Persoona.id – Pemerintah resmi mengambil langkah luar biasa pasca-periode cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah. Dengan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan respon cepat pemerintah terhadap lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan bersifat imbauan strategis untuk sektor swasta. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari fluktuasi harga energi global.

Kebijakan WFH
Kebijakan WFH ini ditujukan untuk menekan konsumsi energi nasional pasca-libur panjang,” ujar Airlangga, Sabtu (21/3/2026). Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk teknis pelaksanaannya.

Target Penghematan BBM 20 Persen
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi bahwa target utama. Dari kebijakan ini adalah penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diperkirakan bisa mencapai 20 persen. Jadi meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa sektor pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja di kantor (WFO) guna menjamin layanan masyarakat tidak terhenti.

“Kita kaji pelaksanaannya secara selektif. Ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik lewat WFH, jadi tidak semua sektor bisa ikut serta. Kita tidak ingin produktivitas menurun total,” tegas Purbaya.

Tekanan Global di Selat Hormuz
Keputusan pemerintah ini dipicu oleh ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Terhadap infrastruktur energi Iran yang menyebabkan jalur logistik minyak di Selat Hormuz terganggu. Sehingga kondisi ini langsung memukul pasar komoditas global.

Data terbaru dari Goldman Sachs
Menunjukkan harga minyak Brent. Telah melonjak ke level 112,42 dollar AS per barel (sekitar Rp 1.903.965 dengan kurs Rp 16.900). Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik menjadi 98,51 dollar AS per barel. Analis memprediksi tren kenaikan ini akan terus berlanjut hingga pertengahan April 2026 selama aliran di Selat Hormuz belum kembali normal.

Melalui kebijakan WFH ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban fiskal. Pada dasarnya subsidi energi dan memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap aman pasca-puncak konsumsi di masa mudik Lebaran./***

Persoona.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, menyampaikan pesan mendalam dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Sabtu (21/3/2026).

Gus Muhaimin menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan ritual tahunan, melainkan momentum krusial bagi bangsa Indonesia untuk kembali ke fitrah kesucian dan memperkuat ikatan kebangsaan.

“Di tengah perbedaan, kita dipertemukan oleh nilai yang sama: saling memaafkan, saling menguatkan, dan saling menjaga sebagai satu bangsa,” tegas Gus Muhaimin di Jakarta.

Baca juga : PKB Karawang Salurkan 8.000 Bingkisan Lebaran Hingga Pengurus RT, Bukti Nyata Melayani Rakyat

Sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, ia memberikan penekanan khusus pada aspek solidaritas sosial. Menurutnya, semangat berbagi yang dipupuk selama Ramadan harus bertransformasi menjadi aksi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca-lebaran.

Gus Muhaimin mendorong agar seluruh elemen bangsa fokus pada penguatan ekonomi keluarga dan dukungan terhadap usaha kecil sebagai jalan mewujudkan keadilan sosial.

“Pemberdayaan adalah kunci. Kita ingin masyarakat bangkit bersama, mendukung usaha kecil, dan membuka peluang bagi sesama. Dari situlah keadilan sosial bisa kita wujudkan,” lanjutnya.

Mengakhiri pesannya, Gus Muhaimin yang mewakili keluarga besar PKB menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh rakyat Indonesia, serta menitipkan salam hangat bagi para pemudik yang tengah berkumpul bersama keluarga di kampung halaman./***

Persoona.id – Kabupaten Karawang kembali mengukuhkan dominasinya di bidang seni budaya dengan meraih Juara Pertama pada ajang bergengsi Festival Dulag Istimewa tingkat Jawa Barat 2026. Kemenangan ini diraih dalam kompetisi yang digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/2026) malam.

Acara yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini diikuti oleh perwakilan dari 27 kabupaten/kota serta 27 perangkat daerah se-Jawa Barat. Festival ini bertujuan melestarikan tradisi dulag (tabuh bedug) sebagai warisan budaya yang religius dan sarat nilai lokal.

Kepala Bidang Budaya Disdikbud Karawang, Waya Karmila, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas capaian ini. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa kesenian tradisional Karawang tidak hanya eksis, namun mampu bersaing di level provinsi.

“Kami sangat bangga. Kemenangan ini menunjukkan tradisi Karawang tetap kuat. Kami berharap festival ini rutin digelar agar budaya dulag terus berkembang,” ujar Waya, Jumat (20/3/2026).

Menariknya, raihan ini menandai keberhasilan Karawang dalam mempertahankan gelar juara selama dua kali berturut-turut. Waya menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh pimpinan daerah.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Karawang yang selalu memberikan perhatian luar biasa terhadap kegiatan budaya. Dukungan dari pimpinan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) menjadi motivasi besar bagi tim kami di lapangan,” tambahnya.

