Persoona.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Karawang menggelar acara Halal Bihalal dan Temu Kangen bersama para tokoh senior PKB dari periode kepengurusan 1998 hingga 2009. Acara ini berlangsung hangat dan penuh keakraban di Aula DPC PKB Karawang, Minggu (27/4/2025).

Baca juga : Gubernur Dedi Mulyadi Ancam Cabut Izin Tambang dan Tindak Pembakaran Batu Kapur Ilegal di Karst Karawang

Kegiatan ini dihadiri oleh para kyai dan tokoh penting yang pernah menjadi bagian dari sejarah dan perjuangan PKB Karawang. Di antaranya Kyai Ceceng (Imam Masjid Agung Syekh Quro), Kyai Tajudin Zuchri (Ponpes Asy-Asyafa’ah), Kyai Nasehudin (PP Al-Ikhlas), Kyai Asep Jalaludin (PP Riyadul Mutafakkirin), KH. Jubair Wasith (Rois Syuriah PCNU Karawang), KH. Ali Kamaludin, serta tokoh-tokoh senior seperti H. Ardani Ahmad, H. Abdul Sholeh, H. Noorjuman, H. Imam Ghozali, dan penggagas acara H. Suyanto. Total, sekitar 40 kader dan pejuang PKB dari lintas generasi hadir dalam momen bersejarah ini.

Ketua DPC PKB Karawang, H. Rahmat Hidayat Djati, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas kehadiran para senior. Ia menekankan pentingnya meneladani perjuangan mereka dalam membesarkan PKB di Karawang, sembari melaporkan pencapaian struktur partai yang kini telah terbentuk hingga tingkat desa dan didominasi oleh generasi muda sesuai arahan DPP.

Sementara itu, H. Suyanto selaku inisiator kegiatan menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga silaturahmi antar pejuang PKB. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi di tubuh PKB.

Ini bukan hanya ajang temu kangen, tapi juga upaya untuk menjaga estafet perjuangan PKB. Kami berharap para kyai sepuh dapat mendelegasikan generasinya untuk bergabung dalam kepengurusan PKB di periode mendatang. Dengan begitu, regenerasi berjalan dan semangat perjuangan tetap hidup untuk menguatkan PKB yang telah kita rintis bersama di Karawang,” ujarnya.

Baca juga : Karawang Bebaskan PBB-P2 untuk Lahan Sawah, Petani Senang Bisa Beli Pupuk

H. Ardani Ahmad, tokoh senior PKB dari periode awal, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturahmi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin minimal setiap tiga bulan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, membawa suasana haru dan semangat baru dalam membangun kembali kekuatan kolektif PKB Karawang.qie

Persoona.id – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (19/4), Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, melakukan monitoring langsung guna memastikan kesiapan di lapangan.

Dalam rapat koordinasi intensif yang digelar pada Jumat (18/4) bersama Desk Pilkada Provinsi Jawa Barat dan Desk Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, Rahmat menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyukseskan pelaksanaan PSU yang aman, tertib, dan demokratis.

Baca juga : PKB Karawang Gelar Halal Bihalal, Momentum Konsolidasi Kader dan Pengurus

“Rapat koordinasi ini kami gelar untuk memastikan seluruh proses PSU berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku. Tidak boleh ada celah, baik dari aspek logistik, teknis, maupun pengawasan,” tegas Rahmat dalam keterangannya kepada media.

Ketua Komisi 1 DPRD Jabar Bersama Desk Pilkada Tasikmalaya

Berdasarkan laporan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), seluruh elemen penyelenggaraan PSU dinyatakan telah siap 100 persen. Hal ini mencakup distribusi logistik, kesiapan TPS, serta sistem pengawasan di lapangan.

“Kami pastikan bahwa semua tahapan sudah berada dalam kondisi siap. Koordinasi antara penyelenggara, pengawas, dan aparat keamanan berjalan solid,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen pengawasan, Komisi I DPRD Jabar bersama Tim Pendampingan PSU juga akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap strategis, guna memantau situasi politik dan potensi gangguan keamanan.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana dinamika di lapangan, sekaligus menyusun langkah-langkah antisipatif jika muncul potensi gangguan. Stabilitas dan legitimasi proses demokrasi harus jadi prioritas utama,” ujar Rahmat.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga di Karawang

Di akhir pernyataannya, Rahmat mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk ikut berpartisipasi aktif dan menjaga kondusivitas selama proses PSU berlangsung.

“Gunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jaga ketertiban dan kedewasaan berdemokrasi, agar PSU ini menjadi momentum kebangkitan politik lokal yang berkualitas dan bermartabat,” tutupnya.(*)

Persoona.id – Dalam semangat kebersamaan Syawal 1446 H, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal pada Jumat (18/4) di Sekretariat DPC PKB Karawang. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, pengurus anak cabang (DPAC), kader, simpatisan, dan sejumlah tokoh penting partai.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga di Karawang

Tampak hadir Ketua Dewan Syuro DPC PKB Karawang serta anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Karawang seperti Lili Mahali, Didin Sirojudin, Umar Alfaruq, dan Anggi Rostiana Tarmadi. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Ketua DPC PKB Karawang, H. Rahmat Hidayat Djati, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar ritual tahunan pasca-Idulfitri, tetapi merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

“Halal bihalal ini adalah ruang untuk menyatukan hati, menyegarkan semangat, dan memperkuat kekompakan kita sebagai keluarga besar PKB. Kita harus terus bergerak bersama rakyat, menyerap aspirasi, dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan bahwa PKB sebagai partai yang berakar dari nilai-nilai Nahdlatul Ulama harus menjaga dan mengamalkan nilai spiritual, keumatan, serta kebangsaan dalam perjuangannya. Ia menekankan pentingnya memperkuat barisan partai dari tingkat DPC hingga akar rumput sebagai langkah awal menuju konsolidasi pasca Pilkada.

Baca juga : Pemkab Karawang Luncurkan Program “Nyaah Ka Kolot” untuk Bantu Lansia

Kegiatan ini menjadi titik awal konsolidasi internal partai sekaligus penguatan moral dan struktur jelang agenda-agenda besar yang akan datang. Ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, acara ini mempererat ikatan kekeluargaan antarstruktur partai dan memperkuat semangat gotong royong dalam memperjuangkan aspirasi rakyat./qie

Persoona.idKetua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Rahmat Hidayat Djati yang sering disapa Kang RHD, kembali menunjukkan komitmennya dalam membumikan regulasi daerah dengan menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 17 April 2025, bertempat di Saung Joglo Mevvah, Kabupaten Karawang.

Baca juga : TP-PKK Karawang Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lewat Halal Bihalal 1446 H

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat ini dihadiri oleh para kader dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang, mulai dari jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC), Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), hingga simpatisan dari berbagai wilayah. Sosialisasi ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan serta memperdalam pemahaman masyarakat terhadap pentingnya ketahanan keluarga sebagai pondasi utama pembangunan sosial.

Dalam pemaparannya, H. Rahmat menegaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil namun terpenting dalam struktur masyarakat. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat dan bangsa pun akan kuat. Melalui Perda No. 9 Tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan peran serta kewajiban pemerintah daerah dalam membina, melindungi, dan memberdayakan keluarga-keluarga di Jawa Barat.

“Ketahanan keluarga bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menyangkut pendidikan, kesehatan, moral, dan nilai-nilai keagamaan. Perda ini menjadi pijakan kita bersama dalam membangun generasi masa depan yang lebih kokoh,” ujar Rahmat.

Acara ini juga menjadi ruang interaktif antara legislator dan konstituen. Salah satu peserta, Dicky Slamet dari Kecamatan Klari, mengajukan pertanyaan terkait implementasi Perda di tingkat desa dan sejauh mana pengaruhnya terhadap program keluarga berbasis masyarakat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, RHD menjelaskan bahwa implementasi Perda ini membutuhkan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal dan mendorong program-program turunan dari perda ini agar tepat sasaran.

“Kami di DPRD siap mendorong pemerintah daerah agar program turunan dari perda ini bisa menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat desa. Ini tugas kita bersama,” tambahnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, H. Rahmat berharap kader PKB dan seluruh elemen masyarakat yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan semangat penguatan ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing.

Baca juga : Mulyana Kawal Ketat Raperda Sampah Karawang, Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Acara ditutup dengan diskusi santai, ramah tamah, dan foto bersama, mempererat silaturahmi serta semangat gotong royong dalam membangun Karawang dan Jawa Barat yang lebih kuat dari fondasi keluarga./qie

Persoona.idKetua Komisi 1 DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menyambut baik hasil RUPS bank bjb. Selain mulai ramping susunan pengurusnya, juga ada beberapa nama baru yang menurut Rahmat memiliki kemampuan dalam bidangnya. Salah satunya disebut Rahmat adalah tokoh popular Helmy Yahya.

