Persoona.id – Kabupaten Karawang kembali memperkokoh posisinya sebagai pusat industri nasional dengan meresmikan pabrik PT Changsu Indonesia di Kawasan Industri Surya Cipta, Kamis (15/1/2026). Perusahaan manufaktur ini hadir dengan teknologi tinggi di bidang produksi biji plastik berkualitas, termasuk kemasan makanan (food grade) hingga komponen baterai kendaraan listrik.

Kehadiran PT Changsu Indonesia menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh terus berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor yang taat regulasi sembari memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Prioritas Tenaga Kerja Lokal Karawang
Salah satu poin penting dalam peresmian ini adalah kontribusi nyata perusahaan terhadap pengurangan angka pengangguran di daerah. Saat ini, tercatat sekitar 40 persen karyawan PT Changsu Indonesia adalah putra daerah ber-KTP Karawang.

Bupati Aep Syaepuloh menegaskan bahwa industri harus menjadi motor penggerak kesejahteraan warga lokal.

“Kami tidak hanya menyambut kehadiran industri, tetapi juga memastikan bahwa manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Inovasi Produk: Dari Kemasan Makanan hingga Baterai EV
PT Changsu Indonesia tidak hanya membawa modal besar, tetapi juga teknologi mutakhir. Produk yang dihasilkan memiliki aplikasi luas, di antaranya:

Kemasan Makanan (Food Grade): Menggunakan standar keamanan tinggi untuk industri pangan.

Lapisan Film Baterai Kendaraan Listrik (EV): Mendukung ekosistem transportasi hijau yang sedang digalakkan pemerintah.

Teknologi Berkelanjutan: Pemanfaatan sistem manajemen terintegrasi untuk menjamin operasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Karawang Sebagai Destinasi Utama Investasi Nasional
Dengan luas kawasan industri yang mencapai 5.000 hektar, masuknya PT Changsu Indonesia membuktikan bahwa Karawang masih menjadi magnet utama bagi sektor padat karya dan padat modal. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjadikan daerah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi industri.

Bupati Aep berharap, PT Changsu Indonesia dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat, inovatif, dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional dari Karawang./fk-kim

Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang terus membuktikan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Pada Kamis (15/1/2026), Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., melakukan peninjauan langsung ke SDN Dawuan Tengah 1 untuk memastikan hasil pembangunan gedung sekolah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.

Dalam inspeksi mendadak tersebut, Bupati didampingi oleh Kapolres Karawang, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh hasil kerja kontraktor di lapangan.

Kualitas Bangunan Sebagai Investasi Masa Depan
Bupati Aep menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Ia meninjau setiap sudut bangunan, mulai dari kekuatan struktur hingga material yang digunakan, guna memastikan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

“Pembangunan fasilitas pendidikan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Kualitas bangunan yang baik merupakan investasi jangka panjang demi keselamatan, kenyamanan, serta peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak sebagai pemimpin masa depan,” ujar Bupati Aep Syaepuloh.

Ia juga memberikan instruksi keras kepada para kontraktor pelaksana agar selalu mengutamakan mutu pekerjaan dan menerapkan standar keselamatan kerja (K3) yang tinggi. Menurutnya, pemda tidak akan menoleransi pekerjaan yang di bawah standar teknis karena menyangkut nyawa siswa dan tenaga pendidik.

Pemerataan Infrastruktur Pendidikan di Karawang
Peninjauan di SDN Dawuan Tengah 1 ini merupakan bagian dari program besar Pemkab Karawang dalam merehabilitasi dan membangun sarana prasarana sekolah di seluruh wilayah kabupaten.

Selain tingkat dasar (SD), Pemkab Karawang juga tengah menggenjot peningkatan fasilitas di tingkat menengah. Upaya ini dilakukan agar tidak ada lagi ketimpangan kualitas sarana antara sekolah di perkotaan dan wilayah penyangga.

