Persoona.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Minggu (29/6/2025). Proyek strategis nasional ini menjadi salah satu investasi terbesar di Indonesia dengan total nilai mencapai Rp100 triliun.

Baca juga : Komisi I DPRD Jabar Bahas Serius Usulan Lima Provinsi Baru, Baru Cirebon Timur Resmi

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., Gubernur Jawa Barat, Menteri ESDM, Menteri BUMN, serta jajaran pejabat tinggi lainnya. Proyek ini diperkirakan mampu menciptakan 8.000 lapangan kerja langsung dan 35 ribu lapangan kerja tidak langsung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang telah memilih Karawang untuk investasi besar ini. Proyek ini bukan hanya berdampak ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memajukan industri hijau,” ujar Bupati Aep Syaepuloh.

Proyek ekosistem baterai ini dikembangkan oleh konsorsium antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), serta perusahaan global CATL, Brunp, Lygend (CBL). Dari enam proyek terintegrasi yang dikembangkan, salah satunya berlokasi di Karawang, sisanya tersebar di Halmahera Timur.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan industri baterai dalam negeri menjadi tonggak penting hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Industri ini akan menghasilkan baterai kendaraan listrik dan produk energi terbarukan yang ramah lingkungan, sejalan dengan visi global menuju energi hijau.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Kepemudaan dan Dorong Peran Aktif Pemuda Karawang

“Ini sejarah baru, kita harus bisa mengolah kekayaan alam sendiri, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan, dan membawa Indonesia semakin maju,” tegas Presiden.

Selain memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional, proyek ini juga mendukung pengembangan Battery Energy Storage, serta infrastruktur penunjang seperti dermaga multifungsi yang siap mendukung aktivitas industri di kawasan Karawang.

Karawang kembali menunjukkan posisinya sebagai kawasan industri strategis dengan potensi besar dalam transformasi energi dan pengembangan industri masa depan Indonesia.(Prokompim)

Persoona.id – Sosok pejuang yang satu ini mungkin tak setenar pahlawan nasional lainnya, namun sejarah mencatatnya sebagai pemuda tangguh yang menjadi simbol perlawanan rakyat pesisir utara Jawa Barat terhadap kolonialisme Belanda. Ia adalah Ki Bagus Jabin, seorang ulama muda karismatik yang melanjutkan perjuangan Ki Bagus Rangin.

Makam Ki Bagus Jabin terletak di tengah kompleks pemakaman umum Desa Cikampek Pusaka, Karawang. Lokasi makam berada dalam bangunan khusus yang juga menjadi tempat ziarah dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, terutama saat malam Jumat atau bulan-bulan tertentu seperti Maulid dan Syaban.

Baca juga : Jejak Syekh Quro dan Masjid Agung Karawang: Warisan Islam Tertua di Jawa

Bangunan makam terdiri dari beberapa bagian, termasuk ruangan utama tempat jasad Ki Bagus Jabin dimakamkan. Makam beliau dilindungi kelambu putih dan jiratnya terbuat dari kayu jati, tersusun dalam tiga lapisan. Nisan makam berbentuk floral dan dihiasi ukiran geometris serta bunga timbul, dengan tinggi hampir 1 meter.

Selain makam utama, di area bangunan tersebut juga terdapat makam juru kunci, keluarga, serta seorang tokoh penting bernama Buyut Sepuh I (Panglebar Buana), yang merupakan tangan kanan sekaligus juru kunci pertama setelah wafatnya Ki Bagus Jabin.

Jejak Perjuangan Melawan Kolonial
Nama asli Ki Bagus Jabin adalah Raden Kramawangsa, keturunan bangsawan Kasepuhan Cirebon dan saudara dari Ki Bagus Rangin, seorang ulama yang memimpin pemberontakan besar terhadap pemerintah Hindia-Belanda pada awal 1800-an. Ketika Ki Bagus Rangin ditangkap pada 1812, perlawanan rakyat sempat terhenti.