Dengan komposisi baru ini, Rahmat berharap bank bjb akan tumbuh menjadi lebih besar dari sekarang. Pesan penting yang disampaikan politisi PKB ini yakni bank bjb harus memperhatikan keluhan para nasabah salah satunya adalah menurunkan suku bunga kredit. “Saya sering mendengar bahwa nasabah mengeluhkan bunga bank bjb yang tinggi,” ujarnya.

Baca juga : Mulyana Kawal Ketat Raperda Sampah Karawang, Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Rahmat juga meminta agar bank bjb lebih memperhatikan para pengusaha kecil semodel UMKM. Merekalah, lanjut Rahmat, yang harus mendapat perhatian lebih.

JAJARAN KOMISARIS
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten alias bank bjb pada Rabu (16/4) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham. RUPS Tahunan ini dihadiri oleh para pemegang saham termasuk Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah.

Dalam RUPS itu sejumlah nama baru dalam jajaran komisaris yakni Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang lebih dikenal dengan nama Bossman Mardigu, seorang pengusaha yang juga aktif dalam bermedia sosial melalui Instagram maupun kanal YouTube.

Selain Bossman, RUPS juga menetapkan komisaris lain yakni Wowiek Prasantyo sebagai Komisaris Utama Independen, Helmy Yahya dan Novian Herodwijanto sebagai Komisaris Independen serta Herman Suryatman, Rudie Kusmayadi dan Tomsi Tohir sebagai Komisaris.

JAJARAN DIREKSI
Selain jajaran komisris, RUPS juga mnetapkan jajaran direksi yakni Yusuf Saadudin (Direktur Utama), Joko Hartono Kalisman (Direktur Kepatuhan), Mulyana (Direktur Korporasi dan UMKM), Nunung Suhartini (Direktur Konsumer dan Ritel), Ayi Subarna (Direktur Operasional dan Teknologi Informasi), dan Hana Dartiwan sebagai Direktur Keuangan.

Pemilihan jajaran komisris dan direksi menurut Dedi Mulyadi dilakukan dengan mengedepankan sikap profesionalitas. Untuk menentukan para pengurus baru ini, lanjut Dedi, pihaknya tidak melakukan kontak langsung melainkan hanya via telepon.

Baca juga : Pemkab Karawang Sosialisasikan TJSLP/CSR 2025, Dorong Sinergi Pembangunan dengan Dunia Usaha

Sementara itu Helmy Yahya mengaku kaget ketika dihubungi dan ditawari untuk menjadi komisaris. “Bagi saya ini amanah, saya memang di usia yang bidangnya mengawasi. Saya Jabar banget, 18 tahun hidup di Bekasi. Jadi ya pas banget, mohon dukungan agar Bank BJB naik peringkat,” ucapnya.

Sementara itu, Bossman Mardigu mengaku cukup tertantang dengan amanah tersebut. “Ini komitmen menarik, bahwa teori atau kepandaian harus dipraktekan, KDM menantang kami,” jelasnya. Bossman Mardigu juga berpesan kepada jajaran Dirut, terkait transparansi. (*)

Persoona.id Anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua DPC PKB Karawang, Rahmat Hidayat Djati, mengapresiasi penundaan eksekusi mati terhadap Susanti binti Mahfudz pekerja migran asal Karawang yang semula dijadwalkan pada 9 April 2025 di Arab Saudi.

Meski memberi sedikit napas lega, ia menegaskan bahwa jeda ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah. “Penundaan ini bukan pengampunan.

Baca juga : Pemkab Karawang Luncurkan Program “Nyaah Ka Kolot” untuk Bantu Lansia

Ini hanya memberi waktu. Maka pemerintah harus segera meningkatkan upaya diplomatik yang lebih agresif, terstruktur, dan penuh keberanian,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, kasus Susanti menunjukkan lemahnya perlindungan hukum terhadap pekerja migran Indonesia, terutama yang menghadapi ancaman hukuman mati. Ia menyoroti banyaknya kejanggalan, termasuk usia Susanti yang saat itu masih remaja, belum menguasai bahasa setempat, dan menghadapi proses hukum tanpa pendampingan yang layak.

