasus kecelakaan kapal yang dipicu aspek kelayakan teknis, mulai dari struktur kapal, permesinan, kelistrikan hingga perlengkapan keselamatan (safety equipment) yang menjadi tanggung jawab BKI. Ini salah satu masalah struktural yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Rentetan kecelakaan kapal sepanjang 2026 semakin memperkuat urgensi pembenahan keselamatan pelayaran. Pada Juli 2026, KM Nurul Salsa tenggelam di Kepulauan Selayar. Sebulan kemudian, KMP Mutiara Sentosa II terbakar di perairan Sumenep, disusul kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Lombok sekitar 10 hari berselang.

Selanjutnya, KMP Virgo Transport 8 karam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Secara keseluruhan, kecelakaan laut sepanjang Januari hingga September 2026 disebut berdampak terhadap 3.607 korban, dengan 239 orang meninggal dunia dan 203 lainnya dinyatakan hilang.

Huda menilai, posisi BKI sebagai satu-satunya badan klasifikasi nasional yang memiliki peran dominan dalam sertifikasi kelas kapal niaga dan penumpang perlu diimbangi dengan sistem pengawasan yang kuat dan transparan.

Menurutnya, ketergantungan pada satu lembaga tanpa pembanding mutu yang memadai berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola, termasuk konflik kepentingan.

Baca juga : Syaiful Huda Apresiasi Perpres Perlindungan Ojol, Ingatkan Risiko Ego Sektoral Antar kementerian

“Kapal berusia 39 tahun seperti Virgo Transport 8, misalnya, tetap bisa mengantongi sertifikat dan diizinkan berlayar jauh. Ini membuktikan bahwa persoalannya bukan semata faktor cuaca, melainkan bagaimana negara menilai kelaikan sebuah kapal,” ujarnya.

Huda kemudian menyoroti praktik sertifikasi kapal di sejumlah negara, seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Di negara-negara tersebut, pemilik kapal dapat menggunakan jasa sejumlah badan klasifikasi yang tergabung dalam IACS, sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia mencontohkan Jepang, yang memiliki Nippon Kaiji Kyokai (ClassNK) sebagai badan klasifikasi nasional. Selain itu, pemilik kapal juga dapat menggunakan jasa badan klasifikasi internasional, seperti Lloyd’s Register, DNV, dan American Bureau of Shipping (ABS).

Karena itu, Huda mendorong Kemenhub mengkaji kemungkinan penerapan sistem serupa di Indonesia melalui revisi regulasi yang relevan. Menurutnya, keterlibatan badan klasifikasi internasional harus disertai standar teknis yang jelas, mekanisme audit, serta pengawasan ketat agar tidak mengurangi kualitas pemeriksaan dan keselamatan kapal./***

Persoona.id – Menghadapi cuaca panas dan terik yang kerap memicu masalah kulit seperti kering, kasar, hingga bersisik, masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan produk perawatan luar seperti pelembap. Perawatan dari dalam melalui pola makan seimbang dengan mengonsumsi buah-buahan kaya air, vitamin, dan antioksidan terbukti menjadi langkah preventif yang efektif.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan segar berpotensi membantu meningkatkan hidrasi kulit sekaligus menutrisi jaringan dari dalam. Meskipun demikian, para ahli mengingatkan bahwa buah bukanlah pengganti pelembap atau obat instan untuk mengatasi kulit kering parah, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Berikut adalah tujuh pilihan buah segar yang kaya nutrisi dan sangat baik dikonsumsi saat cuaca terik:

Baca juga : Sabet Juara 1 Manajemen Produksi Terbaik FTPBS 2026, Tesnika SMAN 1 Karawang Tampil Profesional

Semangka
Dikenal sebagai buah dengan kandungan air yang sangat tinggi, semangka sangat efektif membantu memenuhi cairan tubuh saat cuaca panas. Buah ini juga diperkaya vitamin C dan antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif. Tentu, konsumsinya tetap harus diiringi dengan minum air putih secara teratur.

Jeruk
Sumber utama vitamin C ini berperan penting dalam pembentukan kolagen—protein yang menjaga struktur dan kekuatan kulit—sekaligus bertindak sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. Disarankan mengonsumsi buah utuh ketimbang jus manis agar seratnya tetap terjaga.

