Karawang – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamennaker RI), Immanuel Ebenezer, secara resmi membuka Sosialisasi Magang Jepang yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Komplek Pemda Karawang, pada Kamis (30/1/2025). Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) dan diharapkan menjadi peluang emas bagi masyarakat Kabupaten Karawang.

Baca juga : LPPL Sturada 107,4 FM Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1446 H di Karawang

Dalam sambutannya, Immanuel Ebenezer menekankan pentingnya sikap disiplin bagi peserta magang yang berhasil lolos mengikuti program kerja di Jepang. Ia berharap para peserta tidak hanya memanfaatkan kesempatan untuk transfer pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membawa pulang nilai disiplin yang menjadi ciri khas budaya kerja di Jepang.

“Jadi, jika kawan-kawan mendapatkan peluang untuk bekerja di Jepang, disiplin harus menjadi prioritas. Semoga nanti bisa pulang membawa transfer pengetahuan, teknologi, dan terutama transfer disiplin,” ungkapnya.

Mendukung Visi Indonesia Emas 2045
Immanuel juga optimis bahwa program ini dapat mendukung visi pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa narasi “generasi unggul” merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan global di masa mendatang.
“Narasi Presiden untuk menghadapi 2045 adalah generasi unggul. Dengan program seperti magang Jepang ini, generasi yang lebih maju dan unggul bisa tercapai,” tuturnya.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Karawang
Mewakili Bupati Karawang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, menyampaikan apresiasi kepada Kemnaker RI dan IM Japan atas inisiasi program ini. Ia menilai bahwa sosialisasi magang Jepang dapat menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Karawang.

Baca juga : KKP Dorong Hilirisasi Rumput Laut di Karawang untuk Peringati Hari Gizi Nasional

“Inisiasi program ini sangat luar biasa. Sosialisasi pemagangan ini menjadi salah satu alternatif solusi untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Karawang,” ujar Sekda Karawang.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengapresiasi langkah kementerian yang memberikan perhatian khusus pada persiapan dan pembekalan bagi peserta magang. Dengan dukungan ini, masyarakat Karawang diharapkan dapat memanfaatkan peluang bekerja di Jepang sekaligus menimba pengalaman berharga di negeri sakura tersebut.(FK-KIM Diskominfo)

Kabupaten Karawang – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Sturada 107,4 FM, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang, sukses menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M pada Kamis, 30 Januari 2025, bertempat di halaman Radio Sturada. Acara ini menjadi kegiatan perdana yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, dengan harapan dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Baca juga : Sosialisasi Magang Jepang: Peluang Emas Bagi Generasi Unggul Karawang

Tema Peringatan Isra Mi’raj 1446 H
Mengusung tema “Kita Tingkatkan Tali Silaturahmi dan Kebersamaan Antara Pemerintah dan Masyarakat Melalui LPPL Sturada 107,4 FM,” acara ini menyoroti pentingnya perjalanan Isra Mi’raj sebagai simbol hubungan harmonis yang harus dijalin, baik secara vertikal antara manusia dan Tuhan, maupun horizontal antara sesama manusia.

Kepala UPTD Sturada, Iin Fatmawati, menjelaskan bahwa melalui media seperti LPPL Sturada, pemerintah dapat menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Dengan fungsi radio sebagai jembatan komunikasi, diharapkan tercipta hubungan yang semakin erat antara pemerintah dan warga Karawang.

Pesan Penting dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang, Wahidin, menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT dan keagungan Rasulullah SAW. Dari peristiwa ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya keteguhan iman, kekuatan doa, serta kewajiban menegakkan shalat sebagai tiang agama.

Baca juga : KKP Dorong Hilirisasi Rumput Laut di Karawang untuk Peringati Hari Gizi Nasional

Ia juga menegaskan peran penting media, khususnya LPPL Sturada 107,4 FM, sebagai sarana penyampaian informasi yang akurat sekaligus sebagai perekat silaturahmi. Kehadiran radio tidak hanya mendukung penyebaran berita, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan di Kabupaten Karawang dapat terus maju dengan semangat kolaborasi.(FK-KIM Diskominfo)

Kabupaten Bandung – Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Bandung, Atep Kusman, memberikan apresiasi atas langkah yang diambil oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam mempercepat penyerahan ijazah siswa yang tertahan di sekolah. Menurut Atep, kebijakan ini menjadi solusi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan nomor 3597/PK.03.04.04/SEKRE mengenai percepatan penyerahan ijazah jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2023-2024 atau tahun sebelumnya, menjadi penekanan kepada sekolah-sekolah agar segera mendistribusikan ijazah yang masih tertahan.

