Persoona.id – Menjelang pelaksanaan Festival Teater Pelajar Basa Sunda (FTPBS) 2026 yang akan digelar pada akhir Juli mendatang, panitia pelaksana mulai tancap gas melakukan serangkaian pendampingan intensif kepada para peserta. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 11 grup teater dari ekstrakurikuler SMA dan SMK se-Kabupaten Karawang telah memastikan diri untuk ambil bagian dalam festival bergengsi tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, panitia FTPBS 2026 turun langsung mengunjungi sekolah-sekolah peserta. Langkah ini diambil untuk melihat langsung proses latihan sekaligus memberikan pembinaan khusus agar performa masing-masing kelompok teater semakin matang.

Pimpinan Produksi FTPBS 2026, Dicky Purnama Gumelar, menegaskan bahwa kunjungan langsung ke sekolah merupakan komitmen panitia untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan bekal seni peran yang cukup sebelum tampil di atas panggung.

“Jadi kami tidak hanya mengundang peserta saat workshop atau technical meeting. Tim juga datang langsung ke sekolah untuk berdiskusi dengan pembina dan peserta, melihat proses latihan mereka, sekaligus memberikan masukan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok,” ujar Dicky saat diwawancarai pada Minggu (5/7/2026) sore.

Tantangan Seni Peran: Dari Belajar Otodidak hingga Minim Fasilitas Pelatih
Dari hasil kunjungan lapangan tersebut, panitia menemukan dinamika dan kondisi ekstrakurikuler teater di setiap sekolah yang cukup beragam. Beberapa sekolah tercatat sudah rutin mengikuti FTPBS sehingga proses latihannya jauh lebih terarah. Namun, tidak sedikit pula sekolah yang baru pertama kali bergabung sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif.

Berdasarkan temuan Dicky, tantangan terbesar saat ini adalah masih banyaknya anggota ekstrakurikuler teater tingkat SMA/SMK yang belum pernah mengecap pembelajaran dasar seni peran. Aspek krusial seperti olah vokal, olah tubuh, olah rasa, hingga teknik dasar membangun karakter di atas panggung masih perlu diasah.

“Temuan kami cukup menarik. Ternyata masih banyak anak-anak teater yang semangatnya luar biasa, tetapi belum pernah mendapatkan materi dasar berteater. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk berbagi ilmu selama proses pendampingan,” tambahnya.

Selain masalah materi dasar, panitia juga menyoroti kendala sumber daya pengajar. Ada sejumlah sekolah yang memiliki fasilitas kesenian memadai, namun belum memiliki pelatih atau pembimbing teater yang mendampingi siswa secara rutin.

Baca juga : FTPBS 2026 Karawang Resmi Dibuka: Ajang Pelajar Unjuk Gigi di Panggung Teater Basa Sunda

“Beberapa sekolah sebenarnya sudah didukung fasilitas, tetapi belum memiliki tenaga pelatih. Akhirnya anak-anak belajar secara otodidak atau hanya mengandalkan senior. Karena itu, kami berharap FTPBS bisa menjadi ruang belajar bersama, bukan hanya ajang kompetisi,” jelas Dicky.

Rangkaian Pra-Festival: Hadirkan Workshop hingga Digitalks Podcast
Sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas peserta, panitia FTPBS 2026 juga telah menyiapkan sejumlah agenda pra-festival yang interaktif. Selain pendampingan langsung ke sekolah, para peserta akan dilibatkan dalam kegiatan workshop seni peran.

Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan sesi Digitalks Podcast yang bekerja sama dengan Kampus Politeknik Kepribadian Bangsa Indonesia. Sesi ini akan menghadirkan perwakilan dari seluruh grup peserta untuk mengenalkan eksistensi mereka ke publik.

Melalui program DigiPodcast ini, para pelajar tidak hanya belajar berteater, tetapi juga diajak berbagi cerita mengenai proses kreatif, tantangan persiapan menuju festival, hingga mempromosikan kelompok teater mereka kepada masyarakat luas secara digital.

Tentang Festival Teater Pelajar Basa Sunda (FTPBS):
Festival Teater Pelajar Basa Sunda (FTPBS) merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah kreativitas, pelestarian budaya Sunda, dan pengembangan bakat seni peran bagi pelajar tingkat menengah atas (SMA/SMK) di wilayah Kabupaten Karawang./***

Persoona.id – Kabar gembira bagi para pegiat seni dan pelajar di Kota Pangkal Perjuangan. Festival Teater Pelajar Basa Sunda (FTPBS) 2026. Kembali hadir sebagai wadah kreativitas sekaligus benteng pelestarian budaya, bagi pelajar tingkat SMA/SMK sederajat di Kabupaten Karawang.

Pendaftaran peserta untuk ajang bergengsi ini resmi dibuka mulai hari ini, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang tersebut dijadwalkan pelaksanaannya pada tanggal 25–26 Juli 2026.

Media Kreatif untuk Ngamumule Basa Sunda
Pimpinan Produksi FTPBS 2026, Dicky Purnama Gumelar. Menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi seni peran. Lebih dari itu, FTPBS merupakan gerakan nyata untuk menjaga eksistensi Bahasa Sunda. Agar tidak tergerus zaman, terutama di kalangan Gen Z dan Alpha.

“Lewat teater, pelajar bukan hanya belajar tampil di atas panggung. Tetapi juga belajar memahami budaya, bahasa, kerja sama, dan kepercayaan diri. Kami ingin Basa Sunda tetap hidup dan dicintai anak muda,” ujar Dicky saat diwawancarai.

Baca juga : Sinergi Teater dan Digital: Yusuf Adriansyah, Mahasiswa Politeknik Prisain yang Siap Taklukkan Industri Kreatif

Menurutnya, teater adalah media yang sangat efektif karena mengemas unsur kebahasaan. Ke dalam bentuk visual dan emosiona yang relevan dengan kehidupan pelajar masa kini.

Detail Pelaksanaan FTPBS 2026
Setelah sukses digelar pada tahun 2024 silam. Edisi tahun ini membawa misi regenerasi pelaku seni di Karawang. Berikut adalah poin penting terkait pelaksanaan festival:

Membangun Karakter Melalui Seni
Selain menjadi ruang ekspresi, FTPBS 2026 diharapkan mampu membangun semangat ngamumule. (melestarikan) budaya daerah di tengah serbuan budaya modern. Disdikbud Karawang memberikan dukungan penuh agar festival ini menjadi kalender tahunan yang mampu mencetak bibit-bibit unggul di bidang seni pertunjukan.

Panitia mengajak seluruh sekolah menengah atas di Karawang untuk segera mendaftarkan tim teater terbaik mereka. Inilah saatnya menunjukkan bahwa jati diri bangsa, khususnya budaya Sunda, tetap berkilau di tangan generasi muda./ys