Pepaya
Mudah dijumpai sehari-hari, pepaya mengandung air, vitamin C, serta beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A untuk memelihara jaringan kulit. Pepaya sangat ideal dinikmati sebagai menu sarapan atau camilan sehat.

Alpukat
Berbeda dari buah lainnya, alpukat kaya akan lemak tak jenuh sehat dan vitamin E. Asupan lemak baik ini mendukung pemenuhan nutrisi tubuh serta membantu menjaga kelembapan alami kulit dari dalam.

Jambu Biji
Terutama varietas berdaging merah muda, jambu biji merupakan salah satu sumber vitamin C tertinggi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen serta melindungi sel-sel kulit.

Melon
Kandungan air yang melimpah pada melon menjadikannya alternatif camilan yang sangat menyegarkan saat suhu udara meningkat, membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat.

Mangga
Kaya akan vitamin C dan karotenoid, mangga dapat menjadi variasi menu harian yang lezat dan kaya antioksidan. Konsumsilah dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari pola gizi seimbang.

Baca juga : Teater Aufklarung SMAN 1 Ciampel Raih Juara 1 FTPBS 2026 Lewat Naskah “Karunya Si Mamah”

Pemerintah dan praktisi kesehatan mengingatkan bahwa kunci utama merawat kulit di tengah cuaca terik adalah konsistensi dalam mencukupi kebutuhan cairan harian, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menggunakan perlindungan kulit yang tepat saat beraktivitas di luar ruangan./***

Persoona.id – Ekosistem Nahdlatul Ulama (NU) memiliki rekam jejak dan kontribusi besar dalam perkembangan kebudayaan Indonesia, termasuk kancah perfilman nasional. Peran historis dan kultural ini menjadi sorotan utama Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Barat melalui program National Leadership Academy (NLA) dalam rangkaian menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Direktur NLA, Hasim Adnan, mengungkapkan bahwa kehidupan pesantren selama ini kerap terjebak dalam stigma sempit yang hanya mengidentikannya dengan aktivitas ibadah dan pengajian semata. Padahal, dari rahim pesantren dan ekosistem NU, lahir tokoh-tokoh besar yang turut memelopori industri film nasional.

Baca juga : Syaiful Huda Apresiasi Perpres Perlindungan Ojol, Ingatkan Risiko Ego Sektoral Antar kementerian

Hal tersebut disampaikannya dalam forum diskusi NLA Lecture Series #2 bertajuk “Sinema, Kebudayaan, & Imajinasi Kebangsaan: Momentum Hari Santri: Merawat Tradisi, Membayangkan Indonesia” yang digelar di Creative Hall, Jalan K.H. Ahmad Dahlan Nomor 1, Burangrang, Lengkong, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).

“Selama ini, kehidupan pesantren sering kali hanya diidentikkan dengan kegiatan mengaji, ibadah, dan aktivitas keagamaan lainnya. Padahal, kita juga memiliki sosok seperti Djamaluddin Malik yang menunjukkan bahwa pesantren dan ekosistem NU memiliki kontribusi dalam perkembangan kebudayaan, termasuk perfilman nasional,” kata Hasim kepada wartawan.

Ia menjelaskan, Djamaluddin Malik merupakan tokoh sentral sekaligus perintis perfilman Indonesia pada masa awal kemerdekaan yang juga berasal dari lingkungan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU. Sayangnya, kiprah besar tersebut belum banyak diketahui publik secara luas.

“Momentum menyambut peringatan Hari Santri yang dikaitkan dengan NLA Lecture Series ini menjadi upaya untuk kembali mengangkat semangat kebudayaan sekaligus membahas bagaimana produksi film dapat memberikan dampak dan pengaruh terhadap masyarakat,” ujar Hasim.

Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda, jajaran pengurus DPW PKB Jabar, seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Barat, serta ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat dan akademisi.

Tantangan Politik Santri dan Kerja Kebudayaan
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam sambutannya secara daring menyoroti dinamika politik santri yang sarat tantangan. Kendati demikian, ia optimis bahwa ruang dan peluang bagi kalangan santri untuk mengambil peran di berbagai sektor strategis nasional semakin terbuka lebar.

“Politik santri sedang mengalami situasi tidak mudah, tetapi kesempatan semakin terbuka luas,” tegas Cak Imin.