Lebih lanjut, Rahmat menyoroti praktik diyat atau uang ganti rugi yang nilainya melonjak drastis hingga Rp 40 miliar. Padahal dalam syariat Islam, diyat setara dengan 100 ekor unta atau sekitar 400 ribu Riyal. Ia menilai lonjakan ini merupakan dampak dari kebijakan sebelumnya yang membuka ruang komersialisasi nyawa WNI di luar negeri.

“Ini bukan soal uang, ini soal martabat. Jika terus dibiarkan, kita seolah menyetujui tarifisasi nyawa pekerja migran,” tegasnya. Ia juga menyesalkan ketimpangan dalam praktik diplomasi.

Menurutnya, ketika warga negara asing divonis mati di Indonesia, mereka seringkali berhasil dipulangkan lewat lobi diplomatik negaranya. “Kenapa ketika WNA bisa dipulangkan, kita justru menggalang donasi dan berharap belas kasihan keluarga korban?” kata Rahmat.

Baca juga : Mulyana Kawal Ketat Raperda Sampah Karawang, Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Sebagai solusi jangka panjang, ia mendesak pemerintah untuk menyusun perjanjian bilateral dengan negara penempatan pekerja migran, khususnya Arab Saudi, yang mencakup nota diplomatik wajib jika WNI terlibat kasus hukum berat.

“Negara tak boleh hanya hadir saat darurat. Harus ada sistem perlindungan permanen. Susanti bukan kasus terakhir, dan negara tak boleh mengulang kelalaian yang sama,” tutupnya.(*)

Karawang – Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Karawang, Mulyana, S.H.I., menyatakan komitmennya dalam mengawal secara serius pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah. Dalam upaya menyelamatkan lingkungan dari ancaman krisis sampah, Mulyana menegaskan bahwa regulasi yang tengah disusun harus menjadi solusi nyata dan bukan sekadar formalitas hukum.

“Mudah-mudahan Perda ini tidak menjadi aturan kosong. Kita semua—pemerintah dan masyarakat—harus sungguh-sungguh menjadikan sampah sebagai berkah, bukan musibah,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil IV ini.

Baca juga : Buka Bersama DPC PKB Karawang: Sinergi dan Harapan

Lebih lanjut, Mulyana menekankan bahwa permasalahan sampah tidak bisa hanya dipandang dari sisi teknis semata. Rendahnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan menjadi penyebab utama yang harus diatasi lewat perubahan pola pikir dan edukasi sejak dini.

“Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan. Pendidikan lingkungan harus dimulai dari rumah dan sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan akan kami libatkan dalam pembahasan Raperda ini,” jelasnya.

Dalam paparannya, Mulyana menyebutkan bahwa sekolah merupakan salah satu sumber sampah yang cukup besar. Ia mendorong penerapan program bank sampah di lingkungan sekolah sebagai langkah edukatif dan solutif. Selain mengajarkan siswa tentang pengelolaan sampah, program ini juga bisa menjadi alternatif meringankan beban pendidikan keluarga kurang mampu.

“Bayangkan jika siswa bisa menabung dari sampah yang mereka pilah. Ini bukan hanya mendidik, tapi juga membantu ekonomi keluarga,” ucapnya.

Mulyana juga mengapresiasi daerah seperti Banyumas yang berhasil mengelola sampah dengan pendekatan ekonomi lewat program Sumpah Beruang (Sampah Untung Jadi Berkah dan Uang). Ia berharap Kabupaten Karawang bisa meniru keberhasilan tersebut dan menjadikan sampah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Karawang sebenarnya telah memiliki Perda tentang Bank Sampah. Namun, implementasinya belum maksimal karena belum diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) sebagai petunjuk teknis.

“Kita sudah punya Perdanya, tinggal tunggu Perbup-nya. Begitu keluar, bank sampah bisa jalan, dan masyarakat langsung bisa merasakan manfaat ekonominya,” tegas Mulyana.

Di akhir pernyataannya, Mulyana mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan sampah sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan.

“Kalau kita abai sekarang, yang menanggung akibatnya adalah generasi mendatang. Kami di DPRD akan terus mengawal agar Raperda ini tidak hanya selesai dibahas, tapi benar-benar dilaksanakan,” pungkasnya.(*)

Bandung – Perizinan pembangunan Eiger Camp berada di kawasan PT. Perkebunan Nusantara VIII Sukawana Desa Karyawangi masih menjadi sorotan, lantaran tak seharusnya aktivitas yang dinilai merusak lingkungan tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Terkait persoalan tersebut DPRD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang sejumlah dinas yang berwenang dalam mengeluarkan izin kepada PT Mitra Reka Buana selaku pengelola pembangunan Eiger Camp di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong.

