UMK Karawang 2025 tertinggi kedua di Jawa Barat
UMK Karawang 2025 tertinggi kedua di Jawa Barat
Bandung – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar) menyatakan dukungannya terhadap upaya membawa Ubi Cilembu, salah satu pangan khas Jawa Barat, ke panggung kuliner internasional. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Kompetisi Cerita dan Rasa Kuliner Nusantara (CERIA) yang digagas oleh aplikasi usaha kuliner Opaper.
Ubi Cilembu dikenal sebagai komoditas unik yang hanya mencapai cita rasa terbaik jika ditanam di daerah asalnya, yakni Desa Cilembu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, mengapresiasi setiap inisiatif yang bertujuan mengangkat bahan makanan khas Jawa Barat ke tingkat dunia.
Baca juga : DP3A Karawang Laksanakan Edukasi Pencegahan Kekerasan untuk Pekerja Perempuan di PT JTEKT
“Ubi Cilembu adalah salah satu keunikan kuliner Jawa Barat. Kami sangat mendukung upaya promosi ini, termasuk melalui kompetisi CERIA. Harapannya, bukan hanya Ubi Cilembu, tetapi juga bahan dan olahan kuliner lain dari Jawa Barat dapat dikenal secara internasional,” ujar Benny dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (23/1/2025).
Kompetisi CERIA: Langkah Menuju Panggung Internasional
Kompetisi CERIA merupakan bagian dari roadshow kuliner yang diinisiasi oleh Opaper. Untuk edisi di Bandung, fokus utama acara ini adalah inovasi olahan berbahan dasar Ubi Cilembu. Pemenang kompetisi ini akan mendapat kesempatan untuk tampil di ajang kuliner internasional Food and Wine Festival di Melbourne, Australia, pada 22-23 Maret 2025.
“Melalui kompetisi CERIA, kami ingin mempromosikan Ubi Cilembu sebagai ikon kuliner Jawa Barat ke dunia internasional. Kami juga menggandeng pengusaha lokal, seperti pemilik Joongla dan Bluedoors, sebagai kurator dan juri,” ungkap CEO Opaper, Joanathan McIntosh.
Proses kurasi peserta dimulai pada 27 Januari 2025 selama satu minggu, dan nama-nama peserta yang lolos akan diumumkan pada 3 Februari 2025. Setelah itu, peserta akan menjalani tahap penelitian, pengembangan menu, dan menjual hasil olahan mereka hingga 20 Februari 2025.
Puncak Acara CERIA: Showcase Inovasi Ubi Cilembu
Puncak acara CERIA akan berlangsung pada 23 Februari 2025, di mana para peserta akan memamerkan hasil olahan berbahan dasar Ubi Cilembu. Ajang ini terbuka untuk masyarakat umum, yang dapat melihat langsung showcase inovasi menu dan memberikan suara untuk menu favorit mereka.
“Kami berharap kompetisi ini menjadi langkah besar dalam mempromosikan kuliner khas Jawa Barat, khususnya Ubi Cilembu, sekaligus memperkenalkan kreativitas para pelaku usaha kuliner lokal kepada pasar global,” tambah Joanathan.
Baca juga : BPBD Karawang Buka Posko Siaga Bencana Akibat Hujan Deras
Disparbud Jabar dan Komitmen Mendukung Kuliner Lokal
Disparbud Jabar menegaskan komitmennya dalam mendukung promosi kuliner lokal. Menurut Benny, Ubi Cilembu tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi representasi budaya dan keunikan daerah.
“Kami melihat potensi besar dari Ubi Cilembu sebagai produk unggulan yang bisa membawa nama baik Jawa Barat ke dunia internasional. Dukungan ini sejalan dengan visi kami dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya melalui kuliner,” ujar Benny.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha lokal, dan aplikasi kuliner, diharapkan Ubi Cilembu dapat menjadi ikon kuliner yang mendunia.***
Karawang – Kejadian mengejutkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karya Bakti 4 yang terletak di Kecamatan Batujaya, Karawang. Ratusan siswa mogok sekolah akibat kondisi bangunan yang rusak parah, membuat mereka merasa khawatir akan keselamatan selama proses belajar mengajar.
Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Asep Junaedi, langsung meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk segera melakukan perbaikan. “Kami sudah mendengar soal itu, dan itu harus segera menjadi prioritas pembangunan sekolah yang rusak parah,” ungkap Asep dalam pernyataannya pada Rabu, 22 Januari 2025.
