Persoona.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para pelajar anggota Teater Sacila. Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras, dedikasi, dan latihan maksimal yang dijalankan oleh para siswa di sela-sela kesibukan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Capaian gemilang tersebut mendapat apresiasi mendalam dari pihak pembina dan pengurus. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara sekolah, siswa, dan orang tua.

“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan hasil dari latihan maksimal siswa-siswi anggota teater di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Terima kasih atas segala dukungan yang diberikan dari berbagai pihak, terutama para orang tua siswa yang telah percaya terhadap bakat putra-putrinya,” ungkap perwakilan Teater Sacila penuh rasa syukur.

Dukungan penuh dari orang tua dinilai menjadi motivasi utama bagi para siswa untuk terus mengeksplorasi potensi diri, khususnya di bidang seni peran dan teater. Melalui seni, para pelajar dilatih untuk membangun kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kreatif.

Baca juga : Sabet Juara 1 Manajemen Produksi Terbaik FTPBS 2026, Tesnika SMAN 1 Karawang Tampil Profesional

Ke depan, Teater Sacila berkomitmen untuk terus konsisten mencetak bibit-bibit unggul di dunia seni pertunjukan. Harapan besar disematkan agar eksistensi komunitas teater sekolah ini dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter peserta didik.

“Semoga ke depannya kegiatan Teater Sacila selalu mendapat dukungan penuh agar bisa terus mengasah dan mewadahi bakat serta minat siswa di bidang seni,” tambahnya.

Dengan adanya pencapaian ini, Teater Sacila membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni mampu berjalan selaras dengan prestasi akademik, sekaligus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berekspresi secara konstruktif dan inspiratif./***

Persoona.id – Hari Santri Nasional 2026, Bupati Karawang: Santri Menjadi Benteng Moral dan Agen Perubahan

Kab. Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Plaza Pemda Kabupaten Karawang pada Kamis, (22/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dalam sambutannya menegaskan bahwa para santri di wilayahnya siap menjadi pilar kokoh penyangga bangsa serta agen perubahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bupati Aep menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ulama, pimpinan pondok pesantren, dan para santri atas peran strategis mereka sejak era perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini.

Menurutnya, santri kini mampu berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual tradisional dengan kebutuhan zaman modern, termasuk memiliki keterampilan digital serta literasi inovatif.

Baca juga : PKB Tegaskan Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Kerja Nyata, Serahkan Ambulans dan 3.000 Sertifikat Wakaf di Riau

“Kita pastikan, di balik gemuruh investasi dan derasnya laju modernisasi di Karawang, para santri tetap menjadi benteng moral dan agen perubahan melalui pembinaan yang konsisten di pondok pesantren,” ujarnya.

Ia merinci, berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, saat ini terdapat 632 pesantren dengan total 31.568 santri yang tersebar di 30 kecamatan. Potensi besar ini mendasari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian nyata kepada dunia pesantren.

Sebagai bentuk dukungan konkret, laniut dia, Pemkab Karawang telah menghadirkan berbagai program, di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat kecamatan untuk menjaring bakat santri, pemberian ‘kadeudeuh’ bagi santri berprestasi, serta alokasi beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) bagi santri dan tahfiz Quran.

Selain itu, pemerintah daerah secara rutin mengalokasikan dana insentif bagi guru ngaji dan marbot masjid di wilayah Kabupaten Karawang.

“Dari pesantren untuk bangsa, dari Karawang untuk peradaban Indonesia,” ungkapnya./***

Persoona.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia teater pelajar Jawa Barat. Teater Aufklarung dari SMAN 1 Ciampel sukses memukau dewan juri dan penonton. Lewat pementasan naskah drama berbahasa Sunda berjudul “Karunya Si Mamah” karya Nazarudin Azhar, sekaligus mengantarkan mereka meraih predikat. Juara 1 dalam ajang Festival Teater Pelajar Basa Sunda (FTPBS) 2026.

Pementasan yang disajikan kelompok teater muda ini berhasil mengeksplorasi kedalaman emosi serta realitas kehidupan seorang ibu (single parent) yang berjuang seorang diri membesarkan anaknya. Cerita berfokus pada dinamika hubungan ibu dan anak, di mana sang anak perlahan belajar memahami kesepian serta kebutuhan emosional ibunya untuk menemukan kebahagiaan baru.

Kekuatan pementasan ini terletak pada penjiwaan karakter yang sangat kuat dan natural dari para aktor muda Teater Aufklarung. Melalui dialog yang hidup dan penghayatan yang mendalam, mereka berhasil menghidupkan naskah sastra Sunda di atas panggung, sehingga pesan moral tentang kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu tersampaikan secara menyentuh kepada penonton.