Cak Imin juga mengapresiasi kehadiran para narasumber lintas bidang yang hadir secara luring, yakni budayawan Sujiwo Tejo, sutradara film nasional Riri Riza, serta penyair senior Acep Zamzam Noor, untuk memberikan arah perjuangan PKB ke depan.

Sutradara kondang Riri Riza memperkuat diskursus tersebut dengan menegaskan bahwa perfilman nasional adalah bagian integral dari kerja kebudayaan bangsa sejak era awal kemerdekaan, di mana tokoh-tokoh NU seperti Djamaluddin Malik turut mendorong berdirinya Lesbumi pada tahun 1962.

“Jadi itulah saya pikir pesan penting dari diskusi kami tadi bahwa kita harus melihat seni, kebudayaan, dalam hal ini sinema yang saya tekuni sehari-hari, itu adalah bagian dari upaya-upaya yang telah dirintis lama di dalam kehidupan bangsa ini,” ungkap Riri. Ia berharap PKB dapat mengambil peran aktif sebagai fasilitator kebudayaan yang membawa dampak positif bagi pembentukan cara pandang masyarakat.

Merawat Mentalitas Santri dan Identitas Kebangsaan
Dari sudut pandang kesusastraan, penyair Acep Zamzam Noor mengingatkan agar peringatan Hari Santri dimaknai secara substantif. Nilai-nilai luhur dan mentalitas yang terbentuk di pesantren harus terus dipelihara ketika santri terjun dan berbaur di tengah masyarakat luas.

Baca juga : Pemprov Jabar Luncurkan Program Teater Masuk Sekolah untuk Perkuat Karakter Siswa

“Bagaimana kehidupan di pesantren, misalnya ketika keluar itu seperti agak terlepas, karena sebenarnya santri itu adalah mentalitas, karakter, dan itu sebenarnya yang harus dipelihara,” tutur Acep.

Sementara itu, budayawan Sujiwo Tejo menyoroti pentingnya merawat kebangsaan yang berbasis pada konsep bersama, bukan sekadar identitas kesukuan biologis.

“Bangsa itu konsep. Kalau Sunda itu jelas ada di darah, Jawa, Batak ada di darah. Tapi kalau bangsa Indonesia itu konsep. Karena konsep, harus dirawat,” ujar Sujiwo Tejo.

Ia juga berpesan agar penguasaan ilmu pengetahuan di era digital tetap harus dilandasi oleh adab dan penghormatan kepada guru demi melahirkan ilmu yang barokah dan bermanfaat bagi sesama.

Persoona.id – Kementerian Sosial Republik Indonesia sukses menggelar puncak Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 di Sekolah Rakyat (SRT) 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10) malam. Ajang bergengsi ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para insan media yang konsisten mengabarkan dan mengawal kisah-kisah perjuangan dari Sekolah Rakyat di berbagai penjuru negeri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam sambutannya menyampaikan penghargaan mendalam kepada para jurnalis yang menjadi jembatan informasi bagi masyarakat luas mengenai program strategis pengentasan kemiskinan ekstrem ini. Menurutnya, pers dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sejalan dalam menjaga martabat manusia.

“Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara,” ujar Gus Ipul di hadapan ribuan hadirin.

Ia memaparkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis berbasis amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto guna memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Hingga tahun 2026, tercatat sudah ada 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga prasejahtera atau kelompok yang sebelumnya luput dari jangkauan kebijakan (the invisible people).

Hal senada turut ditekankan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar. Ia menilai Sekolah Rakyat adalah model pendidikan berasrama yang mapan, di mana anaknya disekolahkan dan orang tuanya turut diberdayakan.

“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Melalui politik anggaran pemberdayaan dan kolaborasi dengan media, kita optimistis dapat melahirkan manusia Indonesia yang kuat, berdaya, dan mandiri,” tegas Muhaimin.

