Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar sosialisasi mengenai Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang berlangsung di Gedung Singaperbangsa Lt 3, pada Rabu (22/1/25).

Sistem Opsen PKB dan BBNKB adalah pungutan tambahan pajak berdasarkan persentase tertentu yang diberlakukan oleh pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Acara ini dihadiri oleh 92 peserta undangan, termasuk para pengelola kawasan, pengusaha penyedia jasa angkutan umum dan barang, serta stakeholder terkait. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan terbaru dalam sistem pemungutan pajak kendaraan bermotor.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengoptimalkan pemungutan pajak, salah satunya melalui penerapan Opsen PKB dan BBNKB. Menurutnya, optimalisasi pemungutan pajak diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Bupati Aep juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan strategi yang efektif untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Sebagai penutup, ia mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bersinergi dalam meningkatkan pendapatan daerah, khususnya melalui penerapan Opsen PKB dan BBNKB. (FK-KIM Diskominfo)

Karawang, 22 Januari 2025 – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan pulsa sebesar Rp 200 ribu per bulan kepada nomor admin layanan pengaduan di seluruh instansi. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap pengaduan dapat direspon lebih cepat oleh admin terkait.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Karawang, Bagja Tri Karita, menjelaskan bahwa pada tahun lalu Pemda telah menghibahkan 90 unit handphone kepada seluruh admin layanan pengaduan masyarakat yang tersebar di berbagai kecamatan, dinas, dan organisasi vertikal seperti Kementerian Agama, Kejaksaan, dan Kepolisian.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Desak Evaluasi Perizinan Tambang di Seluruh Wilayah Jawa Barat

“Kalau tahun lalu kami menghibahkan sebanyak 90 unit handphone untuk seluruh admin layanan pengaduan masyarakat,” kata Bagja. Pemberian handphone bertujuan untuk memudahkan komunikasi dan mempercepat penanganan setiap pengaduan.Bagja melanjutkan, untuk tahun ini, Pemda Kabupaten Karawang memutuskan untuk memberikan pulsa Rp 200 ribu setiap bulannya kepada setiap nomor admin layanan pengaduan. “Ada pemberian pulsa ini atas permintaan dari admin layanan pengaduan. Jadi waktu Bupati melakukan monitoring, mereka mengajukan untuk adanya pulsa yang diberikan pemerintah daerah, karena sebelumnya mereka menggunakan uang pribadi untuk membeli pulsa dan kuota,” ungkapnya.

Dengan adanya pemberian handphone dan pulsa setiap bulannya, para admin layanan pengaduan diharapkan dapat lebih cepat dalam merespons atau menindaklanjuti setiap pengaduan dari masyarakat. “Jadi mereka sekarang lebih tenang dan lebih enak. Karena HP dan pulsanya sudah diberi sehingga tidak lagi menggunakan handphone pribadi dan harus beli uang pulsa. Maka harus lebih cepat lagi merespon aduan masyarakat,” tutup Bagja.

Dampak Positif dari Pemberian Pulsa

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Karawang. Dengan adanya dukungan fasilitas yang memadai, para admin diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menangani pengaduan masyarakat. Masyarakat juga diharapkan dapat merasakan dampak positif dari layanan pengaduan yang lebih responsif dan akuntabel.Melalui langkah ini, Pemda Karawang menunjukkan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik, serta memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat. Dengan sistem pengaduan yang lebih baik, diharapkan masalah yang dihadapi masyarakat dapat teratasi dengan cepat dan tepat.(*)

Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Hal ini dibuktikan dengan monitoring pelaksanaan Tes Ijon PT Yamaha Motor Manufacturing West Java, yang digelar di SMKS Bina Karya 2 Karawang pada Senin (20/1/2025).