Naskah “Karunya Si Mamah” sarat akan pesan moral mengenai empati, pengorbanan, dan arti ketulusan. Cerita ini merefleksikan bagaimana kasih sayang seorang ibu kerap tanpa batas; menomorduakan kebahagiaan pribadi demi kesejahteraan sang buah hati, serta tetap tabah menghadapi kerasnya tantangan hidup sendirian.

Baca juga : Pemprov Jabar Luncurkan Program Teater Masuk Sekolah untuk Perkuat Karakter Siswa

Lebih dari itu, pementasan ini juga menyampaikan pesan penting bagi generasi muda tentang perlunya membangun empati terhadap orang tua. Anak diajak untuk menyadari bahwa orang tua, khususnya single parent, bukan sekadar sosok pengasuh, melainkan individu yang juga memiliki perasaan, kelelahan, serta hak atas kebahagiaan pribadinya. Komunikasi yang sehat dan dukungan emosional menjadi kunci utama dalam merajut hubungan keluarga yang hangat di tengah realitas kehidupan.

Keberhasilan Teater Aufklarung meraih Juara 1 di ajang FTPBS 2026 menjadi bukti nyata dedikasi tinggi para pelajar dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Prestasi ini sekaligus memperkuat optimisme bahwa ekosistem teater sekolah di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Karawang, terus tumbuh subur, berkualitas, dan mampu melahirkan karya-karya seni yang bernyawa serta menginspirasi./mangs

Persoona.id – Politeknik Inovasi Nusantara (POLTEVARA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Kepribadian Bangsa guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tersebut dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur POLTEVARA, Dr. Ir. Fandy Iood, bersama Direktur Politeknik Kepribadian Bangsa, Liya Yulia, S.HI., M.Kesos. Kerja sama ini mencakup tiga pilar utama Tridharma, yakni bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Agenda penandatanganan ini berlangsung di sela-sela rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 Perkumpulan Politeknik Swasta Seluruh Indonesia (PELITA) 2026 yang bertempat di Hotel Claro, Makassar.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Apresiasi Sinergi KPID dan Politeknik Kepribadian: Penguatan Platform Digital Kunci Utama Kemajuan Penyiaran Daerah

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kedua institusi sepakat membuka peluang kolaborasi melalui penyelenggaraan seminar, pelatihan, program magang, hingga studi ekskursi mahasiswa. Kerja sama ini juga mencakup penyediaan narasumber guna mendukung akselerasi pengembangan mutu pendidikan di masing-masing kampus.

Sementara itu, pada bidang penelitian, POLTEVARA dan Politeknik Kepribadian Bangsa akan mendorong pertukaran informasi serta bahan riset, dengan fokus khusus pada pengembangan bidang teknologi dan informasi. Kedua perguruan tinggi juga membuka ruang seluas-luasnya untuk pelaksanaan penelitian bersama (joint research) yang melibatkan dosen serta mahasiswa.

Adapun pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama difokuskan pada kegiatan penyuluhan dan advokasi. Kedua institusi juga dapat berkolaborasi dalam mendiseminasikan serta mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat melalui berbagai media maupun jurnal ilmiah baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kegiatan akademik secara sinergis. Melalui program yang terarah, kerja sama ini diyakini mampu mendongkrak kompetensi mahasiswa, memperkuat inovasi riset, serta meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

Kehadiran POLTEVARA dalam ajang Rakernas PELITA ke-5 ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat jejaring antarpoliteknik swasta di Indonesia. Melalui kemitraan lintas institusi, pengembangan pendidikan vokasi diharapkan semakin adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat luas./***

Persoona.id – emerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno. Acara tersebut bertempat di Aula Gedung Singaperbangsa, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Karawang dalam menjaga, melindungi, serta melestarikan kekayaan sejarah dan warisan budaya leluhur yang berada di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Karawang, H. Wahidin, S.E., M.S.I., menyampaikan bahwa naskah kuno bukan sekadar benda lama yang disimpan secara turun-temurun, melainkan sumber pengetahuan berharga yang memuat informasi sejarah, adat istiadat, bahasa, sastra, kepercayaan, hingga kearifan lokal.

“Kabupaten Karawang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang patut kita banggakan, salah satunya keberadaan naskah kuno yang disimpan oleh masyarakat. Naskah-naskah tersebut merupakan warisan intelektual yang perlu dijaga agar tidak rusak, hilang, atau terlupakan seiring berjalannya waktu,” ujarnya.

