Persoona.id – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran merupakan momen kemenangan yang identik dengan tradisi silaturahmi dan jamuan hidangan khas yang melimpah. Namun, di balik kemeriahan tersebut, perubahan pola makan dan aktivitas fisik sering kali menjadi tantangan bagi kesehatan tubuh.

Guna memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman dan tanpa gangguan kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merilis panduan praktis untuk menjaga kebugaran. Informasi ini ditekankan kembali melalui unggahan akun Instagram resmi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada Minggu (22/3/2026).

Baca juga : Lebih dari Sekadar Lalapan, Ini 10 Manfaat Luar Biasa Timun bagi Tubuh

Berikut adalah lima tips kesehatan utama dari Kemenkes untuk menjaga tubuh tetap prima selama masa perayaan Idulfitri:

  1. Pertahankan Pola Makan Seimbang
    Meski hidangan bersantan dan gorengan menggoda selera, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menyertakan serat dalam piring makan. Pastikan ada asupan buah-buahan, sayuran, serta protein tanpa lemak di setiap sesi makan. Memilih metode masak seperti mengukus atau memanggang sangat disarankan untuk mengurangi akumulasi lemak berlebih yang dapat memicu gangguan pencernaan.
  2. Jaga Hidrasi Tubuh
    Transisi dari bulan puasa menuntut tubuh untuk beradaptasi kembali dalam menyerap cairan. Masyarakat diingatkan untuk mencukupi asupan air putih sepanjang hari. Kemenkes juga menyarankan konsumsi makanan tinggi air seperti semangka atau sup, serta membatasi minuman manis guna menghindari lonjakan gula darah yang memicu rasa lemas.
  3. Kendalikan Porsi Makan
    Kunci menghindari perut kembung dan begah adalah kontrol porsi. Mulailah dengan porsi kecil saat mencicipi berbagai hidangan Lebaran. Langkah bijak ini efektif mencegah makan berlebihan yang sering kali menjadi pemicu masalah pencernaan selama libur panjang.
  4. Tetap Aktif Bergerak
    Silaturahmi bukan alasan untuk berhenti beraktivitas fisik. Kemenkes menyarankan kegiatan sederhana seperti berjalan kaki setelah makan, peregangan ringan, atau yoga singkat. Aktivitas ini berperan vital dalam memperbaiki sistem metabolisme dan menjaga berat badan tetap stabil di tengah asupan kalori yang meningkat.
  5. Prioritaskan Tidur yang Cukup
    Padatnya jadwal kunjungan keluarga sering kali memangkas waktu istirahat. Namun, kurang tidur dapat menurunkan sistem imun dan memperburuk suasana hati. Upayakan tetap tidur selama 7 hingga 8 jam per malam. Jika perlu, manfaatkan waktu tidur siang singkat untuk memulihkan energi dan menjaga stamina.

Dengan menerapkan langkah-langkah preventif ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen kemenangan Idulfitri 1447 H dengan penuh sukacita dan kesehatan yang terjaga optimal./***

Persoona.id – Kebahagiaan ganda menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak tiga orang warga binaan dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan Remisi Khusus (RK) Lebaran, Minggu (22/03/2026).

Kepala Lapas Karawang, Christo Toar, mengungkapkan bahwa pada momentum Idul Fitri tahun ini, total terdapat 855 warga binaan yang memenuhi syarat untuk menerima pengurangan masa hukuman.

“Ratusan warga binaan tersebut mendapat pengurangan masa hukuman yang bervariasi, mulai dari 15 hari hingga dua bulan. Bahkan, ada tiga orang yang langsung menghirup udara bebas hari ini,” ujar Christo di Karawang.

Syarat dan Makna Remisi
Remisi Khusus merupakan hak narapidana yang diberikan pada hari besar keagamaan. Namun, pemberian ini tidak dilakukan sembarangan. Para penerima harus memenuhi syarat administratif dan substantif, di antaranya:

  • Berkelakuan baik selama masa tahanan.
  • Telah menjalani masa pidana minimal enam bulan.
  • Aktif mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan pihak Lapas.

Christo menegaskan bahwa remisi ini adalah bentuk apresiasi negara atas perubahan perilaku positif para warga binaan. Ia berharap hal ini menjadi motivasi bagi mereka yang masih menjalani masa tahanan untuk terus memperbaiki diri dan menaati aturan.

Kisah Bahagia di Hari Kemenangan
Salah satu warga binaan yang langsung bebas, Ramadhan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Setelah menerima pengurangan masa pidana selama satu bulan, ia kini bisa merayakan lebaran di rumah bersama keluarga.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan remisi dan langsung bebas di hari lebaran. Ini adalah kado terindah bagi saya dan keluarga,” ungkap Ramadhan singkat.