Asep menekankan bahwa pihaknya akan mengawal proses perbaikan agar dapat segera terealisasi. Kerusakan bangunan yang cukup parah membuat siswa merasa khawatir dan enggan untuk datang ke sekolah. “Kami sudah meminta agar disiapkan lokasi sementara atau sistem shift bagi siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” jelasnya.
Baca juga : Optimalisasi Pendapatan Daerah, Pemkab Karawang Gelar Sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB
Lebih lanjut, Asep meminta kepada kepala sekolah yang menghadapi kondisi bangunan yang rusak parah untuk segera melaporkan keadaan tersebut kepada Disdikpora Kabupaten Karawang. Setelah laporan diterima, Disdikpora diwajibkan untuk mengambil tindakan atau solusi yang tepat, seperti mengosongkan bangunan yang berpotensi roboh, mencari alternatif lokasi sementara, atau menerapkan sistem shift dalam kegiatan belajar mengajar.
Apriansyah, penjaga sekolah, memberikan keterangan bahwa kondisi bangunan di SDN Karya Bakti 4 sudah lama mengkhawatirkan. “Bangunan sekolah secara merata mengalami kerusakan. Semoga sekolah kami bisa diprioritaskan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika proses KBM dilaksanakan dan menimpa siswa-siswi kami,” harapnya.
Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat
Asep Junaedi juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program pembangunan sekolah, karena kondisi fisik sekolah berpengaruh besar terhadap kegiatan belajar mengajar siswa. “Pembangunan sekolah dan infrastruktur ada di komisi 3, tetapi secara keseluruhan tentang pendidikan adalah ranah kami di komisi 4,” tegasnya.
Dengan adanya instruksi dari DPRD, diharapkan pihak pemda dapat segera menindaklanjuti perbaikan bangunan sekolah, sehingga siswa di SDN Karya Bakti 4 dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.(*)
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Imin, mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi menteri paling populer dan memiliki citra baik tertinggi di 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas
Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat
Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai bahwa pencapaian ini wajar mengingat program-program yang dijalankan Menko PM berdampak langsung pada masyarakat. “Ini menjadi semacam titik start yang patut diapresiasi, karena sangat jarang ada menteri yang bisa langsung tancap gas di awal pemerintahan,” ujar Wasisto, Rabu (22/1/2024).
Program Prioritas Menko PM
Muhaimin Iskandar langsung bergerak cepat dengan meluncurkan sejumlah program prioritas, seperti:
Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk pengentasan kemiskinan.
Reformasi sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung UMKM.
Model pembiayaan dan pendampingan baru bagi pelaku usaha kecil.
Program-program ini dirancang untuk mencapai target ambisius, yakni kemiskinan ekstrem 0% dan penurunan kemiskinan hingga 4,5-5%.
Apresiasi dan Harapan
Wasisto menambahkan bahwa peringkat tinggi yang diraih Gus Imin harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik. “Ini menjadi semacam cambuk, pelecut, bahwa kebijakan yang berdampak langsung ke masyarakat adalah poin penting dalam evaluasi publik terhadap kinerja kementerian,” katanya. Ia juga optimis bahwa Menko PM dapat mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Senada dengan itu, pengamat politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menyebutkan bahwa survei Litbang Kompas sejalan dengan hasil survei CISA. “Hasil survei tersebut mengacu pada kondisi sosial dan politik saat ini. Survei Litbang Kompas linier dengan survei yang dilakukan CISA,” ujarnya.
Baca juga : Tiga Anggota DPR RI FPKB Hasil PAW Resmi Dilantik
Popularitas yang Berdampak
Keberhasilan Muhaimin Iskandar dalam meraih popularitas tertinggi di awal pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan bahwa kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun citra positif. Dengan program-program prioritas yang telah berjalan, Gus Imin diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Langkah cepat dan strategis ini tidak hanya memperkuat posisi Menko PM di kabinet, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk melihat perubahan nyata di bidang pemberdayaan sosial dan ekonomi.***
Karawang – Banjir rob yang melanda wilayah pesisir utara Karawang, Jawa Barat, mengakibatkan puluhan rumah warga terendam. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, banjir ini telah berdampak pada 350 jiwa atau sekitar 100 keluarga di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya.Kepala BPBD Karawang, Mahpudin, menjelaskan bahwa bencana banjir rob ini sudah berlangsung sejak Selasa (22/1/2025). “Tercatat ada 55 rumah warga, satu mushola, satu madrasah, dan sekitar 200 hektare tambak yang terdampak banjir rob,” ujar Mahpudin di Karawang.
Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat
Selain merendam rumah dan tambak, banjir rob juga memutus satu-satunya akses jalan menuju Dusun Tanjungsari di Desa Sedari. Akibatnya, warga setempat kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk sementara, masyarakat hanya bisa mengakses wilayah tersebut menggunakan rakit buatan yang mampu membawa kendaraan roda dua.Mahpudin menyebutkan bahwa meskipun air sempat surut, ketinggian air kembali meningkat pada sore hari. Hal ini membuat situasi tetap sulit bagi masyarakat.
Baca juga : BPBD Karawang Buka Posko Siaga Bencana Akibat Hujan Deras
Sebagai upaya penanganan, BPBD Karawang telah menyalurkan bantuan berupa logistik dan perahu untuk membantu aktivitas warga. “Kami menurunkan perahu yang dapat digunakan untuk mengantarkan kendaraan roda dua, sehingga warga bisa kembali melaksanakan aktivitas mereka,” jelas Mahpudin.Selain itu, BPBD juga terus memantau wilayah-wilayah rawan banjir rob untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi serta meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut.
Banjir rob ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mengganggu perekonomian masyarakat, terutama yang bergantung pada tambak. Tambak seluas 200 hektare yang terkena banjir diperkirakan akan mengalami kerugian yang cukup besar.BPBD Karawang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah pesisir yang rawan terdampak banjir rob. Dengan koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan situasi dapat segera kembali normal.
Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Surat Edaran Bersama (SEB) yang diterbitkan pada 20 Januari 2025, mengumumkan jadwal libur dan pembelajaran sekolah selama bulan Ramadhan 1446 H/2025 M. Surat edaran ini ditandatangani oleh tiga menteri, yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Keputusan ini memberikan gambaran jelas terkait kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadhan.
Menurut SEB tersebut, siswa tidak akan diliburkan selama sebulan penuh selama Ramadhan. Sebaliknya, jadwal pembelajaran disesuaikan untuk mengakomodasi kegiatan keagamaan dan spiritual selama bulan Ramadhan. Berikut ini adalah rincian lengkap jadwal libur dan pembelajaran sekolah Ramadhan 2025:
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Karawang Dorong OPD Ciptakan Inovasi Pelayanan Berbasis Kebutuhan
1. Pembelajaran Mandiri di Rumah Mulai dari Kamis, 27 Februari – Rabu, 5 Maret 2025, siswa akan melaksanakan kegiatan belajar di rumah atau di lingkungan sekitar, seperti tempat ibadah dan masyarakat. Pembelajaran tetap dilanjutkan, tetapi siswa tidak perlu hadir di sekolah. Selama periode ini, sekolah akan memberikan penugasan yang harus dikerjakan secara mandiri oleh siswa di rumah.
2. Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Setelah satu minggu pembelajaran mandiri, siswa akan kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah dari Kamis, 6 Maret – Selasa, 25 Maret 2025. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan dengan penyesuaian pada waktu dan materi untuk mendukung suasana Ramadhan.
3. Libur Bersama Idulfitri Pada Rabu, 26 Maret – Jumat, 28 Maret 2025 serta Rabu, 2 April – Selasa, 8 April 2025, siswa akan mendapatkan libur bersama untuk merayakan Idulfitri. Selama periode ini, semua kegiatan belajar mengajar dihentikan untuk memberikan waktu bagi siswa dan guru merayakan hari raya bersama keluarga.
4. Kembali ke Pembelajaran Sekolah Pembelajaran di sekolah akan dilanjutkan pada Rabu, 9 April 2025, setelah libur Idulfitri berakhir.
Surat Edaran Bersama : Mendikdasmen, Menag, dan Mendagri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1446 H/2025 M
Materi Pembelajaran Selama Ramadhan Pemerintah juga memberikan pedoman materi pembelajaran selama bulan Ramadhan. Bagi siswa yang beragama Islam, disarankan untuk mengikuti kegiatan seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lainnya yang meningkatkan iman dan takwa. Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, kegiatan keagamaan yang sesuai dengan agama masing-masing juga dianjurkan.
Dengan adanya penyesuaian jadwal ini, diharapkan para siswa dapat tetap melaksanakan ibadah puasa dengan baik sekaligus melanjutkan kegiatan belajar yang bermakna. Pemerintah juga mengimbau agar sekolah mengintegrasikan kegiatan yang bermanfaat, seperti pembinaan karakter dan kegiatan sosial, selama bulan Ramadhan.