Baca juga : Mulyana Kawal Ketat Raperda Sampah Karawang, Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Dalam rapat tersebut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB memastikan bahwa pembangunan Eiger Camp sudah teregister dalam sistem OSS. Artinya pihak perusahaan sudah memenuhi semua dokumen perizinan yang harus ditempuh.

“Jadi pada prinsipnya semua kewajiban perusahaan dalam perizinan sampai keluar Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sudah ditempuh. Masalahnya perizinan yang keluar apakah pelaksanaan di lapangan sesuai dengan site plan yang tertuang,” ujar Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP KBB, Yusef Ahmad dalam rapat tersebut, Rabu (09/04).

Proses perizinan pembangunan Eiger Camp, Yusef menjelaskan PT Eigerindo Multi Produk Industri telah melengkapi semua dokumen, seperti pola ruang, site plan dari Dinas Tata Ruang, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup, hingga Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal lalin) dari Dinas Perhubungan.

“Perusahaan pertama mengajukan permohonan izin pembangunan Eiger Camp pada 2021. Lalu kami berikan rekomendasi untuk melengkapi beberapa dokumen dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Di sana perusahaan langsung menyusun dokumen kelengkapan, PBG nya terbit di Maret 2023,” tambah Yusef.

Bahkan menurutnya, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) Kawasan yang dikeluarkan Dinas PUTR hanya sebanyak 2,08% dari batas maksimal KDB Kawasan 10% yang tertuang dalam Perda KBU. Lalu dalam site plan pembangunan Eiger Camp disebutkan Yusef, hanya ada 14 PBG.

“Dengan adanya Undang Undang Cipta Kerja dengan sistem OSS perizinannya tidak perlu lagi rekomendasi dari Gubernur prosesnya. Tapi perda KBU tetap jadi acuan kaitan dengan teknisnya,” tandasnya.

Ketua Komisi I DPRD Jabar Rahmat Hidayat Djati memastikan agenda rapat dengar pendapat bersama sejumlah dinas di KBB itu agar persoalan pembangunan Eiger Camp segera terselesaikan. Pihaknya ingin memastikan sistem yang ada di Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat terkait perizinan pembangunan di kawasan lindung itu sejalan.

“Saya lihat Eiger Camp ini sudah mendapatkan izin dari DPMPTSP KBB, ada izin lingkungan hidupnya, AMDAL, Andalalin dari Dishub. Tapi kita juga dapat temuan bahwa di lapangan yang dibangun banyak yang menyalahi dokumen dan tidak sesuai dengan izin yang di dapati,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya akan segera meninjau lokasi pembangunan Eiger Camp untuk mengetahui penyebab aktivitas tersebut menyalahi aturan. Karena ia melihat persoalan ini seperti konflik antara Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat.

“Nanti hari Jumat 11 April 2025, kita akan memastikan ke lapangan termasuk hasil kajiannya dan berbarengan dengan KBB dan Provinsi. Kita yakini niatnya Gubernur Jabar itu baik. Tapi jangan sampai terlihat berjalan sendiri, tanpa ada dukungan dari birokrasi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, jika pun pembangunan Eiger Camp sudah sesuai dengan regulasi yang ada seperti yang diklaim DPMPTSP, itu hanya menunjukkan lemahnya pengawasan dari Pemkab Bandung Barat terhadap seluruh kegiatan yang ada.

“Kalau bicara teknis selalu bicara OSS. Kita masih bicara KDB berapa persen yang dibangun. Tapi pelaksanaan di lapangan selalu jadi soal. Site plan yang ada di lapangan banyak yang tidak sesuai. Berarti hanya mengeluarkan izinnya saja tapi tidak disertai dengan pengawasan,” kata Pither.

