Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan 1.500 paket sembako kepada warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, yang terdampak aktivitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh SE, didampingi Wakil Bupati, Sekda, serta Kepala OPD terkait, pada Jumat (25/7) lalu.

Baca juga : Pemkab Karawang Perkuat Transparansi, Gelar Rakor Sinergi Pemberantasan Korupsi Bersama KPK RI

Komitmen Pemkab Karawang Tangani Permasalahan Sampah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menegaskan keseriusan Pemkab Karawang dalam menangani persoalan sampah, khususnya di wilayah TPA Jalupang. “Persoalan sampah tidak hanya terjadi di Karawang, tetapi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Karawang berencana melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di TPA Jalupang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu.

Bupati Aep menjelaskan, lahan seluas enam hektare telah disiapkan untuk fasilitas ini. Nantinya, akan dibangun buffer zone atau zona penyangga di sekitar TPA untuk meredam bau dan debu yang dikeluhkan warga, serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Baca juga : Bupati Aep Hadiri Pisah Sambut Kepala Kejari Karawang, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Daerah

Bantuan Berkelanjutan untuk Warga Terdampak
Kepala DLH Karawang, Iwan Ridwan F, menambahkan bahwa bantuan sembako untuk warga Wancimekar akan diberikan dua kali dalam setahun. “Rencananya bantuan tahap kedua akan disalurkan pada bulan Desember nanti,” jelas Iwan.

Ia berharap, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dan meringankan beban 1.500 kepala keluarga yang terdampak TPA Jalupang.(*)

Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang mempertegas komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi Pemberantasan Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Rakor yang fokus pada perbaikan tata kelola pemerintah daerah melalui Monitoring, Controlling Surveillance For Prevention (MCSP) ini digelar di Aula Husni Hamid pada Kamis (24/7/25).

Baca juga : Bupati Aep Hadiri Pisah Sambut Kepala Kejari Karawang, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Daerah

Bupati Karawang Apresiasi Bimbingan KPK
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyambut hangat kedatangan jajaran KPK RI. Ia berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan di Karawang.

“Selamat datang di Kabupaten Karawang, besar harapan dengan hadirnya bapak dan jajaran ini bisa memberikan pencerahan kepada kami terkait tata kelola pemerintahan yang baik, terbuka,” ungkap Bupati Aep. Beliau juga menegaskan bahwa Pemkab Karawang terus berupaya mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan dan lebih baik lagi menuju Karawang Maju.

Apresiasi KPK atas Peningkatan Skor MCSP Karawang
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK RI, Bahtiar Ujang Purnama, menjelaskan tujuan kehadiran pihaknya adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah pemerintah daerah dalam pemberantasan korupsi melalui perbaikan tata kelola, serta membangun sinergi dalam melayani masyarakat.

KPK RI mengapresiasi kenaikan skor MCSP Kabupaten Karawang yang signifikan, mencapai 94,54. Angka ini menempatkan Karawang di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat, menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam upaya perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Kami meminta tetap konsisten dalam perbaikan tata kelola baik itu perencanaan, penganggaran, barang dan jasa termasuk manajemen ASN. Harapan kami respon terhadap langkah-langkah ini dirasakan langsung oleh masyarakat, oleh internal juga bahwa itu hal baik dan bermanfaat untuk Kabupaten Karawang dan ini telah disanggupi oleh Bupati Karawang,” tegas Bahtiar.

Baca juga : Bupati Aep Kukuhkan 2552 Pengurus Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Kerakyatan Karawang

MCSP sendiri merupakan sistem yang dikembangkan KPK untuk melakukan pengawasan dan langkah perbaikan pada delapan area intervensi utama, meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, pengelolaan barang milik daerah, optimalisasi pajak daerah, manajemen ASN, dan pengawasan APIP.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, para staf ahli, para Asisten Daerah, para kepala perangkat daerah, kecamatan, kepala desa, serta tamu undangan lainnya, menunjukkan komitmen kolektif seluruh elemen pemerintahan di Karawang.(fk-kim diskominfo)

Persoona.id – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Kabupaten Karawang, Rabu (23/7/2025). Acara ini menandai serah terima jabatan dari Syaifullah kepada Dedy Irwan Virantama yang kini resmi menjabat sebagai Kajari Karawang.

