Persoona.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Minggu (29/6/2025). Proyek strategis nasional ini menjadi salah satu investasi terbesar di Indonesia dengan total nilai mencapai Rp100 triliun.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Bahas Serius Usulan Lima Provinsi Baru, Baru Cirebon Timur Resmi

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., Gubernur Jawa Barat, Menteri ESDM, Menteri BUMN, serta jajaran pejabat tinggi lainnya. Proyek ini diperkirakan mampu menciptakan 8.000 lapangan kerja langsung dan 35 ribu lapangan kerja tidak langsung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang telah memilih Karawang untuk investasi besar ini. Proyek ini bukan hanya berdampak ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memajukan industri hijau,” ujar Bupati Aep Syaepuloh.

Proyek ekosistem baterai ini dikembangkan oleh konsorsium antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), serta perusahaan global CATL, Brunp, Lygend (CBL). Dari enam proyek terintegrasi yang dikembangkan, salah satunya berlokasi di Karawang, sisanya tersebar di Halmahera Timur.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan industri baterai dalam negeri menjadi tonggak penting hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Industri ini akan menghasilkan baterai kendaraan listrik dan produk energi terbarukan yang ramah lingkungan, sejalan dengan visi global menuju energi hijau.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Kepemudaan dan Dorong Peran Aktif Pemuda Karawang

“Ini sejarah baru, kita harus bisa mengolah kekayaan alam sendiri, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan, dan membawa Indonesia semakin maju,” tegas Presiden.

Selain memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional, proyek ini juga mendukung pengembangan Battery Energy Storage, serta infrastruktur penunjang seperti dermaga multifungsi yang siap mendukung aktivitas industri di kawasan Karawang.

Karawang kembali menunjukkan posisinya sebagai kawasan industri strategis dengan potensi besar dalam transformasi energi dan pengembangan industri masa depan Indonesia.(Prokompim)

Persoona.id – Ribuan masyarakat Kabupaten Karawang memadati jalan-jalan utama untuk mengikuti Pawai Obor dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Kamis malam (26/6/2025). Tradisi tahunan yang sudah mengakar kuat di Karawang ini berlangsung meriah namun tetap tertib.

Baca juga : Kritisi Pelayanan Publik, KEMPAKA Gelar Diskusi di Karawang

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama jajaran Forkopimda turut hadir dan berjalan bersama masyarakat dalam pawai obor tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Aep mengajak seluruh warga menjadikan momen Tahun Baru Islam sebagai refleksi diri dan penguatan iman.

“Tahun Baru Islam adalah momen untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga doa-doa kita dikabulkan, dan Karawang senantiasa diberkahi,” ujar Bupati Aep.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para ulama, kiayi, ustaz, dan seluruh tokoh masyarakat yang terus mendoakan kemajuan Karawang. Tak lupa, ia berharap dapat terus istiqomah bersama Wakil Bupati dalam memimpin Kabupaten Karawang ke arah lebih baik.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Bahas Serius Usulan Lima Provinsi Baru, Baru Cirebon Timur Resmi

Meski diikuti ribuan orang, acara berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan petugas lalu lintas. Panitia mengimbau peserta tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama pawai berlangsung.

Pawai obor ini menjadi simbol semangat persatuan dan tradisi religius yang terus dilestarikan oleh masyarakat Karawang dalam rangka menyambut tahun baru Islam.(fkkim/diskominfo)

Persoona.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang melalui Bidang Budaya menggelar Sosialisasi Pengembangan dan Edukasi Sejarah Cagar Budaya Karawang (SAGAWANG) di SD Negeri Pisang Sambo 1, Kecamatan Tirtajaya. Lokasi ini merupakan salah satu situs Cagar Budaya resmi Kabupaten Karawang.

