Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Hal ini dibuktikan dengan monitoring pelaksanaan Tes Ijon PT Yamaha Motor Manufacturing West Java, yang digelar di SMKS Bina Karya 2 Karawang pada Senin (20/1/2025).

Monitoring ini diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, atas nama Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh. Dalam sambutannya, Rosmalia menyampaikan apresiasi kepada PT Yamaha Motor Manufacturing West Java yang konsisten memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

“Alhamdulillah, setiap tahun peminat Tes Ijon ini terus meningkat. Kami berharap perusahaan-perusahaan lain di Karawang juga dapat meniru langkah Yamaha ini dalam menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Baca juga : Bupati Tegaskan Gerbang Belakang PT Chang Sin Harus Dibuka Kembali

Pelaksanaan Tes Ijon ini menjadi momen penting bagi para peserta, sebagai pintu awal untuk menembus dunia kerja di perusahaan besar. Rosmalia pun berpesan kepada peserta untuk mempersiapkan diri dengan maksimal agar dapat melewati setiap tahapan tes, seperti psikotes dan wawancara, dengan baik.

SDM Unggul Jadi Kunci Sukses di Dunia Kerja
Rosmalia juga menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Karawang, terutama mengingat tingginya Upah Minimum Regional (UMR) di wilayah ini.

“UMR Karawang yang tinggi membuat perusahaan menginginkan tenaga kerja dengan kualitas yang mumpuni. Oleh karena itu, adik-adik harus membuktikan bahwa SDM Karawang unggul dan siap bersaing,” tambahnya.

Menurutnya, para peserta harus memiliki semangat tinggi dan terus belajar untuk memastikan mereka dapat memenuhi ekspektasi perusahaan, tidak hanya dari segi keterampilan, tetapi juga etos kerja.

Dukungan untuk Perusahaan Lokal
Selain memotivasi peserta, Rosmalia juga mendorong perusahaan-perusahaan lain di Karawang untuk aktif dalam memberikan peluang kerja bagi warga setempat. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Karawang untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Karawang semakin mampu bersaing di dunia kerja dan menunjukkan bahwa SDM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat nasional.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang, 17 Januari 2025 – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama Sekretaris Daerah H. Asep Aang Rahmatullah dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pengolahan sampah yang dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang yang semakin penuh.

Bupati Aep menjelaskan bahwa TPST Mekarjati memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang. Tempat ini dapat mengolah sampah organik menjadi bahan yang ekonomis, seperti pupuk organik, yang sangat berguna untuk pertanian. Dengan begitu, keberadaan TPST dapat mengurangi tekanan terhadap TPAS Jalupang, yang terus mengalami peningkatan volume sampah dari waktu ke waktu.

Baca juga : Bupati Aep Hadiri Pembekalan Kerja Praktik UBP Karawang 2024

“Saat ini, TPST Mekarjati dapat memproses hingga 5 ton sampah per hari, dan kami berharap kapasitas ini dapat meningkat menjadi 20 ton dalam sekali proses. Namun, untuk mencapai efisiensi maksimal, kami membutuhkan pemilahan sampah yang lebih baik dari masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Aep melihat langsung proses pencacahan sampah dengan mesin yang digunakan di TPST. Namun, ia juga mencatat bahwa proses pemilahan sampah yang dilakukan secara manual masih menghambat efisiensi pengolahan. Oleh karena itu, Bupati Aep menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, yaitu memisahkan sampah organik, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dan sampah non-organik.

“Pemilahan sampah yang baik akan mempercepat dan mempermudah proses pengolahan sampah di TPST, sehingga tidak perlu lagi dilakukan pemilahan secara manual yang memakan waktu dan tenaga. Kami akan gencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah di sumbernya,” tambah Bupati Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan terhadap program pemilahan sampah, TPST Mekarjati dapat beroperasi lebih efisien dan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS Jalupang. Program ini juga diharapkan dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta membuka peluang untuk peningkatan ekonomi melalui pengolahan sampah yang lebih produktif.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Karawang diharapkan dapat semakin efektif dalam mengelola sampah, menjaga kebersihan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warganya.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, Nurmala Hasanah, mengungkapkan pentingnya mencegah anemia pada remaja putri di Kabupaten Karawang. Menurutnya, anemia, yang terjadi akibat kekurangan sel darah merah, sering dialami oleh remaja perempuan di Indonesia, termasuk di Karawang. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 8.861 remaja putri di Karawang menderita anemia. Kamis 16/01/2025

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Kunjungi UPTD Ketenagakerjaan Bogor

Penyebab Anemia pada Remaja Putri

Nurmala Hasanah menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab anemia adalah pola makan yang tidak sehat. Banyak remaja putri yang tidak sarapan, jarang mengonsumsi sayur dan buah, serta mengonsumsi makanan yang kurang bergizi. “Kurangnya perhatian terhadap asupan gizi, terutama saat menstruasi, menjadi salah satu penyebab utama anemia pada remaja putri,” ujarnya saat wawancara dengan tvberita pada Jumat, 17 Januari 2025.