Pihak Lapas Karawang berharap, momentum pemberian remisi ini menjadi titik balik bagi para warga binaan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan kontributif saat kembali ke tengah masyarakat nanti./***

Persoona.id – Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang mematok target tinggi untuk kunjungan wisatawan pada masa libur Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Pemerintah daerah optimistis arus pelancong akan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Disparpora Karawang, Abas Sudrajat, mengungkapkan bahwa pada periode libur Lebaran 2025 lalu, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 74.428 orang. Tahun ini, angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 25 persen.

“Untuk tahun ini kami menargetkan sekitar 100.000 pengunjung. Kami optimistis target ini tercapai melihat tren antusiasme masyarakat yang terus meningkat,” ujar Abas, Minggu (22/3/2026).

Destinasi Unggulan Jadi Magnet Utama
Abas menjelaskan, Karawang memiliki keragaman destinasi yang siap menyambut pemudik dan warga lokal. Mulai dari wisata buatan yang modern, kesejukan kawasan pegunungan di wilayah selatan, hingga eksotisme deretan pantai di pesisir utara Karawang.

Momen Lebaran dinilai sebagai waktu paling potensial bagi keluarga untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan kreativitas lokal tanpa harus keluar daerah.

Dukungan untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif
Selain mengejar angka kunjungan, Disparpora juga mendorong para wisatawan untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. Abas mengajak pengunjung untuk tidak ragu membelanjakan uangnya pada produk-produk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di lokasi wisata.

“Melalui kunjungan wisata ini, kita tidak hanya menikmati liburan, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Karawang. Mari dukung produk lokal kita,” ajaknya.

Himbauan Keselamatan dan Kebersihan
Menyambut lonjakan pengunjung, pihak dinas memberikan catatan penting terkait kenyamanan bersama. Wisatawan diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan destinasi serta mengutamakan keselamatan, terutama di objek wisata alam yang memiliki risiko cuaca.

Disparpora berharap libur Lebaran tahun ini berlangsung aman dan nyaman, sehingga mampu meninggalkan kesan positif yang membuat wisatawan ingin kembali berkunjung ke Kabupaten Karawang di masa mendatang./***

Persoona.id – Pemerintah resmi mengambil langkah luar biasa pasca-periode cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah. Dengan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan respon cepat pemerintah terhadap lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan bersifat imbauan strategis untuk sektor swasta. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari fluktuasi harga energi global.

Kebijakan WFH
Kebijakan WFH ini ditujukan untuk menekan konsumsi energi nasional pasca-libur panjang,” ujar Airlangga, Sabtu (21/3/2026). Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk teknis pelaksanaannya.

Target Penghematan BBM 20 Persen
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi bahwa target utama. Dari kebijakan ini adalah penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diperkirakan bisa mencapai 20 persen. Jadi meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa sektor pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja di kantor (WFO) guna menjamin layanan masyarakat tidak terhenti.

“Kita kaji pelaksanaannya secara selektif. Ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik lewat WFH, jadi tidak semua sektor bisa ikut serta. Kita tidak ingin produktivitas menurun total,” tegas Purbaya.

Tekanan Global di Selat Hormuz
Keputusan pemerintah ini dipicu oleh ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Terhadap infrastruktur energi Iran yang menyebabkan jalur logistik minyak di Selat Hormuz terganggu. Sehingga kondisi ini langsung memukul pasar komoditas global.

Data terbaru dari Goldman Sachs
Menunjukkan harga minyak Brent. Telah melonjak ke level 112,42 dollar AS per barel (sekitar Rp 1.903.965 dengan kurs Rp 16.900). Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik menjadi 98,51 dollar AS per barel. Analis memprediksi tren kenaikan ini akan terus berlanjut hingga pertengahan April 2026 selama aliran di Selat Hormuz belum kembali normal.

Melalui kebijakan WFH ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban fiskal. Pada dasarnya subsidi energi dan memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap aman pasca-puncak konsumsi di masa mudik Lebaran./***

Persoona.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, menyampaikan pesan mendalam dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Sabtu (21/3/2026).

Gus Muhaimin menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan ritual tahunan, melainkan momentum krusial bagi bangsa Indonesia untuk kembali ke fitrah kesucian dan memperkuat ikatan kebangsaan.

“Di tengah perbedaan, kita dipertemukan oleh nilai yang sama: saling memaafkan, saling menguatkan, dan saling menjaga sebagai satu bangsa,” tegas Gus Muhaimin di Jakarta.

Baca juga : PKB Karawang Salurkan 8.000 Bingkisan Lebaran Hingga Pengurus RT, Bukti Nyata Melayani Rakyat

Sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, ia memberikan penekanan khusus pada aspek solidaritas sosial. Menurutnya, semangat berbagi yang dipupuk selama Ramadan harus bertransformasi menjadi aksi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca-lebaran.