Baca juga : Karawang Tunjukkan Prestasi di MTQH Jabar ke-39

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Budaya Disparbud Karawang, Waya Karmila, dan menjadi bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejarah dan pelestarian budaya lokal, khususnya di kalangan pelajar dan perangkat pemerintah.

“SD Pisang Sambo bukan hanya sekolah, tetapi juga bagian penting dari jejak sejarah Karawang yang harus dikenali dan dilestarikan,” ujar Waya.

SAGAWANG merupakan upaya edukatif Disparbud Karawang untuk mengenalkan nilai sejarah dan budaya melalui pendekatan langsung di lokasi cagar budaya. Kegiatan ini juga menjadi media integrasi antara pendidikan, pelatihan kepemimpinan, dan pelestarian warisan budaya.

Menurut Waya Karmila, pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antar sektor sangat penting.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Kepemudaan dan Dorong Peran Aktif Pemuda Karawang

“Kami akan terus menyosialisasikan dan mendorong perlindungan cagar budaya sebagai kekuatan daerah, termasuk untuk pendidikan, ekonomi kreatif, dan pariwisata,” tambahnya.

Disparbud Karawang menargetkan pelaksanaan SAGAWANG secara berkelanjutan di berbagai wilayah, agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.(FK-KIM Diskominfo)

Persoona.id – Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat resmi ditutup pada Sabtu (21/6). Dalam ajang yang berlangsung selama sepekan di Dome Bale Rame, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat keempat secara keseluruhan.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Kepemudaan dan Dorong Peran Aktif Pemuda Karawang

Gelaran akbar yang mempertemukan seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Jawa Barat ini menempatkan tuan rumah, Kabupaten Bandung, sebagai juara umum dengan total poin 571. Disusul Kabupaten Bekasi di posisi kedua dengan 513 poin, Kota Bandung di peringkat ketiga dengan 336 poin, dan Kabupaten Karawang menyusul di posisi keempat dengan raihan 207 poin.

Plh. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Karawang, Asep Suryana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh kafilah serta tim pembina yang telah mengharumkan nama daerah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para peserta, pembina, official, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Peringkat keempat ini merupakan peningkatan dari MTQ sebelumnya, di mana kita berada di posisi kelima. Ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Asep saat mendampingi para kafilah di penutupan acara.

Baca juga : Trip Perdana Wisata Kopi Karawang Kenalkan Liberika Langka Lewat Jelajah Jeep

Tak hanya meraih prestasi di bidang utama MTQH, Kabupaten Karawang juga menorehkan dua pencapaian lainnya. Dalam kegiatan Pawai Ta’aruf yang digelar pada Ahad (15/6), Karawang dinobatkan sebagai Terbaik Kedua, dengan partisipasi sebanyak 1.040 peserta—jumlah terbanyak di antara seluruh kontingen. Selain itu, Karawang juga meraih penghargaan Terbaik Pertama dalam Festival Seni Budaya tingkat provinsi.

“Tiga prestasi ini menjadi motivasi untuk kita semua. Harapannya, pada pelaksanaan MTQH berikutnya, Kabupaten Karawang bisa meraih hasil yang lebih baik lagi dan bahkan bisa menjadi juara umum,” pungkas Asep.(FK-KIM Diskominfo)

Persoona.id – Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, kini tengah merampungkan pembangunan Curug Bodeman, sebuah destinasi wisata baru yang unik. Berbeda dari kebanyakan air terjun alami, Curug Bodeman adalah wisata buatan yang dibangun di pinggiran aliran sungai, berpadu harmonis dengan hamparan sawah yang luas dan menawan.

Baca juga : Trip Perdana Wisata Kopi Karawang Kenalkan Liberika Langka Lewat Jelajah Jeep

Inisiatif Swadaya Wujudkan Wisata Murah dan Asri
Pembangunan Curug Bodeman dilakukan secara swadaya oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat. Proyek ini bertujuan menciptakan ruang rekreasi yang terjangkau, asri, dan mudah diakses, tanpa menghilangkan pesona lanskap pedesaan.

