Persoona.id – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, saat ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan “Karawang Mengaji” pada Jumat (4/9/2026) malam. Acara akbar ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke 393 Kabupaten Karawang.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, kepala perangkat daerah, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta antusiasme ribuan jamaah dari berbagai penjuru wilayah. Puncak acara terasa istimewa dengan kehadiran pendakwah kondang, Ustaz Hanan Attaki, yang memberikan tausiyah penyejuk hati bagi warga yang hadir.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa momentum Hari Jadi ke-393 bukan sekadar perayaan untuk mengenang perjalanan sejarah panjang Kabupaten Karawang, melainkan wadah refleksi kolektif guna menatap masa depan yang lebih gemilang. Ia menegaskan, bertambahnya usia daerah harus selaras dengan komitmen bersama dalam menghadirkan pembangunan yang berkesinambungan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Di usia Karawang yang ke-393 tahun ini, kita berharap Karawang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pendidikannya semakin baik, ekonominya semakin kuat, dan kehidupan sosial serta keagamaannya semakin baik,” ujar Bupati Aep di hadapan ribuan jamaah.
Baca juga : Disdikbud Karawang Sukses Gelar FTPBS 2026, Teater Aufklärung SMAN 1 Ciampel Keluar Sebagai Juara Umum
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan Karawang Mengaji ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT demi mendatangkan keberkahan bagi bumi Karawang.
Sementara itu, dalam sesi tausiyahnya, Ustaz Hanan Attaki mengajak para jamaah untuk memaknai umur dan waktu sebagai anugerah termahal yang tidak dapat diulang kembali. Ia mengingatkan bahwa penyesalan terbesar manusia kelak di akhirat bukanlah perihal harta atau jabatan yang ditinggalkan, melainkan kesadaran bahwa waktu hidup di dunia banyak terbuang tanpa diisi dengan amal kebajikan.
“Penyesalan terbesar ketika manusia sudah meninggal adalah usia. Bukan harta, jabatan atau lainnya. Menyesal karena di usia semasa hidup tidak melakukan hal-hal baik,” pesan Ustaz Hanan Attaki di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan penuh antusias.
Melalui penyelenggaraan Karawang Mengaji dalam perayaan HUT ke-393 ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat semakin kokoh. Sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat diharapkan terus terjalin kuat guna mengawal pembangunan Karawang menuju daerah yang semakin maju, sejahtera, dan penuh keberkahan./***