Monitoring ini diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, atas nama Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh. Dalam sambutannya, Rosmalia menyampaikan apresiasi kepada PT Yamaha Motor Manufacturing West Java yang konsisten memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

“Alhamdulillah, setiap tahun peminat Tes Ijon ini terus meningkat. Kami berharap perusahaan-perusahaan lain di Karawang juga dapat meniru langkah Yamaha ini dalam menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Baca juga : Bupati Tegaskan Gerbang Belakang PT Chang Sin Harus Dibuka Kembali

Pelaksanaan Tes Ijon ini menjadi momen penting bagi para peserta, sebagai pintu awal untuk menembus dunia kerja di perusahaan besar. Rosmalia pun berpesan kepada peserta untuk mempersiapkan diri dengan maksimal agar dapat melewati setiap tahapan tes, seperti psikotes dan wawancara, dengan baik.

SDM Unggul Jadi Kunci Sukses di Dunia Kerja
Rosmalia juga menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Karawang, terutama mengingat tingginya Upah Minimum Regional (UMR) di wilayah ini.

“UMR Karawang yang tinggi membuat perusahaan menginginkan tenaga kerja dengan kualitas yang mumpuni. Oleh karena itu, adik-adik harus membuktikan bahwa SDM Karawang unggul dan siap bersaing,” tambahnya.

Menurutnya, para peserta harus memiliki semangat tinggi dan terus belajar untuk memastikan mereka dapat memenuhi ekspektasi perusahaan, tidak hanya dari segi keterampilan, tetapi juga etos kerja.

Dukungan untuk Perusahaan Lokal
Selain memotivasi peserta, Rosmalia juga mendorong perusahaan-perusahaan lain di Karawang untuk aktif dalam memberikan peluang kerja bagi warga setempat. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Karawang untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Karawang semakin mampu bersaing di dunia kerja dan menunjukkan bahwa SDM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat nasional.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang, 17 Januari 2025 – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama Sekretaris Daerah H. Asep Aang Rahmatullah dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pengolahan sampah yang dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang yang semakin penuh.

Bupati Aep menjelaskan bahwa TPST Mekarjati memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang. Tempat ini dapat mengolah sampah organik menjadi bahan yang ekonomis, seperti pupuk organik, yang sangat berguna untuk pertanian. Dengan begitu, keberadaan TPST dapat mengurangi tekanan terhadap TPAS Jalupang, yang terus mengalami peningkatan volume sampah dari waktu ke waktu.

Baca juga : Bupati Aep Hadiri Pembekalan Kerja Praktik UBP Karawang 2024

“Saat ini, TPST Mekarjati dapat memproses hingga 5 ton sampah per hari, dan kami berharap kapasitas ini dapat meningkat menjadi 20 ton dalam sekali proses. Namun, untuk mencapai efisiensi maksimal, kami membutuhkan pemilahan sampah yang lebih baik dari masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Aep melihat langsung proses pencacahan sampah dengan mesin yang digunakan di TPST. Namun, ia juga mencatat bahwa proses pemilahan sampah yang dilakukan secara manual masih menghambat efisiensi pengolahan. Oleh karena itu, Bupati Aep menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, yaitu memisahkan sampah organik, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dan sampah non-organik.

“Pemilahan sampah yang baik akan mempercepat dan mempermudah proses pengolahan sampah di TPST, sehingga tidak perlu lagi dilakukan pemilahan secara manual yang memakan waktu dan tenaga. Kami akan gencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah di sumbernya,” tambah Bupati Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan terhadap program pemilahan sampah, TPST Mekarjati dapat beroperasi lebih efisien dan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS Jalupang. Program ini juga diharapkan dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta membuka peluang untuk peningkatan ekonomi melalui pengolahan sampah yang lebih produktif.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Karawang diharapkan dapat semakin efektif dalam mengelola sampah, menjaga kebersihan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warganya.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, Nurmala Hasanah, mengungkapkan pentingnya mencegah anemia pada remaja putri di Kabupaten Karawang. Menurutnya, anemia, yang terjadi akibat kekurangan sel darah merah, sering dialami oleh remaja perempuan di Indonesia, termasuk di Karawang. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 8.861 remaja putri di Karawang menderita anemia. Kamis 16/01/2025