Diharapkan, dengan gedung baru yang representatif, proses belajar mengajar di SDN Dawuan Tengah 1 dapat berjalan lebih efektif, memotivasi siswa untuk berprestasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang layak bagi masyarakat Karawang./fk-kim

Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen serius dalam membenahi estetika kota sekaligus meningkatkan faktor keselamatan warga. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyatakan kesiapan jajarannya untuk segera melakukan perapihan dan penertiban jaringan kabel utilitas udara yang kian semrawut.

Komitmen ini ditegaskan saat Bupati Aep melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Pemerintah Kota Bogor pada Senin (12/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas PUPR, Kepala Diskominfo, dan Kepala Bapperida Karawang untuk melihat langsung sistem penataan kabel bawah tanah yang telah sukses diterapkan di Kota Hujan.

Antisipasi Bahaya dan Gangguan Estetika
Bupati Aep Syaepuloh menilai kondisi kabel udara di berbagai sudut Kabupaten Karawang saat ini sudah sangat tidak teratur. Selain merusak pemandangan kota (estetika), jaringan kabel yang menjuntai rendah seringkali menjadi ancaman keselamatan bagi para pengendara dan warga sekitar.

“Memang di Karawang ini kita harus antisipatif dari sekarang. Jangan sampai penanganan terlambat saat masalah sudah semakin kompleks. Langkah efektif harus segera kita ambil,” tegas Bupati Aep.

Belajar dari Kesuksesan Kota Bogor
Pemilihan Kota Bogor sebagai lokasi studi tiru bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil pertemuan dengan Walikota Bogor, Pemkab Karawang mencatat keberhasilan signifikan Kota Bogor yang telah menertibkan kabel utilitas udara sepanjang kurang lebih 17.280 meter.

Beberapa poin keberhasilan teknis yang akan diadaptasi oleh Pemkab Karawang antara lain:

Metode Boring: Realisasi pekerjaan boring untuk kabel bawah tanah yang telah mencapai ±5.664 meter.

Sistem Cut Off & Dismantle: Pemutusan dan pembongkaran kabel udara yang sudah tidak berfungsi (mencapai ±2.650 meter).

Efisiensi Anggaran: Proses penertiban dilakukan secara tepat sasaran dengan manajemen anggaran yang transparan dan cepat.

Langkah Karawang ke Depan
Melalui OPD terkait seperti Dinas PUPR dan Diskominfo, Pemkab Karawang akan mulai memetakan titik-titik krusial yang memerlukan penanganan segera. Penataan ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah Karawang, tetapi juga mendukung transformasi Karawang menuju smart city dengan infrastruktur kabel bawah tanah yang modern dan terintegrasi.

Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah dan penyedia layanan (provider) telekomunikasi, Bupati Aep optimis penataan utilitas ini akan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat Karawang./fk-kim

Persoona.id – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghadiri kegiatan spiritual akbar, Polres Karawang Bersholawat, yang digelar di Lapang Uji Praktek SIM Polres Karawang. Acara ini semakin meriah dengan kehadiran ulama kharismatik, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, pada Senin malam (1/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah dan seluruh keluarga besar Polres Karawang atas penyelenggaraan acara yang sukses ini.

Menjaga Karawang Kondusif dengan Silaturahmi Umat

Bupati Aep menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan umat beragama, dan memperkuat persatuan bangsa di Kabupaten Karawang.

“Semoga senantiasa perjalanan kita dari rumah menjadikan amal ibadah bagi kita, setiap langkah InsyaAllah akan Allah catat dan mudah-mudahan menjadikan keberkahan bagi semua,” tutur Bupati Aep, menyambut ribuan jamaah yang hadir.

Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

Sebagai tuan rumah, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengajak seluruh masyarakat Karawang yang hadir untuk menyisihkan doa bagi saudara-saudara yang sedang mengalami musibah bencana di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kepulauan Nias.

Baca juga : DKM Masjid Agung Karawang Periode 2025–2029 Dilantik, Bupati H. Aep Dorong Masjid Jadi Ruang Nyaman dan Inspiratif bagi Generasi Muda

“Kita doakan semoga lekas pulih sediakala, dan untuk korban yang telah mendahului semoga Khusnul khatimah, Aamiin,” ucap Kapolres.