Namun, pada 8 Desember 1816, perlawanan kembali menyala saat seorang pemuda berusia 16 tahun bernama Bagus Jabin memimpin sekitar 2.500 orang dari wilayah Karawang, Ciasem, dan Pamanukan untuk bangkit melawan penindasan kolonial. Mereka menyerbu wilayah Kandanghaur sebagai pusat pemerintahan lokal yang dianggap pro-Belanda.

Serangan besar itu membuat Residen Cirebon, W.N. Servatius, mengerahkan pasukan gabungan dari Priangan, Jawa Tengah, hingga Solo untuk mengepung Kandanghaur. Pertempuran pun tak terelakkan. Ki Bagus Jabin dan pasukannya sempat menggempur Indramayu, tetapi kekuatan Belanda yang jauh lebih besar akhirnya membuat pasukannya terdesak dan terkepung di Sungai Cimanuk. Sebanyak 500 orang ditangkap dan 60 tewas.

Dari Gerilyawan Menjadi Penyebar Agama
Setelah kekalahan tersebut, Ki Bagus Jabin melarikan diri dan terus melakukan perlawanan gerilya di sepanjang pesisir utara Jawa Barat. Hingga akhirnya ia menetap di sebuah dataran tinggi yang kini dikenal sebagai Desa Cikampek Pusaka, Karawang. Tempat itu dianggap strategis karena dekat dengan Sungai Citarum dan dikelilingi hutan.

Di tempat persembunyiannya ini, Ki Bagus Jabin tak hanya menyusun strategi perjuangan, tetapi juga dikenal sebagai penyiar agama Islam yang disegani. Kiprahnya dalam membimbing masyarakat dan membangun kekuatan spiritual rakyat membuatnya dikenang sebagai tokoh karismatik hingga kini.

Baca juga : Kelenteng Sian Jin Ku Po: Warisan Sejarah Tionghoa di Karawang

Pusat Ziarah dan Tradisi Budaya
Makam Ki Bagus Jabin kini menjadi salah satu pusat spiritual dan budaya masyarakat Karawang. Selain sebagai tempat ziarah, area makam ini kerap dijadikan tempat pelaksanaan ritual adat, seperti Hajat Bumi, syukuran, dan kegiatan keagamaan lainnya. Tak sedikit peziarah yang menginap di ruangan ziarah khusus untuk melakukan tawasulan.

Kehadiran makam ini tidak hanya menjadi pengingat atas jejak perlawanan terhadap penjajahan, tetapi juga simbol keteladanan spiritual seorang pemuda pejuang yang rela berkorban demi keadilan dan kemerdekaan rakyatnya./karawangkab

Persoona.id – Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat resmi ditutup pada Sabtu (21/6). Dalam ajang yang berlangsung selama sepekan di Dome Bale Rame, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat keempat secara keseluruhan.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Kepemudaan dan Dorong Peran Aktif Pemuda Karawang

Gelaran akbar yang mempertemukan seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Jawa Barat ini menempatkan tuan rumah, Kabupaten Bandung, sebagai juara umum dengan total poin 571. Disusul Kabupaten Bekasi di posisi kedua dengan 513 poin, Kota Bandung di peringkat ketiga dengan 336 poin, dan Kabupaten Karawang menyusul di posisi keempat dengan raihan 207 poin.

Plh. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Karawang, Asep Suryana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh kafilah serta tim pembina yang telah mengharumkan nama daerah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para peserta, pembina, official, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Peringkat keempat ini merupakan peningkatan dari MTQ sebelumnya, di mana kita berada di posisi kelima. Ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Asep saat mendampingi para kafilah di penutupan acara.

