Persoona.id – Agenda Tarawih Keliling (Tarling), merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang untuk hadir langsung di tengah-tengah masyarakat bersilaturahmi dan ikut serta merasakan kebahagiaan di bulan ramadan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Karawang H. Maslani saat hadir pada agenda Tarling Ramadan 1447 H di Masjid Asy Syuhada, Kecamatan Cikampek, Kamis (26/2/2026).

Selain itu, Wabup Maslani juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Cikampek atas sambutan hangatnya dalam pelaksanaan Tarling kali ini.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh pengurus Masjid Asy Syuhada dan masyarakat Cikampek atas sambutan hangatnya, mudah-mudahan silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kita semua”ucapnya.

Bagi Wabup Maslani, Cikampek sudah diperlakukan sebagai rumahnya sendiri sebab banyak hal-hal yang Ia cintai mulai dari kerukunaannya, kebersamaannya, dan semangat gotong royongnya.

“Cikampek merupakan salah satu kecamatan yang kompleks, banyak memiliki potensi sehingga kita harus kembangkan. Kami berkomitmen kedepan, penataan akan terus kami lakukan di Cikampek mulai dari infrastruktur, jalan, dan sarana prasarananya”ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam agenda Tarling Kecamatan Cikampek Pemkab Karawang beserta unsur-unsur terkait lainnya memberikan sejumlah bantuan diantaranya : Santunan kepada 100 anak yatim piatu, pemberian 3 sound system, dan 6 karpet yang diberikan untuk 3 kecamatan.

Selain itu, pada tahun ini Pemkab Karawang mengalokasikan bantuan kepada guru ngaji, DTA, MI, MTS, TPQ, amil, dan marbot sebesar Rp. 25,6 miliar untuk 16.693 penerima./kimkrw

Persoona.id – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengapresiasi, capaian Pemkab Karawang dalam merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen sebagai bentuk komitmen menjamin akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Hal itu disampaikan Mensos Saifullah Yusuf saat hadir dalam Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar di Aula Husni Hamid, Kamis (26/2/2026).

Selain Mensos Saifullah Yusuf dalam kesempatan yang sama turut hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Kedatangan kedua menteri disambut langsung oleh Bupati Karawang H Aep Syaepuloh SE bersama jajaran Forkopimda. Turut hadir anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, para kepala OPD, camat, kepala desa, operator SIKS-NG, pendamping desa, pilar-pilar sosial, hingga relawan se-Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini menjadi langkah penting pemerintah dalam menyatukan dan memperbarui data sosial ekonomi masyarakat agar penyaluran bantuan dan program afirmasi benar-benar tepat sasaran. 

Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menetapkan DTSEN sebagai satu-satunya rujukan dalam penyaluran bantuan sosial dan berbagai program pemerintah. Sejak 9 Februari 2026, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib menggunakan data terpadu ini.

Dalam arahannya, Mensos Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pembenahan data adalah kunci utama memperbaiki akurasi penyaluran bantuan. 

Selama satu tahun terakhir, pemerintah terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data agar semakin akurat, transparan, dan akuntabel. Ia juga mengungkapkan adanya evaluasi pada program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). 

Berdasarkan DTSEN, masih terdapat masyarakat pada desil 1–5 yang belum menerima PBI-JK, sementara sebagian masyarakat pada desil 6–10 justru masih tercatat sebagai penerima. 

Ke depan, mekanisme penonaktifan peserta yang tidak lagi sesuai kriteria akan dilakukan secara bertahap dengan pemberitahuan masa transisi selama tiga bulan.

Di Kabupaten Karawang sendiri, tercatat sebanyak 181.584 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sosial dengan total anggaran mencapai Rp 585,787 miliar. Program tersebut meliputi bantuan sembako, PKH, permakanan, santunan yatim piatu, hingga PBI-JK.

Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dalam memastikan validitas data. 

Sesuai mandat Inpres Nomor 4 Tahun 2025, pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang dan partisipatif, mulai dari RT/RW, pendamping PKH dan desa, operator desa, hingga dibahas secara terbuka melalui musyawarah desa.

Menurutnya, dengan mekanisme tersebut, proses pendataan menjadi lebih transparan dan akuntabel sehingga potensi ketidaktepatan sasaran dapat diminimalisir. 

DTSEN pun tidak hanya menjadi dasar penyaluran bansos, tetapi juga rujukan berbagai program pembangunan desa seperti rumah layak huni dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan terima kasih atas kehadiran para menteri di Karawang. Ia menegaskan bahwa validitas data sangat menentukan arah kebijakan dan masa depan kesejahteraan masyarakat.