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Kunjungi UPTD Ketenagakerjaan Bogor

Penyebab Anemia pada Remaja Putri

Nurmala Hasanah menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab anemia adalah pola makan yang tidak sehat. Banyak remaja putri yang tidak sarapan, jarang mengonsumsi sayur dan buah, serta mengonsumsi makanan yang kurang bergizi. “Kurangnya perhatian terhadap asupan gizi, terutama saat menstruasi, menjadi salah satu penyebab utama anemia pada remaja putri,” ujarnya saat wawancara dengan tvberita pada Jumat, 17 Januari 2025.

Empat Tips Penting untuk Mencegah Anemia

Untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri, Nurmala memberikan empat tips kunci yang dapat membantu mencegah kondisi ini:

  1. Sarapan dengan makanan bergizi seimbang: Sarapan sangat penting untuk memberikan energi dan asupan gizi yang cukup untuk tubuh. Pilihlah makanan yang kaya akan zat besi dan nutrisi lainnya, seperti telur, daging tanpa lemak, dan sayuran hijau.
  2. Lakukan aktivitas fisik setiap hari: Olahraga ringan dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan menjaga tubuh tetap sehat. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengurangi risiko anemia.
  3. Rutin mengonsumsi tablet tambah darah: Mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin sangat penting, terutama bagi remaja putri yang sedang dalam masa menstruasi. Tablet tambah darah membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah dan mencegah anemia.
  4. Hindari kebiasaan merokok: Merokok dapat mengurangi jumlah oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh dan memperburuk kondisi anemia. Oleh karena itu, penting bagi remaja putri untuk menghindari kebiasaan merokok.

Kampanye Mencegah Anemia di Karawang

Kampanye pencegahan anemia ini sudah dimulai sejak September 2022 dan terus digalakkan di kalangan pelajar, khususnya remaja putri. Nurmala Hasanah berharap dengan adanya kampanye ini, angka anemia di Karawang dapat turun secara signifikan. “Kami berharap dengan terus dilaksanakannya intervensi dan kampanye ini, angka anemia di Karawang bisa menurun hingga mencapai angka nol,” harapnya.

Manfaat Mencegah Anemia untuk Kesehatan

Nurmala menambahkan bahwa penanganan anemia sangat penting karena dapat mencegah berbagai masalah kesehatan serius, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, meningkatnya kematian ibu, serta mencegah stunting. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, Dinkes Karawang berharap kualitas kesehatan ibu dan anak dapat meningkat, serta stunting di Karawang dapat ditekan.

Kesimpulan

Melalui kampanye pencegahan anemia dan penerapan pola hidup sehat, Dinkes Karawang berharap agar remaja putri di daerah ini dapat hidup lebih sehat, bebas dari anemia, dan terhindar dari dampak buruk yang dapat memengaruhi kesehatan generasi mendatang. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan Karawang bisa bebas dari anemia dan stunting, serta menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat.(*)

Karawang – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memberikan apresiasi tinggi terhadap program revitalisasi tambak yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan tambak yang kurang produktif di pesisir utara Karawang, yang diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kamis 16/01/2025

Revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan ekspor perikanan, khususnya ikan nila. Bupati Aep Syaepuloh menyambut baik program ini dan menegaskan bahwa Pemkab Karawang siap mendukung penuh dengan mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan. “Kami sangat mendukung program revitalisasi ini dan berterima kasih kepada KKP yang telah memilih Karawang sebagai salah satu lokasi revitalisasi,” ujar Aep Syaepuloh.