Baca juga : Trip Perdana Wisata Kopi Karawang Kenalkan Liberika Langka Lewat Jelajah Jeep

Tak hanya meraih prestasi di bidang utama MTQH, Kabupaten Karawang juga menorehkan dua pencapaian lainnya. Dalam kegiatan Pawai Ta’aruf yang digelar pada Ahad (15/6), Karawang dinobatkan sebagai Terbaik Kedua, dengan partisipasi sebanyak 1.040 peserta—jumlah terbanyak di antara seluruh kontingen. Selain itu, Karawang juga meraih penghargaan Terbaik Pertama dalam Festival Seni Budaya tingkat provinsi.

“Tiga prestasi ini menjadi motivasi untuk kita semua. Harapannya, pada pelaksanaan MTQH berikutnya, Kabupaten Karawang bisa meraih hasil yang lebih baik lagi dan bahkan bisa menjadi juara umum,” pungkas Asep.(FK-KIM Diskominfo)

Persoona.id – Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, kini tengah merampungkan pembangunan Curug Bodeman, sebuah destinasi wisata baru yang unik. Berbeda dari kebanyakan air terjun alami, Curug Bodeman adalah wisata buatan yang dibangun di pinggiran aliran sungai, berpadu harmonis dengan hamparan sawah yang luas dan menawan.

Baca juga : Trip Perdana Wisata Kopi Karawang Kenalkan Liberika Langka Lewat Jelajah Jeep

Inisiatif Swadaya Wujudkan Wisata Murah dan Asri
Pembangunan Curug Bodeman dilakukan secara swadaya oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat. Proyek ini bertujuan menciptakan ruang rekreasi yang terjangkau, asri, dan mudah diakses, tanpa menghilangkan pesona lanskap pedesaan.

“Ini adalah upaya kami untuk menghadirkan tempat rekreasi yang murah, asri, dan mudah dijangkau masyarakat. Meski buatan, suasana alami dari sawah dan sungai tetap menjadi daya tarik utamanya,” ujar Kepala Desa Kalibuaya dalam keterangannya, Jumat (21/6/2025).

Fasilitas Lengkap dan Potensi Edukasi-Ekonomi Lokal
Selain menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan, Curug Bodeman juga dirancang sebagai ruang edukasi dan interaksi masyarakat. Ke depannya, kawasan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik seperti spot foto instagramable, warung UMKM lokal, gazebo untuk bersantai, dan jalur trekking ringan di sepanjang aliran sungai.

Baca juga : Jejak Syekh Quro dan Masjid Agung Karawang: Warisan Islam Tertua di Jawa

Pengunjung tidak hanya bisa bersantai, tetapi juga dapat berolahraga dan menikmati beragam kuliner UMKM yang tersedia. Konsep ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis desa.

Dinas Pariwisata Kabupaten Karawang menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan siap memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan teknis serta promosi. Dengan pendekatan yang menggabungkan keindahan buatan dan keaslian alam, Curug Bodeman digadang-gadang menjadi ikon baru wisata pedesaan di wilayah Kecamatan Telagasari, Karawang./pep

Persoona.id – Ratusan peserta asal Kabupaten Karawang mengikuti Tes Magang ke Jepang yang dilaksanakan di Aula Husni Hamid, Senin (5/5/2025). Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang menjadikan Karawang sebagai pilot project nasional untuk program pemagangan ke Jepang.

Baca juga : Forkonas Desak Pemerintah Akhiri Moratorium Pemekaran Wilayah

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Ketenagakerjaan yang telah mempercayakan Karawang sebagai daerah percontohan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan yang telah memilih Kabupaten Karawang sebagai pilot project program pemagangan ke Jepang,” ujar Bupati Aep saat membuka kegiatan.

Antusiasme masyarakat Karawang terhadap program ini dinilai sangat tinggi. Menurut Bupati, hal ini menunjukkan semangat besar generasi muda Karawang untuk berkembang dan bersaing di dunia internasional.