Kemenangan di jantung ibu kota Jawa Barat ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para pegiat seni di Karawang untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi./***

Persoona.id – Sebuah momen menyentuh hati mewarnai arus mudik Lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Karawang, Jawa Barat. Arifin, seorang perantau asal Riau, ditemukan terlantar dalam kondisi kelelahan saat nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya. Demi bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Aksi heroik jajaran Polres Karawang yang memberikan bantuan spontan kepada pemudik ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian. Dalam melayani masyarakat di tengah padatnya arus lalu lintas.

Nekat Jalan Kaki Ratusan Kilometer karena Tak Ada Ongkos
Kejadian bermula pada Kamis (19/3/2026), saat personel Polres Karawang yang bersiaga. Di lapangan menemukan Arifin terduduk lemas di pinggir jalan. Setelah dihampiri petugas, terungkap fakta memilukan bahwa pria yang baru selesai merantau ini. Tidak memiliki biaya untuk pulang ke kampung halaman.

Tanpa pilihan lain, Arifin memutuskan berjalan kaki membawa barang seadanya. menempuh rute ratusan kilometer di bawah terik matahari dan kepulan debu jalanan.

Respon Cepat Polres Karawang: Tiket Gratis dan Uang Saku
Mendengar penuturan tersebut, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan, segera menginstruksikan tindakan cepat. Polres Karawang tidak hanya mengevakuasi Arifin, tetapi juga memberikan solusi menyeluruh agar ia bisa sampai ke tujuan dengan layak.

“Sebagai bentuk kepedulian nyata, kami langsung memfasilitasi keberangkatan Pak Arifin. Petugas mengantarkannya ke terminal. Memberikan tiket bus gratis hingga Surabaya, serta uang saku untuk bekal selama perjalanan,” ujar Ipda Cep Wildan.

Tak berhenti di situ, petugas juga berkoordinasi khusus dengan kru bus untuk memastikan Arifin mendapatkan pelayanan yang baik. Dan sampai ke alamat tujuan dengan selamat.

Imbauan Kamtibmas bagi Pemudik
Atas kejadian ini, Polres Karawang mengimbau masyarakat yang sedang melaksanakan mudik. Agar tidak memaksakan diri jika mengalami kendala teknis maupun finansial.

Kepolisian menegaskan bahwa keberadaan Pos Pengamanan (Pos Pam) di sepanjang jalur mudik. Tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai tempat mengadu dan mendapatkan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan./***

Persoona.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar seminar posisi hilal menjelang Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan paparan tim ahli, Hari Raya Idul Fitri tahun ini berpotensi besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dikarenakan posisi hilal yang belum memenuhi kriteria visibilitas.

Analisis Kriteria MABIMS: Hilal Masih di Bawah Ambang Batas

Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal pada Kamis (19/3/2026) atau 29 Ramadan 1447 H belum mencapai parameter minimum.

Sebagai informasi, kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat secara kumulatif.

“Di sebagian wilayah Aceh, tinggi hilal memang sudah mencapai 3 derajat, namun elongasinya belum menyentuh 6,4 derajat. Kriteria MABIMS mengharuskan kedua parameter tersebut terpenuhi sekaligus agar hilal dinyatakan terlihat,” ujar Cecep di Kantor Kemenag, Jakarta.

Hasil Pantauan Astronomis di Seluruh Indonesia

Data astronomis menunjukkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia saat ini berada pada rentang:

  • Tinggi Hilal: 0,91° hingga 3,13°
  • Elongasi: 4,54° hingga 6,10°

Mengingat angka elongasi masih di bawah ambang batas 6,4 derajat, Cecep menegaskan bahwa secara teoritis hilal tidak mungkin teramati saat matahari terbenam hari ini.

“Secara prioritas, rukyat diprediksi tidak akan berhasil karena posisi hilal masih berada di bawah kriteria visibilitas. Oleh karena itu, hilal tidak mungkin dapat dirukyat saat matahari terbenam,” tambahnya.

Metode Hisab dan Rukyat sebagai Penentu

Pemerintah Indonesia tetap konsisten menggunakan kombinasi metode Hisab (perhitungan matematis) dan Rukyat (konfirmasi lapangan) dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Meskipun data hisab menunjukkan peluang keterlihatan hilal sangat kecil, keputusan final tetap menunggu laporan hasil pemantauan (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia yang akan disidangkan dalam Sidang Isbat malam ini. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal jatuh pada Sabtu mendatang./***

Persoona.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, resmi melepas keberangkatan 1.200 peserta program Mudik Gratis PKB 2026. Acara pelepasan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).

Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan PKB sebagai bentuk nyata aksi gotong royong dan kepedulian partai terhadap masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman.

“Setiap tahun kami melaksanakan ini sebagai bagian dari kebersamaan dan bahu-membahu berbagi bahagia. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita bisa kembali ke rumah masing-masing dengan nyaman,” ujar Gus Muhaimin saat melepas rombongan.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Gus Muhaimin menjelaskan bahwa tahun ini PKB menyiagakan 25 armada bus dengan standar kenyamanan tinggi. Bus-bus tersebut membawa pemudik menuju berbagai kota strategis di Pulau Jawa, mulai dari Semarang, Rembang, Klaten, Surabaya, Wonogiri, hingga Yogyakarta.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mudik bukan sekadar rutinitas perjalanan, melainkan momen “kembali ke akar” untuk mempererat silaturahmi keluarga. Ia berharap bantuan fasilitas transportasi ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah momentum hari raya.

“Semoga seluruh peserta sampai di tujuan dengan selamat, aman, dan sehat walafiat untuk bertemu sanak keluarga. InsyaAllah, program mudik gratis ini akan terus kami laksanakan secara konsisten di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya./***

Persoona.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang resmi mengaktifkan program Masjid Ramah Pemudik (MRP) di Masjid Jami An-Nur, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (15/3/2026). Program ini disiapkan sebagai titik singgah (rest area) religi bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas, turun langsung meninjau kesiapan fasilitas di lokasi tersebut. Ia memastikan agar pelayanan yang diberikan kepada pemudik sesuai dengan standar kenyamanan dan keamanan yang telah direncanakan.

“Kami hadir untuk memantau langsung layanan masjid-masjid yang disinggahi oleh pemudik. Target kita adalah memastikan fasilitas ini benar-benar fungsional dan membantu masyarakat selama perjalanan,” ujar Khairunas saat meninjau lokasi.

Fasilitas Lengkap untuk Musafir
Program Masjid Ramah Pemudik ini tidak hanya sekadar tempat salat, namun juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:

  • Ruang istirahat yang layak dan bersih.
  • Persediaan air minum gratis bagi pemudik.
  • Area wudu dan toilet yang memadai.
  • Layanan informasi dan keamanan dari relawan setempat.

Kepala MIN 2 Karawang, Ruhyat, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian nyata Kemenag terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pelayanan yang memberi manfaat luas, terutama pada momentum arus mudik yang melelahkan bagi banyak orang,” tutur Ruhyat.

Sinergi Lintas Sektoral
Peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap Kantor Kemenag Karawang, mulai dari Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, hingga Penyuluh Agama dan Pengawas PAI. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan koordinasi demi kelancaran pelayanan bagi para pemudik di jalur Karawang.

Dengan adanya Masjid Jami An-Nur sebagai salah satu titik MRP, diharapkan para pemudik yang melintasi wilayah Karawang Barat dapat beristirahat dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan kembali./***

Persoona.id – Kemeriahan melanda pusat Kota Karawang saat ribuan warga memadati kawasan Jalan Ir. H. Juanda (Tuparev) untuk menyaksikan puncak perayaan Cap Go Meh 2577, Minggu (8/3/2026) pagi. Berpusat di Kelenteng Bio Kwan Tee Koen – Hiap Thian Kiong, acara ini menjadi panggung akulturasi budaya yang memukau.

Perayaan tahun ini menghadirkan atraksi utama berupa Kirab Budaya Gotong Toa Pe Kong dan Ruwat Bumi. Tak hanya tradisi Tionghoa, kesenian lokal seperti Egrang turut ditampilkan sebagai upaya pelestarian budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada generasi muda.

Rute kirab dimulai dari halaman Bio Kwan Tee Koen, melintasi ruas jalan utama kota, dan kembali ke titik awal. Sepanjang jalur, antusiasme masyarakat dari berbagai latar belakang terlihat sangat tinggi, menunjukkan bahwa acara ini telah menjadi milik seluruh warga Karawang.

Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan simbol gotong royong lintas budaya. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan tokoh lintas agama menjadi bukti kuatnya nilai toleransi di Kabupaten Karawang.

“InsyaAllah, Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) serta seluruh stakeholder tokoh agama akan selalu menjaga silaturahmi dan menjunjung tinggi perbedaan antar umat beragama,” tegas perwakilan Pemkab Karawang dalam sambutannya.