Dalam program ini, KKP bekerja sama dengan Pemkab Karawang untuk merekomendasikan lokasi tambak yang memiliki potensi besar. Lokasi-lokasi tambak yang akan direvitalisasi meliputi lahan seluas 7.000 hektare yang selama ini dikelola masyarakat untuk kegiatan budidaya perikanan. Program ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal hingga 20 ribu orang, yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa revitalisasi tambak kurang produktif ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2025 hingga 2029. Program ini akan mencakup area seluas 78 ribu hektare di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang melibatkan empat provinsi dan 26 kabupaten/kota, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Di Karawang, sebanyak 2.548 hektare tambak akan direvitalisasi, dengan potensi pengembangan hingga 10 ribu hektare.

Dalam pelaksanaannya, revitalisasi tambak ini akan fokus pada pengembangan budidaya ikan nila salin dan ikan bandeng, serta memperhatikan kelestarian ekologi dengan sistem budidaya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan dan mempercepat ekspor, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Diharapkan, program ini tidak hanya akan meningkatkan hasil perikanan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memperkuat sektor perikanan sebagai pilar ketahanan pangan nasional.(*)

Karawang, 15 Januari 2025 – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas umum yang menjadi tempat rekreasi warga, termasuk Taman I Love Karawang dan kawasan sepanjang Jalan Tuparev, khususnya di area Segitiga Emas Tuparev.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Aep menyampaikan bahwa Taman I Love Karawang membutuhkan revitalisasi agar semakin indah dan nyaman untuk digunakan masyarakat. Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan estetika kota dan menciptakan ruang publik yang lebih menyenangkan. “Taman ini akan diperbaiki agar semakin cantik dan memberikan kenyamanan. Anggaran untuk revitalisasi taman ini sepenuhnya berasal dari CSR perusahaan,” ungkap Bupati Aep.

Salah satu rencana besar untuk taman ini adalah pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar penerangan di malam hari lebih baik. Hal ini juga diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan ruang oleh oknum yang melakukan hal negatif di taman tersebut.

Perbaikan Drainase Jalan Tuparev

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Jalan Tuparev, yang kerap dikeluhkan oleh warga dan pemilik usaha sekitar karena saluran drainase yang sering mampet akibat penumpukan sampah. Bupati Aep menyatakan, “Pemilik usaha dan warga sekitar mengeluhkan drainase yang sering mampet. Kami akan segera menanggapi keluhan ini untuk kenyamanan bersama.”

Baca juga : Bupati Aep Pimpin Apel Kendaraan Dinas Kabupaten Karawang

Bupati Aep langsung memerintahkan tim dari pemadam kebakaran untuk membongkar dan mengecek kondisi drainase yang bermasalah. Pihak Pemkab Karawang juga berencana untuk melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam perbaikan drainase agar genangan air tidak mengganggu aktivitas perekonomian warga setempat.

“Insya Allah, Dinas PUPR akan membantu dalam proses perbaikan drainase di sepanjang Jalan Tuparev. Kami juga mengimbau kepada warga untuk menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dan terawat,” ujar Bupati Aep.

Dia juga menambahkan, “Mari kita jaga fasilitas umum bersama-sama, hindari perusakan atau corat-coret yang dapat merusak estetika kota,” tutupnya.(Diskominfo)

Karawang, 15 Januari 2025 – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Apel Kendaraan Dinas di Galeri Bele Nyi Pager Asih pada Rabu (15/1/2025). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menekankan pentingnya apel ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan optimalisasi penggunaan kendaraan dinas sebagai sarana penunjang tugas pemerintahan.

“Apel ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa kendaraan dinas yang digunakan benar-benar mendukung akselerasi pembangunan Kabupaten Karawang, serta memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Bupati Aep juga menjelaskan, ke depan pemerintah daerah akan fokus pada perencanaan yang matang, penganggaran yang transparan, serta pemeliharaan kendaraan dinas yang lebih efektif dan efisien. Ia juga menyarankan untuk melakukan pemetaan titik-titik rawan dalam upaya pencegahan di setiap kecamatan, bekerjasama dengan aparat terkait seperti Kapolres dan Satpol-PP.

