Ada sembilu
Menoreh sumsum tulang punggung
Saat nafas perpisahan
Meretak di ujung lidah

Lambaianmu lebih tipis dari angin
Yang menancap di ruas-ruas tulang
Pipimu dingin dan beku
Gigilnya meremas urat

Tiba-tiba langit menyempit
Udara berubah padat
Airmata dan rintihan
Menancap tepat di pusat jantung

Kau melenggang tenang meniti tangga langit
Menyisakan aroma balsem
Dan gumam penghabisan
Hanya kelambu, Ma
Hanya kelambu.

: Abah Sarjang

Mencintaimu adalah
Belajar memahami ranting
Perlu sepasang sayap yang ringan
Untuk hinggap
Di rapuh cabang anganmu


Mengertimu adalah
Menusuk jantung dengan jarum
Merejam jiwa dengan kesabaran
Sebelum tersengat
Racun kekecewaan.

: Abah Sarjang

Karawang – Dalam sebuah momen yang penuh makna, Rahmat Hidayat Djati (RHD), Ketua DPC PKB Kabupaten Karawang, menerima sebuah lukisan realis dari seniman dan budayawan asal Karawang, Abah Sarjang. Lukisan tersebut menampilkan wajah RHD yang gagah, mengenakan setelan biru dan iket Sunda, serta menggambarkan penghargaan dan apresiasi dari Abah Sarjang terhadap kontribusi politik yang telah diberikan oleh RHD untuk daerahnya.

Abah Sarjang, yang dikenal sebagai tokoh seni dan budaya asal Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, menyampaikan bahwa lukisan tersebut adalah bentuk penghargaan atas peran besar yang dimainkan oleh RHD dalam kemajuan Karawang. “Lukisan ini sebagai bentuk apresiasi buat Kang RHD, beliau tokoh politik Karawang dan saya harap masih banyak hal yang bisa diperbuat oleh Kang RHD untuk Karawang ke depannya,” ujar Abah Sarjang pada Senin, 10 Januari 2022.

Menerima hadiah yang berharga ini, RHD mengungkapkan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi keahlian Abah Sarjang dalam melukis. “Abah Sarjang mengirim puisi dan lukisan, saya tersanjung mengapresiasi kepada beliau, yang merupakan budayawan sekaligus seniman terkemuka di Karawang,” ungkap RHD. Ia juga memberikan pujian atas kemampuan Abah Sarjang dalam menangkap esensi dari fenomena sosial yang ada di sekitar, yang dituangkan melalui karya seni yang sangat jujur dan tanpa tendensi.

Selain dikenal sebagai pelukis, Abah Sarjang juga diakui sebagai budayawan yang memiliki kontribusi besar dalam dunia seni dan budaya Karawang. Beberapa tokoh terkenal lainnya, seperti Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar, juga pernah dilukis oleh Abah Sarjang, yang memperlihatkan kemampuannya dalam mengabadikan wajah tokoh-tokoh penting di daerah tersebut.

Kisah tentang hadiah lukisan ini tidak hanya menunjukkan keindahan seni visual, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya seni sebagai media apresiasi, komunikasi, dan penghormatan terhadap kontribusi para tokoh yang berperan dalam masyarakat. Dengan karya-karya seperti ini, Abah Sarjang turut berperan dalam memajukan budaya dan seni di Karawang, serta menambah kekayaan sejarah seni daerah tersebut./qie

Untuk Ibu Hj. Suhati Binti Suhamin

Bila masih ada waktu
Beri aku waktu
Untuk bertemu

Bila masih ada saat
Walau hanya sesaat
Ku ingin memelukmu

Tumpahkan berat beban hidup
Karena hanya di pangkuanmu
Segala sesak dan luka
Menemu muara

Ibu aku merindu
Di batu nisanmu aku mengadu
Selaut sesal tenggelamkan rasa
Dihempas gelombang lara
Tak sempat mencintaimu semestinya

Tuhan
Lapangkan jalannya
Rengkuhlah ia naungi dalam kasihMu

Tuhan
Sayangi ia
Seperti ia menyayangiku
Di saat belia

: Abah Sarjang