“Kami memperkirakan di Jawa Barat ada puluhan ribu ijazah yang masih tertahan di sekolah. Langkah ini sangat tepat untuk menyelesaikan persoalan itu,” ujar Atep, Rabu (29/1/2025).

Baca juga : Serangan Siber Landa Perusahaan AI Tiongkok DeepSeek

Dampak Positif di Kabupaten Bandung
Menurut Atep, persoalan ijazah yang tertahan selama bertahun-tahun menjadi perhatian utama banyak pihak. Namun, langkah progresif dari Bupati Bandung Dadang Supriatna telah membuka jalan keluar.
“Pak Bupati Bandung, dalam kampanye menuju periode kedua, gencar mensosialisasikan hal ini. Bahkan, beliau memberikan solusi nyata dengan membuat komitmen bersama pihak sekolah melalui forum yang dimediasi. Hasilnya, percepatan penyerahan ijazah lebih dulu dilakukan di Kabupaten Bandung,” kata Atep.

Atep juga menambahkan bahwa lebih dari 8.000 ijazah di Kabupaten Bandung telah berhasil disalurkan kepada siswa yang membutuhkan. Langkah ini tidak hanya membantu para siswa, tetapi juga tidak merugikan pihak sekolah.
“Bupati Bandung mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama dari mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena ijazahnya masih tertahan di sekolah. Bahkan, beliau menerima keluhan itu melalui akun media sosialnya dan menindaklanjuti dengan kebijakan nyata,” lanjut Atep.

Baca juga : Pemkab Karawang Dorong Peningkatan Produksi Olahan Serba Ikan

Inspirasi untuk Provinsi Jawa Barat
Keberhasilan Kabupaten Bandung dalam menangani masalah ini kini menjadi sorotan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang mulai mengambil langkah serupa. Atep menekankan bahwa keberanian dan kepedulian Bupati Bandung menjadi contoh penting bagi daerah lain di Jawa Barat.

“Pak Bupati lebih dulu menentukan sikap karena peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak. Ini adalah solusi nyata, bukan sekadar janji,” tutup Atep.

Langkah percepatan penyerahan ijazah ini mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya fokus pada kebijakan, tetapi juga pada implementasi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan inisiatif ini, diharapkan anak-anak didik di seluruh Jawa Barat dapat lebih mudah melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja tanpa hambatan administratif.***

Karawang– Polres Kabupaten Karawang berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang sering beraksi di berbagai wilayah Karawang, Jawa Barat. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras aparat kepolisian dalam upaya memberantas tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial AM (30), warga Subang, dan T alias Mas Jawa (41),” kata Ipda Solikhin, Kasi Humas Polres Karawang, pada Selasa (28/1/2025). Penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian pada Minggu (25/1/2025) di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang.

Barang Bukti dan Modus
Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu buah kunci astag, satu mata kunci T, rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian, serta satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa pelat nomor. Barang bukti ini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap lebih banyak aksi yang dilakukan kedua pelaku.

Baca juga : Wapres Gibran Rakabuming Tinjau Pasar Atom: Dorong Ekonomi Kerakyatan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku telah melakukan 11 aksi pencurian sepeda motor di berbagai lokasi di Karawang. Beberapa lokasi pencurian yang telah teridentifikasi antara lain Plaza Cikampek, Pasar Cikampek, Stasiun Cikampek, dan kawasan kolong jembatan Cikampek. Selain itu, keduanya juga diketahui melakukan aksi pencurian di wilayah Wancimekar, Mekarsari Kecamatan Jatisari, Jatiragas Kecamatan Jatisari, serta wilayah Kecamatan Banyusari.

Upaya Polres Karawang dalam Menekan Kriminalitas
Ipda Solikhin menyampaikan bahwa penangkapan kedua pelaku ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Karawang. Dengan terus dilakukannya tindakan tegas terhadap pelaku curanmor, polisi berkomitmen untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pemilik kendaraan bermotor.
“Kami berharap masyarakat semakin merasa aman, dan kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Karawang dapat ditekan secara signifikan,” ujar Solikhin.

Baca juga : Pemkab Karawang Dorong Peningkatan Produksi Olahan Serba Ikan

Polres Karawang juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan keamanan kendaraan mereka, seperti menggunakan kunci pengaman tambahan atau memarkir kendaraan di tempat yang aman. Selain itu, masyarakat diharapkan melapor ke pihak berwajib jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar mereka.