Empat Tips Penting untuk Mencegah Anemia

Untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri, Nurmala memberikan empat tips kunci yang dapat membantu mencegah kondisi ini:

  1. Sarapan dengan makanan bergizi seimbang: Sarapan sangat penting untuk memberikan energi dan asupan gizi yang cukup untuk tubuh. Pilihlah makanan yang kaya akan zat besi dan nutrisi lainnya, seperti telur, daging tanpa lemak, dan sayuran hijau.
  2. Lakukan aktivitas fisik setiap hari: Olahraga ringan dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan menjaga tubuh tetap sehat. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengurangi risiko anemia.
  3. Rutin mengonsumsi tablet tambah darah: Mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin sangat penting, terutama bagi remaja putri yang sedang dalam masa menstruasi. Tablet tambah darah membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah dan mencegah anemia.
  4. Hindari kebiasaan merokok: Merokok dapat mengurangi jumlah oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh dan memperburuk kondisi anemia. Oleh karena itu, penting bagi remaja putri untuk menghindari kebiasaan merokok.

Kampanye Mencegah Anemia di Karawang

Kampanye pencegahan anemia ini sudah dimulai sejak September 2022 dan terus digalakkan di kalangan pelajar, khususnya remaja putri. Nurmala Hasanah berharap dengan adanya kampanye ini, angka anemia di Karawang dapat turun secara signifikan. “Kami berharap dengan terus dilaksanakannya intervensi dan kampanye ini, angka anemia di Karawang bisa menurun hingga mencapai angka nol,” harapnya.

Manfaat Mencegah Anemia untuk Kesehatan

Nurmala menambahkan bahwa penanganan anemia sangat penting karena dapat mencegah berbagai masalah kesehatan serius, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, meningkatnya kematian ibu, serta mencegah stunting. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, Dinkes Karawang berharap kualitas kesehatan ibu dan anak dapat meningkat, serta stunting di Karawang dapat ditekan.

Kesimpulan

Melalui kampanye pencegahan anemia dan penerapan pola hidup sehat, Dinkes Karawang berharap agar remaja putri di daerah ini dapat hidup lebih sehat, bebas dari anemia, dan terhindar dari dampak buruk yang dapat memengaruhi kesehatan generasi mendatang. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan Karawang bisa bebas dari anemia dan stunting, serta menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat.(*)

Karawang – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memberikan apresiasi tinggi terhadap program revitalisasi tambak yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan tambak yang kurang produktif di pesisir utara Karawang, yang diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kamis 16/01/2025

Revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan ekspor perikanan, khususnya ikan nila. Bupati Aep Syaepuloh menyambut baik program ini dan menegaskan bahwa Pemkab Karawang siap mendukung penuh dengan mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan. “Kami sangat mendukung program revitalisasi ini dan berterima kasih kepada KKP yang telah memilih Karawang sebagai salah satu lokasi revitalisasi,” ujar Aep Syaepuloh.

Dalam program ini, KKP bekerja sama dengan Pemkab Karawang untuk merekomendasikan lokasi tambak yang memiliki potensi besar. Lokasi-lokasi tambak yang akan direvitalisasi meliputi lahan seluas 7.000 hektare yang selama ini dikelola masyarakat untuk kegiatan budidaya perikanan. Program ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal hingga 20 ribu orang, yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa revitalisasi tambak kurang produktif ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2025 hingga 2029. Program ini akan mencakup area seluas 78 ribu hektare di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang melibatkan empat provinsi dan 26 kabupaten/kota, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Di Karawang, sebanyak 2.548 hektare tambak akan direvitalisasi, dengan potensi pengembangan hingga 10 ribu hektare.

Dalam pelaksanaannya, revitalisasi tambak ini akan fokus pada pengembangan budidaya ikan nila salin dan ikan bandeng, serta memperhatikan kelestarian ekologi dengan sistem budidaya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan dan mempercepat ekspor, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Diharapkan, program ini tidak hanya akan meningkatkan hasil perikanan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memperkuat sektor perikanan sebagai pilar ketahanan pangan nasional.(*)

Karawang, 15 Januari 2025 – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas umum yang menjadi tempat rekreasi warga, termasuk Taman I Love Karawang dan kawasan sepanjang Jalan Tuparev, khususnya di area Segitiga Emas Tuparev.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Aep menyampaikan bahwa Taman I Love Karawang membutuhkan revitalisasi agar semakin indah dan nyaman untuk digunakan masyarakat. Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan estetika kota dan menciptakan ruang publik yang lebih menyenangkan. “Taman ini akan diperbaiki agar semakin cantik dan memberikan kenyamanan. Anggaran untuk revitalisasi taman ini sepenuhnya berasal dari CSR perusahaan,” ungkap Bupati Aep.