Kapolres Fiki berharap momentum kebersamaan dan sholawat ini dapat membawa dampak positif. “Kita juga niatkan semoga melalui kegiatan Polres Karawang Bersholawat ini, kita semua diberikan keberkahan dan juga mendapatkan syafaat. Semoga Kabupaten Karawang senantiasa kondusif, aman, dan damai,” tutupnya.

Kegiatan ini menegaskan sinergi kuat antara Pemerintah Daerah dan aparat keamanan di Karawang dalam menciptakan suasana yang harmonis dan damai melalui pendekatan spiritual./kimkrw

Persoona.id – Puncak perayaan kreativitas sineas lokal, Karawang Festival Film (KFF) 2025, sukses diselenggarakan dengan meriah pada Sabtu (15/2/2025) di Aula Plaza Pemda Karawang. Mengusung tema besar “Satu Layar Seribu Cerita”, festival tahunan ini kembali meneguhkan posisinya sebagai barometer perkembangan ekosistem perfilman di Karawang dan sekitarnya.

Ribuan cerita dari berbagai perspektif budaya, sosial, dan pendidikan menyatu dalam satu layar, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari komunitas film, pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan pemerintah daerah. KFF 2025 bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan ruang apresiasi yang mendorong keberanian sineas dalam mengeksplorasi narasi yang lebih humanis.

Rayakan Keberagaman Lewat Sinema

Ketua Pelaksana KFF 2025, Abdul Yusuf, menjelaskan bahwa pemilihan tema tahun ini adalah simbol dari keberagaman karya dan kebebasan berekspresi.

“Melalui tema ‘Satu Layar Seribu Cerita’, kami ingin menunjukkan bahwa setiap sineas memiliki cerita yang unik dan layak dibagikan. Festival ini menjadi ruang bersama untuk merayakan keberagaman ide dan kreativitas,” ujar Abdul Yusuf di sela-sela acara.

Abdul Yusuf juga menyoroti peningkatan kualitas visual dan penceritaan dalam karya-karya yang masuk tahun ini. Menurutnya, KFF 2025 adalah langkah awal yang krusial bagi talenta muda Karawang untuk melangkah ke panggung yang lebih besar.

“Kami melihat kualitas karya tahun ini meningkat signifikan. Harapan kami, film-film asal Karawang dapat melangkah ke festival lebih besar, baik nasional maupun internasional,” tambahnya.

Rangkaian Acara Edukatif

Selain sesi pemutaran film (screening) yang memukau penonton, KFF 2025 juga menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif untuk menunjang skill para sineas. Agenda tersebut meliputi:

Workshop Penyutradaraan: Membedah teknik visual storytelling.

Diskusi Panel Industri Kreatif: Membahas peluang distribusi film lokal.

Sesi Mentoring: Diskusi langsung bersama praktisi film nasional.

Daftar Lengkap Pemenang Karawang Festival Film 2025

Puncak acara ditandai dengan penganugerahan penghargaan bagi film-film terbaik yang telah melalui proses kurasi ketat. Berikut adalah daftar pemenang KFF 2025:

Kategori Umum:

Film Terbaik 1: Sirung

Film Terbaik 2: Nada Terakhir Tarawangsa

Film Terbaik 3: Jejakrawa

Kategori Pelajar:

Film Terbaik 1: Luka

Film Terbaik 2: #KarawangAjaDulu

Film Terbaik 3: Goyang Karuhun.

Ketua Pelaksana mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensupport kegiatan ini, terutama teman-teman Bisnis Digital 2025 Politeknik Kepriabadian Bangsa./pep

Persoona.id – Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Karawang sukses menyelenggarakan Workshop Tata Rias Karakter Seni Pertunjukan Tari dan Teater pada Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini mengusung tema penting: “Tata Rias Sebagai Narasi Visual dalam Seni Pertunjukan Tari dan Teater untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Kreatif.” Workshop ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara pelaku seni dan pemerintah daerah, didukung penuh oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, dalam upaya memperkuat fondasi Ekonomi Kreatif Karawang berbasis seni budaya.

