Persoona.id – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) melayangkan kutukan keras atas tindakan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. PKB menilai pembunuhan politik terhadap pemimpin negara berdaulat adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menegaskan bahwa operasi militer yang menewaskan Ali Khamenei pada akhir Februari 2026 tersebut tidak dapat diterima secara norma kemanusiaan dan menciptakan preseden buruk bagi stabilitas global.
“Kami mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat. Jika praktik ini dibiarkan, dunia akan bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan lagi hukum,” ujar Luluk dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Ancaman Standar Ganda dan Keamanan Global
Luluk memperingatkan bahwa ketiadaan sanksi tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan sebelumnya—khususnya tindakan Israel terhadap Palestina—menjadi pemicu beraninya AS dan Israel melakukan serangan terbuka ke Teheran. Ia menilai serangan tujuh roket yang menghantam kediaman Khamenei adalah bukti nyata ketidakadilan global.
“Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” tegasnya.
Desakan Penyelidikan PBB
Menyikapi eskalasi yang semakin memanas setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel, Qatar, UEA, hingga Bahrain, PKB menyerukan langkah tegas dari komunitas internasional:
Penyelidikan Independen: PBB diminta segera melakukan investigasi transparan atas serangan AS-Israel.
Sanksi Tanpa Standar Ganda: Menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku pelanggaran hukum internasional, termasuk AS dan Israel.
Deeskalasi Konflik: Mendorong jalur diplomasi untuk melindungi warga sipil di kawasan Timur Tengah.
Solidaritas dan Diplomasi Indonesia
Selain menyatakan solidaritas kepada rakyat Iran yang kini tengah menjalani masa berkabung 40 hari, PKB juga mendukung langkah Pemerintah Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengabarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bertolak langsung ke Iran untuk memfasilitasi dialog damai.
“Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, melainkan spiral konflik tanpa akhir,” tutup Luluk.
Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei telah dikonfirmasi oleh Pemerintah Iran pada 1 Maret 2026, yang diikuti dengan penetapan libur kerja selama seminggu sebagai bentuk penghormatan terakhir./***


