Persoona.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang melaporkan adanya peningkatan temuan kasus kusta sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 226 warga terkonfirmasi mengidap penyakit tersebut, naik cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 167 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang. Yayuk Sri Rahayu, merinci bahwa mayoritas penderita berasal dari kelompok usia dewasa.

“Dari total 226 kasus di tahun 2025. Sebanyak 211 kasus terjadi pada orang dewasa dan 15 kasus. Ditemukan pada anak-anak,” ujar Yayuk saat memberikan keterangan pada Jumat (27/3/2026).

Mengenal Gejala dan Penularan
Yayuk menjelaskan bahwa kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik namun harus tetap waspada terhadap gejala awal yang muncul.

“Gejala awalnya biasanya ditandai dengan bercak putih atau kemerahan pada kulit yang tidak gatal. Namun disertai mati rasa atau baal,” jelasnya.

Ia juga meluruskan mitos yang berkembang di masyarakat bahwa kusta adalah penyakit kutukan atau kiriman mistis. Kusta murni merupakan penyakit menular yang menyebar melalui percikan cairan pernapasan (droplet). Atau kontak fisik erat dalam jangka waktu yang lama.

Layanan Gratis dan Hapus Stigma
Guna menekan angka penularan. Pemkab Karawang melalui Dinkes terus menggencarkan deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas. Yayuk menjamin bahwa seluruh pengobatan bagi pasien kusta tersedia secara gratis.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika menemukan gejala tersebut. Pengobatan gratis disediakan agar pasien cepat sembuh dan mencegah risiko kecacatan permanen,” tambahnya.

Selain penanganan medis, Dinkes Karawang juga aktif melakukan edukasi untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita kusta. Menurut Yayuk, dukungan sosial sangat penting karena diskriminasi. Seringkali membuat penderita enggan berobat, yang justru berisiko memperluas penularan di lingkungan sekitar.

Diharapkan dengan penanganan yang cepat, tepat, dan tanpa stigma, mata rantai penularan kusta di Kabupaten Karawang dapat segera terputus./***

Persoona.id – Mengawali hari pertama kerja setelah libur panjang Idulfitri 1447 H. Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menggelar Apel Bersama yang dirangkaikan dengan acara Halalbihalal di Plaza Pemda Karawang pada Rabu (25/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Di lingkungan Pemkab Karawang untuk saling memaafkan dan memperkuat silaturahmi. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan ucapan selamat hari raya secara langsung kepada para pegawai.

“Di hari yang fitri ini, saya atas nama pribadi dan pemerintah. Memohon maaf jika selama menjabat sebagai bupati dan wakil bupati terdapat kesalahan. Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” ujar Bupati Aep di hadapan peserta apel.

Apresiasi Pengamanan Mudik dan Wisata
Selain silaturahmi. Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras selama masa libur lebaran. Ia memuji kesigapan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, BPBD, hingga para Camat dalam mengamankan arus mudik dan balik.

Terkait lonjakan wisatawan di wilayah Karawang bagian selatan, Bupati memberikan catatan khusus. Meski terjadi kepadatan, situasi secara umum dinilai tetap terkendali berkat koordinasi yang baik dari para petugas di lapangan.

Fokus Pelayanan dan Infrastruktur
Menutup arahannya, Bupati Aep menegaskan agar seluruh ASN. Segera kembali ke ritme kerja normal dan meningkatkan performa pelayanan publik. Ia menekankan dua poin utama: profesionalisme dan percepatan pembangunan.

“Kita bekerja bersama-sama. Tunjukkan profesionalisme, dan saya titip pesan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang. Agar terus dikawal dengan baik sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tutup Bupati.

Dengan berakhirnya masa libur lebaran, seluruh pelayanan publik di Kabupaten Karawang dipastikan kembali beroperasi secara optimal mulai hari ini./kimkrw

Persoona.id – Pemusatan Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Karawang tahun 2025 secara resmi dimulai. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Akshaya pada Senin, 4 Agustus 2025, menandai dimulainya persiapan para pelajar terbaik untuk mengemban tugas mulia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, Mahpudin, menyampaikan bahwa Pusdiklat ini akan berlangsung selama 14 hari, dari 4 hingga 18 Agustus 2025.

“Hari ini merupakan hari pertama pemusatan latihan Calon Paskibraka Kabupaten Karawang. Mereka akan bertugas mengibarkan bendera pada 17 Agustus 2025 di Kabupaten Karawang,” ujar Mahpudin.

Sebanyak 50 pelajar terpilih, terdiri dari 25 putra dan 25 putri, akan mengikuti Pusdiklat. Mahpudin menekankan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membentuk fisik, mental, karakter, dan jiwa nasionalisme para peserta.

Di akhir sambutannya, Mahpudin berharap para Calon Paskibraka (Capaska) Karawang dapat fokus dan disiplin selama pelatihan. Ia juga berpesan agar mereka memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta integritas tinggi dalam menjalankan tugas mengibarkan bendera merah putih.