Demikian informasi mengenai Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2025. Selalu pastikan bahwa informasi ini dapat membantu para orang tua dan siswa dalam merencanakan aktivitas selama bulan suci Ramadhan.(*)
Karawang – Keributan yang melibatkan enam siswi SMP di Karawang, yang dipicu oleh perebutan seorang pria, telah menuai sorotan publik. DPRD Karawang bahkan menilai kasus ini mencoreng dunia pendidikan di Karawang.
Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia berharap peristiwa serupa tidak menjadi kebiasaan di kalangan generasi muda Karawang.
“Melihat berita soal perkelahian ini, saya sangat prihatin. Seolah-olah ini menjadi tren baru, ‘rebutan lanang’. Kami berharap hal ini tidak menjadi budaya yang terus berkembang,” kata Endang, saat ditemui di Kantor DPRD Karawang, Selasa (21/1/2025).
Pihak DPRD berencana untuk memanggil Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), serta Korwilcambidik Kecamatan Batujaya untuk menindaklanjuti masalah ini.
“Kami akan memanggil Disdikpora dan Korwilcambidik setempat untuk menindaklanjuti masalah ini. Peristiwa seperti ini berkaitan dengan permasalahan remaja, dan kami akan mendorong dinas terkait untuk melakukan tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Selain mencoreng dunia pendidikan, Endang juga mengingatkan agar orang tua siswa lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, terutama dalam lingkungan keluarga.
“Tentu saja ini mencoreng dunia pendidikan di Karawang. Kami juga berharap orang tua lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka di rumah. Pihak sekolah juga diharapkan memberikan pendidikan moral, misalnya melalui pesantren kilat atau kegiatan serupa,” ujarnya.
Terkait dengan sanksi, Endang mengingatkan agar pihak sekolah dan dinas terkait mempertimbangkan sisi edukasi sekaligus memberikan efek jera bagi siswi yang terlibat.
“Untuk sanksi, tentu harus bijaksana. Jangan sampai menghentikan proses belajar mengajar mereka, karena mereka tetap perlu bersekolah. Namun, sanksi harus memberikan efek jera,” tutup Endang.
Baca juga : Enam Siswi SMP di Karawang Dikeluarkan, Terlibat Tawuran Viral di Medsos
Peristiwa ini sebelumnya viral di media sosial. Pada Kamis (16/1/2025), perkelahian yang diduga dipicu oleh api cemburu terkait perebutan pacar, terekam dalam video berdurasi 35 detik. Dalam video tersebut, enam siswi terlihat berkelahi satu lawan satu di tengah jalan, sementara beberapa siswa lain menonton dan merekam kejadian tersebut. Beberapa pengendara motor yang melintas pun sempat berhenti untuk melihat aksi tersebut. Salah satu siswi bahkan terlihat terperosok hingga ke sawah di samping jalan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Karawang, Yanto, menjelaskan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh pihaknya. Siswi yang terlibat dalam perkelahian berasal dari tiga sekolah yang berbeda.
“Perkelahian ini terjadi di Jalan Totoang Trindil, yang berada di perbatasan Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Tirtajaya. Keenam siswi yang terlibat berasal dari tiga sekolah yang berbeda,” kata Yanto.
Terkait motif perkelahian, Yanto mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berawal dari saling ejek antar siswi, yang sebelumnya terlibat masalah asmara.
“Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa perkelahian ini bermula dari saling ejek, yang sebelumnya dipicu oleh masalah asmara atau perebutan pacar,” ujarnya.(*)
Persoona.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) sebentar lagi akan dimulai. Bagi para orang tua yang mencari sekolah berkualitas tanpa beban biaya SPP, SD Negeri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bisa menjadi opsi terbaik.
Sebanyak 14 SD Negeri di Kabupaten Karawang meraih predikat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM) berdasarkan SK nomor 267/BAN-PDM/SK/2024. Akreditasi ini menjadi bukti bahwa sekolah-sekolah tersebut unggul dalam berbagai aspek, seperti kualitas pengajaran, fasilitas, dan manajemen sekolah.
Baca Juga : 2 Anak Punk di Karawang Tewas Setelah Tenggak Alkohol 70% dan Minuman Energi
Berikut daftar 14 SD Negeri terbaik di Kabupaten Karawang:
Akreditasi A yang diraih oleh sekolah-sekolah tersebut menunjukkan bahwa lembaga pendidikan ini memenuhi standar tinggi yang ditetapkan pemerintah. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi orang tua dalam memilih sekolah yang akan mendukung masa depan putra-putri mereka.