“Saya berharap masyarakat Karawang, khususnya para pemuda, bisa survive dan mempersiapkan diri secara mental. Kalau kita ingin maju, kita harus siap menghadapi tantangan,” katanya.

Bupati juga menambahkan bahwa program ini merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Ini adalah angkatan pertama. Semoga bisa menjadi langkah awal yang sukses dan menginspirasi angkatan berikutnya,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Solahudin, mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Program pemagangan ke Jepang ini adalah bentuk komitmen untuk memberikan peluang kerja dan pelatihan bagi generasi muda, khususnya di Karawang,” tuturnya.

Menurut Solahudin, para alumni program ini telah terbukti sukses di berbagai sektor industri di Jepang dan kembali ke tanah air dengan kompetensi yang unggul.

Baca juga : Ketegangan Hercules vs Mardigu Dinilai Ganggu Stabilitas Politik Jabar

“Ini adalah langkah awal bagi para pemuda Karawang untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Harus disambut dengan semangat dan kesiapan yang matang,” ujarnya.

Solahudin menambahkan bahwa dari sekian banyak daerah di Indonesia, Karawang menjadi salah satu prioritas seleksi program pemagangan ke Jepang tahun ini.(FK-KIM Diskominfo)

Persoona.id Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran lingkungan di kawasan karst Karawang, termasuk kegiatan tambang ilegal dan pembakaran batu kapur yang mencemari udara.

Pernyataan itu disampaikan saat Dedi meninjau langsung lokasi tambang PT Mas Putih Belitung, anak perusahaan dari PT Juishin Indonesia, yang beroperasi di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kamis (24/4/2025). Lokasi ini sebelumnya didemo warga karena diduga merusak lingkungan dan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.

Baca juga : Fraksi PKB Desak Pemprov Jabar Masukkan Program Pesantren dalam RPJMD dan APBD

“Kami akan evaluasi. Jika melanggar undang-undang, izin tambangnya akan dicabut,” ujar Dedi Mulyadi.

Gubernur juga menyoroti praktik pembakaran batu kapur oleh warga yang tidak memiliki izin resmi. Menurut laporan pemerintah desa, terdapat puluhan lubang pembakaran aktif di wilayah tersebut yang memicu polusi udara parah.

“Asap hitam dari pembakaran batu kapur ini mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Dedi.

Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus berlaku adil dan tanpa tebang pilih, baik terhadap pelaku usaha maupun masyarakat yang melakukan kegiatan merusak lingkungan.

“Kalau pengusaha ditindak karena merusak lingkungan, masyarakat juga harus ditegur jika melanggar. Semua harus ikut menjaga Karawang,” tegasnya.

Dalam kunjungannya, Dedi juga mengajak masyarakat dan pemerintah desa membangun komitmen bersama untuk memulihkan dan menjaga ekosistem kawasan selatan Karawang.

“Semua kerusakan lingkungan harus kita bereskan bersama-sama. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan,” katanya.

Baca juga : Pemkab Karawang dan Kejari Tandatangani Nota Kesepakatan Hukum Perdata dan TUN

Kawasan karst di Karawang dikenal sebagai daerah yang rentan terhadap kerusakan ekosistem akibat aktivitas penambangan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan kajian lanjutan untuk memastikan setiap aktivitas tambang dan industri berjalan sesuai aturan dan tidak membahayakan lingkungan jangka panjang.

Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang memprediksi Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan cair dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang, Gery S. Samrodi, menyampaikan bahwa THR direncanakan akan disalurkan pada tanggal 17 Maret 2025.

Baca juga : Awas, Dinkes Karawang Ingatkan Bahaya Makan Gorengan Berlebihan Saat Buka Puasa

“Informasi yang kami terima, THR untuk ASN akan cair dua minggu sebelum hari H Lebaran, yang rencananya jatuh pada tanggal 17 Maret,” ungkap Gery dalam konferensi pers pada Jum’at/14/03/2025.