Pither pun menyoroti kebijakan Pemkab Bandung Barat beberapa tahun terakhir yang tak jarang menimbulkan masalah. Menurutnya hal tersebut menjadi pembelajaran bagi birokrasi untuk cermat dalam membuat kebijakan. Ia juga menantang dinas-dinas terkait, bisa membuktikan bahwa keluarnya izin Eiger Camp sudah sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau teknis berjalan sesuai prosedur itu tidak akan timbul masalah kedepannya. Siapkan semua dokumen nanti tanggal 11 kita turun ke lapangan. Kalau tidak benar kita serahkan ke Gubernur Jawa Barat. Tapi ini tentu jadi catatan kinerja yang tidak bagus untuk KBB. Kita pastikan siapa yang salah di sini,” ungkapnya. (*)

Karawang – Kang H. Rahmat Hidayat Djati (RHD), yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Karawang dan Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi, menggelar acara buka bersama di Aula DPC PKB Karawang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pengurus DPC, termasuk Dewan Syuro, Tanfidz, DPAC PKB Karawang, serta calon legislatif (Caleg) PKB dan anggota Fraksi DPRD Karawang. Jum’at 28 Maret 2025

Baca juga : Pemkab Karawang Lepas 810 Peserta Mudik Gratis 2025

Dalam sambutannya, Kang RHD mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran semua pengurus PKB yang telah meluangkan waktu untuk berkumpul dalam suasana penuh kehangatan. Ia menekankan bahwa acara buka bersama bukan hanya sekadar ritual berbuka puasa, tetapi juga momen penting untuk membahas agenda politik yang akan datang.

Fraksi PKB DPRD Karawang dan Ketua Dewan Syuro

“Kita harus bersinergi dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan politik yang ada. Soliditas dan kerjasama kita sangat penting untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Kang RHD, menegaskan pentingnya kolaborasi di antara anggota partai.

Acara ini juga menjadi ajang bagi anggota Fraksi PKB untuk berbagi pandangan mengenai tantangan politik yang dihadapi. Ketua Fraksi Mulyana mengemukakan pentingnya strategi yang matang untuk memenangkan hati masyarakat. Sementara itu, Didin Sirojudin, Lili Mahali, Anggi Rostiana, dan Umar Al Faruq menambahkan ide-ide inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam politik. Kehadiran mereka menciptakan atmosfer penuh semangat dan optimisme, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi PKB di Karawang.

Pengurus DPC PKB Karawang, Dewan Syuro, Tanfidz dan DPAC

Di penghujung sambutan, Kang RHD juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pengurus yang hadir, berharap agar semua dapat menyambut Idul Fitri dengan penuh sukacita. Ia mendoakan agar mereka yang akan mudik selamat sampai tujuan dan kembali dalam keadaan sehat.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dewan Syuro KH Mahmuri Masrur. Dalam doanya, ia mengharapkan keberkahan dan kesuksesan bagi PKB di masa mendatang. Kegiatan buka bersama ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat bersama dalam menghadapi pemilihan umum yang akan datang.

Baca juga : DPAC PKB Tempuran Gelar Berbagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, DPC PKB Karawang bertekad untuk terus berjalan maju, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Keberhasilan kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan politik di masa mendatang./qie

Karawang – Dalam semangat bulan suci Ramadhan, Dewan Pengurus Anak Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPAC PKB) Kecamatan Tempuran melaksanakan kegiatan berbagi takjil gratis kepada pengguna jalan. Acara ini berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025, dan rencananya akan dilaksanakan selama empat hari berturut-turut, dengan dua hari telah berlalu dan dua hari ke depan yang masih akan berlangsung.

Baca juga : Bupati Aep Terima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI

Kegiatan pembagian takjil ini dilaksanakan di perempatan Jalan Raya Desa Pagadungan, tepatnya di depan rumah Mulyana S.HI., Wakil Ketua DPC PKB Karawang yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Karawang dan Ketua Fraksi di DPRD. Lokasi ini dipilih untuk menjangkau banyak warga dan pengguna jalan yang melewati area tersebut.

Mulyana S.HI. menjelaskan bahwa takjil yang dibagikan berasal dari produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. DPAC PKB Tempuran membeli produk-produk dari UMKM lokal, yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat. “Dengan mekanisme seperti itu, kita juga secara langsung bisa berperan serta dalam mendukung dan membantu UMKM lokal,” ungkap Mulyana, menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut.

Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara warga. Melalui kegiatan ini, DPAC Tempuran berhasil mengimplementasikan jargon partai yang dipimpin oleh Gus Muhaimin, yaitu ‘Peduli Umat Melayani Rakyat’.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat, yang merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil gratis ini. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk melakukan aksi serupa, sehingga semangat berbagi di bulan Ramadhan dapat semakin menguat.

Dengan demikian, DPAC PKB Tempuran tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui dukungan kepada UMKM.***