Salah satu rencana besar untuk taman ini adalah pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar penerangan di malam hari lebih baik. Hal ini juga diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan ruang oleh oknum yang melakukan hal negatif di taman tersebut.

Perbaikan Drainase Jalan Tuparev

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Jalan Tuparev, yang kerap dikeluhkan oleh warga dan pemilik usaha sekitar karena saluran drainase yang sering mampet akibat penumpukan sampah. Bupati Aep menyatakan, “Pemilik usaha dan warga sekitar mengeluhkan drainase yang sering mampet. Kami akan segera menanggapi keluhan ini untuk kenyamanan bersama.”

Baca juga : Bupati Aep Pimpin Apel Kendaraan Dinas Kabupaten Karawang

Bupati Aep langsung memerintahkan tim dari pemadam kebakaran untuk membongkar dan mengecek kondisi drainase yang bermasalah. Pihak Pemkab Karawang juga berencana untuk melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam perbaikan drainase agar genangan air tidak mengganggu aktivitas perekonomian warga setempat.

“Insya Allah, Dinas PUPR akan membantu dalam proses perbaikan drainase di sepanjang Jalan Tuparev. Kami juga mengimbau kepada warga untuk menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dan terawat,” ujar Bupati Aep.

Dia juga menambahkan, “Mari kita jaga fasilitas umum bersama-sama, hindari perusakan atau corat-coret yang dapat merusak estetika kota,” tutupnya.(Diskominfo)

Karawang, 15 Januari 2025 – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Apel Kendaraan Dinas di Galeri Bele Nyi Pager Asih pada Rabu (15/1/2025). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menekankan pentingnya apel ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan optimalisasi penggunaan kendaraan dinas sebagai sarana penunjang tugas pemerintahan.

“Apel ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa kendaraan dinas yang digunakan benar-benar mendukung akselerasi pembangunan Kabupaten Karawang, serta memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Bupati Aep juga menjelaskan, ke depan pemerintah daerah akan fokus pada perencanaan yang matang, penganggaran yang transparan, serta pemeliharaan kendaraan dinas yang lebih efektif dan efisien. Ia juga menyarankan untuk melakukan pemetaan titik-titik rawan dalam upaya pencegahan di setiap kecamatan, bekerjasama dengan aparat terkait seperti Kapolres dan Satpol-PP.

Baca juga : BPBD Karawang Gelar Rapat Koordinasi Pembentukan Klaster Logistik untuk Penanganan Bencana

“Kami akan merencanakan kebutuhan yang menjadi prioritas untuk akselerasi pembangunan. Penganggaran yang jelas akan mempermudah pengawasan dan memastikan pemanfaatan yang tepat,” tambah Bupati Aep.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang, H. Asep Hazar, mengungkapkan bahwa apel ini bertujuan untuk menyerahkan hasil bukti inventaris barang milik daerah berupa kendaraan dinas. Dalam inventarisasi tahun 2024, terdapat 995 unit mobil dan 2.241 unit sepeda motor, serta kendaraan dinas yang digunakan oleh pemerintah desa (pemdes) sebanyak 290 unit.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tercapainya data akurat tentang kendaraan dinas yang digunakan untuk operasional perangkat daerah dan pihak lain. Kami juga ingin memastikan kendaraan yang tidak lagi menjadi hak pegawai bisa segera dikembalikan,” kata H. Asep Hazar.

Apel ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi penggunaan aset daerah demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.(diskominfo)

Karawang – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi (Rakor) Pembentukan Klaster Logistik yang dilaksanakan di Aula Gedung Singaperbangsa pada Selasa (14/1/2025). Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem penanganan bencana, terutama dalam pemenuhan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.

Rakor yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini bertujuan untuk membangun koordinasi dan menyamakan persepsi mengenai pengelolaan serta pemenuhan kebutuhan logistik dalam situasi darurat. Salah satu fokus utama adalah memastikan kelancaran distribusi bantuan serta kebutuhan dasar bagi korban bencana.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Anne Hermadianne Adnan, turut hadir dalam kesempatan tersebut dan memberikan materi mengenai Praktik Baik Klaster Logistik yang diterapkan di Provinsi Jawa Barat. Anne menekankan pentingnya pembentukan klaster logistik yang efisien dan cepat dalam merespons kebutuhan darurat di daerah terdampak.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Kunjungi UPTD Ketenagakerjaan Bogor

Selain itu, Kepala Sub Direktorat Kemitraan Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, hadir sebagai narasumber utama yang menjelaskan lebih lanjut mengenai prosedur dan strategi pembentukan klaster logistik di BPBD. “Pembentukan klaster logistik ini sangat penting agar dalam situasi darurat, distribusi bantuan bisa berjalan lebih terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Erry.