Namun, Gery menambahkan bahwa pihak BKPSDM Karawang masih menunggu regulasi atau peraturan pemerintah yang mengatur tentang THR bagi ASN. Seperti yang diketahui, pada tahun lalu, THR untuk ASN disalurkan 100 persen, sedangkan pada tahun sebelumnya, besaran THR disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Untuk itu, kami akan melihat terlebih dahulu posisi peraturan pemerintah atau regulasinya. Apakah nanti THR akan disalurkan 100 persen, atau ada klausul yang mengatur sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, atau mungkin hanya 50 persen,” kata Gery.
Gery juga berharap bahwa peraturan pemerintah yang mengatur mengenai THR bagi ASN akan segera terbit dalam minggu ini, sehingga penyaluran dapat dilakukan tepat waktu.

Baca juga : Panen Perdana Sorgum: Kunci Ketahanan Pangan di Karawang

Di Kabupaten Karawang, terdapat sekitar 13.025 ASN, yang terdiri dari 7.880 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 5.145 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mengenai THR bagi pegawai honorer, Gery menyatakan bahwa hal tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing pimpinan.

Dengan prediksi pencairan THR yang mendekati hari raya, diharapkan ASN di Karawang dapat mempersiapkan diri menyambut Lebaran dengan baik. Penyaluran THR ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah menjelang Idul Fitri.***

Karawang – Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dipimpin oleh Menteri Budi Santoso, telah mengambil langkah tegas dengan menyegel pabrik PT Artha Eka Global Asia (Aega) di Karawang, Jawa Barat. Tindakan ini diambil setelah terungkapnya pelanggaran serius terkait ketentuan takaran minyak goreng rakyat, Minyakita.

Baca juga : Pemkab Karawang Luncurkan Gerai Administrasi Kependudukan untuk Tingkatkan Pelayanan

Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, 14 Maret 2025, Mendag Budi Santoso menyatakan, “Kami sudah segel pabrik ini dan mereka tidak bisa berusaha lagi.” Penegasan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menegakkan regulasi demi melindungi konsumen.

Hasil pemeriksaan tim Kemendag menemukan 140 dus Minyakita dan 32.284 botol kosong yang tidak memenuhi ketentuan takaran. Setiap dus berisi 12 botol, namun saat diuji dengan metode volumetrik, terungkap bahwa volume minyak dalam botol hanya mencapai 800 ml, yang berarti kurang 200 ml dari standar yang ditetapkan yaitu 1.000 ml atau 1 liter.

Sebagai langkah lanjutan, Mendag Budi menyatakan bahwa izin usaha PT Aega akan dicabut. Meskipun pencabutan izin belum dilaksanakan, pabrik tersebut kini tidak dapat melanjutkan operasionalnya.

Budi juga menjelaskan bahwa PT Aega sebelumnya telah memindahkan lokasi pabrik dari Depok, Jawa Barat ke Karawang. Sejak Jumat, 7 Maret 2025, Kemendag bersama Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) serta satuan tugas Polri telah mendalami kasus pelanggaran ini.

Baca juga : Bupati Aep Resmikan Jurnalis Televisi Karawang untuk Pembangunan

“Produk-produk Minyakita yang tidak memenuhi standar takaran akan segera ditarik dari pasaran guna melindungi konsumen,” tambah Budi. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap produsen dan pabrik Minyakita, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.

“Pengawasan yang ketat perlu dilakukan untuk mencegah pelanggaran serupa oleh pelaku usaha lain,” tutup Mendag.***

Karawang – Dalam suasana bulan suci Ramadan yang ke-8, masyarakat Karawang menghadapi tantangan besar akibat banjir menahun yang mengancam kebahagiaan warga. Namun, semangat untuk membantu meringankan beban penderitaan mereka tetap menyala. Berbagai bentuk bantuan dari pemerintah daerah dan masyarakat terus mengalir, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

Baca juga : Pelantikan Pengurus Karang Taruna Karawang 2024-2029

Pada malam yang penuh kepedulian, Sekretaris Daerah, bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan peninjauan langsung ke dapur umum BPBD. Mereka memastikan bahwa para korban banjir mendapatkan kebutuhan dasar, terutama makanan yang layak. Dalam upaya tersebut, Sekretaris Daerah menegaskan pentingnya kualitas makanan yang disajikan.

