Karawang 24 Desember 2024 – PWI Peduli Karawang terus bergerak aktif dalam program kemanusiaannya, melayani masyarakat dari pelosok kota hingga desa. Dibawah kepemimpinan Iwan Sugriwa sebagai Ketua PWI Peduli Karawang, organisasi ini telah menunjukkan kinerja yang luar biasa berkat kerja keras tim dan pengurusnya.

PWI Peduli Karawang merupakan badan organisasi di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang yang kini dipimpin oleh Nila Kusuma, Ketua PWI Karawang masa kepemimpinan 2024-2027. Selama tahun 2024, organisasi ini telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di bidang kemanusiaan.

Iwan Sugriwa, Ketua PWI Peduli Karawang, menjelaskan sejumlah capaian kinerja yang telah dicapai sepanjang tahun 2024. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian santunan kepada anak yatim-piatu, berbagi daging qurban, pembagian bingkisan untuk lansia, dan memberikan permadani untuk mushola. Selain itu, PWI Peduli juga mengirimkan relawan untuk membantu korban banjir bandang di Sumatera Barat, serta menggelar kegiatan “Ramadhan Berkah” bersama yatim-piatu.

“Kami juga memberikan bantuan untuk balita hidrosefalus, menyalurkan Al-Qur’an dan buku tulis untuk yatim-piatu, mengirimkan relawan bencana gempa di Bandung, serta memberikan nutrisi untuk pasien TB-RO,” ujar Iwan, sambil menambahkan bahwa organisasi ini memiliki berbagai misi kemanusiaan lainnya.

Di penghujung tahun 2024, PWI Peduli Karawang melaksanakan pembangunan Mushola “Al-Hidayah”, yang direncanakan akan menjadi tempat wisata religi sekaligus pusat kegiatan sosial, seperti santunan untuk anak yatim-piatu.

“Semoga pembangunan mushola ini dapat memberikan kebermanfaatan yang besar bagi masyarakat,” ujar Iwan Sugriwa dengan penuh harapan.

Iwan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung setiap kegiatan PWI Peduli Karawang. Ia juga berterima kasih kepada pengurus PWI Karawang yang terus memberikan dukungan terhadap setiap program yang dijalankan.

Di kesempatan yang sama, Nila Kusuma, Ketua PWI Karawang, mengapresiasi dedikasi PWI Peduli Karawang yang terus aktif menjalankan misi kemanusiaan. Ia berharap kegiatan sosial ini akan semakin banyak di tahun 2025, dengan target yang lebih besar lagi. Nila juga meminta seluruh bidang di PWI Karawang untuk terus bekerja keras agar seluruh program yang telah dibahas di rapat kerja dapat tercapai. Pungkasnya. (*)

Jakarta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengucapkan selamat merayakan Natal 2024 kepada umat Kristiani di Indonesia. Dalam keterangannya, Selasa (24/12/2024), Menag juga menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2025 kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Menag mengajak umat Kristiani untuk terus menebar cinta kasih dan memperkuat nilai kemanusiaan dalam perayaan Natal tahun ini. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Natal sebagai kesempatan untuk mendalami ajaran agama dan meningkatkan kedamaian serta kerukunan antarumat beragama.

“Mari terus menebar cinta kasih. Mari menguatkan bangunan kemanusiaan,” kata Menag.

Perayaan Natal 2024 mengangkat tema “Marilah sekarang kita pergi ke Bethlehem,” yang mengandung pesan tentang kesetiaan dan kesiapan umat dalam mengikuti panggilan Tuhan. Menag menggarisbawahi bahwa tema tersebut sangat relevan dengan semangat Kementerian Agama untuk mendorong umat beragama mengamalkan ajaran agama mereka, karena kedekatan umat dengan ajaran agama diyakini akan membawa kedamaian bagi dunia.

“Semakin lekat umat dengan ajaran agamanya, maka dunia akan semakin damai dan rukun. Sebaliknya, semakin berjarak umat dengan ajaran agamanya, banyak risiko kerusakan yang dapat terjadi baik terhadap manusia maupun alam semesta,” lanjut Menag.

Menag juga mengingatkan bahwa Natal 2024 merupakan momentum untuk membumikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dengan semangat cinta kasih. Menurutnya, cinta kasih akan membawa kedamaian dan kerukunan yang menjadi syarat utama bagi pembangunan yang berkelanjutan, serta kontribusi besar umat beragama terhadap kemajuan Indonesia.

Selain itu, Menag mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut tahun baru 2025 dengan semangat baru. Ia mengajak semua pihak untuk merenung dan melakukan evaluasi atas perjalanan kehidupan setahun terakhir. Harapannya, semangat optimisme dan tekad untuk terus memperbaiki diri akan tumbuh di tahun yang baru.