Workshop strategis ini diikuti oleh puluhan peserta yang berprofesi sebagai praktisi seni, guru Seni Budaya, pegiat teater, dan penari yang memiliki minat mendalam terhadap tata rias panggung dan seni pertunjukan. Fokus kegiatan ditekankan pada pemahaman bahwa tata rias adalah bahasa visual krusial yang berperan memperkuat karakter, emosi, dan keseluruhan narasi sebuah karya.

Tata Rias sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Ekraf Disparbud Kabupaten Karawang, Fazriyan Wardani Adithiya, ST., M.S.E., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia melihat workshop ini sebagai pendorong peningkatan profesionalisme dan kapasitas pelaku Ekonomi Kreatif di Karawang.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor seni pertunjukan dan tata rias di Karawang. Melalui kreativitas dan kolaborasi, kita dapat menjadikan seni sebagai bagian dari peningkatan nilai ekonomi masyarakat,” tegas Fazriyan Wardani Adithiya.

Materi workshop dibawakan oleh akademisi profesional di bidang tata rias karakter dan seni pertunjukan, Nadia Rchmaya N.B.S.Sn., M.Sn. Peserta mendapatkan wawasan mendalam dan teknik praktis merancang rias untuk berbagai jenis karakter, mulai dari tari tradisional hingga teater kontemporer, lengkap dengan sesi praktik langsung.

Mendorong Daya Saing Penata Rias Lokal

Herudin, Manager Deputy Bidang Analisis Data dan Sistem Informasi Komite Ekraf Karawang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan spesifik untuk memperkuat subsektor seni pertunjukan dan memberdayakan para make up artist (MUA) lokal.

“Kami ingin mengangkat potensi rias karakter sebagai bentuk ekspresi kreatif sekaligus peluang ekonomi. Dengan penguasaan teknik dan konsep artistik, para pelaku rias dapat berperan aktif dalam industri seni pertunjukan dan event kreatif lainnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Komite Ekraf Karawang berharap peserta tidak hanya meningkatkan wawasan, tetapi juga mampu mengaplikasikan kemampuan tata rias karakter mereka sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi aktif pada pertumbuhan Ekonomi Kreatif Karawang yang kompetitif./pep

Persoona.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang melalui Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) sukses menggelar event GANTAR (Gerakan Anak Muda Terapkan Aksi Kreatif) Batch-2. Kegiatan kolaborasi antara Disparbud Karawang, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UNSIKA, dan Relawan TIK Karawang ini berlangsung antusias pada Rabu-Kamis, 29–30 Oktober 2025, di Auditorium Lt. 4 Gedung H. Opon Sopandji UNSIKA.

Mengangkat tema spesifik ‘Digital Marketing bagi Segmen Universitas’, pelatihan ini diikuti oleh 80 mahasiswa Fasilkom UNSIKA yang dilatih untuk menguasai strategi pemasaran digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Optimasi Pemasaran Digital dengan Kecerdasan Buatan (AI)
Kepala Disparbud Karawang, Bapak Abas Sudrajat, S.Sos., M.P., didampingi Kepala Bidang Ekraf, Bapak Fazriyan W. Adhitya, S.T., M.S.E., turut hadir memberikan motivasi.

Dalam sambutannya, Kepala Disparbud menyampaikan, “Di momentum bulan Sumpah Pemuda ini, semangat GANTAR adalah cerminan tekad anak muda Karawang untuk memajukan daerah melalui kreativitas dan digitalisasi. Inilah wujud nyata Karawang menuju Kota Kreatif.”

Peserta dibekali materi yang komprehensif oleh narasumber ahli, termasuk:

Riset Pasar & BMC/VPC: Analisis riset pasar via Google Trends, Business Model Canvas (BMC), dan Value Proposition Canvas (VPC) oleh Aji Primajaya, M.Kom.