Baca juga : Ketua Komisi I DPRD Jabar Apresiasi Sinergi KPID dan Politeknik Kepribadian: Penguatan Platform Digital Kunci Utama Kemajuan Penyiaran Daerah

Lebih lanjut, Wahidin menjelaskan bahwa upaya pelestarian naskah kuno saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi kondisi fisik naskah yang semakin rapuh, tempat penyimpanan yang belum memenuhi standar baku, keterbatasan pengetahuan perawatan, serta belum optimalnya pendataan dan pendaftaran naskah milik masyarakat.

Ia menegaskan, upaya pelestarian warisan budaya ini tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Diperlukan sinergi dan keterlibatan aktif dari berbagai elemen, mulai dari pemilik naskah, tokoh budaya, pemerhati sejarah, akademisi, hingga komunitas literasi.

Di akhir kegiatan, Wahidin mengajak seluruh pihak untuk terus merawat dan meneruskan pengetahuan terkait kearsipan serta pelestarian naskah kuno kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, demi memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan identitas budaya Kabupaten Karawang./***

Persoona.id – Perkembangan tSinergi KPID dan Politeknik Kepribadian, RHD: Penguatan Platform Digital Kunci Utama Kemajuan Penyiaran Daeraheknologi informasi yang begitu masif telah mengubah cara masyarakat dalam menerima dan berinteraksi dengan informasi. Dunia penyiaran dituntut untuk tidak hanya mempertahankan kualitas siaran on air, tetapi juga wajib mengoptimalkan berbagai platform digital guna memperluas jangkauan dan mendekatkan penyiaran kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP, saat hadir sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Politeknik Kepribadian. Kegiatan bertema “Optimalisasi Platform Digital untuk Menunjang Siaran On Air” ini diselenggarakan di Aula Kampus Politeknik Kepribadian Jl. R Ali Muhtar No. 34, Karawang pada Jumat, 25 September 2026.

Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga penyiaran dan dunia pendidikan vokasi merupakan langkah konkret yang sangat strategis dalam memperkuat kompetensi generasi muda serta membangun ekosistem penyiaran yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

Baca juga : BMKG dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 di Karawang, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Mitigasi Cuaca

“Saya sangat mengapresiasi penandatanganan MoU antara KPID Jawa Barat dan Politeknik Kepribadian ini. Ini adalah langkah kolaboratif yang luar biasa dalam memperkuat kompetensi generasi muda serta membangun ekosistem penyiaran yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Rahmat Hidayat Djati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa dari berbagai program studi. Program Studi Bisnis Digital dapat mengambil peran dalam pemasaran digital, pengelolaan media sosial, strategi komunikasi, serta produksi konten. Sementara itu, Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak berkontribusi dalam pengembangan platform digital dan aplikasi pendukung penyiaran. Di sisi lain, Program Studi Pembangunan Pedesaan dan Ekonomi Masyarakat turut berperan dalam penyebarluasan informasi publik, promosi potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan komunikasi berbasis komunitas.

Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memperoleh pengalaman praktis, melahirkan inovasi, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan industri kreatif digital.

Di akhir penyataannya, Ketua Komisi I DPRD Jabar ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memajukan sektor penyiaran di Tatar Pasundan.

“Mari kita dorong penyiaran Jawa Barat untuk terus berinovasi, menghadirkan informasi yang berkualitas, dan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari setiap prosesnya,” pungkasnya.

Persoona.id – Sebanyak 210 bakal calon kepala desa (kades) dari 67 desa yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Karawang mengikuti tahapan ujian tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) sebagai bagian dari rangkaian seleksi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Pelaksanaan ujian tersebut dipusatkan di lantai 4 Kampus II Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Jalan Lingkar Tanjungpura, Desa Margasari, Karawang. Jumlah peserta yang hadir ini merupakan hasil pemutakhiran data setelah sebelumnya terdapat satu bakal calon kepala desa dari Desa Duren, Kecamatan Klari, menyatakan mundur dari pencalonan.

Penerapan metode CAT ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong transparansi dan objektivitas sejak dini. Melalui sistem berbasis komputer ini, nilai dan hasil ujian peserta dapat langsung diketahui secara real-time sesaat setelah tes selesai dikerjakan, sehingga proses penilaian berjalan lebih terbuka serta akuntabel.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menegaskan bahwa seluruh materi ujian disusun secara independen bekerja sama dengan unsur akademisi, termasuk dari pihak Unsika. Pelibatan dunia kampus ini ditujukan untuk menjaga kualitas substansi soal sekaligus menjamin profesionalisme jalannya seleksi.

Baca juga : BMKG dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 di Karawang, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Mitigasi Cuaca

Ia juga menekankan agar tidak ada pihak yang melakukan intervensi, baik dalam perumusan materi maupun teknis pelaksanaan ujian. “Yang jelas kita ingin transparansi. Itu makanya dengan CAT, biar nanti pada pelaksanaan hasilnya bisa didapat langsung,” ujar Aep di lokasi ujian.

