Karawang – Menjabat sebagai Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Karawang sejak 2022, saya merasakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang diemban dengan penuh rasa syukur. Dalam perjalanan ini, saya dikelilingi oleh tim yang luar biasa—tim yang solid, penuh kreativitas, dedikasi, dan semangat juang yang tinggi. Bersama-sama, kami berhasil mewujudkan berbagai program yang telah mengharumkan nama Karawang dan mengukir banyak prestasi yang membanggakan. 16 Desember 2024

Baca juga : Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD KNPI Karawang Dibuka, Musda ke XV Siap Digelar

Semua pencapaian ini, menurut saya, bukan hanya hasil kerja keras individu, tetapi juga buah dari kekompakan, kebersamaan, dan tekad yang kuat untuk membawa Karawang menjadi lebih dikenal dan dihormati. Setiap langkah yang kami ambil, setiap ide yang tercipta, serta setiap prestasi yang diraih adalah hasil kerja tim yang saling mendukung satu sama lain.

“Saya sangat bangga bisa berjalan bersama tim hebat ini. Terima kasih atas dukungan, ide-ide brilian, dan semangat yang tak pernah padam. Perjalanan ini baru dimulai, dan saya yakin bersama, kita bisa terus membawa Karawang ke puncak yang lebih tinggi lagi,” ujar Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Karawang.

Melalui keberhasilan-keberhasilan yang telah diraih, Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Karawang berharap agar seluruh anggota terus melangkah dan berkarya untuk daerah yang kita cintai, Karawang. “Mari kita terus berkontribusi untuk daerah ini agar semakin maju dan dihargai oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh Paguyuban Mojang Jajaka Karawang terus berlanjut, dengan tujuan untuk terus mengembangkan potensi daerah dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Karawang.

Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, memberikan tanggapan kritis terkait usulan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait yang berencana memasukkan orang yang tidak memiliki rumah dalam kategori miskin. Dalam pandangannya, usulan tersebut perlu kajian lebih mendalam untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang mendasari pilihan seseorang untuk tidak memiliki rumah.

Syaiful Huda mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus, terutama di kalangan generasi Z, banyak orang yang memilih untuk menyewa apartemen atau tinggal di pusat kota karena alasan kenyamanan. Menurutnya, alasan kenyamanan ini bukan karena ketidakmampuan finansial, tetapi lebih pada preferensi gaya hidup. “Kalangan Gen Z banyak yang memilih sewa apartemen di pusat kota karena faktor kenyamanan. Dekat dengan tempat kerja, dekat pusat hiburan. Lalu apakah mereka kita kategorikan mereka miskin?” ujar Huda, Kamis (19/12/2024).

Lebih lanjut, Huda menyoroti kondisi di kawasan pedesaan, di mana banyak warga yang memilih untuk tidak membeli rumah pribadi dan lebih memilih tinggal bersama keluarga besar. Meskipun mereka memiliki pekerjaan tetap dan kemampuan untuk membeli rumah, faktor budaya dan tradisi sering kali menjadi alasan mereka tinggal bersama keluarga. “Kondisi mereka cukup mampu untuk membeli rumah masing-masing. Lalu apa ini dikategorikan miskin?” ungkapnya.

Baca juga : Umar Al faruq SAg Apresiasi Musda KNPI Karawang ke XV, Ajak Pemuda Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah Karawang

Huda menilai bahwa kategori miskin tidak bisa semata-mata berdasarkan kepemilikan rumah, karena kemiskinan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penghasilan dan akses terhadap layanan dasar. “Indikator kemiskinan yang dirujuk Bank Dunia, UNDP, IMF, hingga BPS umumnya terdiri dari dua unsur, yakni moneter seperti pemasukan dan pengeluaran serta non-moneter seperti akses layanan dasar. Jadi perlu kejelasan apakah tidak mempunyai rumah masuk unsur moneter atau non-moneter untuk menjadi indikator kemiskinan,” paparnya.