Baca juga : Bupati Aep Kukuhkan 2552 Pengurus Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Kerakyatan Karawang

Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Syaifullah atas dedikasi dan sinergi yang terjalin erat dengan Pemerintah Kabupaten Karawang selama masa jabatannya. “Alhamdulillah, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Syaifullah yang selama ini menjadi Kepala Kejari Karawang selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang serta selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Bupati Aep.

Bupati Aep juga menyambut baik kehadiran Dedy Irwan Virantama sebagai Kajari Karawang yang baru. Beliau berharap sinergi positif antara Kejaksaan Negeri Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang dapat terus terjalin dan ditingkatkan demi kemajuan daerah dan penegakan hukum yang adil.

Baca juga : Percepat Layanan: Bupati Aep Lantik 32 Pejabat Administrator Karawang

Acara pisah sambut ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin, Sekda Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung sinergi antarlembaga untuk kepentingan masyarakat Karawang.(fk-kim diskominfo)

Persoona.id – Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, sukses menyelenggarakan kegiatan Aksi Peduli Kebersihan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan semangat gotong royong masyarakat, Sabtu (tanggal disesuaikan).

Baca juga : Bupati Aep Kukuhkan 2552 Pengurus Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Kerakyatan Karawang

Kegiatan ini digelar secara serentak di berbagai titik strategis desa, mulai dari area Kantor Desa, Kebun Hidroponik, hingga lingkungan permukiman warga di seluruh wilayah dusun. Desa Sukaluyu sendiri terdiri atas 5 dusun, 21 RW, dan 110 RT, yang seluruhnya aktif terlibat dalam kegiatan ini.

Kepala Desa Sukaluyu, Hj. Lina Herlina, memimpin langsung aksi bersih-bersih tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun budaya kebersihan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan tanggung jawab bersama.

“Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih sampah atau selokan, tapi juga membersihkan pola pikir kita. Kebersihan adalah budaya hidup sehat yang harus kita tanamkan,” ujar Hj. Lina Herlina.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Miharja Rizki, SH., MH., yang turut hadir dan ikut serta memungut sampah bersama warga.

“Desa Sukaluyu memberi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bisa menghasilkan dampak nyata. Ini harus menjadi gerakan yang terus digaungkan demi desa yang bersih dan sehat,” ungkapnya.

Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Kebun Hidroponik Desa Sukaluyu, simbol ketahanan pangan desa yang juga menjadi bagian dari aksi kebersihan ini. Perawatan kebun dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan hidup dan sumber pangan lokal.

Baca juga : Cak Imin Lepas Ribuan Peserta PKB Run Fest 2025

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Mulai dari pemuda karang taruna, kelompok ibu-ibu, hingga tokoh masyarakat, semuanya turun langsung, menciptakan suasana gotong royong yang hangat dan inspiratif.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama di halaman kantor desa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh warga.

Dengan terselenggaranya Aksi Peduli Kebersihan ini, Desa Sukaluyu meneguhkan dirinya sebagai desa yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai sosial, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.(*)

Persoona.id – Dalam semangat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, memimpin pengukuhan 2.552 pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Karawang. Acara bersejarah ini berlangsung di Lapangan Karangpawitan, Sabtu, 19 Juli 2025.

Baca juga : Percepat Layanan: Bupati Aep Lantik 32 Pejabat Administrator Karawang

Sebanyak 1.588 pengurus dan 964 pengawas koperasi resmi dikukuhkan dalam momentum penting ini. Bupati Aep Syaepuloh menekankan peran vital koperasi sebagai soko guru perekonomian, yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berfokus pada pemerataan dan pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema “Koperasi Maju Indonesia Adil Makmur Karawang Maju,” Bupati Aep menyatakan bahwa tema ini sangat relevan dengan tuntutan zaman. “Koperasi dituntut untuk mampu bertransformasi serta menjadikan entitas modern, profesional, inklusif, dan adaptif terhadap era digitalisasi teknologi,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Karawang telah membentuk 309 Koperasi Merah Putih desa dan kelurahan, dengan 306 di antaranya merupakan pendirian baru dan 3 merupakan pengembangan koperasi yang sudah ada. Semua koperasi ini telah berbadan hukum, menunjukkan keseriusan Pemkab dalam memperkuat sektor koperasi.

