Persoona.id – Di era ekonomi kreatif yang dinamis, kolaborasi antara seni tradisional dan strategi digital menjadi kunci sukses. Hal inilah yang dibuktikan oleh Yusuf Adriansyah, atau yang akrab disapa Mamang, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital di Politeknik Kepribadian Bangsa Indonesia (Politeknik Prisain).Senin 20 April 2026

Mamang bukanlah sosok baru di dunia kreatif. Berbekal pengalaman selama delapan tahun di dunia teater, ia kini mentransformasikan disiplin seni panggung ke dalam ekosistem bisnis digital yang lebih modern.

Pondasi Teater untuk Manajemen Produksi
Bagi Mamang, teater bukan sekadar seni peran, melainkan sekolah manajemen yang sesungguhnya. Ia terbiasa melalui tahapan terstruktur: mulai dari pembedahan naskah, eksplorasi konsep, hingga eksekusi panggung yang presisi.

Baca juga : Wujudkan Digitalisasi Karawang, UKM Prisain Politeknik Kepribadian Hadirkan ‘Digi Talks’: Ruang Ekspresi Inklusif bagi UMKM hingga Tokoh Publik

“Di teater, kita diajarkan bahwa setiap detail itu penting. Dari hal kecil sampai besar harus saling terhubung. Nilai ketelitian dan disiplin inilah yang sekarang saya terapkan ketika terlibat dalam kegiatan produksi event,” ungkap Mamang.

Profesionalisme dengan Sertifikasi BNSP
Tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan, Mamang juga memperkuat profil profesionalnya melalui sertifikasi resmi. Saat ini, ia telah mengantongi sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk dua bidang strategis:

  • Manajemen Pertunjukan: Memperkuat sisi teknis dan manajerial event.
  • Digital Content Creator: Memastikan kemampuannya relevan dengan tren konten masa kini.

Kombinasi sertifikasi ini menjadikannya salah satu mahasiswa yang memiliki kompetensi lengkap, baik di belakang layar maupun di balik layar digital.

Inisiatif Studio Podcast di Politeknik Prisain
Semangat belajarnya tidak berhenti di ruang kelas. Bersama rekan-rekannya di Prodi Bisnis Digital, Mamang aktif mengembangkan inisiatif studio podcast di lingkungan kampus Politeknik Kepribadian Bangsa Indonesia. Proyek ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan produksi konten secara mandiri.

Baca juga : Kreator Logo HUT Karawang & Ketua Forum Film Pilih Kuliah di Bisnis Digital Politeknik Prisain

“Kami ingin punya ruang untuk belajar langsung, bukan hanya teori. Podcast ini jadi salah satu cara kami untuk mulai produksi konten sendiri dan mengasah kemampuan,” tambah mahasiswa yang dikenal aktif ini.

Harapan untuk Industri Kreatif Masa Depan
Melalui pendidikan di Bisnis Digital Politeknik Prisain, Mamang terus berupaya memperluas kontribusinya. Ia percaya bahwa pendidikan formal yang ia tempuh saat ini adalah jembatan untuk membawa pengalaman kreatifnya ke level industri yang lebih profesional dan berbasis teknologi.

Kisah Yusuf Adriansyah adalah potret nyata mahasiswa masa kini: berpengalaman, tersertifikasi, dan terus berinovasi di dunia digital./mangs