Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melantik anggota Komisi Informasi Jawa Barat masa jabatan 2024 – 2028 di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (23/12/2024).

“Kepada Anggota Komisi Informasi Jawa Barat masa jabatan 2024 – 2028 yang dilantik, saya mengucapkan selamat bekerja. Jalankan amanah ini dengan sebaik- baiknya, menjadi penjaga keterbukaan informasi yang dapat dipercaya, sekaligus inspirasi bagi masyarakat dalam membangun demokrasi yang lebih baik,” ungkap Bey dalam sambutannya.

Bey menilai Komisi Informasi mempunyai peran penting dalam mengawal keterbukaan informasi yang bersilewaran di khalayak secara luas. Dengan begitu, warga Jawa Barat pun dapat menikmati sajian informasi yang sehat dan mencerdaskan.

Baca juga : Menteri Agama Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

“Sebagai salah satu pilar demokrasi, Komisi Informasi berperan penting dalam memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, transparan, dan akuntabel sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya.

Maka dari itu, Bey berharap rekan-rekan di anggota Komisi Informasi dapat menciptakan tata kelola informasi yang inklusif dan profesional.

“Oleh karena itu, saya berharap saudara-saudara dapat menjalankan tugas ini dengan penuh integritas, independen dan keberpihakan kepada kepentingan publik,” imbuh Bey.

Tak lupa, Bey berharap Komisi Informasi dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi dan masyarakat. Hal itu, untuk memperkuat sinergi dalam menjaga informasi yang sehat.

“Saya berharap Komisi Informasi dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat sipil, media, dan akademisi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan berkelanjutan,” tandasnya.

Komisioner yang akan menakhodai KI Jabar, yakni Dadan Saputra, Erwin Kustiman, Husni Farhani Mubarok, Nuni Nurbayani, Yadi Supriadi.

Indeks Keterbukaan Informasi Publik Jawa Barat tahun 2024 meningkat sebesar 0,79 poin menjadi 85,22 poin. Sedangkan tahun 2023 adalah 84,43 poin. Perolehan ini menjadikan Jawa Barat meraih peringkat pertama pada kategori Baik oleh Komisi Infomasi Pusat./rri.co.id

Jakarta Stasiun kereta cepat Whoosh di Karawang resmi melayani penumpang pada hari ini. Keberoperasian stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang Whoosh yang saat ini masih belum mencapai target harian. 24/12/2024

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyambut baik pengoperasian Stasiun Karawang yang sempat tertunda akibat keterbatasan akses jalan menuju lokasi stasiun. Menurut Huda, pengoperasian stasiun ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah penumpang Whoosh yang masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.

Baca juga : Refleksi Tahun 2024 dan Outlook 2025, DPRD Jabar

“Kami sangat mendukung pengoperasian Stasiun Karawang ini. Meskipun sempat terhambat karena akses pendukung yang belum siap, kami berharap dengan beroperasinya stasiun ini bisa mendongkrak jumlah penumpang Whoosh yang hingga saat ini masih di bawah target harian,” ujar Syaiful Huda.

Stasiun Karawang menjadi stasiun keempat dari total empat stasiun yang dirancang untuk rute kereta cepat Whoosh. Selain Karawang, kereta cepat Whoosh juga melayani tiga stasiun lainnya, yakni Stasiun Halim, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegal Luar.

Sejak resmi beroperasi pada 17 Oktober 2024, hanya tiga stasiun yang dapat melayani penumpang, sementara Stasiun Karawang belum dapat difungsikan karena kendala akses jalan menuju stasiun tersebut.

Target Penumpang Masih Jauh dari Harapan

Huda menjelaskan bahwa target harian penumpang untuk kereta cepat Whoosh adalah sekitar 29.000-31.000 orang. Namun, hingga saat ini, jumlah penumpang harian yang tercatat masih berada di kisaran 18.000-19.000 orang. Meskipun tren penumpang terus menunjukkan kenaikan, angka tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Meskipun ada tren kenaikan jumlah penumpang, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap efektivitas operasional kereta cepat Whoosh,” ungkap Huda.