“Data yang akurat akan memastikan masyarakat yang berhak benar-benar menerima haknya. Kami juga mendorong agar kepesertaan yang sudah ada dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas layanannya,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkab Karawang optimistis implementasi DTSEN akan semakin memperkuat ketepatan sasaran bantuan sosial sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial./kimkrw

Persoona.id – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani menghadiri kegiatan Safari Ramadhan Tarawih Keliling di Masjid Darussalam, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, pada Selasa (24/2/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Kecamatan Pedes.

Menurutnya, pembangunan sebuah daerah bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja namun juga membutuhkan semangat gotong royong masyarakat.

“Membangun Karawang tidak bisa hanya oleh pemerintah saja, harus bersama-sama. Seperti shalat berjamaah, kalau imamnya sudah benar, makmumnya harus kompak agar tujuan kita menuju Karawang yang maju dan sejahtera dapat tercapai,” ujar Wakil Bupati.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut diserahkan secara simbolis sejumlah bantuan, diantaranya santunan kepada anak yatim, fasilitas penunjang ibadah, serta insentif kepada Guru Ngaji, Guru TPQ, dan Guru DTA, Guru Madrasah (MI dan MTS), Amil dan Marbot Masjid.

Kegiatan pun ditutup dengan buka puasa bersama, dan dilanjutkan shalat tarawih bersama dengan unsur masyarakat Kecamatan Pedes dan sekitarnya.

Sebagai informasi Tarawih Keliling ini merupakan agenda tahunan Pemkab Karawang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan masyarakat di berbagai wilayah kecamatan. Selain sebagai sarana ibadah bersama, kegiatan Tarling ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat sekitar./kimkrw

Persoona.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang secara resmi memulai rangkaian Tarawih Keliling Ramadan 1447 H yang dipusatkan di Kecamatan Pakisjaya pada Senin (23/2/26).

Agenda rutin tahunan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan masyarakat di berbagai wilayah kecamatan. Selain sebagai sarana ibadah bersama, kegiatan Tarling ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, secara simbolis menyerahkan bantuan dari Baznas Karawang kepada Guru Ngaji, Guru TPQ, dan Guru DTA, Guru Madrasah (MI dan MTS), Amil dan Marbot Masjid serta penyerahan santunan bagi Anak Yatim.

“Hari ini kita melaksanakan Shalat Tarawih bersama. Ini merupakan rutinitas kita yang diniatkan untuk Tarawih Keliling. Dalam satu bulan ini, akan dilaksanakan di 10 titik, satu titik gabungan dari tiga kecamatan,” ujar Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh.

Bupati Aep menekankan bahwa kehadirannya beserta jajaran kali ini juga untuk memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat guna mendengar langsung aspirasi masyarakat setempat.

“Selama 10 hari ini kita hadir di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi masyarakat, insyaallah saya dengan pak Wabup terus berupaya untuk memberikan apa yang diinginkan masyarakat,,” tambahnya.

Dalam tarawih keliling juga terdapat hal menarik yaitu hadirnya “Cepot Ngabuburit” sebagai media komunikasi publik yang ringan dan menghibur untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai kebijakan, pencapaian serta program pembangunan pemerintah kepada masyarakat yang sedang menunggu waktu berbuka.

Sebagai informasi, kegiatan Tarawih Keliling akan berlangsung di 10 lokasi sesuai jadwal yang mencakup Kecamatan Pakisjaya, Kecamatan Pedes, Kecamatan Cilebar, Kecamatan Cikampek, Kecamatan Majalaya, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Telagasari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Pangkalan, dan Kecamatan Karawang Timur./kimkrw

Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi membuka Bazar Ramadan Karawang Maju 1447 H/2026 M yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Karawang Maslani.

Bazar Ramadan tahun ini tidak hanya menghadirkan UMKM kuliner, tetapi juga melibatkan UMKM kriya binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Karawang, sehingga memberikan variasi produk yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, mulai 21 Februari hingga 2 Maret 2026, digelar di Lapangan Karangpawitan dengan melibatkan 100 tenant. Bazar ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa selama Ramadan.

“Jadi masyarakat kami mencari hidangan untuk berbuka puasa, tidak usah jauh-jauh tinggal datang saja ke Lapangan Karangpawitan, insya Allah semuanya ada di sini,” ujar Bupati Aep Syaepuloh.

Menurutnya, penyelenggaraan Bazar Ramadan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang terhadap para pelaku UMKM agar terus berkembang dan mendapatkan ruang promosi pada momen-momen penting.