Keamanan Digital & Channel Marketing: Sesi fundamental dan simulasi cek keamanan password oleh Betha Nurina Sari, M.Kom.

Content Marketing Berbasis AI: Praktik langsung pembuatan prompt dan visual iklan menggunakan AI yang relevan dengan riset pasar, dibawakan oleh Nurlana Sanjaya, S.Kom.

Praktik Langsung Beriklan di Meta dan Google Ads
Pada hari kedua, Kamis, 30 Oktober 2025, fokus pelatihan beralih ke praktik langsung. Bersama Iwan Ridwan, S.S., CDM., CDMP., dan Mochammad Ervin Zein, S.Kom., peserta diajarkan membuat akun Fanspage, menggunakan Meta Business Suite, hingga memahami perbedaan strategi beriklan di Google Ads dan Meta Ads.

Mahasiswa UNSIKA ditantang untuk mengembangkan konten iklan yang merepresentasikan subsektor ekonomi kreatif Karawang (seperti seni musik, fesyen, kuliner, kriya, hingga aplikasi/gim), menjadikannya langkah nyata memperkenalkan potensi lokal.

Fajar, salah satu peserta, mengungkapkan, “Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang cara mengoptimalkan media digital untuk bisnis. Praktik langsungnya sangat membantu.”

Komitmen Pembinaan Berkelanjutan Ekraf Karawang
Kegiatan ini dilengkapi dengan proyek hari pertama berupa analisis riset pasar, BMC, VPC, copywriting, dan flyer. Seluruh aktivitas dimonitoring melalui grup WhatsApp untuk menjamin pembinaan berkelanjutan, melanjutkan keberhasilan GANTAR Batch-1 sebelumnya di SMKN 1 & 2 Karawang.

Acara ditutup secara simbolis oleh Kepala Bidang Ekraf Disparbud Karawang, Bapak Fazriyan W. Adhitya.

“Mari jadikan GANTAR ini sebagai ruang untuk bertumbuh, berkembang, dan berdampak melalui aksi nyata dari pelatihan yang sudah didapatkan. Akan banyak peluang bagi para alumni GANTAR untuk berkontribusi memajukan dunia ekonomi kreatif Karawang sebagai Kota Kreatif,” tutupnya.***

Persoona.id – Di tengah pesatnya arus informasi global, Politeknik Kepribadian Bangsa (PKBI) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dalam bentuk Workshop dan Sosialisasi Komunitas Masyarakat Desa yang digelar pada Selasa (14/10/2025).

Bertempat di Kampus Politeknik Kepribadian Bangsa, kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 50 mahasiswa perwakilan dari tiga program studi unggulan, yaitu PPEM (Pengelolaan Perhotelan & Event Management), TRPL (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak), dan BISDIG (Bisnis Digital).

Fokus pada Literasi Digital dan Brainstorming

Kegiatan ini bertujuan utama untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap urgensi literasi digital serta melatih kemampuan brainstorming dalam memecahkan masalah komunikasi di masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mencetak talenta muda yang tidak hanya jago teknis, namun juga bijak dalam bermedia.

Hadir sebagai narasumber utama, perwakilan dari Diskominfo Kabupaten Karawang, Bpk. Endang Kahfi, S.Sn., memaparkan materi komprehensif bertajuk “LITERASI DIGITAL”. Dalam sesi tersebut, beliau menekankan pentingnya kemampuan memahami penggunaan teknologi digital secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.

Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Dalam paparannya, Endang Kahfi menegaskan bahwa peran mahasiswa saat ini telah bergeser. Tidak sekadar menjadi pengguna pasif, mahasiswa dituntut menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang sehat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen literasi digital di lingkungannya. Dunia digital bukan hanya tempat mencari informasi, tetapi juga membangun reputasi diri,” ujar Endang Kahfi saat memberikan materi.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa jejak digital dan etika bermedia sosial memiliki dampak langsung terhadap kredibilitas profesional mahasiswa di masa depan, khususnya bagi mereka yang berasal dari prodi berbasis teknologi dan bisnis seperti TRPL dan BISDIG.