Baca Juga : Bupati Aep Tinjau Proses Pengolahan Sampah di TPST Mekarjati Karawang
Dengan fasilitas berkualitas dan tenaga pendidik yang kompeten, SD Negeri ini siap menjadi tempat belajar yang ideal bagi siswa. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendaftarkan anak Anda ke salah satu dari sekolah terbaik ini dalam PPDB mendatang.(*)
Karawang, 19 Januari 2025 – Tragis, dua anak punk ditemukan tewas di emperan toko di Kampung Salagedang, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Karawang. Kedua korban, seorang perempuan berinisial A (18) dan seorang laki-laki berinisial R (20), diduga meninggal dunia setelah mengonsumsi campuran alkohol medis 70% dengan minuman energi.
Baca juga : Fraksi PKB Jawa Barat Gelar Diskusi Terobosan untuk Kesejahteraan
Ipda Solikhin, Kasi Humas Polres Karawang, mengungkapkan bahwa jenazah keduanya ditemukan oleh warga pada Minggu pagi, 19 Januari 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. “Korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi oleh warga,” ungkap Solikhin saat dikonfirmasi.
Menurut keterangan saksi, pada Sabtu (18/1) sore, kedua korban bersama teman-temannya mengadakan pesta minuman keras. Mereka mengonsumsi alkohol medis yang dicampur dengan minuman energi dan air mineral. Namun, keesokan paginya, saat teman-temannya hendak membangunkan mereka, keduanya tidak memberikan respons dan dinyatakan telah meninggal dunia.
Di lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa botol alkohol medis, bungkusan minuman energi, dan botol air mineral. Semua barang bukti tersebut telah disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk sementara, korban diduga meninggal akibat mengonsumsi campuran minuman tersebut. Kedua jenazah telah dibawa ke RSUD Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Solikhin.
Kepolisian saat ini masih mendalami penyelidikan untuk memastikan komposisi minuman yang dikonsumsi oleh para korban. “Kami mengingatkan masyarakat akan bahaya mengonsumsi minuman oplosan yang sering mengandung bahan kimia berbahaya,” tegas Solikhin. Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan menghindari minuman dengan komposisi yang tidak jelas demi menjaga keselamatan diri.(*)
Jakarta – Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan pembaruan garis kemiskinan dengan angka yang lebih tinggi, yaitu sekitar 595 ribu rupiah per bulan atau setara dengan 19 ribu hingga 20 ribu rupiah per hari. Menurut pernyataan tersebut, warga negara Indonesia yang berbelanja sebesar 20 ribu rupiah sehari tidak lagi dikategorikan miskin.
Garis kemiskinan yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menunjukkan bahwa pada bulan Maret 2024, angka garis kemiskinan berada di angka 582.932 rupiah per bulan, dan sedikit meningkat pada September 2024 menjadi 595.242 rupiah per bulan. Dengan pengeluaran harian yang setara dengan 20 ribu rupiah, mereka yang berbelanja dalam kisaran angka tersebut dianggap telah keluar dari kategori miskin menurut standar pemerintah.
Baca juga : Fraksi PKB Jawa Barat Gelar Diskusi Terobosan untuk Kesejahteraan
Namun, apakah benar pengeluaran 20 ribu rupiah sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Indonesia yang harga barang dan jasa terus meningkat? Meskipun secara matematis angka tersebut dapat dianggap cukup untuk memenuhi garis kemiskinan, kenyataannya, biaya hidup di berbagai daerah bisa jauh lebih tinggi. Kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, dan biaya lainnya seringkali melebihi angka tersebut, terutama di kota-kota besar.
Dalam konteks ini, meskipun secara teori pemerintah mengatakan pengeluaran 20 ribu rupiah sehari sudah cukup, banyak warga yang merasa bahwa kehidupan dengan anggaran harian tersebut masih sangat terbatas. Selain itu, peningkatan harga barang kebutuhan pokok juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang berpendapatan rendah.
Jadi, meskipun warga yang berbelanja 20 ribu rupiah sehari tidak lagi tercatat sebagai kelompok miskin, kenyataan hidup sehari-hari mungkin masih jauh lebih sulit. Ke depan, pemerintah perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam menentukan standar kemiskinan yang lebih mencerminkan realitas ekonomi rakyat.(*)