Persoona.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang melalui Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) sukses menggelar event GANTAR (Gerakan Anak Muda Terapkan Aksi Kreatif) Batch-2. Kegiatan kolaborasi antara Disparbud Karawang, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UNSIKA, dan Relawan TIK Karawang ini berlangsung antusias pada Rabu-Kamis, 29–30 Oktober 2025, di Auditorium Lt. 4 Gedung H. Opon Sopandji UNSIKA.

Mengangkat tema spesifik ‘Digital Marketing bagi Segmen Universitas’, pelatihan ini diikuti oleh 80 mahasiswa Fasilkom UNSIKA yang dilatih untuk menguasai strategi pemasaran digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Optimasi Pemasaran Digital dengan Kecerdasan Buatan (AI)
Kepala Disparbud Karawang, Bapak Abas Sudrajat, S.Sos., M.P., didampingi Kepala Bidang Ekraf, Bapak Fazriyan W. Adhitya, S.T., M.S.E., turut hadir memberikan motivasi.

Dalam sambutannya, Kepala Disparbud menyampaikan, “Di momentum bulan Sumpah Pemuda ini, semangat GANTAR adalah cerminan tekad anak muda Karawang untuk memajukan daerah melalui kreativitas dan digitalisasi. Inilah wujud nyata Karawang menuju Kota Kreatif.”

Peserta dibekali materi yang komprehensif oleh narasumber ahli, termasuk:

Riset Pasar & BMC/VPC: Analisis riset pasar via Google Trends, Business Model Canvas (BMC), dan Value Proposition Canvas (VPC) oleh Aji Primajaya, M.Kom.

Keamanan Digital & Channel Marketing: Sesi fundamental dan simulasi cek keamanan password oleh Betha Nurina Sari, M.Kom.

Content Marketing Berbasis AI: Praktik langsung pembuatan prompt dan visual iklan menggunakan AI yang relevan dengan riset pasar, dibawakan oleh Nurlana Sanjaya, S.Kom.

Praktik Langsung Beriklan di Meta dan Google Ads
Pada hari kedua, Kamis, 30 Oktober 2025, fokus pelatihan beralih ke praktik langsung. Bersama Iwan Ridwan, S.S., CDM., CDMP., dan Mochammad Ervin Zein, S.Kom., peserta diajarkan membuat akun Fanspage, menggunakan Meta Business Suite, hingga memahami perbedaan strategi beriklan di Google Ads dan Meta Ads.

Mahasiswa UNSIKA ditantang untuk mengembangkan konten iklan yang merepresentasikan subsektor ekonomi kreatif Karawang (seperti seni musik, fesyen, kuliner, kriya, hingga aplikasi/gim), menjadikannya langkah nyata memperkenalkan potensi lokal.

Fajar, salah satu peserta, mengungkapkan, “Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang cara mengoptimalkan media digital untuk bisnis. Praktik langsungnya sangat membantu.”

Komitmen Pembinaan Berkelanjutan Ekraf Karawang
Kegiatan ini dilengkapi dengan proyek hari pertama berupa analisis riset pasar, BMC, VPC, copywriting, dan flyer. Seluruh aktivitas dimonitoring melalui grup WhatsApp untuk menjamin pembinaan berkelanjutan, melanjutkan keberhasilan GANTAR Batch-1 sebelumnya di SMKN 1 & 2 Karawang.

Acara ditutup secara simbolis oleh Kepala Bidang Ekraf Disparbud Karawang, Bapak Fazriyan W. Adhitya.

“Mari jadikan GANTAR ini sebagai ruang untuk bertumbuh, berkembang, dan berdampak melalui aksi nyata dari pelatihan yang sudah didapatkan. Akan banyak peluang bagi para alumni GANTAR untuk berkontribusi memajukan dunia ekonomi kreatif Karawang sebagai Kota Kreatif,” tutupnya.***

Karawang, – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang berencana merevitalisasi Kampung Budaya yang telah lama terbengkalai. Langkah ini dimulai dengan kajian ulang dan penyusunan master plan untuk mengembalikan manfaat dan daya tarik wisata di lokasi tersebut. Selasa 7 Januari 2025

Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Karawang, Jaeni, menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan konsep baru untuk Kampung Budaya. “Kami akan melakukan review menyeluruh dan membuat master plan agar tempat ini kembali memberikan manfaat besar,” ujar Jaeni.

Baca juga : 181 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Karawang Sepanjang 2024

Rencana Pengembangan Kampung Budaya

Jaeni menjelaskan bahwa master plan akan mencakup Detail Engineering Desain (DED) sebagai dasar pengembangan. Setelah itu, pengelolaan tempat ini akan ditawarkan kepada pihak ketiga atau dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Kami memiliki konsep untuk menjadikan Kampung Budaya sebagai destinasi wisata seperti Kiara Arta Park atau wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Bahkan, ada rencana membuat terminal untuk mempermudah akses, menjadikan tempat ini gerbang wisata seperti Dieng,” jelasnya.

Menurut Jaeni, pengelolaan profesional adalah kunci keberhasilan wisata. Ia mencontohkan Kiara Arta Park, yang sebelumnya lahan terbengkalai, kini menjadi destinasi populer berkat pengelolaan yang baik.

Status Lahan dan Kerjasama

Kampung Budaya memiliki status lahan yang bervariasi, yakni milik pemerintah daerah, Kementerian PUPR, dan perseorangan. Untuk mempercepat revitalisasi, Disparbud berencana bekerja sama dengan Kementerian PUPR dalam hal akses jalan.

“Sementara untuk lahan milik perseorangan, kami akan berkoordinasi dengan pengacara pemilik tanah agar sertifikatnya segera dipecah,” tambah Jaeni.

Harapan Revitalisasi

Revitalisasi Kampung Budaya diharapkan dapat menghidupkan kembali destinasi ini sebagai pusat budaya dan wisata di Karawang. Dengan konsep yang matang dan pengelolaan profesional, Kampung Budaya diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.(*)