Baca juga : BPBD Karawang Gelar Rapat Koordinasi Pembentukan Klaster Logistik untuk Penanganan Bencana

“Kami akan merencanakan kebutuhan yang menjadi prioritas untuk akselerasi pembangunan. Penganggaran yang jelas akan mempermudah pengawasan dan memastikan pemanfaatan yang tepat,” tambah Bupati Aep.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang, H. Asep Hazar, mengungkapkan bahwa apel ini bertujuan untuk menyerahkan hasil bukti inventaris barang milik daerah berupa kendaraan dinas. Dalam inventarisasi tahun 2024, terdapat 995 unit mobil dan 2.241 unit sepeda motor, serta kendaraan dinas yang digunakan oleh pemerintah desa (pemdes) sebanyak 290 unit.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tercapainya data akurat tentang kendaraan dinas yang digunakan untuk operasional perangkat daerah dan pihak lain. Kami juga ingin memastikan kendaraan yang tidak lagi menjadi hak pegawai bisa segera dikembalikan,” kata H. Asep Hazar.

Apel ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi penggunaan aset daerah demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.(diskominfo)

Karawang – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi (Rakor) Pembentukan Klaster Logistik yang dilaksanakan di Aula Gedung Singaperbangsa pada Selasa (14/1/2025). Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem penanganan bencana, terutama dalam pemenuhan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.

Rakor yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini bertujuan untuk membangun koordinasi dan menyamakan persepsi mengenai pengelolaan serta pemenuhan kebutuhan logistik dalam situasi darurat. Salah satu fokus utama adalah memastikan kelancaran distribusi bantuan serta kebutuhan dasar bagi korban bencana.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Anne Hermadianne Adnan, turut hadir dalam kesempatan tersebut dan memberikan materi mengenai Praktik Baik Klaster Logistik yang diterapkan di Provinsi Jawa Barat. Anne menekankan pentingnya pembentukan klaster logistik yang efisien dan cepat dalam merespons kebutuhan darurat di daerah terdampak.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Kunjungi UPTD Ketenagakerjaan Bogor

Selain itu, Kepala Sub Direktorat Kemitraan Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, hadir sebagai narasumber utama yang menjelaskan lebih lanjut mengenai prosedur dan strategi pembentukan klaster logistik di BPBD. “Pembentukan klaster logistik ini sangat penting agar dalam situasi darurat, distribusi bantuan bisa berjalan lebih terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Erry.

Rakor ini diikuti oleh berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Perangkat Daerah, BUMN, serta stakeholder terkait lainnya. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut perencanaan pembentukan Klaster Logistik yang akan mendukung respons bencana yang lebih cepat dan terorganisir di Kabupaten Karawang.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.Karawang, – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, sebanyak 42 ekor sapi terjangkit penyakit tersebut, dan 5 di antaranya dilaporkan mati.

“Yang mati karena PMK ada lima ekor,” ungkap Kepala DKP Karawang, Rochman, saat dihubungi pada Jumat (10/1).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, DKP Karawang telah mengambil langkah strategis berupa vaksinasi di sepuluh lokasi. Hingga saat ini, sebanyak 500 dosis vaksin telah diberikan kepada hewan ternak yang rentan terjangkit penyakit tersebut.

“Tujuan vaksinasi adalah untuk mencegah masuknya penyakit PMK pada ternak ruminansia serta meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku,” jelas Rochman.

Rochman menambahkan, langkah pencegahan seperti vaksinasi sangat penting karena PMK dapat memengaruhi kesehatan ternak sekaligus penghasilan para peternak. Selain itu, penyakit ini juga berdampak secara psikologis pada peternak yang khawatir kehilangan aset mereka.

DKP Karawang juga mengimbau agar para peternak tetap tenang dan tidak panik jika menemukan hewan ternak mereka terjangkit PMK. Peternak diharapkan segera melapor melalui hotline PMK Kabupaten Karawang di nomor 087741479704 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tekankan bahwa mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Rochman.

Dengan langkah ini, DKP Karawang berharap wabah PMK dapat ditekan, sehingga tidak ada lagi kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.(*)