Persoona.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Komisi V DPR RI menggelar kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2026 di Kantor UPTD Pertanian Karawang Timur, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda; Direktur Layanan Iklim BMKG, Marzuki; Kepala Stasiun BMKG Jawa Barat, Rahmat Prasetya; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rochman; Kepala UPTD Pertanian Karawang Timur; Anggota DPRD Karawang Fraksi PKB; serta diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari kelompok tani dan penyuluh pertanian.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengungkapkan bahwa Sekolah Lapang Iklim ini diselenggarakan secara tematik dengan menyasar sektor pertanian dan kelautan secara bergantian.
“Sekolah Lapang Iklim ini digelar secara tematik. Kemarin sudah digelar di Bekasi untuk para nelayan, dan hari ini digelar di Karawang untuk kelompok tani serta penyuluh pertanian dengan total 50 peserta,” ujar Huda.
Huda menekankan pentingnya akses informasi cuaca bagi para petani guna mengantisipasi perubahan iklim serta mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian di daerah.
Baca juga : DPW PKB Jabar dan DPC PKB Karawang Gelar Pasar Murah, Sembako Rp85 Ribu Dijual Rp45 Ribu
Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Barat ini berharap agar para peserta dapat berperan aktif sebagai perpanjangan tangan BMKG dalam menyebarluaskan informasi iklim kepada petani lain yang belum berkesempatan hadir.
“Harapannya, peserta yang 50 orang ini bisa menjadi duta dari BMKG untuk menyampaikan hasil sekolah lapang ini ke para petani atau kelompok tani lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Layanan Iklim BMKG, Marzuki, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap program edukasi iklim dapat diperluas ke berbagai wilayah lain yang belum terjangkau.
“Menggarisbawahi apa yang sudah disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR, artinya kegiatan seperti ini harapannya bisa digelar setiap tahun. Di daerah-daerah lain yang belum mendapatkan pemahaman iklim, nantinya bisa mendapatkan, dan para petani juga bisa memanfaatkan informasi terkait iklim melalui aplikasi Si Katam,” pungkas Marzuki.**