Sinergi Membangun Desa

Melalui sosialisasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), diharapkan para mahasiswa Politeknik Kepribadian Bangsa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk membantu mendigitalkan informasi di tingkat desa. Sinergi ini menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung program Smart City dan Smart Village yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama, menandai komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karawang./pep

Persoona.id – Ribuan pelari dari Karawang dan sekitarnya memadati Lapangan Karangpawitan pada Minggu (24/8/2025) untuk mengikuti Arah Running Festival 2025. Acara ini menandai sejarah baru sebagai festival lari 10 kilometer (10K) pertama yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Karawang, menarik antusiasme tinggi dari para peserta.

Baca juga : Workshop Produksi Film di Karawang Jadi Pembuka Karawang Film Festival 2025

Event ini berhasil menyedot perhatian tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga pelari dari kota-kota tetangga seperti Bekasi, Purwakarta, dan Subang. Para peserta berkompetisi dalam dua kategori utama, yaitu 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), menunjukkan semangat olahraga yang luar biasa.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 05.00 WIB oleh Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, didampingi Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang.

Dalam sambutannya, Bupati H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Karawang sebagai tuan rumah. “Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa hari ini, saya juga akan membuat acara serupa. Mungkin pada momentum Hari Sumpah Pemuda di bulan Oktober nanti, kita akan mengadakan lari 5K, 10K, bahkan 21K,” ujarnya.

Baca juga : Sinergi DPRD Jabar dan NTT: Komisi I Bahas Tata Kelola Pemerintahan & Optimalisasi Aset

Bupati juga menambahkan bahwa Karawang memiliki potensi besar sebagai lokasi lari, tidak hanya di area perkotaan. “Kami punya banyak rencana lokasi, termasuk menampilkan keindahan area persawahan. Karawang adalah salah satu sentra gabah dan penghasil padi terbesar di Jawa Barat dan secara nasional,” pungkasnya.

Keberhasilan Arah Running Festival ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga menyoroti potensi wisata olahraga dan keindahan alam Karawang yang kaya akan persawahan. Event ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat meningkatkan daya tarik Karawang di mata nasional.(*)

Persoona.id – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 9 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional Tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Upacara pelantikan berlangsung di Tugu Surotokunto, Karawang Timur, pada Kamis (21/8/25).

Adapun sembilan pejabat yang dilantik terdiri dari 4 Jabatan Pimpinan Tinggi dan 5 Jabatan Fungsional. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor: 800.1.3.3/kep.2348/BKPSDM dan Nomor: 800.1.3.3/kep.2276/BKPSDM.

Baca juga : Pemkab Karawang Terima Kunjungan Bappenas, Perkuat Peran sebagai Lumbung Padi Nasional

Dalam amanatnya, Bupati Aep menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi jabatan adalah hal yang lumrah dalam sebuah organisasi pemerintahan. Ia menekankan bahwa pergeseran posisi ini merupakan kebutuhan untuk menciptakan sistem yang lebih profesional dan efisien.

“Saya sebagai bupati tentunya hari ini ingin menyampaikan kepada bapak ibu yang namanya jabatan mutasi rotasi itu hal yang sudah biasa, ini adalah sebuah kebutuhan organisasi,” ucap Bupati Aep.

Bupati Aep berharap para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan bersinergi demi pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Bantu saya untuk bekerja sebaik-baiknya, memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Saya tidak minta apa-apa, saya hanya minta bapak ibu untuk bekerja sebaik-baiknya,” tegasnya.

Baca juga : Karawang Diguncang Gempa Dangkal M4,7, BMKG Imbau Masyarakat Tenang

Ia juga menambahkan bahwa setiap promosi dan mutasi di Pemkab Karawang dilakukan berdasarkan sistem meritokrasi, yang menilai kualifikasi, kompetensi, dan kinerja individu. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerintahan yang profesional, efisien, dan transparan.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Karawang, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Karawang.(*)