Penangkapan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat Karawang. Dengan kerja sama antara masyarakat dan pihak kepolisian, diharapkan tindak kriminalitas dapat terus ditekan, sehingga Karawang menjadi wilayah yang lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.(*)

Karawang, 28 Januari 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berkomitmen untuk meningkatkan produksi olahan serba ikan yang dikelola oleh ribuan pengelola hasil perikanan di wilayah ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing produk perikanan lokal dan mendukung perekonomian masyarakat.

Kabid Penguatan Daya Saing Produk Dinas Perikanan Karawang, Ema Hendaryani, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 3.487 pengelola hasil perikanan yang aktif di Karawang. Mereka menjalankan berbagai usaha olahan ikan, seperti pindang, terasi, mi ikan, hingga makanan ringan berbahan dasar ikan. Keanekaragaman produk ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor perikanan di Karawang.

Baca juga : Lima Penyesuaian Tenaga Honorer jadi PPPK dari Pemerintah

Data yang dirilis oleh Dinas Perikanan Karawang menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2024, produksi hasil olahan perikanan mengalami peningkatan yang signifikan. Rata-rata produksi harian meningkat dari 30 kilogram per hari pada tahun sebelumnya menjadi 43 kilogram per hari pada tahun 2024. Peningkatan ini menandakan adanya kemajuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan di daerah tersebut.

Ema Hendaryani juga menjelaskan bahwa peningkatan produksi tersebut tidak lepas dari pembinaan dan dukungan yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Melalui program-program pelatihan dan pendampingan, pengelola hasil perikanan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk olahan mereka.

Baca juga : Perayaan Imlek 2025 Identik dengan Hujan, Berikut Penjelasannya!

“Alhamdulillah, pada tahun 2024 rata-rata hasil olahan perikanan di Karawang meningkat. Kami berharap peningkatan ini tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di pasar,” ujarnya.

Peningkatan produksi olahan serba ikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan para pengelola hasil perikanan. Pemkab Karawang berkomitmen untuk terus mendukung sektor perikanan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah.(*)

Karawang 27 Januari 2025 – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Telukjambe Barat, bersama jajaran perangkat desa dan aparat keamanan, melakukan penertiban terhadap sebuah sanggar kesenian jaipong yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung di wilayah Desa Karangmulya.

Tim gabungan yang terdiri dari Kepala Desa Mekarmulya, perangkat Desa Karangmulya, Babinmas, Babinsa, dan Kasi Trantib Telukjambe Barat, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi sanggar tersebut. Dalam pemeriksaan, ditemukan bahwa sanggar kesenian jaipong itu tidak memiliki izin operasional yang sah.

Baca juga : Pria Bandung Tersesat di Hutan Karawang, Diselamatkan Tim BPBD

“Kami mengapresiasi sikap kooperatif dari pengelola sanggar yang bersedia menghentikan operasional. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menjaga ketertiban dan mencegah penyalahgunaan tempat kesenian untuk kegiatan yang melanggar hukum,” ujar MP Kecamatan Telukjambe Barat.

Berdasarkan temuan tersebut, tim gabungan memberikan himbauan kepada pengelola sanggar untuk menghentikan seluruh kegiatan operasional. Pihak pengelola sanggar menyatakan kesediaannya untuk menghentikan kegiatan dan menutup tempat tersebut.
Satpol PP Kecamatan Telukjambe Barat akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada aktivitas serupa yang beroperasi tanpa izin di wilayah kerjanya. Tindakan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan menegakkan hukum di masyarakat.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga ketertiban dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Satpol PP bersama dengan perangkat desa dan aparat keamanan akan terus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua warga.(fk-kim diskominfo)

Karawang, 24 Januari 2025 — Program pemberian makanan bergizi gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah mulai digencarkan di Karawang. Namun, pemerintah setempat menghadapi tantangan dalam mendirikan dapur untuk program ini karena biaya peralatan yang tinggi.Sebanyak 3.000 porsi makanan bergizi telah didistribusikan kepada siswa SD, SMP, dan SMA. Program ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak guna meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Bupati Karawang, Aep Syaepulloh, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengambil peran aktif dalam mendukung program ini. Ia menjelaskan, “Kodim menyiapkan lahan yang dibangun oleh BGN (Badan Gizi Nasional), sementara pemerintah daerah hadir dengan dukungan sarana seperti kebutuhan lainnya. Mudah-mudahan sinergi ini terus berjalan dengan baik.”