Menurutnya, keterbukaan dalam seleksi bakal calon kades sangat krusial guna merawat kepercayaan publik terhadap integritas penyelenggaraan Pilkades. Tahapan ini tidak sekadar menyaring peserta yang lolos, melainkan memastikan bahwa setiap tahapan pencalonan mematuhi koridor regulasi yang berlaku.

Meskipun perolehan nilai peserta dapat langsung dipantau seketika melalui sistem CAT, seluruh tahapan lanjutan tetap akan diproses secara cermat sesuai ketentuan hukum dan tata tertib Pilkades yang ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Karawang berharap seluruh rangkaian seleksi ini dapat bermuara pada terpeliharanya kondusivitas, ketertiban, serta kualitas kepemimpinan di tingkat desa./***

Persoona.id – DPW PKB Jawa Barat berkolaborasi dengan DPC PKB Karawang menggelar kegiatan Pasar Murah PKB di Lapangan Sepak Bola, Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur. Minggu (20/9/2026)

Ketua DPC PKB Karawang, Rahmat Hidayat Djati mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta mempermudah akses warga dalam mendapatkan pasokan sembako dengan harga yang jauh lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga kebutuhan di pasaran,” kata Rahmat.

Rahmat menambahkan jumlah paket sembako yang disediakan dalam kegiatan Pasar murah di sesuaikan dengan kuota wilayah.

“Jumlah paket sembako yang disediakan dalam kegiatan pasar murah biasanya disesuaikan dengan titik lokasi, kuota wilayah, serta skala acara yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau legislator PKB setempat,” jelasnya.

Rahmat berharap kegiatan tersebut menjadi wujud nyata politik pelayanan PKB yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapannya tentu kegiatan ini dapat menjadi wujud nyata politik pelayanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh umat/rakyat, membantu menjaga daya beli masyarakat, serta mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial antara partai dengan warga,” ujarnya.

Baca juga : Soroti HUT Karawang ke-393, Ketua Komisi I DPRD Jabar Rahmat Hidayat Djati Beberkan 5 PR Utama Pemkab Karawang

Sementara itu Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda mengungkapkan pihaknya rutin melaksanakan kegiatan Pasar murah di Kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap minggu di Kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, kita, anggota Dewan iuran kemudian membikin program pasar murah dengan ini kita bisa langsung membantu masyarakat mengakses sembako yang relatif lebih murah,” kata Huda.

Menurut Huda, di kegiatan Pasar murah ini masyarakat bisa mendapatkan 5 liter beras dan 1 liter Minyak goreng dengan harga 45 ribu.

“Di Pasar murah ini, paket yang harganya 85 ribu kita jual 45 ribu, memang tidak semua masyarakat dapat, kami hanya membagikan satu titik itu 400 sampai 500 paket dan kami lakukan di seluruh Kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, seluruh anggota dewan baik Kabupaten, provinsi maupun RI semua melakukan pasar murah, kegiatan yang tadi itu kolaborasi saya dengan Kang Toleng, insya allah ini akan kita lanjutkan,” tutupnya.

Persoona.id – DPRD Kabupaten Karawang meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) menjaga kondusivitas agar seluruh tahapan berlangsung aman, tertib dan demokratis.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Lili Mahali mengatakan, perbedaan pilihan dalam pelaksanaan Pilkades merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

“Pilkades ini merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Jadi perbedaan pilihan itu hal yang biasa. Jangan sampai karena berbeda pilihan kemudian terjadi konflik atau perpecahan,” ujar Lili, Jumat (11/9/2026).

Lili juga meminta para calon kepala desa beserta tim pendukungnya turut menciptakan suasana yang sejuk selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Menurutnya, panitia Pilkades memiliki peran penting dalam memastikan proses berjalan secara profesional, transparan dan netral. Setiap keputusan, kata dia, harus berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun persoalan di kemudian hari.

“Panitia juga harus menjaga netralitas. Semua calon harus diperlakukan sama dan setiap tahapan harus dilaksanakan sesuai aturan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan atau keberatan dalam pelaksanaan Pilkades, Lili meminta pihak yang bersangkutan menempuh mekanisme penyelesaian yang telah tersedia.

“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan emosi. Ada mekanisme yang bisa ditempuh. Kita ingin Pilkades ini berjalan aman, tertib dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar mendapat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Lili berharap pemerintah daerah, panitia Pilkades, calon kepala desa, aparat keamanan hingga masyarakat dapat menjalankan perannya masing-masing dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif./***