Rakor ini diikuti oleh berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Perangkat Daerah, BUMN, serta stakeholder terkait lainnya. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut perencanaan pembentukan Klaster Logistik yang akan mendukung respons bencana yang lebih cepat dan terorganisir di Kabupaten Karawang.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.(*)

Karawang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang secara resmi menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karawang Terpilih Tahun 2024 pada Kamis (9/1/2025). Acara ini berlangsung khidmat dan menjadi momen penting bagi masyarakat Kabupaten Karawang.

Berdasarkan Surat Keputusan KPU Kabupaten Karawang Nomor 20 Tahun 2025, pasangan calon nomor urut 2, H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani, ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih. Mereka akan memimpin Karawang selama periode lima tahun ke depan, mulai 2025 hingga 2030.

“Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, 9 Januari 2025 pukul 14.33 WIB,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karawang, Mari Fitriana.

Pasangan H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani berhasil memperoleh suara sebanyak 669.674 atau setara dengan 55,30 persen dari total suara sah. Raihan suara ini menegaskan dukungan mayoritas masyarakat Karawang terhadap pasangan tersebut.

Dalam sambutannya, H. Maslani, yang mewakili H. Aep Syaepuloh, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Karawang atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia juga menekankan pentingnya menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

“Semoga ke depan kita bisa maju bersama dan memajukan Karawang. Amanah ini adalah ujian yang sepatutnya kami kerjakan dengan sejujurnya. Kami berkomitmen bekerja setulus hati dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk membawa Kabupaten Karawang menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Pasangan ini diharapkan mampu merealisasikan visi dan misi mereka yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi, peningkatan infrastruktur, dan pelayanan publik yang lebih baik.

Rapat pleno ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh politik, dan perwakilan pemerintah daerah. Keputusan ini menandai langkah awal pasangan terpilih untuk mulai mempersiapkan program kerja yang akan dijalankan demi kemajuan Kabupaten Karawang.

Dengan penetapan resmi ini, masyarakat Karawang berharap kepemimpinan H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani dapat membawa perubahan positif dan menjawab kebutuhan masyarakat.

(Diskominfo)

Karawang – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang mengapresiasi inovasi budidaya buah melon hidroponik di Green House Desa Wisata Karangjaya (Dewika), Desa Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Disparbud Karawang melalui Kepala Bidang Pemasaran, Lilis Trisnawati, saat menghadiri acara petik buah melon bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, Rabu (8/1/2025).

“Kami sangat mengapresiasi green house budidaya melon hidroponik ini sebagai salah satu potensi unggulan Desa Wisata Karangjaya yang turut mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Karawang,” kata Lilis.

Menurut Lilis, Desa Karangjaya merupakan desa yang konsisten mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal, tidak hanya melalui infrastruktur, tetapi juga dengan mengangkat desa sebagai destinasi wisata unggulan.

Desa Wisata Karangjaya menawarkan berbagai paket wisata, seperti trip “Ngagowes ka Lembur,” atraksi seni tari Jaipong Gaplek Tepuk Tilu yang telah meraih juara di tingkat Provinsi Jawa Barat, trip Sisingaan, dan wisata petik melon di green house.

“Potensi ini akan terus kami promosikan melalui berbagai kegiatan Disparbud Karawang, termasuk dalam program Paten Kecamatan,” tambahnya.

Budidaya Melon Unggulan

Ketua Pokdarwis Desa Karangjaya, Holil Rohman, menyambut baik kunjungan Disparbud Karawang. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan seni tari Jaipong dan tur petik melon di green house.

“Terima kasih atas kunjungan dan apresiasi Disparbud Karawang terhadap wisata petik melon kami. Saat ini, kami membudidayakan beberapa jenis melon unggulan, seperti jenis Apollo dan Yurika,” ujar Holil.

Holil menjelaskan, melon jenis Apollo memiliki keunggulan berupa rasa yang lebih manis, tekstur renyah, daging buah tebal, serta kandungan air, mineral, dan vitaminnya yang tinggi. Melon ini juga dikenal sebagai varietas unggul dari Taiwan.

Sementara itu, melon jenis Yurika merupakan varietas hibrida dengan daging buah berwarna oranye. Keunggulannya meliputi ketahanan terhadap virus, kemampuan berbuah lebih dari satu per tanaman, dan daya simpan yang lebih lama. “Jenis ini juga cocok untuk dataran rendah hingga menengah serta memiliki rasa yang manis,” jelasnya.

Dengan inovasi ini, Desa Karangjaya terus menunjukkan komitmennya sebagai destinasi wisata berbasis agrikultur yang mendukung perekonomian lokal.(*)