Meskipun demikian, Huda menegaskan bahwa ia mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan menyediakan 3 juta rumah per tahun bagi masyarakat Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya pembuatan peta jalan yang jelas untuk mencapai target tersebut agar tidak ada kesalahan dalam implementasinya dan menghindari kontroversi yang tidak perlu. “Kalau sudah ada peta jalan pemenuhan target 3 juta rumah per tahun ini, maka terobosan yang dilakukan pemerintah bisa kita kawal agar tidak menabrak regulasi yang ada serta tidak memunculkan kontroversi yang tidak perlu,” tutupnya.(*)

Karawang – Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat, menekankan pentingnya harmonisasi antara kebijakan pembangunan nasional dan daerah untuk memastikan keberhasilan pembangunan yang efektif. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah bertajuk “Sinkronisasi Arah Kebijakan Pembangunan Nasional dan Daerah” yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kamis, 14 November 2024, di Resinda By Padma Hotel, Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

“Pemerintah pusat telah menetapkan berbagai prioritas, seperti pemulihan ekonomi, pengembangan SDM, pengentasan kemiskinan, dan penguatan infrastruktur. Di Jawa Barat, kita bertanggung jawab untuk memastikan kebijakan tersebut selaras dengan kebutuhan dan potensi lokal,” ujar Rahmat di hadapan kepala daerah se-Jawa Barat.

Tantangan dan Strategi

Rahmat mengakui bahwa tantangan utama dalam harmonisasi kebijakan terletak pada relevansi dengan karakteristik lokal, baik dari segi sosial, budaya, maupun ekonomi. Selain itu, keterbatasan kapasitas anggaran, infrastruktur, dan akses terhadap sumber daya manusia berkualitas juga menjadi hambatan yang perlu diatasi.

“Melalui harmonisasi yang tepat, kita dapat memastikan pembangunan berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat di daerah,” tambahnya.

Baca juga : Kunjungan Kerja DPRD Jawa Barat ke Kepulauan Riau

Komitmen DPRD Jawa Barat

Rahmat juga menegaskan komitmen DPRD Jawa Barat untuk mendukung pemerintah daerah mencapai target pembangunan. “Sebagai wakil rakyat, kami berkomitmen mendukung upaya ini melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, sehingga arah pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Ia berharap rapat koordinasi ini menjadi forum untuk mengemukakan perspektif dan usulan konstruktif dari setiap kepala daerah. “Kolaborasi antar daerah sangat penting untuk membangun Jawa Barat yang seimbang dan berkeadilan, di mana setiap wilayah memiliki akses yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” tutup Rahmat.

Kehadiran Pj Gubernur dan Forkopimda

Rapat ini juga dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat, para Bupati dan Wali Kota, Kepala OPD, serta jajaran pemerintahan daerah lainnya. Forum ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyelaraskan arah pembangunan nasional dengan kebutuhan lokal di Jawa Barat.***

Karawang – Sejarah dan Perkembangan Media Sosial – Sejarah media sosial (sosmed) dimulai dari penggunaan telegraf pada tahun 1844, ketika Samuel Morse mengirimkan pesan telegraf pertama kepada publik. Telegraf merupakan cara revolusioner untuk menyampaikan berita dan informasi dalam jarak jauh. 19/12/2024

“Ketika berbicara tentang media sosial, ada kalanya aku mematikan dunia, kamu tahu. Kadang-kadang kamu harus memberi diri ruang untuk diam, yang berarti harus mematikan telepon.” – Michelle Obama

Berikut beberapa perkembangan media sosial dari tahun ke tahun:

Baca juga : Respon Pernyataan Menteri PKP, DPR: Tidak Punya Rumah Bukan Berarti Miskin