Baca juga : Kementerian PKP Kirim Draf Road Map 3 Juta Rumah, Wakil Ketua Komisi V DPR Beri Apresiasi

Evaluasi dan Anggaran

Meskipun program telah berjalan, evaluasi lebih lanjut masih dalam proses. Pemerintah daerah memastikan bahwa pelaksanaan program MBG ini akan selaras dengan kebijakan dan kebutuhan masyarakat. Dalam hal anggaran, pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi melalui APBD murni. Namun, petunjuk teknis (juknis) dan struktur organisasi tata kerja (SOTK) program masih menunggu penyelesaian.Bupati Aep menambahkan, “Kalau pemerintah harus membuat dapur sendiri, tantangannya cukup berat karena biaya peralatan tinggi. Saya lebih mendorong pemberdayaan sumber daya yang sudah ada, dengan dukungan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan.”

Komitmen untuk Keberlanjutan Program

Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada daripada memulai dari awal dengan biaya yang besar. Fokus utama adalah memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan secara efektif dan efisien.“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang terjamin kualitasnya. Kami akan terus memantau dan mengontrol program ini agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambah Bupati Aep.Program MBG ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak di Karawang, sekaligus menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga nasional, dan instansi lainnya.(*)

Karawang – Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap hak-hak perempuan di tempat kerja, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan edukasi pencegahan kekerasan terhadap pekerja perempuan di PT JTEKT Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 21 Januari 2025, dan dihadiri oleh 40 pekerja perempuan serta manajemen perusahaan. Kamis 23/01/2025

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Ibu Hj. Hesti Rahayu, A.Ks., M.M, menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut. Dalam paparannya, Ibu Hesti menekankan pentingnya memahami berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan kerja dan dampak yang ditimbulkannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT JTEKT Indonesia yang telah mendukung inisiatif ini. Edukasi semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap isu kekerasan terhadap perempuan,” ujar Hesti.

Baca juga : BPBD Karawang Buka Posko Siaga Bencana Akibat Hujan Deras

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja perempuan tentang cara mencegah, menolak, dan melaporkan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual. Ibu Hesti juga menekankan bahwa semua pihak, baik pekerja maupun manajemen, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. “DP3A Karawang Edukasi Pencegahan Kekerasan untuk Lindungi Pekerja Perempuan di PT JTEKT.

Karawang, 23 Januari 2025 – Dalam upaya mewujudkan Kabupaten Karawang sebagai daerah zero kekerasan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Karawang melakukan langkah strategis melalui program edukasi dan sosialisasi. Pada Selasa, 21 Januari 2025, DP3A melalui Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKPA) diundang oleh PT JTEKT Indonesia untuk menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap pekerja perempuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang pekerja perempuan dan para manajer PT JTEKT Indonesia. Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Ibu Hj. Hesti Rahayu, A.Ks., M.M. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada manajemen PT JTEKT Indonesia beserta seluruh jajarannya atas dukungan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap pekerja perempuan melalui kegiatan ini,” ujar Ibu Hesti dalam sambutannya.

Baca juga : Ribuan Remaja Putri di Karawang Anemia, Apakah Seblak Penyebabnya?

Edukasi yang diberikan DP3A Karawang berfokus pada pemahaman tentang berbagai bentuk kekerasan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang dapat dilakukan oleh pekerja perempuan maupun pihak manajemen perusahaan. Ibu Hesti menegaskan, “Harapannya, tidak ada lagi tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan & anak, serta perempuan dan anak menjadi berani mencegah, menolak, dan bersikap tegas terhadap segala bentuk tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual. Dan juga berani melaporkan setiap tindak kekerasan, menuju Karawang zero Kekerasan.”Melalui kegiatan ini, DP3A Karawang berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian para pekerja perempuan, serta pihak manajemen perusahaan, akan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Selain itu, diharapkan para pekerja perempuan dapat lebih berani untuk mencegah, menolak, dan melaporkan setiap tindakan kekerasan yang terjadi.Kerja sama yang terjalin antara DP3A Karawang dan PT JTEKT Indonesia ini menjadi contoh nyata upaya pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak pekerja perempuan dan menciptakan iklim kerja yang kondusif. Dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kekerasan terhadap perempuan di Karawang dapat diminimalisir, menuju Karawang yang benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan.(FK-KIM/DP3A)

Karawang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah membuka posko siaga bencana seiring dengan tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

Kepala BPBD Karawang, Mahpudin, menjelaskan bahwa cuaca di Karawang masih didominasi hujan, dengan beberapa hari terakhir mengalami hujan sepanjang hari. “Cuaca di Karawang masih sering hujan. Bahkan selama beberapa hari terakhir, hujan terjadi seharian di Karawang,” kata Mahpudin dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu 22/01/2025

Baca juga : Ribuan Remaja Putri di Karawang Anemia, Apakah Seblak Penyebabnya?