Baca juga : Respon Pernyataan Menteri PKP, DPR: Tidak Punya Rumah Bukan Berarti Miskin

Dengan beroperasinya Stasiun Karawang, Huda berharap dapat terjadi penambahan jumlah penumpang harian. Berdasarkan studi dari Universitas Indonesia, diperkirakan akan ada tambahan sekitar 3.000-4.000 penumpang per hari jika Stasiun Karawang benar-benar beroperasi.

“Tentu saja, ini adalah tambahan yang signifikan jika bisa terwujud,” tambahnya.

Pentingnya Jumlah Penumpang untuk Efektivitas Whoosh

Syaiful Huda menegaskan bahwa jumlah penumpang Whoosh menjadi indikator utama untuk menilai efektivitas kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut. Selain itu, Huda juga menyebutkan bahwa ada empat tujuan utama dari pembangunan proyek Whoosh di Indonesia, yaitu:

  1. Mengurangi kepadatan lalu lintas antara Bandung dan Jakarta,
  2. Meningkatkan konektivitas Bandung-Jakarta dan sekitarnya,
  3. Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, serta
  4. Menjadi simbol modernisasi transportasi di Indonesia.

“Keempat tujuan tersebut sangat bergantung pada jumlah penumpang Whoosh. Jika jumlah penumpangnya sedikit, maka dapat dipastikan bahwa Whoosh ini tidak efektif,” tegas Huda.

Harapan untuk Pertumbuhan Ekonomi di Sekitar Stasiun

Legislator dari Dapil Jabar VII (Karawang, Purwakarta, Kab Bekasi) ini juga berharap agar beroperasinya Stasiun Karawang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian di sekitar stasiun. Ia mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan kesempatan dengan menyediakan berbagai layanan barang dan jasa bagi penumpang Whoosh di Stasiun Karawang.

“Ke depan, Pemkab Karawang bisa memanfaatkan akses Whoosh ini untuk menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi-destinasi wisata di Karawang dan sekitarnya. Hal ini akan mendukung tujuan Whoosh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata,” pungkas Huda.***

Karawang – Candi Jiwa, situs bersejarah peninggalan Hindu-Buddha, menjadi salah satu candi tertua di Jawa Barat. Secara administratif, candi ini terletak di dua wilayah, yaitu Desa Segaran dan Desa Telagajaya, yang berada di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya. Lokasinya yang dikelilingi persawahan menambah suasana eksotis dan menenangkan bagi pengunjung.

Sejarah Penemuan Candi Jiwa

Candi Jiwa pertama kali ditemukan pada tahun 1984. Penemuan ini tergolong baru, sehingga penelitian terhadap situs ini masih terus dilakukan. Para ahli percaya bahwa candi ini berasal dari masa Kerajaan Tarumanegara hingga Kerajaan Sunda. Selain itu, nama “Candi Jiwa” diberikan oleh masyarakat setempat karena konon setiap kali hewan ternak melewati reruntuhan candi ini, hewan tersebut mati secara misterius.

Keunikan Arsitektur Candi Jiwa

Tidak seperti candi-candi lain yang menjulang tinggi, Candi Jiwa memiliki bentuk oval dengan tinggi empat meter dari permukaan tanah. Bangunannya berbentuk stupa atau arca Buddha yang menyerupai bunga teratai mekar di atas air. Bentuk ini melambangkan kesakralan dan keindahan dalam ajaran Buddha.

Candi Jiwa memiliki dimensi 19 x 19 meter dengan tinggi 4,7 meter. Di bagian atasnya terdapat susunan bata melingkar dengan diameter enam meter yang diperkirakan merupakan bekas stupa. Denah melingkar di tengah candi menjadi daya tarik unik, di mana umat Buddha melakukan ritual mengitari candi searah jarum jam.

Material Bangunan

Bangunan candi terbuat dari batu bata yang dibakar menggunakan kayu. Uniknya, batu bata dari daerah Batujaya memiliki ukuran lebih besar dibandingkan batu bata pada umumnya. Beberapa bagian candi tampak gosong, menandakan teknik pembakaran tradisional yang digunakan pada masa lalu.

Rute Menuju Candi Jiwa

Candi Jiwa berjarak sekitar 50 kilometer dari Jakarta dengan waktu tempuh tiga jam. Pengunjung dapat mengambil rute melalui tol Cikampek, keluar di gerbang tol Karawang Barat, menuju Rengasdengklok, dan akhirnya ke arah Batujaya.