“Tidak hanya masyarakat yang mendapatkan kemudahan, termasuk kami memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM untuk berkegiatan di setiap momen-momen penting,” tambahnya.

Target Transaksi Rp2,5 Miliar dan 3.000 Pengunjung per Hari

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, target transaksi selama 10 hari pelaksanaan Bazar Ramadan Karawang Maju 1447 H ditetapkan sebesar Rp2,5 miliar, dengan target kunjungan mencapai 3.000 pengunjung per hari.

Bupati Aep optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk camat dan kepala desa di wilayah Kabupaten Karawang untuk mengajak masyarakat hadir dan meramaikan bazar.

“Kami optimis mudah-mudahan target ini bisa tercapai. Kami akan berkolaborasi dengan camat-camat di kewilayahan dan mengajak masyarakat untuk hadir bersama kepala desanya,” pungkasnya./kimkrw

Persoona.id – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, melakukan kunjungan strategis menemui Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan Subang pada Jumat (20/2). Pertemuan ini membahas agenda besar revitalisasi tambak di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat yang akan dilaksanakan secara terintegrasi dan lintas wilayah.

Program strategis ini bertujuan untuk menghidupkan kembali produktivitas lahan perikanan budidaya yang selama puluhan tahun mengalami penurunan akibat faktor lingkungan dan infrastruktur.

Karawang Jadi Prioritas Tahap Pertama 2026
Dari total rencana revitalisasi seluas ±14.090,38 hektare yang mencakup empat kabupaten di Jawa Barat, Kabupaten Karawang tercatat sebagai wilayah dengan luasan terbesar. Karawang dipastikan akan masuk dalam tahap pertama pelaksanaan pada tahun 2026.

Bupati Aep Syaepuloh mengungkapkan bahwa Karawang memiliki potensi lahan tambak mencapai 6.209 hektare yang tersebar di empat kecamatan kunci:

  • Kecamatan Batujaya
  • Kecamatan Cibuaya
  • Kecamatan Pakisjaya
  • Kecamatan Tirtajaya

“Program revitalisasi ini adalah jawaban atas tantangan lingkungan seperti abrasi dan banjir rob yang membuat tambak kita idle selama hampir 40 tahun. Kami ingin mendorong pengelolaan perikanan yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi,” ujar Bupati Aep.

Mengatasi Lahan Tidur dan Mendorong Ekonomi Inklusif
Data menunjukkan terdapat sekitar 78.550 hektare tambak di Pantura yang tidak produktif dalam empat dekade terakhir. Revitalisasi ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga penerapan konsep Ekonomi Biru (Blue Economy) yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menyambut baik sinergi ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekosistem hulu-hilir perikanan. Program ini diyakini mampu:

  • Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
  • Meningkatkan pendapatan petambak dan nelayan lokal.
  • Memperkuat ketahanan pangan sektor perikanan budidaya.

Komitmen Perizinan dan Tata Ruang
Sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi aspek perizinan dan pendampingan masyarakat.

“Kami memastikan pelaksanaan ini tetap sesuai tata ruang dan prinsip keberlanjutan. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat penggarap dan pelaku usaha lokal di Karawang,” pungkas Bupati Aep./kimkrw

Persoona.id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pasar tradisional utama, yakni Pasar Johar Karawang dan Pasar Baru Karawang, Rabu (18/2/2026).

Sidak ini dilakukan sebagai langkah antisipatif Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang dan selama bulan suci Ramadan 2026.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karawang, Dandim 0604 Karawang, serta Kapolres Karawang. Kehadiran unsur Forkopimda menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Harga Relatif Stabil, Kenaikan Masih Wajar

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memantau langsung harga komoditas strategis seperti beras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, daging sapi, dan daging ayam.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga kebutuhan pokok secara umum masih relatif stabil. Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, angkanya dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali.

“Dari hasil pemantauan hari ini, secara umum harga relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan namun masih dalam batas wajar,” ujar Bupati.

Stok Bahan Pokok Dipastikan Aman

Selain aspek harga, Bupati juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Karawang dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Pemkab Karawang akan terus melakukan pemantauan berkala serta memperkuat koordinasi dengan pedagang dan distributor guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.

Imbauan Belanja Secara Bijak

Pemerintah Kabupaten Karawang turut mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para pelaku usaha, diharapkan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Karawang dapat terus terjaga sepanjang Ramadan 2026./kimkrw

Persoona.id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Kapolres Karawang Fiki Novian Ardiansyah meresmikan gedung baru Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) di Mapolres Karawang, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Polres Karawang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, serta BNNK Karawang, dan diikuti seluruh jajaran Satresnarkoba.