1970-an: Muncul sistem papan buletin yang memungkinkan pengguna untuk saling terhubung melalui surat elektronik atau mengunggah dan mengunduh perangkat lunak.
1995: Muncul situs GeoCities yang menyediakan layanan penyewaan penyimpanan data website.
1997–1999: Muncul media sosial pertama, yaitu Sixdegree.com dan Classmate.com.
1999: Muncul situs blog pribadi bernama Livejournal yang mendapatkan popularitas tinggi.
2002: Muncul layanan media sosial LinkedIn yang membantu perkembangan karier para profesional.
2010: Muncul media sosial Instagram yang awalnya hanya diperuntukkan bagi pengguna ponsel berbasis iOS.
2012: Instagram dirilis bagi pengguna ponsel berbasis Android dan situs web.
2016: Instagram dirilis untuk perangkat handphone Windows 10 Mobile.

Di Indonesia, diperingati Hari Media Sosial Indonesia setiap tanggal 10 Juni. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tetap santun dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Batam, 16 Desember 2024 – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau untuk mempersiapkan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Graha Kepri, Batam, dengan tujuan untuk mempelajari praktik kerja KPID Kepulauan Riau serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam.

Dipimpin oleh H. Rahmat Hidayat Djati, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, kunjungan ini dihadiri oleh anggota Komisi I lainnya. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendiskusikan berbagai aspek terkait regulasi penyiaran, pengawasan media, serta pengelolaan informasi publik di masing-masing daerah.

“Kunjungan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan tugas KPID, terutama dalam pengawasan penyiaran dan pengelolaan media informasi publik. Masukan dari Provinsi Kepulauan Riau menjadi acuan penting untuk memperkuat lembaga penyiaran di Jawa Barat,” ungkap H. Rahmat Hidayat Djati.

Dalam sesi diskusi, perwakilan KPID Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam memaparkan pengalaman mereka dalam mengelola penyiaran dan teknologi informasi. Informasi ini memberikan wawasan baru bagi Komisi I dalam menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyiaran di Jawa Barat.

Baca juga : Optimalkan Proyek Infrastruktur untuk Kesejahteraan Masyarakat, Syaiful Huda Mendesak Pemerintah

Kunjungan kerja ini tidak hanya bertujuan untuk memperkaya pengetahuan, tetapi juga merupakan bagian dari persiapan teknis uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPID Jawa Barat. H. Rahmat menyampaikan harapannya agar proses seleksi ini dapat menghasilkan anggota KPID yang kompeten dan mampu menjalankan tugas pengawasan dengan baik.

“Kami ingin memastikan bahwa proses seleksi calon anggota KPID Jawa Barat dilakukan secara transparan dan menghasilkan individu yang mampu memperkuat penyiaran dan media informasi di provinsi kami,” tambah H. Rahmat.Kegiatan ini menjadi langkah konkret DPRD Jawa Barat untuk memperkuat peran KPID dalam mendukung penyiaran yang berkualitas, berimbang, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi dan pembelajaran dari provinsi lain, diharapkan KPID Jawa Barat dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam menjalankan tugasnya.(qie)

Karawang – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Karawang menyelenggarakan acara syukuran kemenangan pasangan H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang periode 2025-2030. Acara meriah ini berlangsung pada Sabtu, 14 Desember 2024, di halaman kantor DPC PKB Karawang, Jalan R.A. Kartini, Karangpawitan, Karawang Barat.

Baca juga : Optimalkan Proyek Infrastruktur untuk Kesejahteraan Masyarakat, Syaiful Huda Mendesak Pemerintah

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati terpilih, H. Maslani, bersama ratusan kader, pengurus PKB, dan anggota DPRD dari PKB Karawang. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas kemenangan pasangan nomor urut 02 sekaligus penguatan komitmen PKB untuk mendukung pemerintahan H. Aep dan H. Maslani lima tahun ke depan.

Ketua Pelaksana Syukuran, H. Jaeni, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas hasil Pilkada dan menceritakan mimpinya bertemu dengan Gus Dur yang memberikan arahan untuk mendukung pasangan H. Aep – H. Maslani. “Alhamdulillah, arahan tersebut terbukti membawa hasil terbaik bagi kita semua,” ujarnya.