Daya Tarik Wisata Sejarah

Candi Jiwa menawarkan pengalaman wisata sejarah yang mendalam. Dengan bentuknya yang unik dan nilai sejarah yang tinggi, candi ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah dan budaya. Selain itu, suasana tenang di tengah persawahan membuat tempat ini cocok untuk refleksi dan ziarah.

Dengan terus berlangsungnya penelitian, Candi Jiwa diharapkan dapat menjadi salah satu ikon sejarah yang tak ternilai di Karawang, sekaligus destinasi wisata edukasi yang menarik bagi generasi mendatang./qie

KarawangHari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember untuk menghormati perjuangan dan peran ibu dalam kehidupan sosial, keluarga, dan bangsa. Peringatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap ibu, tetapi juga sebagai refleksi atas kontribusi besar yang diberikan oleh perempuan Indonesia dalam berbagai bidang. Sejarah Hari Ibu di Indonesia bermula pada tahun 1928, ketika para perempuan Indonesia berkumpul dalam Kongres Perempuan Indonesia pertama. Kongres ini menjadi tonggak penting dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan mendorong kesetaraan gender.

Pada peringatan Hari Ibu, masyarakat Indonesia merayakannya dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dan keluarga, seperti lomba menulis surat untuk ibu atau kegiatan sosial yang mendukung pemberdayaan perempuan. Selain itu, Hari Ibu juga menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran ibu dalam pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, Hari Ibu semakin dikenal sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam memperoleh hak-hak mereka.

Fakta menarik lainnya adalah bahwa Hari Ibu bukan hanya sebatas perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan peran sentral ibu dalam menjaga keharmonisan keluarga dan memperkuat fondasi sosial negara. Banyak organisasi dan komunitas yang menyelenggarakan acara sosial untuk mendukung ibu dan anak-anak, serta memperjuangkan hak-hak perempuan.

Dengan berbagai kegiatan dan penghargaan, Hari Ibu semakin mendalam maknanya, menjadi ajang untuk menghargai ibu dan memperkuat nilai-nilai keibuan dalam masyarakat./mor

Karawang,23 Desember 2024 – Tim Sanggabuana Javan Gibbon Expedition (SJGE) baru-baru ini menemukan bebatuan aneh di kaki Pegunungan Sanggabuana, Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, Karawang. Penemuan ini berlangsung saat tim melakukan pendataan populasi Owa Jawa di kawasan tersebut.

Ketua Tim SJGE, Komarudin, menjelaskan bahwa bebatuan yang ditemukan berbentuk bulat pipih dan menyerupai guci ini berada di sekitar gubuk petani. Sebagian batu tersebut digunakan sebagai tatakan tiang atau tempat asahan. Dengan diameter antara 15–40 cm, beberapa batu juga memiliki lubang di tengahnya, mirip dengan alat penggiling gandum kuno.

Baca juga : Masjid Agung Karawang: Saksi Sejarah Islam di Jawa Barat

Masyarakat setempat menyebut bebatuan ini sebagai fosil dan melaporkan bahwa banyak batu serupa pernah dibawa oleh pendatang untuk dijadikan cincin batu akik. Penemuan ini pun telah dilaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Kawasan Pegunungan Sanggabuana sendiri dikenal memiliki situs sejarah, termasuk Prasasti Kebon Jambe dan situs megalitikum Gunung Leutik. Namun, lokasi penemuan bebatuan aneh ini belum terdaftar sebagai situs resmi.

Tim Ahli Cagar Budaya dari Disparbud Karawang, Dharma Putra, berencana untuk melakukan pengecekan lapangan dalam waktu dekat. Berdasarkan foto awal, bebatuan tersebut diduga merupakan fosil organik yang terbentuk melalui proses fosilisasi selama 10.000 tahun. Jika terbukti memiliki nilai sejarah, penemuan ini berpotensi menjadi aset penting dalam pengetahuan dan sejarah kawasan tersebut.(*)

Surabaya, 23 Desember 2024 – Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Umar Al Faruq, melaksanakan kunjungan kerja Badan Musyawarah (Banmus) DPRD ke DPRD Kota Surabaya pada hari ini. Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembahasan agenda strategis daerah serta mempererat sinergi antar daerah guna mendorong pembangunan yang lebih baik.

