Karawang – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang pada Rabu (5/2/2025). Acara ini berlangsung di Aula Kantor MUI Kabupaten Karawang dengan membawa tema besar “Memperkuat Peran Strategi MUI Sebagai Ahli Waris Nabi dan Pelopor Kebangkitan Umat”.

Pentingnya Musda MUI di Tingkat Daerah
Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, KH Rahmat Syafe’i, menjelaskan bahwa Musda menjadi agenda penting di tingkat daerah. Dalam acara ini, MUI mengevaluasi kinerja, memperkuat silaturahmi, menyusun program kerja baru, dan memilih kepengurusan untuk periode 2025-2030.

Baca juga : Polisi Karawang Sigap Bantu Truk Mogok di Kosambi

“Musda ini adalah momentum strategis untuk menentukan arah kepengurusan MUI ke depan. Diharapkan, hasilnya mampu membawa kebangkitan umat di Kabupaten Karawang,” ujar KH Rahmat Syafe’i.

Harapan Bupati Karawang untuk MUI
Dalam sambutannya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan harapan agar Musda ini berjalan lancar. Ia juga berharap kepengurusan baru MUI mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik, sekaligus memperkuat hubungannya dengan pemerintah daerah.

“Kami atas nama Pemda mengucapkan selamat melaksanakan Musda ke-VII. Semoga siapapun yang terpilih nanti bisa membawa MUI lebih baik lagi dan terus menguatkan kontribusinya bagi masyarakat Karawang,” ujar Aep.

Bupati Aep juga menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara MUI, pemerintah kabupaten, serta organisasi agama lainnya. Menurutnya, MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyosialisasikan kebijakan kepada masyarakat.


“MUI adalah gerbang pemerintah daerah dalam mensosialisasikan program kebijakan. Mudah-mudahan kolaborasi antara MUI dan pemerintah terus terjalin dengan baik,” tegasnya.

Ajakan untuk Bersama Membangun Karawang
Bupati Aep mengajak seluruh peserta Musda, termasuk perwakilan MUI kecamatan, organisasi Islam, dan tokoh agama, untuk bergandengan tangan dalam membangun Kabupaten Karawang menjadi lebih maju.

Baca juga : Kemkomdigi dan Kemenpan-RB Percepat Transformasi Digital Layanan Publik

“Melalui kerja sama yang erat, kita dapat mewujudkan cita-cita bersama untuk menjadikan Karawang lebih baik,” tutupnya.
Peserta dan Tujuan Musda
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari MUI kecamatan se-Kabupaten Karawang, organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, dan berbagai elemen penting lainnya. Dengan semangat kebersamaan, Musda ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran MUI sebagai pelopor kebangkitan umat di Karawang.

Acara Musda VII MUI Kabupaten Karawang bukan hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi dan menyusun strategi yang lebih baik demi kemajuan masyarakat Karawang.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir di Kecamatan Tempuran dan Cilebar, Minggu (2/2/2025). Langkah ini sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir.

Dalam kunjungannya, Bupati Aep turut menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak guna meringankan beban mereka. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu warga dalam menghadapi situasi sulit akibat banjir tersebut.

Baca juga : Gebyar Senam Sehat: YJI Karawang Dorong Hidup Sehat

Bupati Karawang menyampaikan bahwa banjir di Kecamatan Tempuran dan Cilebar tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian. Banyak lahan persawahan yang terendam air, sehingga menyebabkan kerugian bagi para petani. “Banjir ini sangat berdampak pada masyarakat, terutama bagi para petani yang lahannya terendam,” ujar Bupati.

Sebagai bagian dari upaya penanganan banjir, Bupati Aep menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang akan segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini. Salah satu fokus utama adalah memaksimalkan fungsi drainase di wilayah terdampak.
“Kami upayakan cara agar drainase bisa bekerja maksimal,” kata Bupati Aep. Ia juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur pengendali banjir guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, Bupati Aep meminta semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan di saluran air. Langkah ini penting untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Bupati Karawang optimis bahwa masalah banjir di Tempuran dan Cilebar dapat segera teratasi. Aksi cepat ini diharapkan mampu meminimalkan dampak banjir dan memulihkan kondisi kehidupan masyarakat terdampak. Pemerintah terus berkomitmen menyediakan solusi terbaik untuk mengatasi banjir Karawang.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, didampingi Kapolres Karawang, Dandim 0604 Karawang, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan sejumlah kepala OPD, melakukan kunjungan ke PT Chang Sin Indonesia di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, pada Senin (20/1/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan persoalan penutupan gerbang belakang perusahaan yang menjadi keluhan masyarakat.

