Persoona.id – Penggunaan telepon pintar atau smartphone kini semakin tak terlepaskan di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Durasi pemakaian pun terus meningkat drastis, baik untuk kegiatan produktif maupun hiburan. Mirisnya, kebiasaan ini tetap berlanjut bahkan saat menjelang tidur hingga ketika berada di dalam toilet.
Melihat fenomena tersebut, seruan untuk menerapkan teknologi digital yang lebih sehat kini terus digaungkan. Langkah detoks internet menjadi sangat penting demi menjauhkan masyarakat dari dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.
Paparan Radiasi dan Ancaman Penyakit Kardiovaskular
Berdasarkan penelitian dari Universitas Surrey Inggris tahun 2023, kaum muda di bawah usia 24 tahun menghabiskan rata-rata enam jam sehari secara daring. Sementara itu, kelompok usia di atasnya menghabiskan waktu sekitar 4,6 jam per hari. Sayangnya, durasi penggunaan yang tinggi ini membawa risiko serius bagi organ dalam.
Sebuah artikel dalam Canadian Journal of Cardiology (2024) memerinci adanya hubungan positif antara penggunaan ponsel dengan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, risiko ini meningkat signifikan pada perokok aktif dan penderita diabetes. Yanjun Zhang dari Southern Medical University, China, menjelaskan bahwa medan elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) dari ponsel dapat memicu stres oksidatif yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah.
Oleh karena itu, para peneliti menekankan bahwa pola tidur yang buruk dan tekanan psikologis akibat kecanduan ponsel menjadi mekanisme utama pemicu penyakit jantung. Gangguan ritme sirkadian dan respons inflamasi kronis akibat radiasi ponsel disinyalir menjadi penyebab komplikasi kesehatan yang lebih luas.
Dampak Penggunaan Smartphone Sebelum Tidur
Tidak hanya berdampak pada jantung, kebiasaan menggunakan ponsel menjelang waktu tidur juga merusak kualitas istirahat. Penelitian dari Hamad Bin Khalifa University (2025) menunjukkan adanya kaitan erat antara problematic internet usage (PIU) dengan penurunan durasi tidur.
Aftab Alam, peneliti dalam studi tersebut, menyerukan pentingnya intervensi khusus untuk mendesain gaya penggunaan teknologi yang lebih sehat. Sebab, durasi penggunaan yang lama sebelum tidur terbukti merusak kontinuitas tidur yang sangat dibutuhkan tubuh untuk pemulihan sel.
Kebiasaan di Toilet dan Ancaman Penyakit Wasir
Fenomena menarik lainnya adalah meningkatnya jumlah orang yang menggunakan smartphone saat duduk di toilet. Meskipun terdengar sepele, kebiasaan ini menyimpan ancaman kesehatan yang nyata, khususnya terkait penyakit wasir.
Sebuah artikel dalam Canadian Journal of Cardiology (2024) memerinci adanya hubungan positif antara penggunaan ponsel dengan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, risiko ini meningkat signifikan pada perokok aktif dan penderita diabetes. Yanjun Zhang dari Southern Medical University, China, menjelaskan bahwa medan elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) dari ponsel dapat memicu stres oksidatif yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah.
Data menunjukkan sekitar 37 persen pengguna ponsel menghabiskan lebih dari lima menit di toilet dalam satu kunjungan. Sebaliknya, hanya 7,1 persen non-pengguna yang menghabiskan waktu selama itu. Sehingga tekanan berlebih pada pembuluh darah di area dubur akibat duduk terlalu lama inilah yang memicu pembengkakan dan rasa sakit./***