Selama kunjungan, Umar Al Faruq bersama anggota Banmus DPRD Kabupaten Karawang mengadakan diskusi produktif dengan rekan-rekan mereka di DPRD Kota Surabaya. Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut meliputi strategi peningkatan kinerja legislatif, pengelolaan anggaran daerah, serta implementasi program-program yang dapat mempercepat pembangunan di wilayah masing-masing.

Baca juga : Kunjungan Kerja Komisi 1 DPRD Kab. Karawang ke Kantor BKPSDM, Fokus Penguatan Pengelolaan Kepegawaian dan Pengembangan SDM

“Diskusi ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana meningkatkan efektivitas pembahasan agenda-agenda strategis daerah. Sinergi antar daerah menjadi kunci utama untuk mendorong pembangunan yang lebih baik, terutama dalam hal pengelolaan anggaran dan perencanaan program yang tepat sasaran,” ujar Umar Al Faruq.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya legislatif Kabupaten Karawang untuk memperluas jaringan kerja sama dengan DPRD di berbagai daerah. Dengan adanya pertukaran pengalaman dan pembelajaran antar daerah, diharapkan dapat memperkuat peran DPRD dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antar daerah dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan. Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud di seluruh Indonesia./qie

Bandung 21 Desember 2024 – DPRD Provinsi Jawa Barat telah mengumumkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan untuk calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat (KIP) periode 2024-2028. Pengumuman ini berdasarkan Surat Pengumuman DPRD Provinsi Jawa Barat Nomor: 3312/RT.01.01/DPRD yang dirilis pada 20 Desember 2024. Uji kelayakan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 4 Tahun 2016 mengenai pedoman seleksi anggota KIP.

Baca juga : Respon Pernyataan Menteri PKP, DPR: Tidak Punya Rumah Bukan Berarti Miskin

Nama Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat

Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 19 Desember 2024, delapan nama calon anggota KIP Provinsi Jawa Barat telah dipilih. Nama-nama yang lolos seleksi tersebut adalah:

  1. Dadan Saputra
  2. Erwin Kustiman
  3. Husni Farhani Mubarok
  4. Nuni Nurbayani
  5. Yadi Supriadi
  6. Apipudin
  7. Siska Frima Karimah
  8. Leli Leiliawati

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, menyatakan bahwa delapan nama tersebut adalah yang terbaik dari 15 calon yang diserahkan oleh panitia seleksi. “Kami memilih yang terbaik berdasarkan uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan pada 19 Desember,” ujarnya.

Proses Penetapan dan Harapan ke Depan

Dari kedelapan calon tersebut, lima nama teratas akan ditetapkan sebagai anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat untuk periode 2024-2028, sementara tiga calon sisanya akan menjadi anggota cadangan. DPRD Provinsi Jawa Barat akan segera menyampaikan hasil tersebut kepada Gubernur Jawa Barat untuk proses lebih lanjut.

Rahmat Hidayat Djati berharap bahwa anggota KIP yang terpilih dapat bekerja keras untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di Jawa Barat, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. “Semoga mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik,” pungkasnya./qie

Karawang, 20 Desember 2024 – Kunjungan Kerja Komisi 1 DPRD Kabupaten Karawang ke Kantor BKPSDM, Fokus Penguatan Pengelolaan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Komisi 1 DPRD Kabupaten Karawang yang dipimpin oleh Umar Al Faruq, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang.

Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam rangka meningkatkan pengelolaan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Karawang.

Umar Al Faruq, selaku anggota Komisi 1 DPRD, mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terkait program-program yang dijalankan oleh BKPSDM serta bagaimana kedua pihak bisa bekerja sama dalam menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang lebih profesional dan berkualitas.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan kepegawaian dan pengembangan SDM di Kabupaten Karawang berjalan dengan baik, untuk menciptakan pelayanan publik yang optimal. Kunjungan ini juga merupakan kesempatan berharga untuk berdiskusi, berbagi wawasan, serta memperkuat kolaborasi antara DPRD Karawang dan BKPSDM,” ujar Umar.