Ketua DPC PKB Karawang, H. Rahmat Hidayat Djati (Kang RHD), turut mengapresiasi kerja keras seluruh kader PKB yang telah berjuang tanpa lelah, baik secara materi maupun non-materi. “Kemenangan ini adalah bukti nyata dari kerja keras kita bersama. PKB Karawang akan mendukung penuh program-program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Karawang,” tegasnya.

Dalam pidatonya, H. Maslani menyatakan bahwa Pilkada telah usai dan saatnya bersatu demi mewujudkan visi bersama. “Tidak ada lagi nomor 1 atau nomor 2. Yang ada adalah persatuan Indonesia. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kader PKB untuk berkontribusi dalam pembangunan Karawang,” ungkapnya.

Acara ini juga diramaikan oleh stand-stand UMKM binaan PKB yang menampilkan produk khas Karawang. Wakil Bupati terpilih, H. Maslani, berkeliling mengunjungi stand UMKM dan memberikan dukungannya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

Dukungan terhadap kepemimpinan H. Aep dan H. Maslani juga disampaikan oleh Ketua Dewan Syuro DPC PKB Karawang, KH. Mahmuri Masrur. “Kemenangan ini adalah hasil dari kesabaran dan kerja keras kita semua. Semoga kepemimpinan H. Aep dan H. Maslani dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.

Acara syukuran ini menjadi momentum penting bagi PKB Karawang untuk memperkuat solidaritas, komitmen, dan semangat gotong royong demi mewujudkan Karawang yang lebih sejahtera dan maju di masa depan./qie

Jakarta, 13 Desember 2024 – Wakil Ketua Komisi V Fraksi PKB DPR RI, Syaiful Huda, baru-baru ini mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan proyek infrastruktur yang telah dibangun. Ia menekankan bahwa proyek-proyek ini harus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya proyek infrastruktur dalam meningkatkan konektivitas dan memacu pembangunan ekonomi.

Huda sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa proyek infrastruktur harus mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan konektivitas antar daerah. “Kami sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa proyek infrastruktur harus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Huda.

Baca juga : Inagurasi Kemenangan PKB Jawa Barat 2024

Dalam konteks ini, Huda menyoroti pentingnya penggunaan anggaran yang berasal dari rakyat untuk kepentingan yang nyata bagi masyarakat. “Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya. Ia menekankan bahwa proyek-proyek besar, seperti Bandara Internasional Kertajati dan Bendungan Jatigede, harus memberikan dampak positif yang maksimal bagi daerah sekitarnya.Salah satu proyek yang menjadi perhatian Huda adalah Bandara Kertajati, yang diresmikan pada 1 Juli 2019 namun hingga kini belum optimal dalam pemanfaatannya. Huda menilai bandara tersebut belum berhasil menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan seperti yang diharapkan.

“Bandara Kertajati harus dioptimalkan, sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaat dari proyek infrastruktur itu,” ujarnya. Ia menyarankan agar berbagai kementerian dan instansi terkait bekerja sama untuk merumuskan strategi yang tepat guna mengoptimalkan Bandara Kertajati.Selain itu, Huda juga menyoroti Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat. Meskipun bendungan ini telah memberikan manfaat bagi beberapa daerah, banyak warga di sekitar waduk masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. “Kami meminta pemerintah untuk mengoptimalkan semua proyek yang sudah dibangun, agar bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tutup Huda.

Dengan adanya dorongan dari Syaiful Huda, diharapkan pemerintah dapat lebih fokus dalam memaksimalkan manfaat dari proyek-proyek infrastruktur yang telah dibangun, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positifnya secara langsung. Hal ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.(*)

Jakarta – Marsya, vokalis dan gitaris utama band heavy metal Voice of Baceprot (VOB), baru saja mencatat prestasi membanggakan. Ia masuk dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh di dunia versi BBC. Prestasi ini menegaskan pengaruh Marsya di dunia musik internasional sekaligus menginspirasi perempuan muda di seluruh dunia.