“Makanan yang diberikan harus menjadi asupan terbaik,” ujarnya, sambil mencicipi langsung untuk memastikan bahwa makanan tersebut layak dan enak, dengan harapan bahwa setiap sajian dapat memberikan kenyamanan bagi para pengungsi.

Setiap hari, dapur umum ini mampu menyajikan tak kurang dari 500 bungkus nasi untuk para pengungsi. Apresiasi disampaikan kepada para pejuang kemanusiaan seperti Tagana, Pramuka, dan BPBD yang selalu sigap membantu warga yang terkena musibah.

Selain fokus pada makanan, tim juga melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana yang digunakan untuk evakuasi. Hal ini termasuk ambulance, perahu, pelampung, tenda, genset, dan mobil pemadam. Semua sarana tersebut harus dalam kondisi prima demi keamanan petugas dan kelancaran operasi penyelamatan.

Baca juga : Bupati Karawang Ajak Orang Tua Awasi Anak di Tarling Ramadan 1446 H

Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga menerima bantuan dari BNPB yang mencakup perahu, pelampung, tenda, dan logistik lainnya, menambah kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Sekretaris Daerah mengajak semua pihak untuk terus mengawal kepentingan masyarakat Karawang, dengan komitmen untuk selalu mengabdi dan memenuhi kebutuhan mereka. “Segala kebaikan pasti berbuah kebaikan,” tutupnya.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Sinergi Pemerintah Provinsi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemkab Karawang, pada Selasa (4/3/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberikan pengarahan terkait sinergi pembangunan di Jawa Barat.

Baca juga : Gubernur Dedi Mulyadi Kunjungi Karawang untuk Ngantor

Agenda Diskusi Strategis
Dalam agenda tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi memfasilitasi diskusi strategis untuk membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju dan berdaya saing. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov Jabar, Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Jabar, Forkopimda Jabar, serta pemerintah kabupaten/kota se-Jabar. Ini merupakan langkah penting dalam rangka sinergitas membangun Jabar istimewa.

Apresiasi dari Bupati Karawang
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan sambutan dan apresiasi kepada Pemprov Jawa Barat atas sinergitas yang terjalin antara TNI, Polri, serta Kejaksaan di seluruh Provinsi Jawa Barat. Ia mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Karawang ditunjuk sebagai tuan rumah perdana untuk kegiatan ini.

“Rangkaian kegiatan bersama gubernur tentu menjadi pengalaman perdana yang begitu berharga bagi kita. Saya berharap ini dapat membawa banyak manfaat dan kebaikan, khususnya untuk Kabupaten Karawang,” ungkapnya.

Pendekatan Baru Gubernur
Dalam kesempatan yang sama, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan bahwa sejak dilantik, ia terus berusaha menyelesaikan berbagai permasalahan dengan pendekatan yang lebih sederhana. “Saya merubah pola rapat hanya menjadi ngobrol saja. Dari obrolan itu lahir solusi-solusi. Dan hari ini kita sudah banyak melahirkan solusi,” katanya.

Baca juga : Operasi Penertiban Terpadu Wujudkan Karawang Nyaman

KDM juga meminta dukungan dari para Kapolsek, Kapolres, Danramil, dan Dandim se-Jawa Barat untuk bersama-sama melayani masyarakat. Ia menekankan pentingnya mewujudkan cita-cita proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan daerah.

Dengan kegiatan ini, diharapkan akan terjalin kerjasama yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pusat, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat.(FK-KIM Diskominfo)