Simbol Komitmen Bersama Perangi Narkoba

Kapolres Karawang menyampaikan bahwa peresmian gedung baru Satresnarkoba bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik, melainkan simbol komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Karawang.

“Dalam momen ini bukan hanya sekadar meresmikan gedung baru saja, akan tetapi menjadi komitmen bersama, baik dari kami Polres, juga Pemda Karawang, Kodim beserta Forkopimda dan semua jajaran agar kita sama-sama bersinergi untuk memberantas narkoba di Kabupaten Karawang yang kita cintai ini,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam perang terhadap narkotika yang mengancam generasi muda dan stabilitas sosial daerah.

Titik Awal Semangat Baru

Sementara itu, Bupati Aep Syaepuloh mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Karawang atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami tentunya mengucapkan selamat kepada Kapolres yang mana Alhamdulillah pada hari ini rasa syukur dan bahagia kita yang InsyaAllah gedung baru Satresnarkoba ini menjadikan salah satu titik awal kesemangatan kita,” ungkapnya.

Bupati Aep menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Berbicara tentang narkoba, ini adalah perang. Jadi perang terhadap narkoba ini bukan hanya kita saja, bukan Polres saja, akan tetapi harus ada peran juga dari masyarakat yang harus ikut serta dalam memerangi narkoba,” tegasnya.

Perkuat Upaya Pencegahan dan Penindakan

Dengan diresmikannya gedung baru Satresnarkoba, diharapkan kinerja penindakan, pencegahan, serta edukasi bahaya narkoba di Kabupaten Karawang semakin optimal. Fasilitas baru ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Sinergi antara Pemkab Karawang, aparat kepolisian, TNI, BNNK, serta elemen masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba./kimkrw

Persoona.id – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, menjenguk seorang balita berusia 2,5 tahun yang menjadi korban tindak kekerasan dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, pada Sabtu 14 Februari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah terhadap korban sekaligus memastikan balita tersebut mendapatkan penanganan medis terbaik dari pihak rumah sakit.

Saat berada di ruang perawatan, Bupati Aep berinteraksi langsung dengan tenaga medis serta keluarga korban untuk mengetahui kondisi terkini anak tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang akan memastikan seluruh proses perawatan berjalan optimal hingga korban benar-benar pulih.

“Kami hadir untuk memastikan anak ini mendapatkan penanganan terbaik. Keselamatan dan pemulihan korban menjadi prioritas utama,” ujar Bupati Aep.

Selain memberikan dukungan moral, Bupati juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada korban dan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami balita tersebut.

Menurutnya, segala bentuk kekerasan terhadap anak merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kekerasan terhadap anak adalah tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Kami mengecam keras perbuatan pelaku dan berharap proses hukum berjalan tegas,” tegasnya.

Bupati Aep juga memberikan motivasi dan semangat kepada ibu korban agar tetap kuat mendampingi proses pemulihan anaknya. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan, baik secara moral maupun melalui layanan yang dibutuhkan.

“Yang terpenting sekarang ibu harus tetap kuat. Fokus kita bersama adalah kesembuhan anak ini. Pemerintah daerah akan terus memantau dan mendampingi,” ungkapnya memberi semangat.

Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak serta mendorong masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar./kimkrw

Persoona.id – Peresmian Jembatan Curug 533 Meter Perkuat Konektivitas Klari–Ciampel dan Akses Menuju Purwakarta

Kab. Karawang – Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh SE meresmikan Jembatan Curug di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jumat 13 Februari 2026.

Jembatan sepanjang 533 meter tersebut dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp60 miliar yang bersumber dari APBN.

Peresmian ini menandai beroperasinya infrastruktur strategis yang menghubungkan wilayah Klari dan Ciampel, serta memperkuat akses lintas kabupaten menuju Purwakarta.

Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah, sehingga dapat mendukung perkembangan industri.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atas dukungan dan realisasi pembangunan Jembatan Curug.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun jembatan ini. Infrastruktur ini sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Aep.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Curug merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan akses yang lebih baik, diharapkan terjadi efisiensi waktu tempuh serta peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan Klari–Ciampel dan jalur perdagangan menuju Purwakarta.

Bupati juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, guna menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami juga harap agar jalan-jalan milik pusat di Kabupaten Karawang ini cepat diatasi,” kata Bupati./kimkrw