Gus Muhaimin mendorong agar seluruh elemen bangsa fokus pada penguatan ekonomi keluarga dan dukungan terhadap usaha kecil sebagai jalan mewujudkan keadilan sosial.

“Pemberdayaan adalah kunci. Kita ingin masyarakat bangkit bersama, mendukung usaha kecil, dan membuka peluang bagi sesama. Dari situlah keadilan sosial bisa kita wujudkan,” lanjutnya.

Mengakhiri pesannya, Gus Muhaimin yang mewakili keluarga besar PKB menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh rakyat Indonesia, serta menitipkan salam hangat bagi para pemudik yang tengah berkumpul bersama keluarga di kampung halaman./***

Persoona.id – Kabupaten Karawang kembali mengukuhkan dominasinya di bidang seni budaya dengan meraih Juara Pertama pada ajang bergengsi Festival Dulag Istimewa tingkat Jawa Barat 2026. Kemenangan ini diraih dalam kompetisi yang digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/2026) malam.

Acara yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini diikuti oleh perwakilan dari 27 kabupaten/kota serta 27 perangkat daerah se-Jawa Barat. Festival ini bertujuan melestarikan tradisi dulag (tabuh bedug) sebagai warisan budaya yang religius dan sarat nilai lokal.

Kepala Bidang Budaya Disdikbud Karawang, Waya Karmila, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas capaian ini. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa kesenian tradisional Karawang tidak hanya eksis, namun mampu bersaing di level provinsi.

“Kami sangat bangga. Kemenangan ini menunjukkan tradisi Karawang tetap kuat. Kami berharap festival ini rutin digelar agar budaya dulag terus berkembang,” ujar Waya, Jumat (20/3/2026).

Menariknya, raihan ini menandai keberhasilan Karawang dalam mempertahankan gelar juara selama dua kali berturut-turut. Waya menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh pimpinan daerah.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Karawang yang selalu memberikan perhatian luar biasa terhadap kegiatan budaya. Dukungan dari pimpinan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) menjadi motivasi besar bagi tim kami di lapangan,” tambahnya.

Kemenangan di jantung ibu kota Jawa Barat ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para pegiat seni di Karawang untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi./***

Persoona.id – Sebuah momen menyentuh hati mewarnai arus mudik Lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Karawang, Jawa Barat. Arifin, seorang perantau asal Riau, ditemukan terlantar dalam kondisi kelelahan saat nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya. Demi bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Aksi heroik jajaran Polres Karawang yang memberikan bantuan spontan kepada pemudik ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian. Dalam melayani masyarakat di tengah padatnya arus lalu lintas.

Nekat Jalan Kaki Ratusan Kilometer karena Tak Ada Ongkos
Kejadian bermula pada Kamis (19/3/2026), saat personel Polres Karawang yang bersiaga. Di lapangan menemukan Arifin terduduk lemas di pinggir jalan. Setelah dihampiri petugas, terungkap fakta memilukan bahwa pria yang baru selesai merantau ini. Tidak memiliki biaya untuk pulang ke kampung halaman.

Tanpa pilihan lain, Arifin memutuskan berjalan kaki membawa barang seadanya. menempuh rute ratusan kilometer di bawah terik matahari dan kepulan debu jalanan.

Respon Cepat Polres Karawang: Tiket Gratis dan Uang Saku
Mendengar penuturan tersebut, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan, segera menginstruksikan tindakan cepat. Polres Karawang tidak hanya mengevakuasi Arifin, tetapi juga memberikan solusi menyeluruh agar ia bisa sampai ke tujuan dengan layak.

“Sebagai bentuk kepedulian nyata, kami langsung memfasilitasi keberangkatan Pak Arifin. Petugas mengantarkannya ke terminal. Memberikan tiket bus gratis hingga Surabaya, serta uang saku untuk bekal selama perjalanan,” ujar Ipda Cep Wildan.

Tak berhenti di situ, petugas juga berkoordinasi khusus dengan kru bus untuk memastikan Arifin mendapatkan pelayanan yang baik. Dan sampai ke alamat tujuan dengan selamat.

Imbauan Kamtibmas bagi Pemudik
Atas kejadian ini, Polres Karawang mengimbau masyarakat yang sedang melaksanakan mudik. Agar tidak memaksakan diri jika mengalami kendala teknis maupun finansial.

Kepolisian menegaskan bahwa keberadaan Pos Pengamanan (Pos Pam) di sepanjang jalur mudik. Tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai tempat mengadu dan mendapatkan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan./***

Persoona.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar seminar posisi hilal menjelang Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan paparan tim ahli, Hari Raya Idul Fitri tahun ini berpotensi besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dikarenakan posisi hilal yang belum memenuhi kriteria visibilitas.