Profil Marsya Voice of Baceprot

Firda Marsya Kurnia, atau lebih dikenal sebagai Marsya, lahir pada 27 Juni 2000 di Garut, Jawa Barat. Tumbuh dalam lingkungan konservatif, ia berhasil menembus batasan budaya dengan mendalami musik heavy metal, genre yang dianggap tidak lazim di daerah asalnya.

Marsya memulai perjalanan musiknya bersama dua sahabat, Widi dan Sitti, saat masih bersekolah di MTs Al-Baqiyatussolihat Singajaya. Di bawah bimbingan guru mereka, Abah Erza, ketiganya membentuk Voice of Baceprot (VOB), yang berarti “suara bising” dalam bahasa Sunda. Nama ini mencerminkan semangat mereka untuk menantang norma sosial melalui musik.

Perjuangan dan Prestasi Internasional

VOB meraih perhatian internasional melalui lirik-lirik tajam yang menyuarakan kritik sosial, terutama terhadap patriarki dan stereotip gender. Lagu-lagu seperti School Revolution dan God, Allow Me (Please) to Play Music mendapat sambutan hangat di dalam dan luar negeri.

Band ini telah tampil di berbagai panggung internasional, termasuk tur Eropa pada 2022 dan Amerika Serikat pada 2023. Pada 2024, mereka menjadi band Indonesia pertama yang tampil di festival musik bergengsi Glastonbury.

Marsya juga mendapatkan dukungan dari musisi ternama dunia seperti Tom Morello (Rage Against the Machine) dan Flea (Red Hot Chili Peppers). Bahkan, Tom Morello pernah berbincang langsung dengan Marsya, memberikan dukungan atas perjuangan musik mereka.

Simbol Keberanian dan Inspirasi

Sebagai musisi berhijab yang sukses di genre metal, Marsya menjadi simbol keberanian untuk melawan stereotip. Masuknya Marsya dalam daftar 100 perempuan berpengaruh versi BBC merupakan pengakuan atas dedikasi dan keberhasilannya membawa pesan sosial melalui musik.

Marsya Voice of Baceprot adalah bukti bahwa musik dapat menjadi alat perubahan sosial, melampaui batasan gender dan budaya. Ia terus menginspirasi generasi muda untuk bermimpi besar dan menghadapi dunia dengan keberanian.(*)

Bekasi, 7 Desember 2024 – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merayakan keberhasilannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan menggelar acara Inagurasi Kemenangan di Nuanza Hotel & Convention, Kota Bekasi. Dalam acara tersebut, Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Gus Imin, mengukuhkan delapan kader terpilih sebagai pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat.Acara inagurasi ini menjadi momen penuh harapan dan komitmen bagi kader PKB. Dalam sambutannya, Gus Imin menegaskan pentingnya mengemban amanah partai dengan penuh tanggung jawab. Ia mengucapkan ikrar setia kepada PancasilaBhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945, serta berkomitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kami siap mengemban tugas ini demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, juga menyampaikan rasa syukur atas kemenangan PKB di Jawa Barat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilkada 2024. Huda mengungkapkan bahwa PKB berhasil menempatkan 177 kader di berbagai lembaga legislatif, termasuk DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. “PKB di Jawa Barat menang di 15 kabupaten/kota, dan 8 di antaranya adalah kader kita sendiri,” jelasnya.Kedelapan kader PKB yang terpilih dalam Pilkada 2024 adalah:

  • Dadang Supriatna: Bupati Kabupaten Bandung terpilih
  • Erwin: Wakil Wali Kota Bandung terpilih
  • Siti Farida: Wakil Wali Kota Kota Cirebon terpilih
  • H. Andreas: Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi terpilih
  • Iip Miftahul Faoz: Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya terpilih
  • Chandra Rahmansyah: Wakil Wali Kota Depok terpilih
  • H. Supriana: Wakil Wali Kota Banjar terpilih
  • Letkol Inf (Purn) Ngatiyana: Wali Kota Cimahi terpilih

