Persoona.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah terobosan guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang mulai dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah diminta untuk memastikan ketersediaan pasokan air, khususnya guna memenuhi kebutuhan sektor pertanian di tengah potensi ancaman kekeringan.

Meskipun curah hujan terpantau datang lebih cepat dari perkiraan semula yang diprediksikan baru turun pada November, Huda mengingatkan bahwa ketersediaan air untuk lahan pertanian masih memerlukan perhatian serius. Ia mencontohkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Menteri Pekerjaan Umum (PU) di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, yang masih menemukan sejumlah hektare lahan sawah belum terairi secara optimal.

Kendati demikian, Huda optimistis potensi sumber air yang ada masih dapat dimaksimalkan untuk proses pengairan melalui berbagai upaya taktis, seperti pengeboran sumur dangkal atau dalam. “Begitu ada instruksi, faktanya bisa. Artinya potensi air kita masih bisa untuk digunakan untuk proses pengairan, baik melalui pengeboran dan seterusnya,” ujar Syaiful Huda di Cikarang Utara, Sabtu (3/10).

Baca juga : BMKG dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 di Karawang, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Mitigasi Cuaca

Sejalan dengan hal tersebut, Huda meminta sinergi yang kuat antara Kementerian Pertanian dan Kementerian PU untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi secara komprehensif. Ancaman El Nino yang sudah mulai berdampak di tengah masyarakat harus dihadapi dengan kebijakan yang responsif dan solutif.

Saat disinggung mengenai wilayah yang paling rentan, Huda menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur dan Jawa Barat, menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan yang cukup besar. Sementara itu, dampak di luar Pulau Jawa dinilai lebih parah hingga berpotensi memicu persoalan lanjutan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk memitigasi risiko tersebut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan pentingnya pengadaan air berbasis terobosan. Selain optimalisasi pengeboran sumber air, upaya teknologi seperti rekayasa cuaca atau hujan buatan dinilai sangat dibutuhkan dalam situasi darurat seperti saat ini.

“Nah, dalam situasi yang semacam itu, kira-kira langkah-langkah yang sifatnya terobosan semacam pengadaan air betul-betul sangat dibutuhkan, baik melalui rekayasa hujan dan seterusnya,” pungkas Huda./***