Baca juga : Kang Dehan dan Teh Yuni Wakili Karawang di Grand Final Mojang Jajaka Jabar 2025

Bupati Aep juga mengapresiasi kontribusi signifikan koperasi dalam geliat ekonomi lokal selama lima tahun terakhir. “Saya menghaturkan terima kasih kepada para pengurus dan anggota koperasi sebagai pelopor,” pungkasnya, menandai komitmen bersama untuk memajukan ekonomi kerakyatan di Karawang.(*)

Persoona.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang mendampingi dua finalis utusan Karawang, Kang Dehan dan Teh Yuni, dalam ajang Karantina Mojang Jajaka Jawa Barat 2025 (Moka Jabar) yang resmi dimulai pada Rabu, 16 Juli 2025 di BPSDM Jawa Barat, Bandung.

Baca juga : Jejak Syekh Quro dan Masjid Agung Karawang: Warisan Islam Tertua di Jawa

Kegiatan karantina akan berlangsung selama empat hari, dari 16 hingga 19 Juli 2025, dengan agenda yang mencakup pembekalan wawasan kebangsaan, kebudayaan, hospitality, pemeriksaan kesehatan, fashion show, deep interview, diskusi publik (Sawala), gala dinner, hingga sesi unjuk kabisa—sebuah momen penting bagi para finalis untuk memperkenalkan potensi budaya daerah masing-masing.

Menuju Grand Final Mojang Jajaka Jabar 2025

Kang Dehan dan Teh Yuni telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi ketat di tingkat kabupaten sebelum akhirnya terpilih sebagai finalis provinsi. Mereka akan bertarung di Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2025 yang akan digelar pada 20 Juli 2025 di Bandung.

“Kami bangga dengan Kang Dehan dan Teh Yuni. Mereka tidak hanya membawa nama Karawang, tetapi juga menjadi duta kebudayaan dan pariwisata daerah. Ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan kekayaan budaya Karawang di tingkat provinsi,” ujar H. Abas Sudrajat, S.Sos., M.P., Kepala Disparbud Karawang.

Hal senada disampaikan Kabid Pemasaran Disparbud, Bogie Satiawiraman, S.E., yang menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kebutuhan finalis selama proses berlangsung.

“Momen ini penting untuk memperkuat citra Karawang sebagai daerah dengan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Kami turut membersamai finalis, dan siap memfasilitasi segala kebutuhan mereka,” jelas Bogie.

Baca juga : Kelenteng Sian Jin Ku Po: Warisan Sejarah Tionghoa di Karawang

Ajak Masyarakat Dukung Lewat Voting Instagram

Dinas Pariwisata Karawang juga mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk memberikan dukungan secara digital kepada kedua finalis melalui voting likes di akun Instagram resmi Moka Jabar.

📌 Dukung Kang Dehan & Teh Yuni dengan memberikan likes pada postingan mereka di akun @mokajabar. Voting ini menjadi salah satu bentuk penilaian dan dukungan moral yang penting dari warga Karawang./ryan/ucup

Persoona.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung pengembangan potensi agribisnis di Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang. Lewat program ini, mereka aktif mendampingi pengelolaan Tiyo’s Farm, sebuah usaha rintisan budidaya melon unggulan yang kini mulai dikenal sebagai ikon pertanian lokal.

Baca juga : Bupati Karawang Tinjau Proyek Drainase Jalan Niaga, Target Selesai 120 Hari

Didampingi oleh Ir. Arnisa Stefanie, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan, para mahasiswa KKN membantu pemetaan potensi, manajemen, hingga strategi pemasaran Tiyo’s Farm yang berlokasi di Dusun Cilempuk. Sejak berdiri pada April 2024, usaha ini telah membudidayakan tiga varietas melon premium: Honey Globe, Sweet Net, dan Kirani.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Honey Globe, varietas melon dengan rasa manis khas dan nilai jual tinggi—mencapai Rp 35.000/kg di tingkat petani, dan hingga Rp 120.000/kg di supermarket.

“Kami melihat Tiyo’s Farm sebagai permata tersembunyi di Purwamekar. Tugas kami adalah membantu branding dan pemasaran agar produk ini dikenal lebih luas,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Tak sekadar program akademik, KKN ini menjadi ruang kolaborasi nyata antara mahasiswa dan pelaku UMKM lokal. Para mahasiswa terlibat langsung dalam pelatihan digital marketing, pengemasan produk, serta penguatan narasi merek (brand storytelling) yang diharapkan bisa memperluas pasar melon Purwamekar hingga ke pasar premium.

Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membina desa agar mampu mandiri secara ekonomi melalui sektor agribisnis berbasis potensi lokal.

“Kami ingin menjadikan Purwamekar tidak hanya sebagai penghasil melon, tetapi juga sebagai sentra melon premium di Karawang,” tambah DPL Arnisa Stefanie.

Baca juga : DPRD Karawang Dorong Anggaran Pengelolaan Sampah Hingga ke Desa Lewat Raperda Baru

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi pendidikan dan masyarakat dapat melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga.

Dengan keterlibatan aktif mahasiswa UNSIKA dan semangat masyarakat Purwamekar, Tiyo’s Farm diyakini mampu tumbuh menjadi model UMKM pertanian berkelanjutan, yang bisa direplikasi di berbagai wilayah lain di Karawang.(*)

Persoona.id – Pemerintah Desa Telukjambe kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah melalui kegiatan Penyuluhan Pilah Sampah dari Rumah yang digelar pada Sabtu malam, 12 Juli 2025. Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan RT 010, RW 04, dengan dihadiri lebih dari 50 warga yang antusias mengikuti materi penyuluhan.

Baca juga : DPRD Jabar Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga, Media Sosial Jadi Sorotan

Program yang merupakan bagian dari anggaran kerja tahun 2025 ini bertujuan membangun budaya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, sebagai upaya mendukung operasional TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) milik BUMDes Berkah Bersama Telukjambe.

Tokoh masyarakat Haerudin tampil sebagai pemateri utama dalam penyuluhan ini. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa memilah sampah merupakan langkah awal penting dalam menciptakan lingkungan sehat dan berkelanjutan.

“Sampah yang kita kelola dengan benar bisa menjadi berkah, bukan sekadar masalah. Pemilahan yang baik akan memudahkan TPS3R bekerja dan bahkan membuka peluang ekonomi baru di desa,” jelas Haerudin.

Kepala Desa Telukjambe, Uji, yang hadir langsung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa program edukasi pilah sampah akan dilakukan secara berkelanjutan dari RT ke RT dan RW ke RW. Menurutnya, kesadaran kolektif harus dibentuk dari level terbawah demi mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah.

“Kami tidak akan berhenti. Edukasi akan kami lakukan terus-menerus agar masyarakat terbiasa memilah sampahnya dari rumah. Ini kerja bersama untuk lingkungan dan masa depan desa kita,” ujar Uji.

Baca juga : Menelusuri Jejak Perlawanan Ki Bagus Jabin: Ulama Pejuang Kolonial yang Dimakamkan di Cikampek Pusaka

Penyuluhan ini juga mendapat dukungan dari berbagai perangkat desa dan lembaga, antara lain Sekretaris Desa Tajudin Nur, Sekretaris BPD Sulamul Hadi, Ketua RW 04 Bapak Sawin, Kadus Sukagalih Yanyan Ruhyana, Ketua TPS3R Sukardi, dan perwakilan BUMDes Sartono.

Kegiatan ini diharapkan menciptakan siklus pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, dengan masyarakat sebagai penggerak utama dan TPS3R sebagai pusat pengelolaan. Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan desa berbasis lingkungan dan ekonomi sirkular.(*)

Persoona.id – Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Karawang, Yuni Fadillah dan Dehan Suhanda, kembali menunjukkan peran aktif mereka sebagai duta daerah dengan terlibat langsung dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, mereka berkolaborasi dengan Boneka Azmil, salah satu produsen di sentra Kampung Boneka di Desa Wisata Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya, untuk melakukan rebranding logo dan kemasan produk. Kunjungan ini merupakan bagian dari misi Moka Karawang untuk memetakan dan mengangkat potensi ekonomi kreatif di Desa Wisata Karangjaya.

Baca juga : Moka Karawang Promosikan Sate Maranggi Mang Da’i: Angkat Potensi Wisata Lokal ke Tingkat Provinsi

Dari Proses Produksi Hingga Rebranding Produk
Selama kunjungan, Yuni dan Dehan tidak hanya mengamati, tetapi juga turut serta dalam proses pembuatan boneka di Boneka Azmil. Mereka belajar langsung dari para perajin, mulai dari proses menjahit pola hingga mengisi dakron ke dalam bantal leher dan aneka boneka karakter.