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hasanudin Wahid, dan Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal. Kemenangan PKB di Jawa Barat menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap visi dan misi partai dalam memajukan daerah.Dengan pengukuhan ini, diharapkan kader-kader PKB dapat bekerja lebih keras dan lebih efektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka, demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat. PKB bertekad untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara, serta menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong di antara seluruh kader dan masyarakat.(*)

Karawang – Yayasan Literasi Kita Karawang sukses menggelar seminar bertajuk “Membangun Karakter Generasi Muda di Era Digital: Tantangan dan Peluang Bagi Pemuda” pada Senin, 25 November 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMAN 2 Klari, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, dan dihadiri oleh Kepala Sekolah dan siswa-siswi SMAN 2 Klari.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda Karawang akan pentingnya literasi digital di era globalisasi. Yadi Supriadi, Ketua Yayasan Literasi Kita Karawang, dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya pemuda untuk memahami literasi digital secara mendalam demi menghadapi tantangan teknologi dan memanfaatkan peluang yang ada.

“Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada. Generasi muda Karawang harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memanfaatkan peluang, dan menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan,” ujar Yadi Supriadi dengan penuh semangat.

Menghadapi Tantangan dan Menggali Peluang Era Digital
Dalam sambutannya, Yadi Supriadi menyoroti tantangan utama yang dihadapi generasi muda di era digital, seperti ancaman keamanan siber, penyebaran hoaks, dan dampak negatif media sosial. Ia mengingatkan bahwa literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang membangun karakter yang kuat agar dapat menggunakan teknologi dengan bijak.

Dalam seminar ini menghadirkan fasilitator-fasilitator yang kompeten dibidang pemberdayaan dan digital, diantaranya :Kiki Syarifudin, Angga Feri Fadilah, Ace Umay Ismail mereka semua penggiat digital dan pemberdayaan kepemudaan di Kabupaten Karawang.

Ia juga mengajak peserta untuk melihat era digital sebagai peluang besar untuk belajar, berinovasi, dan berkontribusi kepada masyarakat.

Dalam Sambutan Kepala Sekolah SMAN 2 Klari Ibu Rizky Aviatin Spd, memberi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan, seperti membangun personal branding, menciptakan peluang bisnis digital, atau bahkan mendukung inovasi sosial. Ia berharap siswa-siswi SMAN 2 Klari dapat menjadi generasi yang kreatif, adaptif, dan berkarakter dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Peserta Antusias dan Termotivasi
Seminar ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu siswa, Dinda, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya literasi digital. “Saya jadi paham bagaimana cara menggunakan teknologi secara lebih bijak dan bagaimana peluang di era digital bisa dimanfaatkan untuk masa depan,” ungkapnya.

Selain itu, kehadiran Ibu Kepala Sekolah SMAN 2 Klari, turut menambah semangat dan motivasi bagi siswa-siswi dalam kegiatan ini. Menjadi dukungan penuh menunjukkan komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang unggul di era digital.

Harapan di Masa Depan
Rizky Aviatin, berharap agar seminar ini menjadi langkah awal bagi pemuda Karawang untuk terus belajar dan berinovasi. “Kalian adalah generasi emas. Jadikan literasi digital sebagai modal utama untuk menghadapi perubahan zaman. Gunakan teknologi dengan bijak untuk membawa kebaikan,” pungkasnya.

Seminar ini berhasil menciptakan ruang diskusi edukatif bagi generasi muda. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan siswa-siswi di Karawang dan khususnya siswa-siswi SMAN 2 Klari dapat menjadi generasi yang tangguh, inovatif, dan berkarakter di tengah derasnya arus digitalisasi./qie