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, BPBD Karawang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti banjir, puting beliung, dan longsor. “Curah hujan yang terjadi di Karawang relatif lama, kemarin seharian turun hujan, semalam hujan sampai pagi. Jadi kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap kemungkinan terjadinya bencana,” tambahnya.

Mahpudin menjelaskan bahwa posko siaga bencana dibuka untuk memberikan informasi dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak atau berisiko terkena bencana. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama pada periode Januari hingga Februari yang dikenal dengan curah hujan yang cukup tinggi.Data dari BPBD Karawang menunjukkan bahwa sebagian besar daerah di wilayah ini masuk dalam kategori rawan bencana, karena mayoritas daerah dilintasi beberapa sungai besar yang dapat meluap saat hujan deras. Sepanjang tahun 2024, BPBD mencatat sebanyak 644 kejadian bencana terjadi di wilayah Karawang, termasuk banjir, longsor, angin puting beliung, dan banjir rob.

Baca juga : Siswa SDN Karya Bakti 4 Mogok Sekolah, DPRD Karawang Instruksikan Pemda Segera Tindak Lanjut

Pada bulan Januari tahun ini saja, BPBD Karawang mencatat sudah ada 21 rumah rusak akibat dihempas angin puting beliung dan dampak kebakaran. Dengan dibukanya posko siaga bencana ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi, serta dapat segera mendapatkan bantuan jika diperlukan.BPBD Karawang mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan yang diberikan oleh pihak berwenang demi keselamatan bersama.(*)

Karawang – Masyarakat Karawang, Jawa Barat, dikejutkan dengan temuan dari Dinas Kesehatan Karawang yang menyatakan bahwa sekitar 8 ribu remaja putri di daerah tersebut mengalami anemia. Menariknya, banyak yang menduga bahwa anemia ini disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan kurang bergizi, seperti seblak dan bakso. Kamis 23/01/2025

Namun, apakah benar seblak bisa menjadi penyebab utama anemia? Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, SpA(K), dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, menjelaskan bahwa anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah fungsional. “Anemia tidak hanya terjadi pada remaja perempuan, tetapi juga remaja laki-laki. Namun, prevalensi anemia lebih tinggi pada remaja perempuan,” ungkap dr. Meta dalam Media Briefing bersama IDAI pada Selasa, 21 Januari 2025.

Baca juga : Siswa SDN Karya Bakti 4 Mogok Sekolah, DPRD Karawang Instruksikan Pemda

Ada beberapa faktor penyebab anemia yang perlu diperhatikan. Pertama, kurangnya pengetahuan dan kepedulian mengenai anemia. Kedua, kurangnya asupan zat besi, terutama dari sumber protein hewani. Dr. Meta menegaskan bahwa seblak dan bakso tidak bisa dijadikan penyebab utama anemia. “Anemia pada remaja di Karawang juga bisa disebabkan oleh konsumsi teh dan kopi yang sedang tren, yang mengandung fitattanin, dan kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi,” jelasnya.

Selain itu, fenomena diet tanpa memperhatikan asupan nutrisi juga menjadi faktor pendukung. Banyak remaja yang melakukan diet dengan tidak mengonsumsi nasi atau lauk hewani, dan hanya mengandalkan seblak atau minuman boba sebagai pengganti makanan lengkap. Padahal, mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi serta buah dan sayur sangat penting untuk kesehatan.

Baca juga : Optimalisasi Pendapatan Daerah, Pemkab Karawang Gelar Sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB

Dr. Meta juga mengingatkan bahwa remaja perempuan yang sudah mengalami menstruasi perlu mendapatkan edukasi tentang anemia dari orang tua dan sekolah. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian tentang pentingnya asupan nutrisi, terutama makanan yang mengandung protein hewani.

“Menghindari konsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi sangatlah penting,” tutup dr. Meta. Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami penyebab anemia dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan, terutama bagi remaja putri di Karawang.(*)