Analisis Kriteria MABIMS: Hilal Masih di Bawah Ambang Batas

Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal pada Kamis (19/3/2026) atau 29 Ramadan 1447 H belum mencapai parameter minimum.

Sebagai informasi, kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat secara kumulatif.

“Di sebagian wilayah Aceh, tinggi hilal memang sudah mencapai 3 derajat, namun elongasinya belum menyentuh 6,4 derajat. Kriteria MABIMS mengharuskan kedua parameter tersebut terpenuhi sekaligus agar hilal dinyatakan terlihat,” ujar Cecep di Kantor Kemenag, Jakarta.

Hasil Pantauan Astronomis di Seluruh Indonesia

Data astronomis menunjukkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia saat ini berada pada rentang:

  • Tinggi Hilal: 0,91° hingga 3,13°
  • Elongasi: 4,54° hingga 6,10°

Mengingat angka elongasi masih di bawah ambang batas 6,4 derajat, Cecep menegaskan bahwa secara teoritis hilal tidak mungkin teramati saat matahari terbenam hari ini.

“Secara prioritas, rukyat diprediksi tidak akan berhasil karena posisi hilal masih berada di bawah kriteria visibilitas. Oleh karena itu, hilal tidak mungkin dapat dirukyat saat matahari terbenam,” tambahnya.

Metode Hisab dan Rukyat sebagai Penentu

Pemerintah Indonesia tetap konsisten menggunakan kombinasi metode Hisab (perhitungan matematis) dan Rukyat (konfirmasi lapangan) dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Meskipun data hisab menunjukkan peluang keterlihatan hilal sangat kecil, keputusan final tetap menunggu laporan hasil pemantauan (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia yang akan disidangkan dalam Sidang Isbat malam ini. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal jatuh pada Sabtu mendatang./***

Persoona.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, resmi melepas keberangkatan 1.200 peserta program Mudik Gratis PKB 2026. Acara pelepasan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).

Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan PKB sebagai bentuk nyata aksi gotong royong dan kepedulian partai terhadap masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman.

“Setiap tahun kami melaksanakan ini sebagai bagian dari kebersamaan dan bahu-membahu berbagi bahagia. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita bisa kembali ke rumah masing-masing dengan nyaman,” ujar Gus Muhaimin saat melepas rombongan.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Gus Muhaimin menjelaskan bahwa tahun ini PKB menyiagakan 25 armada bus dengan standar kenyamanan tinggi. Bus-bus tersebut membawa pemudik menuju berbagai kota strategis di Pulau Jawa, mulai dari Semarang, Rembang, Klaten, Surabaya, Wonogiri, hingga Yogyakarta.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mudik bukan sekadar rutinitas perjalanan, melainkan momen “kembali ke akar” untuk mempererat silaturahmi keluarga. Ia berharap bantuan fasilitas transportasi ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah momentum hari raya.

“Semoga seluruh peserta sampai di tujuan dengan selamat, aman, dan sehat walafiat untuk bertemu sanak keluarga. InsyaAllah, program mudik gratis ini akan terus kami laksanakan secara konsisten di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya./***

Persoona.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang resmi mengaktifkan program Masjid Ramah Pemudik (MRP) di Masjid Jami An-Nur, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (15/3/2026). Program ini disiapkan sebagai titik singgah (rest area) religi bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas, turun langsung meninjau kesiapan fasilitas di lokasi tersebut. Ia memastikan agar pelayanan yang diberikan kepada pemudik sesuai dengan standar kenyamanan dan keamanan yang telah direncanakan.

“Kami hadir untuk memantau langsung layanan masjid-masjid yang disinggahi oleh pemudik. Target kita adalah memastikan fasilitas ini benar-benar fungsional dan membantu masyarakat selama perjalanan,” ujar Khairunas saat meninjau lokasi.

Fasilitas Lengkap untuk Musafir
Program Masjid Ramah Pemudik ini tidak hanya sekadar tempat salat, namun juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:

  • Ruang istirahat yang layak dan bersih.
  • Persediaan air minum gratis bagi pemudik.
  • Area wudu dan toilet yang memadai.
  • Layanan informasi dan keamanan dari relawan setempat.

Kepala MIN 2 Karawang, Ruhyat, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian nyata Kemenag terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pelayanan yang memberi manfaat luas, terutama pada momentum arus mudik yang melelahkan bagi banyak orang,” tutur Ruhyat.

Sinergi Lintas Sektoral
Peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap Kantor Kemenag Karawang, mulai dari Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, hingga Penyuluh Agama dan Pengawas PAI. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan koordinasi demi kelancaran pelayanan bagi para pemudik di jalur Karawang.

Dengan adanya Masjid Jami An-Nur sebagai salah satu titik MRP, diharapkan para pemudik yang melintasi wilayah Karawang Barat dapat beristirahat dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan kembali./***