“Harapannya, melalui puslat ini, mereka memiliki karakter yang berwawasan nasional, berintegritas tinggi, berdedikasi, dan disiplin, sehingga mampu mengemban tugas yang telah diberikan,” pungkasnya.(*)

Persoona.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama secara resmi menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Karawang, Selasa (6/5/2025). Kesepakatan ini meliputi pengembangan potensi daerah dan peningkatan layanan publik, serta ditandai dengan pelaksanaan panen padi bersama program contract farming di Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta.

Baca juga : Forkonas Desak Pemerintah Akhiri Moratorium Pemekaran Wilayah

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa Karawang memiliki lahan sawah seluas 88 ribu hektare dan berperan strategis dalam mendukung kebutuhan pangan nasional.

“Melalui kerja sama ini, sebanyak 600 hektare lahan telah dialokasikan untuk menyuplai kebutuhan beras Jakarta. Kami berterima kasih kepada Pemprov DKI atas dukungannya,” ujar Bupati Aep.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan, khususnya untuk wilayah ibu kota.

“Kebutuhan beras Jakarta mencapai 2.500 ton. Lewat kerja sama dengan daerah penghasil seperti Karawang, saat ini telah tersedia pengadaan dari 400 hektare lahan,” jelas Pramono.

Baca juga : 6.000 Penari Meriahkan Hari Tari Sedunia di Karawang

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang menjadi ujung tombak pemenuhan kebutuhan pangan warga Jakarta.

“Terima kasih untuk seluruh petani. Tanpa kerja keras mereka, ketersediaan pangan tidak akan aman,” tambahnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan antar wilayah dalam memperkuat ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan.(FK-KIM Diskominfo)

Karawang, Minggu (16/2/2025) – Perayaan Kirab Cap Go Meh kembali digelar dengan meriah di sepanjang Jalan Tuparev hingga Jalan Arif Rahman Hakim, Kabupaten Karawang. Acara yang diadakan setiap tahun ini menjadi salah satu agenda budaya yang paling dinanti oleh masyarakat setempat maupun luar daerah.

Baca juga : Sosialisasi Perda Pesantren di Karawang Timur oleh Kang Rahmat Hidayat Djati

Tahun ini, perayaan Kirab Cap Go Meh mengusung tema “Ular Kayu”, menghadirkan 32 tandu joli dengan dukungan 1200 personil, serta atraksi barongsai spektakuler yang melibatkan 1110 personil. Tak hanya itu, perayaan ini juga menarik ribuan pengunjung dari luar kota, menjadikan Kabupaten Karawang sebagai pusat perhatian dalam momen Cap Go Meh tersebut.

Kehadiran Tokoh Nasional
Acara ini turut dihadiri oleh Hj. Sinta Nuriyah Wahid, Ibu Negara Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid. Dalam sambutannya, Hj. Sinta menyampaikan bahwa Cap Go Meh merupakan simbol kerukunan antarumat beragama serta momen yang memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Semoga negara yang kita cintai tetap tenteram, utuh, dan sejahtera,” ungkap Hj. Sinta Nuriyah Wahid, memberikan pesan penuh makna kepada seluruh hadirin.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, juga menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan Kirab Cap Go Meh. Ia menekankan bahwa Kabupaten Karawang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama, yang terlihat dari keberadaan rumah ibadah yang lengkap dan berdekatan.

“Kirab Cap Go Meh ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Karawang, tetapi juga menunjukkan kerukunan dan toleransi yang tinggi. Selain itu, acara ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar acara,” ujar H. Aep.

Antusiasme Masyarakat
Ribuan warga Kabupaten Karawang dan sekitarnya memadati lokasi acara, menyaksikan berbagai atraksi seperti barongsai, marching band, dan penampilan kelompok Tionghoa dari berbagai daerah. Acara ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga yang mencari hiburan sekaligus pengalaman budaya.

Antusiasme Masyarakat menyaksikan antraksi borongsai

Salah satu warga asal Klari, Dede Irma (35), menyampaikan kebahagiaannya atas kemeriahan perayaan tahun ini. Ia hadir bersama keluarganya sejak siang hari hanya untuk menyaksikan kirab Cap Go Meh.
“Saya dan keluarga selalu nonton kirab ini setiap tahun karena anak-anak sangat suka. Kemeriahan tahun ini luar biasa, semoga tahun depan lebih meriah lagi,” ujar Dede Irma.

Baca juga : DPRD Jawa Barat Dorong Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Perda No. 12 Tahun 2023

Kirab Cap Go Meh dan Dampaknya
Sebagai agenda tahunan, Kirab Cap Go Meh tidak hanya menjadi simbol budaya dan toleransi, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi bagi pelaku UMKM. Kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai daerah meningkatkan omset para pelaku usaha di sekitar lokasi acara.

Acara ini juga menjadi ajang promosi budaya yang melibatkan perwakilan dari berbagai daerah baik di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat. Perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Karawang membuktikan bahwa budaya dapat menjadi perekat antarumat dan mendorong harmoni sosial yang lebih erat. (FK-KIM Diskominfo)