Puncak dari kunjungan ini adalah sesi kolaborasi rebranding. Mojang Jajaka memberikan masukan dan ide-ide segar untuk memperbarui desain logo dan kemasan produk Boneka Azmil. Harapannya, tampilan baru ini akan membuat produk terlihat lebih modern dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas, terutama di platform digital.

Dukungan Konkret untuk UMKM Lokal
Yuni Fadillah menyampaikan antusiasmenya, “Kualitas produk dari Boneka Azmil ini sudah sangat baik. Tugas kami sebagai generasi muda adalah membantu dari sisi branding agar produk hebat ini bisa tampil lebih kekinian dan menarik.”

Baca juga : Mojang Jajaka Dukung Promosi Wisata Situ Kamojing

Dehan Suhanda menambahkan, “Ini adalah bentuk dukungan konkret kami. Kami tidak hanya datang untuk berfoto, tapi untuk memberikan nilai tambah. Dengan logo dan kemasan baru, kami berharap Boneka Azmil dan UMKM lain di Kampung Boneka bisa naik kelas.”

Inisiatif rebranding yang dilakukan oleh Mojang Jajaka Karawang ini menjadi contoh nyata bagaimana seorang duta wisata dapat berperan aktif sebagai katalisator perubahan, menghubungkan kearifan lokal para perajin dengan tren pasar modern demi kemajuan ekonomi kreatif daerah./her

Persoona.id – Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Karawang, Yuni Fadillah dan Dehan Suhanda, baru-baru ini melakukan kunjungan strategis ke Sate Maranggi Mang Da’i di Desa Wisata Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya. Kunjungan ini merupakan bagian penting dari persiapan mereka untuk mewakili Karawang dalam ajang Pasanggiri Mojang Jajaka tingkat Provinsi Jawa Barat.

Baca juga : Mojang Jajaka Dukung Promosi Wisata Situ Kamojing

Misi utama Moka Karawang sebagai duta daerah adalah untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengangkat potensi lokal yang memiliki daya saing, sekaligus menjadi upaya serius dalam pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

Menggali Kisah Otentik di Balik Kelezatan Sate Maranggi
Setibanya di lokasi, Yuni dan Dehan disambut hangat oleh pemilik, Mang Da’i. Mereka terlibat dalam dialog mendalam, menggali sejarah dan filosofi di balik kelezatan Sate Maranggi yang disajikan di bawah rindangnya pohon bambu. Keunikan Sate Maranggi Mang Da’i tidak hanya terletak pada cita rasa otentik sate sapi dan Sop Jando, tetapi juga pada suasana pedesaan yang asri dan membumi.

“Kami tidak hanya datang untuk mencicipi, tapi untuk mendengar cerita. Kisah Mang Da’i adalah representasi dari semangat wirausaha Karawang yang otentik dan berdaya. Ini adalah cerita yang harus kami sampaikan di tingkat Jawa Barat,” ujar Yuni Fadillah.

Dehan Suhanda menambahkan, “Apa yang Mang Da’i lakukan setiap hari—menjaga kualitas, melayani dengan hati—adalah mentalitas juara. Tugas kami adalah memastikan ‘panggung’ untuk para juara lokal ini semakin luas.”

Sate Maranggi Mang Da’i: Daya Tarik Utama Desa Wisata Karangjaya
Keberadaan Sate Maranggi Mang Da’i merupakan bagian integral dari ekosistem Desa Wisata Karangjaya (Dewika) yang diresmikan pada November 2023 oleh Kepala Desa Abdillah Julkarnaen, S.Sos.I. Desa ini secara aktif dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, komunitas Ekonomi Kreatif (Ekraf), dan Dinas Koperasi UKM. Sate Maranggi Mang Da’i berfungsi sebagai atraksi jangkar (anchor attraction) yang menarik pengunjung dan mengangkat potensi lokal.

Baca juga : Jejak Syekh Quro dan Masjid Agung Karawang: Warisan Islam Tertua di Jawa

Kunjungan Moka Karawang ini menjadi peneguhan komitmen bersama antara duta wisata dan pelaku UMKM untuk menjadikan kearifan lokal sebagai ujung tombak dalam memajukan pariwisata dan perekonomian Karawang. Kisah otentik Sate Maranggi Mang Da’i kini menjadi salah satu narasi utama yang akan dibawa oleh Dehan dan Yuni ke panggung Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat, sebagai bukti nyata kekayaan budaya dan ekonomi kreatif daerah./her