Selama pertemuan tersebut, pihak BKPSDM menyampaikan berbagai program yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas ASN di Karawang, termasuk pelatihan berbasis kompetensi dan pengembangan karier. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pentingnya peningkatan kompetensi SDM dalam rangka mendukung efektivitas pelayanan publik di tingkat kabupaten.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM kami, oleh karena itu SDM yang berkualitas adalah kunci utama dalam mendukung kemajuan daerah,” ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Karawang.

Umar Al Faruq juga menambahkan bahwa DPRD Karawang akan terus mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas ASN dan memperkuat pengelolaan kepegawaian di Karawang.

“Kualitas aparatur pemerintah yang baik akan langsung berdampak pada kualitas layanan publik, yang pada gilirannya akan membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara DPRD dan BKPSDM, serta memberikan kontribusi dalam menciptakan sistem pengelolaan kepegawaian yang lebih transparan, efektif, dan efisien./qie

KarawangUmar Al faruq SAg, anggota DPRD Kabupaten Karawang, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang yang ke XV. Menurutnya, Musda ini merupakan momentum penting bagi pemuda Karawang untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya daerah. 19 Desember 2024

“Musda KNPI ke XV adalah kesempatan emas bagi para pemuda Karawang untuk berperan aktif dalam mengembangkan potensi diri, serta berpartisipasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di Kabupaten Karawang. Sebagai anggota DPRD, saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena memiliki dampak positif yang besar bagi kemajuan generasi muda dan perkembangan Kabupaten Karawang,” ujar Umar A lfaruq, Kamis (19/12/2024).

Umar juga berharap agar Musda ini dapat melahirkan pemimpin yang memiliki visi jelas untuk masa depan pemuda Karawang, serta mampu mengatasi tantangan yang dihadapi sektor sosial, ekonomi, dan pendidikan di Karawang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bersama yang lebih besar.

“Saya berharap Musda ini dapat menghasilkan pemimpin yang tidak hanya fokus pada organisasi, tetapi juga mampu merumuskan visi jangka panjang untuk membangun Karawang secara lebih luas, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun budaya. Pemuda Karawang harus menjadi motor penggerak perubahan yang positif,” tambah Umar.

Sebagai wakil rakyat, Umar Al faruq berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada KNPI Karawang. Ia juga mengajak seluruh pemuda Karawang untuk tetap semangat, menjaga persatuan, dan aktif berperan dalam memajukan daerah melalui berbagai program yang berbasis pada kreativitas, inovasi, dan kerja sama.

Dengan adanya dukungan penuh dari DPRD Karawang, Musda KNPI ke XV ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan pemuda yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan global, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah Karawang. (Qie)

Karawang – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke XV pada tanggal 30 Desember 2024 di Aula Husni Hamid Pemda Karawang. Sebagai langkah awal, Steering Committee Musda telah membuka pendaftaran untuk Bakal Calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang yang nantinya akan memimpin organisasi pemuda Karawang untuk satu periode ke depan. 19 Desember 2024

Pendaftaran calon Ketua DPD KNPI ini akan berlangsung mulai tanggal 21 hingga 24 Desember 2024. Ace Umai Ismail, Ketua Steering Committee Musda ke XV, menyampaikan bahwa pihaknya mengundang seluruh aktivis pemuda yang tergabung dalam KNPI untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketua. Para calon diharapkan memenuhi syarat yang telah ditetapkan pada rapat pimpinan daerah (Rapimpurda) sebelumnya.

Baca juga : Harapan Gemasaba Karawang untuk Ketua KNPI yang Inklusif

“Kami mengundang para aktivis pemuda yang bernaung di KNPI untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang. Pendaftaran ini kami buka selama empat hari, dari 21 hingga 24 Desember 2024, dengan syarat-syarat yang sudah disepakati pada Rapimpurda lalu,” ujar Ace saat ditemui pada Kamis, 19 Desember 2024.

Bagi yang berminat, para calon bisa mengambil formulir pendaftaran dan mengembalikannya di Kantor DPD KNPI Kabupaten Karawang yang terletak di Jalan Malabar 1928. Musda KNPI ke XV ini akan diikuti oleh 81 Organisasi Kepemudaan (OKP) anggota KNPI Karawang dan 30 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI se-Kabupaten Karawang. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pemilihan pemimpin yang dapat membawa organisasi pemuda Karawang ke arah yang lebih baik dan lebih berkembang di masa depan./qie