Menurut Bupati Aep, penutupan gerbang belakang PT Chang Sin berdampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian warga sekitar, terutama pedagang dan pemilik usaha kecil. Banyak dari mereka mengaku kehilangan pendapatan sejak gerbang tersebut tidak lagi digunakan.

Baca juga : Damkar Karawang Tangani 720 Penyelamatan: Ular, ODGJ, hingga Curhat Warga

Pihak manajemen PT Chang Sin sebelumnya menutup gerbang belakang setelah adanya gugatan dari seorang pengusaha pemilik lahan di sekitar lokasi. Gugatan itu dilayangkan dengan alasan aktivitas di gerbang belakang menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.

Namun, Bupati Aep menegaskan bahwa akses pintu belakang merupakan jalan umum yang seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat luas. “Saya sudah menyampaikan kepada jajaran manajemen untuk segera membuka pintu gerbang belakang. Pemkab akan membantu menangani permasalahan ini karena akses tersebut penting untuk masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Bupati juga menyoroti dampak positif gerbang tersebut terhadap kehidupan masyarakat. Selain mempermudah akses karyawan, gerbang belakang mendukung berbagai aktivitas ekonomi seperti perdagangan, jasa penitipan sepeda motor, dan usaha kos-kosan.

Ia memberi batas waktu satu minggu kepada manajemen PT Chang Sin untuk membuka kembali akses tersebut. Saat kunjungannya, Bupati Aep juga mendengar langsung keluhan dari masyarakat dan karyawan yang meminta agar gerbang kembali dibuka demi kelancaran aktivitas sehari-hari.

“Mayoritas karyawan mendukung pembukaan gerbang karena jika hanya menggunakan pintu depan, waktu tempuh menjadi lebih jauh dan memakan waktu lama,” tutupnya.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang, 17 Januari 2025 – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama Sekretaris Daerah H. Asep Aang Rahmatullah dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pengolahan sampah yang dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang yang semakin penuh.

Bupati Aep menjelaskan bahwa TPST Mekarjati memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang. Tempat ini dapat mengolah sampah organik menjadi bahan yang ekonomis, seperti pupuk organik, yang sangat berguna untuk pertanian. Dengan begitu, keberadaan TPST dapat mengurangi tekanan terhadap TPAS Jalupang, yang terus mengalami peningkatan volume sampah dari waktu ke waktu.

Baca juga : Bupati Aep Hadiri Pembekalan Kerja Praktik UBP Karawang 2024

“Saat ini, TPST Mekarjati dapat memproses hingga 5 ton sampah per hari, dan kami berharap kapasitas ini dapat meningkat menjadi 20 ton dalam sekali proses. Namun, untuk mencapai efisiensi maksimal, kami membutuhkan pemilahan sampah yang lebih baik dari masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Aep melihat langsung proses pencacahan sampah dengan mesin yang digunakan di TPST. Namun, ia juga mencatat bahwa proses pemilahan sampah yang dilakukan secara manual masih menghambat efisiensi pengolahan. Oleh karena itu, Bupati Aep menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, yaitu memisahkan sampah organik, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dan sampah non-organik.

“Pemilahan sampah yang baik akan mempercepat dan mempermudah proses pengolahan sampah di TPST, sehingga tidak perlu lagi dilakukan pemilahan secara manual yang memakan waktu dan tenaga. Kami akan gencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah di sumbernya,” tambah Bupati Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan terhadap program pemilahan sampah, TPST Mekarjati dapat beroperasi lebih efisien dan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS Jalupang. Program ini juga diharapkan dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta membuka peluang untuk peningkatan ekonomi melalui pengolahan sampah yang lebih produktif.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Karawang diharapkan dapat semakin efektif dalam mengelola sampah, menjaga kebersihan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warganya.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menghadiri acara pembekalan kerja praktik (PKL) untuk mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Tahun Akademik 2024/2025 yang diselenggarakan di Aula Husni Hamid, Jumat (17/1/2025). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi UBP Karawang dan diikuti dengan antusias oleh peserta.

Kegiatan pembekalan ini menghadirkan sejumlah narasumber penting yang memberikan wawasan seputar dunia kerja dan pengembangan karir bagi mahasiswa. Di antaranya hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Karawang, serta perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Karawang. Masing-masing narasumber berbagi pengetahuan tentang pentingnya persiapan matang dalam memasuki dunia kerja, terutama bagi mahasiswa yang akan memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Dengan tema “Empowering Students to be Innovative, Creative and Problem Solvers”, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam sambutannya menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh mahasiswa/i yang hadir. Ia mengingatkan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menghadapi tantangan di dunia profesional. “Sebagai mahasiswa, kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus siap menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Keberhasilan dalam berkarir tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk berinovasi dan memecahkan masalah,” ujar Bupati Aep.