“Ini adalah upaya kami untuk menghadirkan tempat rekreasi yang murah, asri, dan mudah dijangkau masyarakat. Meski buatan, suasana alami dari sawah dan sungai tetap menjadi daya tarik utamanya,” ujar Kepala Desa Kalibuaya dalam keterangannya, Jumat (21/6/2025).

Fasilitas Lengkap dan Potensi Edukasi-Ekonomi Lokal
Selain menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan, Curug Bodeman juga dirancang sebagai ruang edukasi dan interaksi masyarakat. Ke depannya, kawasan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik seperti spot foto instagramable, warung UMKM lokal, gazebo untuk bersantai, dan jalur trekking ringan di sepanjang aliran sungai.

Baca juga : Jejak Syekh Quro dan Masjid Agung Karawang: Warisan Islam Tertua di Jawa

Pengunjung tidak hanya bisa bersantai, tetapi juga dapat berolahraga dan menikmati beragam kuliner UMKM yang tersedia. Konsep ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis desa.

Dinas Pariwisata Kabupaten Karawang menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan siap memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan teknis serta promosi. Dengan pendekatan yang menggabungkan keindahan buatan dan keaslian alam, Curug Bodeman digadang-gadang menjadi ikon baru wisata pedesaan di wilayah Kecamatan Telagasari, Karawang./pep

Persoona.id – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh secara resmi melantik 11 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang pada Sabtu (21/6/2025). Prosesi pelantikan dilakukan di area Tempat Pelelangan Ikan, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya.

Baca juga : Trip Perdana Wisata Kopi Karawang Kenalkan Liberika Langka Lewat Jelajah Jeep

Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa pelantikan ini dilakukan murni sebagai kebutuhan organisasi dan tidak ada praktik jual beli jabatan.

“Karena ini adalah salah satu kebutuhan organisasi. Tadi saya sampaikan bahwa kami Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tidak ada namanya jual beli jabatan,” tegas Bupati Aep.

Bupati juga menyampaikan harapannya agar para pejabat yang baru dilantik dapat mempercepat realisasi program pembangunan, utamanya di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Masyarakat Kabupaten Karawang butuh percepatan. Masalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur ini juga menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Aep mengajak seluruh elemen birokrasi di Pemkab Karawang untuk bekerja sama dan bersama-sama bekerja dalam mewujudkan visi Karawang Maju.

Selain agenda pelantikan, pada kesempatan yang sama Bupati Aep bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melakukan penanaman 2.000 pohon mangrove di wilayah pesisir sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Karawang serta menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Pemkab Karawang dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan sinergi lintas sektor di wilayah Karawang.

Baca juga : Rahmat Hidayat: Sentilan Wagub Jabar ke Sekda Masih dalam Batas Wajar

Berikut daftar rotasi jabatan pejabat eselon II :

  1. Abas Sudrajat menjabat Kadis Pariwisata dan Kebudayaan
  2. Suwandi sebagai staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM
  3. Sujana Ruswana sebagai staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik
  4. Mahpudin ditunjuk sebagai kepala badan Kesbangpol
  5. Wahidin bergeser menjadi Kepala Dinas Arsip dan perpustakaan
  6. Agus Kurnia menjabat kepala Dinas Perikanan
  7. Yayat Hidayatullah Menjabat staf ahli bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan
  8. Wawan Setiawan menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
  9. Eka Sanantha menjabat kepala BPKAD
  10. Asep Hazar menjabat Asisten perekonomian dan pembangunan
  11. Arief Bijaksana Mayugo bergeser menjadi Asisten Administrasi Umum

Persoona.id – Wisata Kopi Karawang sukses menggelar kegiatan perdana bertajuk “Liburan Sehari Menjelajah Dunia Kopi”, yang berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025 di Kampung Cibenda, Desa Parungmulya, Karawang. Dalam trip edukatif ini, peserta diajak menikmati sensasi unik menjelajahi kebun kopi menggunakan kendaraan Jeep, sembari mempelajari proses budidaya dan pengolahan kopi dari hulu ke hilir.