“Mari terus menjadi pribadi yang terus bertumbuh untuk kebaikan. Sebab, sebaik-baik kita adalah yang hari ini lebih baik dari masa lalu, dan terus melakukan perbaikan untuk kehidupan mendatang,” tutup Menag./rri.co.id

JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan komitmen pemerintah untuk memastikan pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Cak Imin mengungkapkan angka kemiskinan ekstrem yang saat ini masih terjadi di sejumlah daerah harus segera ditangani melalui kebijakan yang lebih terpadu dan terintegrasi. Dia pun optimis nol persen kemiskinan ekstrem pada 2025.

“Target kita jelas, yaitu mencapai 0% kemiskinan ekstrem pada 2025. Untuk mencapai itu, kita perlu memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dampak konkret di lapangan. Data yang akurat, integrasi program, serta pengawasan yang ketat adalah kunci keberhasilannya,” tegas Cak Imin dalam keterangan resminya, Kamis (19/12/2024).

Cak Imin pun berharap agar semua kementerian dan lembaga terkait dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi untuk mengakselerasi upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“Kolaborasi menjadi kunci utama. Saya yakin dengan kerja sama yang solid dan kebijakan yang tepat, kita bisa mencapai target ini dan mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang menghadiri rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Cak Imin memaparkan sejumlah program dan ruang kerja yang telah dijalankan oleh Kementerian Sosial. Dia menjelaskan bahwa program-program Kementerian Sosial menggunakan pendekatan terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

“Sasaran program diusulkan melalui DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai dasar pelaksanaan, kemudian eksekusi melalui tiga Direktorat Jenderal dengan masing-masing tugas dan fungsi,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan program penanganan kemiskinan yang telah dijalankan oleh Kementerian Sosial meliputi penyaluran bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta upaya peningkatan kapasitas ekonomi bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin.

“Kementerian Sosial terus berupaya menjalankan berbagai program bantuan yang bersifat komprehensif, mulai dari perlindungan sosial hingga rehabilitasi sosial. Kami juga memastikan program ini menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan,” ungkap Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program penanganan kemiskinan tidak tumpang tindih dan dapat menghasilkan dampak yang signifikan di lapangan. Dia juga menyoroti perlunya penguatan monitoring dan evaluasi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya. Ini penting agar program yang kami jalankan bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat miskin,” pungkasnya.(*)

Persoona.id – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Namun, tahukah Anda bahwa akar komunikasi jarak jauh ini sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke-19? Perjalanan panjang ini membuktikan betapa manusia selalu mencari cara untuk saling terhubung tanpa sekat jarak. 19/12/2024

Awal Mula: Revolusi Telegraf
Sejarah mencatat bahwa embrio komunikasi jarak jauh dimulai pada tahun 1844. Kala itu, Samuel Morse mengirimkan pesan telegraf pertama secara publik. Penemuan ini merupakan cara revolusioner dalam menyampaikan berita dan informasi, yang menjadi fondasi dasar konsep transmisi data di masa depan.

Evolusi dari Masa ke Masa
Perkembangan media sosial mengalami lonjakan drastis seiring dengan lahirnya internet. Berikut adalah lini masa penting perkembangan “sosmed” di dunia:

  • Era 1970-an: Munculnya sistem papan buletin (Bulletin Board Systems) yang memungkinkan pengguna terhubung melalui surat elektronik serta berbagi perangkat lunak.
  • 1995: Kelahiran GeoCities, layanan yang menyediakan penyewaan penyimpanan data website bagi pengguna awam.
  • 1997–1999: Munculnya Sixdegrees.com dan Classmate.com yang kerap disebut sebagai situs media sosial pertama di dunia.
  • 1999: Tren blog pribadi dimulai melalui Livejournal yang sangat populer di masanya.
  • 2002: Fokus beralih ke dunia kerja dengan hadirnya LinkedIn, platform yang membantu karier para profesional.
  • 2010–2016: Revolusi visual terjadi dengan lahirnya Instagram. Berawal eksklusif untuk iOS pada 2010, platform ini berekspansi ke Android dan Web pada 2012, hingga menjangkau Windows 10 Mobile pada 2016.

Kesadaran Digital di Indonesia
Di tengah pesatnya teknologi, Indonesia memiliki cara tersendiri untuk mengingatkan warganya akan etika digital. Setiap tanggal 10 Juni, masyarakat memperingati Hari Media Sosial Indonesia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar tetap santun, bijak, dan produktif dalam menggunakan platform digital.

Sebagaimana kutipan inspiratif dari Michelle Obama:

“Ketika berbicara tentang media sosial, ada kalanya aku mematikan dunia. Kadang-kadang kamu harus memberi diri ruang untuk diam, yang berarti harus mematikan telepon.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa meski media sosial menghubungkan kita dengan dunia, menjaga keseimbangan dengan kehidupan nyata tetaplah yang utama./***