Daftar Pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026

Sebelum malam puncak, dewan juri telah melalui proses kurasi ketat sejak Juni 2026 terhadap puluhan karya tulis, foto, dan video terbaik. Berikut adalah daftar peraih juara dalam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

  • Juara 1: Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng) – Menjemput Masa Depan yang Hampir Hilang
  • Juara 2: Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com) – Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang
  • Juara 3: Dini Suciatiningrum (IDN Times) – Memuliakan yang Tak Terlihat, Kisah Haru Nenah di Sekolah Rakyat
  • Harapan 1: Stefy Thenu (Viva Jogja) – Ikhtiar Memupus Kebodohan, Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
  • Harapan 2: Vina Oktavia (Kompas.id) – Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak-anak dari Keluarga Kurang Mampu “Naik Kelas”
  • Harapan 3: Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan) – Sekolah Rakyat Memuliakan, Menyalakan Kembali Mimpi Anak-Anak Perbatasan

B. Kategori Jurnalistik Foto

  • Juara 1: Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com) – Cetak Generasi Hebat Lewat Penguatan Karakter dan Digitalisasi di SRMA 36 Bojonegoro
  • Juara 2: Andry Denisah (ANTARA Sultra) – Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama
  • Juara 3: Muhammad Iqbal (ANTARA Foto) – Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat

C. Kategori Jurnalistik Video

  • Juara 1: Crypto Hermawan (TVRI Jakarta) – Pijar Masa Depan Sekolah
  • Juara 2: Amita Putri (ANTARA TV) – Menyalakan Asa (Seri Sekolah Rakyat Bagian 1, 2, & 3)
  • Juara 3: Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV) – Pendidikan Untuk Agis

Baca juga : Menko PM Sebut Sekolah Rakyat Instrumen Utama Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Selain memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba, Mensos Saifullah Yusuf juga menganugerahkan penghargaan khusus Lifetime Achievement kepada M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten, sebagai penghormatan atas dedikasi dan konsistensi luar biasa di dunia jurnalistik. Apresiasi khusus turut diberikan kepada Forum Wartawan Kementerian Sosial (Forwasos).

Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 berlangsung meriah dan penuh kehangatan, diisi dengan penampilan seni dari para siswa Sekolah Rakyat mulai dari tarian, pembacaan puisi, hingga paduan suara. Acara ditutup dengan momen khidmat saat seluruh tamu undangan dan siswa bersama-sama mendoakan kesehatan serta kesuksesan Presiden Prabowo Subianto yang bertepatan berulang tahun pada hari tersebut./***

Persoona.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Lebih dari itu, program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini telah berkembang menjadi model pendidikan sekaligus instrumen strategis pemberdayaan masyarakat untuk memutus mata rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026).

“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin di hadapan para siswa, guru, dan tamu undangan.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat memberikan inspirasi baru bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai pilar utama dalam mengatasi kemiskinan sekaligus membangun masa depan bangsa yang lebih tangguh dan mandiri. Muhaimin pun menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) beserta jajarannya yang dinilai sukses menerjemahkan arahan Presiden menjadi model pendidikan yang matang, pasti, dan berprospek mencerahkan.

Baca juga : Politeknik Inovasi Nusantara Jalin Kerja Sama dengan Politeknik Kepribadian Bangsa Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi

“Awalnya Pak Mensos dan saya juga ragu-ragu, sekolah ini bagaimana polanya? Alhamdulillah, Pak Mensos atas perintah Presiden berhasil mewujudkan ini semua. Sekolah Rakyat telah memiliki model yang amat sangat mapan,” puji Muhaimin.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata dari politik pemberdayaan. Penanggulangan kemiskinan dinilai tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan sosial, melainkan harus dilanjutkan dengan program-program yang mampu mendongkrak kemampuan, kemandirian, serta produktivitas masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin juga menekankan pentingnya politik anggaran yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mampu mendorong pemberdayaan, bukan sekadar membiayai kegiatan rutin pemerintahan.

“Indonesia yang berdiri kokoh di atas kaki kita sendiri, Indonesia yang kuat dan tangguh di atas kaki rakyatnya sendiri,” tegasnya.

Menko PM turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan Sekolah Rakyat agar para lulusannya tidak hanya mendapat akses pendidikan, tetapi juga siap melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau langsung terserap di dunia kerja. Kepada para siswa, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan belajar bersungguh-sungguh, disiplin, dan menaati aturan sekolah.

Mengakhiri rangkaian acara, Muhaimin menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026. Ia menilai media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperluas informasi, membangun kesadaran publik, serta mengangkat kisah-kisah inspiratif dari anak-anak keluarga prasejahtera.

“Sinergi dan kolaborasi dengan media ini akan memperbesar komitmen pemerintah, mendorong, dan memotivasi seluruh aparat birokrasi kita untuk terus percaya diri membawa kemakmuran dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya./***