Pengalaman Langsung dari Kebun ke Cangkir

Melalui perjalanan off-road yang seru, peserta diajak turun langsung ke kebun untuk menyaksikan proses panen dan pengolahan pascapanen, hingga mencoba praktik roasting manual. Interaksi langsung menjadi nilai lebih dari kegiatan ini, di mana peserta tidak hanya melihat, tetapi juga ikut serta dalam memetik buah kopi dan memanggang biji kopi secara mandiri.

Baca juga : Rahmat Hidayat: Sentilan Wagub Jabar ke Sekda Masih dalam Batas Wajar

Aang Sobandi, instruktur sekaligus pemandu trip, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan trip kopi perdana di Karawang yang memadukan unsur edukasi dan petualangan.

“Trip ini jadi pengalaman pertama menjelajah kebun kopi Karawang dengan Jeep. Selain memperkenalkan cara budidaya dan pengolahan kopi, kami juga mengenalkan kopi khas Karawang yang langka, yaitu Liberika Karawang, yang memiliki karakter rasa unik dan belum banyak dikenal,” jelas Aang.

Workshop Kopi dan Barista: Kupas Tuntas Dunia Kopi Lokal

Acara ini juga dilengkapi dengan workshop barista yang mencakup berbagai teknik dasar, di antaranya:

  • Cupping: mengenali kualitas dan karakter rasa kopi
  • Teknik penyeduhan espresso dan turunannya
  • Pengenalan cita rasa khas Liberika Karawang, yang dikenal dengan aroma buah dan tingkat keasaman rendah

Paket Edukatif dengan Fasilitas Lengkap

Dengan harga Rp 395.000 per orang, peserta mendapat sejumlah fasilitas menarik, antara lain:
✔ Tur kebun kopi dengan Jeep
✔ Makan siang dengan menu khas Karawang
✔ Kaos eksklusif dan goodie bag berisi kopi Liberika Karawang serta bibit kopi
✔ Sertifikat partisipasi


Antusiasme Tinggi dan Rencana BerkelanjutanRespon positif terlihat dari para peserta. Salah satunya, Dani, menyebutkan:

“Tadinya cuma penikmat kopi biasa, tapi sekarang jadi lebih menghargai prosesnya. Ternyata dari tanam sampai kopi bisa diseduh, butuh proses panjang dan keterampilan.”

Baca juga :Jejak Syekh Quro dan Masjid Agung Karawang: Warisan Islam Tertua di Jawa

Melihat antusiasme peserta, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa program ini akan dijadikan kegiatan bulanan dengan tema yang beragam, mulai dari specialty coffee workshop hingga kompetisi meracik kopi (coffee blend competition).


Informasi & Pendaftaran:

📱 Instagram: @WisataKopiKarawang
📧 Email: info@wisatakopikarawang.com
🌐 Website: www.wisatakopikarawang.com

Persoona.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang menerima kunjungan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMA se-Karawang pada Selasa (10/6). Kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Hamid ini mengangkat tema penting seputar literasi digital dan finansial digital, yang semakin relevan di era transformasi digital saat ini.

Baca juga : Kelenteng Sian Jin Ku Po: Warisan Sejarah Tionghoa di Karawang

Kuliah umum dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni Oman Komarudin, dosen Teknik Informatika Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Para peserta yang hadir merupakan para guru Ekonomi dari SMA se-Kabupaten Karawang.

Mewakili Kepala Dinas Kominfo Karawang, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Bagja Tre Karita, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para guru MGMP. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mendorong pemahaman dan penerapan literasi digital dan finansial di lingkungan pendidikan.

