Persoona.id – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi melepas keberangkatan 443 jemaah haji yang tergabung dalam kloter JKS 04, pada Jumat (24/4/2026). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama Forkopimda Kabupaten Karawang di Islamic Center.

Bupati Aep menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan. Ia menjelaskan, total jemaah yang diberangkatkan dalam kloter ini berjumlah 443 orang, termasuk petugas pendamping.

“Alhamdulillah hari ini kami melepas jemaah haji kloter JKS 04 sebanyak 443 orang. Pemberangkatan ini merupakan bagian dari lima gelombang yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, jemaah tertua dalam rombongan ini berusia sekitar 82 tahun, sementara yang termuda berusia 21 tahun.

Baca juga : Ubah Skill Digital Jadi Peluang Bisnis, Dosen Bisnis Digital Politeknik Prisain Cetak Young Entrepreneur di SMKN 1 Kota Bekasi

Bupati Aep menegaskan, persiapan pemberangkatan haji tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui evaluasi rutin setiap tahun. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para calon jemaah.

“Persiapan ini bukan hanya hari ini saja, tapi setiap tahun kami evaluasi. Alhamdulillah seluruh jemaah dalam kondisi sehat, berkat dukungan dari Dinas Kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” katanya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Karawang dengan Kementerian Haji dan Umroh serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkab Karawang turut memberikan berbagai fasilitas kepada jemaah, mulai dari konsumsi, perlengkapan, hingga atribut identitas daerah.

Menurutnya, atribut tersebut penting sebagai penanda identitas jemaah asal Karawang, sehingga memudahkan koordinasi selama berada di Tanah Suci, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Baca juga : Wujudkan Digitalisasi Karawang, UKM Prisain Politeknik Kepribadian Hadirkan ‘Digi Talks’: Ruang Ekspresi Inklusif bagi UMKM hingga Tokoh Publik

“Dengan adanya identitas ini, diharapkan memudahkan pengenalan, baik oleh petugas maupun sesama jemaah, apalagi jumlah jemaah haji dari seluruh dunia sangat banyak,” jelasnya.

Bupati Aep juga berencana meningkatkan fasilitas pemberangkatan di Islamic Center Karawang agar semakin representatif. Terkait kondisi di Timur Tengah, ia memastikan bahwa situasi di Arab Saudi aman dan kondusif bagi pelaksanaan ibadah haji.
“InsyaAllah aman, jalur penerbangan juga normal, sekitar sembilan jam. Kita doakan seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya./***

Persoona.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang resmi mengaktifkan program Masjid Ramah Pemudik (MRP) di Masjid Jami An-Nur, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (15/3/2026). Program ini disiapkan sebagai titik singgah (rest area) religi bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas, turun langsung meninjau kesiapan fasilitas di lokasi tersebut. Ia memastikan agar pelayanan yang diberikan kepada pemudik sesuai dengan standar kenyamanan dan keamanan yang telah direncanakan.

“Kami hadir untuk memantau langsung layanan masjid-masjid yang disinggahi oleh pemudik. Target kita adalah memastikan fasilitas ini benar-benar fungsional dan membantu masyarakat selama perjalanan,” ujar Khairunas saat meninjau lokasi.

Fasilitas Lengkap untuk Musafir
Program Masjid Ramah Pemudik ini tidak hanya sekadar tempat salat, namun juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:

  • Ruang istirahat yang layak dan bersih.
  • Persediaan air minum gratis bagi pemudik.
  • Area wudu dan toilet yang memadai.
  • Layanan informasi dan keamanan dari relawan setempat.

Kepala MIN 2 Karawang, Ruhyat, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian nyata Kemenag terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pelayanan yang memberi manfaat luas, terutama pada momentum arus mudik yang melelahkan bagi banyak orang,” tutur Ruhyat.

Sinergi Lintas Sektoral
Peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap Kantor Kemenag Karawang, mulai dari Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, hingga Penyuluh Agama dan Pengawas PAI. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan koordinasi demi kelancaran pelayanan bagi para pemudik di jalur Karawang.

Dengan adanya Masjid Jami An-Nur sebagai salah satu titik MRP, diharapkan para pemudik yang melintasi wilayah Karawang Barat dapat beristirahat dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan kembali./***

Persoona.id – Kementerian Agama Kabupaten Karawang kembali meluncurkan Kampung Moderasi Beragama (KMB), kali ini berlokasi di Kecamatan Rengasdengklok, Rabu (30/4/2025). Kegiatan ini memperkuat komitmen Kemenag dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif di tengah keberagaman.

Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program nasional ini di Karawang, yang kini telah memiliki tujuh KMB aktif, termasuk di Kecamatan Telukjambe Timur, Klari, Cikampek, Cibuaya, Karawang Barat, dan Karawang Timur.

Baca juga : Ketua Komisi I Soroti Seleksi JPT Pemprov Jabar, Tekankan Merit System dan Kompetensi

“Hari ini saya bangga dengan diluncurkannya Kampung Moderasi Beragama di Rengasdengklok. Mudah-mudahan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan agar seluruh umat beragama dapat hidup rukun dan harmonis,” kata Sopian.

Ia menambahkan bahwa kehadiran KMB sangat penting bagi wilayah yang plural seperti Rengasdengklok, guna menanamkan nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan moderasi dalam kehidupan beragama.

Dukungan Pemerintah Daerah

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Karawang, Irlan Suarlan, menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap program tersebut.

“Karawang merupakan wilayah dengan urbanisasi tinggi, sehingga keberagaman budaya dan agama tak terelakkan. KMB adalah jawaban konkret dalam menciptakan ruang hidup damai dan inklusif bagi semua,” ujar Irlan.

Baca juga : Gebyar Paten 2025: Pelayanan Publik Terpadu Lebih Dekat dengan Warga Karawang

Ia juga berharap program ini bisa menginspirasi masyarakat untuk aktif menjaga stabilitas sosial dan memperkuat semangat kebangsaan.

“Dengan peresmian ini, semoga KMB bisa jadi model penguatan nilai-nilai kebangsaan yang direplikasi ke wilayah lain di Karawang bahkan daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.(FK-KIM Diskominfo)