Persoona.id – Puncak perayaan kreativitas sineas lokal, Karawang Festival Film (KFF) 2025, sukses diselenggarakan dengan meriah pada Sabtu (15/2/2025) di Aula Plaza Pemda Karawang. Mengusung tema besar “Satu Layar Seribu Cerita”, festival tahunan ini kembali meneguhkan posisinya sebagai barometer perkembangan ekosistem perfilman di Karawang dan sekitarnya.

Ribuan cerita dari berbagai perspektif budaya, sosial, dan pendidikan menyatu dalam satu layar, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari komunitas film, pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan pemerintah daerah. KFF 2025 bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan ruang apresiasi yang mendorong keberanian sineas dalam mengeksplorasi narasi yang lebih humanis.

Rayakan Keberagaman Lewat Sinema

Ketua Pelaksana KFF 2025, Abdul Yusuf, menjelaskan bahwa pemilihan tema tahun ini adalah simbol dari keberagaman karya dan kebebasan berekspresi.

“Melalui tema ‘Satu Layar Seribu Cerita’, kami ingin menunjukkan bahwa setiap sineas memiliki cerita yang unik dan layak dibagikan. Festival ini menjadi ruang bersama untuk merayakan keberagaman ide dan kreativitas,” ujar Abdul Yusuf di sela-sela acara.

Abdul Yusuf juga menyoroti peningkatan kualitas visual dan penceritaan dalam karya-karya yang masuk tahun ini. Menurutnya, KFF 2025 adalah langkah awal yang krusial bagi talenta muda Karawang untuk melangkah ke panggung yang lebih besar.

“Kami melihat kualitas karya tahun ini meningkat signifikan. Harapan kami, film-film asal Karawang dapat melangkah ke festival lebih besar, baik nasional maupun internasional,” tambahnya.

Rangkaian Acara Edukatif

Selain sesi pemutaran film (screening) yang memukau penonton, KFF 2025 juga menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif untuk menunjang skill para sineas. Agenda tersebut meliputi:

Workshop Penyutradaraan: Membedah teknik visual storytelling.

Diskusi Panel Industri Kreatif: Membahas peluang distribusi film lokal.

Sesi Mentoring: Diskusi langsung bersama praktisi film nasional.

Daftar Lengkap Pemenang Karawang Festival Film 2025

Puncak acara ditandai dengan penganugerahan penghargaan bagi film-film terbaik yang telah melalui proses kurasi ketat. Berikut adalah daftar pemenang KFF 2025:

Kategori Umum:

Film Terbaik 1: Sirung

Film Terbaik 2: Nada Terakhir Tarawangsa

Film Terbaik 3: Jejakrawa

Kategori Pelajar:

Film Terbaik 1: Luka

Film Terbaik 2: #KarawangAjaDulu

Film Terbaik 3: Goyang Karuhun.

Ketua Pelaksana mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensupport kegiatan ini, terutama teman-teman Bisnis Digital 2025 Politeknik Kepriabadian Bangsa./pep

Persoona.id – Guna memeriahkan dan mempersiapkan Karawang Film Festival (KFF) 2025, Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Komite Ekraf Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Forum Film Karawang (FFK) mengadakan sosialisasi dan workshop produksi film. Ketua FFK, Abdul Yusuf, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian persiapan menuju Karawang Film Festival (KFF) 2025 yang akan digelar pada bulan November mendatang.

Baca juga : Tujuhbelasan : Abah Sarjang

“Kegiatan workshop ini adalah upaya kami untuk mempersiapkan insan perfilman lokal,” jelas Abdul Yusuf. “Ini bagian dari rangkaian Karawang Film Festival yang puncaknya akan digelar pada bulan November mendatang.”

Workshop ini bertujuan untuk membekali para sineas muda dengan pengetahuan dan teknik produksi yang lebih baik. Hal ini diharapkan bisa mendorong lahirnya karya-karya film berkualitas dari Karawang yang siap bersaing di tingkat nasional.

Acara yang berlangsung pada hari Rabu, 20 Agustus 2025 ini, menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Dara Bunga Rembulan, S.Sn., M.Sn. (Kepala Program Studi TV dan Film ISBI Bandung) dan Endang Kahfi (Praktisi Seni Media dan Peran). Keduanya membagikan pengalaman dan pengetahuan seputar teori, teknik produksi, hingga tantangan di dunia perfilman.

Baca juga : Kirab Budaya HUT ke-80 Provinsi Jawa Barat: Telusur Jejak Sejarah di Kota Bandung

Para narasumber menekankan pentingnya kreativitas, kolaborasi, dan konsistensi dalam berkarya agar film-film buatan sineas lokal mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan adanya persiapan matang seperti ini, FFK optimis KFF 2025 akan menjadi ajang yang tidak hanya merayakan kreativitas, tetapi juga mampu membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan di Karawang.

Persoona.id – Sebuah ruang apresiasi bagi karya-karya sineas komunitas dari berbagai daerah di Jawa Barat hadir di Karawang! Forum Film Jawa Barat bekerjasama dengan Forum Film Karawang menyelenggarakan pemutaran film bertajuk Layar Tatar Pasundan pada Rabu, 28 Mei 2025, bertempat di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang.

Baca juga : 1.800 Lowongan Dibuka di Gebyar Jobfair Karawang 2025 Secara Online

Acara ini merupakan bagian dari program Roadshow Apresiasi Film Jawa Barat, yang bertujuan untuk memperkenalkan karya-karya film pendek, baik fiksi maupun dokumenter, kepada publik sekaligus membangun jejaring antar komunitas film daerah.

Ketua Forum Film Karawang, Abdul Yusup, menyampaikan apresiasi kepada Forum Film Jawa Barat atas kehadirannya di Karawang, serta menyampaikan terima kasih kepada Disparbud Karawang yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Forum Film Jawa Barat yang telah mempercayakan Karawang sebagai salah satu titik singgah roadshow. Tak lupa, kami juga berterima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang melalui Bidang Ekonomi Kreatif yang telah memfasilitasi tempat, konsumsi snack, dan makan bagi para peserta dan tamu undangan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman dari Komite Ekraf Karawang yang turut mendukung kelancaran kegiatan ini,” ungkap Abdul Yusup dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, tiga film diputar dan mendapatkan perhatian khusus dari para penonton:

  • Past Shadow Sutradara Lucky Jae
  • 80’s Party Sutradara Aji Surya
  • Sunat Sutradara Royyan Muhammad hasbi
  • Pandaringan Sutradara Haedarzael

Beragam genre dan gaya penceritaan dihadirkan, mulai dari pendekatan dokumenter yang kuat hingga cerita fiksi yang menyentuh. Pemutaran film ini juga diikuti dengan sesi diskusi interaktif yang mempertemukan para pembuat film dengan penonton, membuka ruang dialog tentang proses kreatif, isu lokal, dan tantangan produksi film komunitas.

Baca juga : Kang Lili Mahali Serap Aspirasi Guru Madrasah Saat Reses di Cilebar

Kegiatan ini berhasil menarik minat pelaku film lokal, mahasiswa, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang antusias menyaksikan karya-karya film dari perspektif Jawa Barat yang autentik dan penuh warna.

Melalui Layar Tatar Pasundan, diharapkan semakin banyak potensi kreatif daerah yang bisa tumbuh dan bersinar di kancah perfilman nasional maupun internasional.(mang kosim)