Kami bangga bisa menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas guru melalui kegiatan seperti ini. Literasi digital dan finansial sangat relevan untuk dibahas di era digital seperti sekarang,” ujar Bagja.

Sementara itu, Ketua MGMP Ekonomi Kabupaten Karawang, Wahyu Indriyanto, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan fasilitasi yang diberikan oleh Diskominfo Karawang.

Baca juga : Bupati Karawang: Idul Adha Momentum Ketakwaan dan Solidaritas Masyarakat

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menambah wawasan bagi para guru, terutama dalam memahami dan mengajarkan literasi digital dan finansial kepada siswa,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan pembelajaran, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menjalin sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah untuk mendukung transformasi digital pendidikan di Karawang.(FK-KIM Diskominfo Karawang)

Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H/2025 M di Lapangan Karangpawitan, Jumat (6/6/2025), yang dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Wakil Bupati H. Maslani, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, unsur OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta masyarakat Karawang.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan momen penuh makna yang mencerminkan nilai ketakwaan, keikhlasan, dan solidaritas antar sesama. Ia mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk menjadikan semangat Idul Adha sebagai inspirasi dalam membangun daerah.

Baca juga : TMMD ke-124 Karawang: TNI, Pemkab, dan Warga Bangun Desa Bersama

“Nilai-nilai keimanan, keikhlasan, serta ketaatan total kepada Allah SWT menjadi pelajaran utama dari Idul Adha. Ini adalah wujud dari ketakwaan yang menguatkan kepedulian dan solidaritas sosial,” ujar Bupati Aep.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini mengusung tema “Qurbanmu, Keikhlasanmu, Mewujudkan Karawang Maju”, yang bermakna bahwa setiap pengorbanan—baik berupa harta, tenaga, maupun pikiran—merupakan kontribusi penting dalam mewujudkan masyarakat Karawang yang lebih adil, maju, dan sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang ke-10 kalinya secara berturut-turut untuk Kabupaten Karawang.

“Ini bukan sekadar pencapaian administratif, tapi juga cermin dari tata kelola keuangan yang sehat, profesional, dan berpihak pada kemaslahatan rakyat,” tegasnya.

Baca juga : Perkuat Perlindungan Anak, DPRD Jabar Sosialisasikan Perda di Karawang

Ia menutup sambutannya dengan menyerukan semangat berkorban demi kemajuan bersama: “Kita harus siap mengorbankan kepentingan pribadi demi Karawang yang lebih maju, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.” (FK-KIM Diskominfo Karawang)

Persoona.id – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025 di Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari, pada Rabu (4/6/2025). Program lintas sektoral ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Karawang, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan nasional di wilayah pedesaan.

Baca juga : Hadiri Gebyar Paten Cibuaya, Bupati Aep Inginkan Sinergi Pembangunan untuk Masyarakat Karawang

TMMD ke-124 membawa dampak signifikan, tidak hanya dari sisi pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga dari sisi peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui program ini, warga mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, keterampilan kerja, serta penumbuhan rasa gotong royong dan kepedulian sosial.

TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tapi juga membangun karakter masyarakat desa yang tangguh dan mandiri. Ini adalah bagian dari kehadiran negara melalui TNI yang bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujar Wakil Bupati Karawang dalam sambutannya.

Program TMMD, yang dulu dikenal sebagai ABRI Masuk Desa, telah konsisten dilaksanakan sejak lama dan menjadi salah satu program strategis TNI dalam mendukung pembangunan nasional. Sinergi ini terbukti mampu menyentuh kebutuhan riil masyarakat secara langsung, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Baca juga : Bupati Karawang Serahkan SK CPNS dan PPPK 2024: “Kesabaran Membuahkan Kebahagiaan”

Dengan berbagai capaian positif dari TMMD ke-124 di Karawang, pemerintah daerah berharap program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi dalam membangun desa-desa lain di Indonesia.(FK-KIM Diskominfo)