Melalui momen Cap Go Meh 2577 ini, diharapkan semangat persaudaraan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Karawang tetap terjaga sebagai modal utama pembangunan daerah yang inklusif./***

Persoona.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1447 H bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) telah menembus angka Rp3,1 triliun per 6 Maret 2026. Pemerintah menargetkan seluruh proses pencairan THR akan selesai pada pekan depan.

“Mungkin seminggu ke depan selesai. Sebagian THR sudah keluar sekarang,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (7/3).

Realisasi Penyaluran THR ASN dan Pensiunan
Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 6 Maret 2026 pukul 16.30 WIB, berikut adalah rincian realisasi penyaluran dana THR:

  • ASN Pusat: Sebesar Rp3 triliun telah dibayarkan kepada 631 ribu pegawai dari total 2,2 juta ASN.
  • ASN Daerah: Tersalurkan Rp127,6 miliar untuk 16.848 pegawai di 3 pemerintah daerah.
  • Pensiunan: Realisasi mencapai Rp11,4 triliun untuk lebih dari 3,5 juta pensiunan, atau setara dengan 93,5 persen dari total alokasi.

Purbaya menegaskan bahwa seluruh infrastruktur anggaran sudah siap. Percepatan pencairan kini bergantung pada masing-masing instansi dan pemerintah daerah dalam mengajukan pencairan.

Anggaran THR 2026 Naik 10 Persen
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp55 triliun untuk THR ASN, TNI/Polri, dan pensiunan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp49 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menjelaskan bahwa kenaikan ini mencakup penyaluran bagi 2,4 juta ASN pusat, 4,3 juta ASN daerah, dan 3,8 juta pensiunan.

Komponen THR Dibayar 100 Persen
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, komponen THR tahun 2026 dibayarkan secara penuh (100 persen), yang meliputi:

  • Gaji Pokok
  • Tunjangan Keluarga
  • Tunjangan Pangan
  • Tunjangan Jabatan
  • Tunjangan Kinerja (Tukin)

Proses pencairan dilakukan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 dan dipastikan tuntas paling lambat H-7 sebelum hari raya Idulfitri. Pemerintah juga mengingatkan bahwa THR ini berbeda dengan Gaji ke-13, yang direncanakan cair pada bulan Juni mendatang./***

Persoona.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerintah. Dalam memastikan seluruh infrastruktur jalan pada jalur mudik dalam kondisi mantap dan aman. Hal ini dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat sebelum puncak arus mudik berlangsung.

Dalam kegiatan Diskusi Dialektika Demokrasi yang digelar di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2). Huda mengungkapkan bahwa Komisi V DPR telah menerima berbagai laporan terkait kerusakan jalan di sejumlah titik krusial.

“Kami berharap perbaikan oleh Kementerian PUPR dapat diselesaikan tepat waktu. Jangan sampai mendekati H-7 atau H-8 masih ada pekerjaan di jalan,” tegas Syaiful Huda.

Fokus pada Keselamatan dan Pengawasan Transportasi
Menurut Huda, kemantapan kondisi jalan memiliki korelasi langsung dengan tingkat keselamatan perjalanan. Penyelesaian perbaikan infrastruktur menjadi langkah preventif paling efektif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik.

Transportasi umum
Selain aspek jalan, politisi PKB ini juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap roda transportasi umum. Ia mengingatkan kembali tragedi kecelakaan di jalan tol beberapa tahun silam. Yang merenggut korban jiwa akibat kendaraan angkutan yang tidak laik operasional.

“Hal seperti ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali. Kami konsisten berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, dan Kepolisian untuk memastikan penegakan hukum. Dan ketersediaan sarana prasarana seperti rambu serta penerangan jalan umum berjalan optimal,” tambahnya.

Manajemen Rest Area Jadi Kunci Urai Kemacetan
Syaiful Huda juga menyoroti persoalan rest area yang kerap menjadi titik penumpukan kendaraan. Menurutnya, kegagalan pemudik untuk mendapatkan akses istirahat yang layak karena rest area. Sehingga yang penuh dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan (fatigue).

“Ketika pemudik tidak bisa masuk ke rest area karena penuh, mereka terpaksa melanjutkan perjalanan dalam kondisi lelah. hal seperti ini sangat berisiko,” jelas Huda.

Pengelolaan Rest Area
Ia mengusulkan agar pengelolaan rest area diatur lebih baik. Dengan menjaga sirkulasi kendaraan agar fungsi tempat istirahat berjalan optimal tanpa menghambat kelancaran arus lalu lintas. “Rest area harus benar-benar berfungsi dengan baik agar pemudik bisa segar kembali sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkasnya./***