Lebih lanjut, Bupati Aep juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pembekalan ini. Menurutnya, PKL merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Ia berharap kegiatan PKL dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aep juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan PKL untuk belajar dari pengalaman nyata yang mereka temui di lapangan. “Jangan hanya melihat PKL sebagai kewajiban, tetapi sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengasah keterampilan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Bupati Karawang memberikan semangat kepada mahasiswa/i yang akan memulai PKL. Ia berharap para mahasiswa dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai pijakan untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Karawang di masa depan. “Selamat berjuang untuk para mahasiswa/i, semoga sukses dalam menjalankan tugas Praktik Kerja Lapangan,” tutupnya.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari mahasiswa yang sangat antusias dengan berbagai materi yang diberikan. Pembekalan PKL diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di dunia kerja serta mengasah keterampilan yang dapat berguna di masa depan. (FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memberikan apresiasi tinggi terhadap program revitalisasi tambak yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan tambak yang kurang produktif di pesisir utara Karawang, yang diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kamis 16/01/2025

Revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan ekspor perikanan, khususnya ikan nila. Bupati Aep Syaepuloh menyambut baik program ini dan menegaskan bahwa Pemkab Karawang siap mendukung penuh dengan mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan. “Kami sangat mendukung program revitalisasi ini dan berterima kasih kepada KKP yang telah memilih Karawang sebagai salah satu lokasi revitalisasi,” ujar Aep Syaepuloh.

Dalam program ini, KKP bekerja sama dengan Pemkab Karawang untuk merekomendasikan lokasi tambak yang memiliki potensi besar. Lokasi-lokasi tambak yang akan direvitalisasi meliputi lahan seluas 7.000 hektare yang selama ini dikelola masyarakat untuk kegiatan budidaya perikanan. Program ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal hingga 20 ribu orang, yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa revitalisasi tambak kurang produktif ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2025 hingga 2029. Program ini akan mencakup area seluas 78 ribu hektare di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang melibatkan empat provinsi dan 26 kabupaten/kota, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Di Karawang, sebanyak 2.548 hektare tambak akan direvitalisasi, dengan potensi pengembangan hingga 10 ribu hektare.

Dalam pelaksanaannya, revitalisasi tambak ini akan fokus pada pengembangan budidaya ikan nila salin dan ikan bandeng, serta memperhatikan kelestarian ekologi dengan sistem budidaya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan dan mempercepat ekspor, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Diharapkan, program ini tidak hanya akan meningkatkan hasil perikanan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memperkuat sektor perikanan sebagai pilar ketahanan pangan nasional.(*)

Karawang – Pemkab Karawang Gelar Senam & Cek Kesehatan bagi Kesehatan ASN. Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar kegiatan senam bersama dan cek kesehatan gratis di Plaza Kantor Bupati Karawang pada Jumat, 27 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, serta mempererat tali silaturahmi antar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa kegiatan senam bersama ini akan dirutinkan setiap hari Jumat. “Kegiatan ini bertujuan agar ASN dapat menjaga kesehatan tubuh setelah hampir satu minggu bekerja. Selain itu, ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antar perangkat daerah di Kabupaten Karawang,” ujar Bupati Aep.

Baca juga : Pemkab Karawang Tandatangani Kerjasama Dengan Bank BJB dan Pengadilan Agama

Selain senam, peserta juga mendapat layanan cek kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan dasar. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari seluruh perangkat daerah Kabupaten Karawang dan kecamatan di wilayah tersebut.

Bupati Aep juga mengingatkan seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, para ASN lebih rileks dan sehat, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam pembangunan Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Kegiatan senam bersama dan cek kesehatan gratis ini menjadi inisiatif positif yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kesehatan ASN di Karawang, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.(*)

Karawang – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara simbolis menyerahkan bantuan alat penunjang produksi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang. Acara penyerahan berlangsung di Plaza Pemda Karawang pada Senin (9/12/2024) dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.

Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Karawang, Arif Bijaksana, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmady. Dalam acara tersebut, Bupati Karawang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 23 penerima dari berbagai sektor usaha.

Baca juga : Inagurasi Kemenangan PKB Jawa Barat 2024

Bantuan alat penunjang produksi ini diberikan kepada pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha. Beberapa sektor yang mendapatkan bantuan antara lain adalah sektor tata boga, warung, usaha jahit, pertanian, pengolahan minyak, serta pengolahan sabun. Pemberian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM, sehingga dapat bersaing lebih baik di pasar.

Sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan UMKM, bantuan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Dengan adanya alat penunjang yang lebih baik, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha mereka.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, berharap bantuan ini dapat mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Kabupaten Karawang dan membantu para pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan usaha mereka. Melalui bantuan ini, diharapkan sektor UMKM akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.(*)