Persoona.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang menggelar konsolidasi internal serta pengukuhan pengurus baru untuk memperkuat struktur kepengurusan sekaligus mematangkan strategi menghadapi Pemilu mendatang. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Swiss-Belhotel Karawang.

Dalam arahannya, penekanan khusus diberikan pada adaptasi partai terhadap dinamika masyarakat perkotaan serta pencapaian target perolehan suara yang lebih tinggi. Lanskap politik saat ini menuntut partai untuk semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat urban, mengingat mayoritas pemilih di perkotaan kini telah mencapai persentase yang signifikan. Oleh karena itu, struktur partai dan materi pelayanan kepada masyarakat terus didorong agar adaptif dengan tren kehidupan perkotaan.

Sebagai wujud nyata kehadiran di tengah masyarakat, PKB mengoptimalkan lima program prioritas kerakyatan. Program tersebut meliputi:

  • Gerak Tanggap Darurat melalui layanan ambulan
  • Program beasiswa pendidikan
  • Foodbank,
  • Pasar murah
  • Bedah rumah PKB

Kepengurusan baru ini ditetapkan melalui SK Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Nomor 13402/DPP/01/VII/2026. Tentang Penetapan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2026–2031. Yang sekaligus mencabut SK kepengurusan periode sebelumnya.

Baca juga : PKB Tegaskan Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Kerja Nyata, Serahkan Ambulans dan 3.000 Sertifikat Wakaf di Riau

Berikut adalah susunan lengkap pimpinan DPC PKB Kabupaten Karawang Masa Bakti 2026–2031:

Dewan Syuro :
Ketua : Kiyai H. Mahmuri Masrur
Wakil Ketua : Drs. H. A. Solihin
Wakil Ketua : Drs. H. Abdul Saleh,MM
Wakil Ketua : Zeni Zaelani, beserta jajaran wakil ketua lainnya.

Sekretaris : H. Ayi Khatibul Umam
Wakil Sekretaris : M. Ali Husni, S.Pd.I
Wakil Sekretaris : Falahudin, S.Ag
Wakil Sekretaris : Ade Hasan, Abdullah, S.Pd.I. beserta jajaran wakil sekretaris lainnya.

Dewan Tanfidz:
Ketua: DR. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P.
Wakil Ketua : Aab Abdul Rahman
Wakil Ketua : Ade Hendrik, S.H.
Wakil Ketua : Deden Kurnia, beserta jajaran wakil ketua lainnya.

Sekretaris : Riki Sofyan, SE
Wakil Sekretaris : Ace Umay Ismail.
Wakil Sekretaris : Iif Fahmi.
Wakil Sekretaris : Nadi Masruri, beserta jajaran wakil sekretaris lainnya.

Bendahara: Mulyana, S.H.I.
Wakil Bendahara : Harry Priyatna, S.Pd
Wakil Bendahara : Maesaroh
Wakil Bendahara : Dimas Rendra Graha, beserta jajaran wakil bendahara lainnya.

Baca juga : Rahmat Hidayat Djati Dukung Usulan Riset S3 Dedi Mulyadi Terkait Ideologi Politik Sunda

Dalam rangkaian acara tersebut, seluruh pengurus yang dilantik turut menandatangani ikrar kesetiaan serta mengucapkan sumpah jabatan. Mereka berikrar untuk mendahulukan kepentingan partai, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Serta siap menjalankan organisasi secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab di hadapan Mahkamah Partai dan Tuhan Yang Maha Esa./**

Persoona.id – PKB Jawa Barat On The Way 2029: Berpengalaman, Berakar, dan Berani

Kepengurusan DPW PKB Jawa Barat periode 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Momentum ini menjadi sinyal kuat kesiapan politik menuju Pemilu 2029. Dari komposisi hingga kualitas personalia, Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat tampil sebagai mesin politik yang matang secara pengalaman, kokoh secara ideologis, dan berani menatap masa depan.

Di bawah kepemimpinan Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, arah perjuangan partai dipandu oleh figur dengan rekam jejak nasional dan kapasitas legislasi teruji. Kepemimpinan ini diperkuat oleh empat anggota DPR RI aktif dari Jawa Barat: Syaiful Huda, Oleh Soleh, Sujatmiko, dan Rina Saadah. Komposisi ini menegaskan kekuatan strategis PKB Jawa Barat di pusat kekuasaan nasional.

Kuat di Parlemen, Kokoh di Eksekutif

Tak hanya solid di parlemen, PKB Jawa Barat juga ditopang oleh tujuh kepala daerah dan wakil kepala daerah aktif. Kehadiran para eksekutif ini mencerminkan pengalaman nyata dalam tata kelola pemerintahan serta kemampuan eksekusi kebijakan di tingkat lokal. Modal birokrasi, kedekatan dengan problem riil masyarakat, serta rekam jejak kepemimpinan daerah menjadi fondasi penting menuju 2029.

Struktur kepengurusan turut diperkuat oleh seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari PKB, memastikan kesinambungan garis politik dari pusat hingga daerah. Konsolidasi internal menjadi lebih solid, koordinasi kerja politik semakin efektif, dan langkah-langkah pemenangan dapat dijalankan secara terukur.

Kader Basis Militan dan Akar Rumput yang Hidup

Kekuatan PKB Jawa Barat juga bertumpu pada pengurus-pengurus yang kuat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Mereka adalah kader dengan talenta politik mumpuni, memahami peta sosial-kultural wilayahnya, serta memiliki kedekatan langsung dengan konstituen. Loyalitas dan militansi dalam kerja-kerja partai menjadikan PKB tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga hidup di tingkat akar rumput.

Berakar pada Kiai dan Pesantren

Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, PKB Jawa Barat tetap berpijak pada kekuatan tradisional kiai dan pesantren. Dalam momen pengukuhan kepengurusan, kehadiran para Ketua PCNU se-Jawa Barat menegaskan keterikatan historis dan ideologis tersebut.

Nahdlatul Ulama menjadi fondasi moral dan kultural yang menjaga arah perjuangan partai tetap dalam khidmat kepada ulama, pesantren, dan nilai-nilai ke-NU-an. Perpaduan antara kekuatan struktural modern dan legitimasi kultural inilah yang membentuk keunggulan kompetitif PKB Jawa Barat.

Lintas Generasi, Lintas Profesi

Komposisi kepengurusan DPW PKB Jawa Barat 2026–2031 juga merepresentasikan lintas generasi dan lintas profesi. Politisi senior berpadu dengan aktivis pergerakan dan anak-anak muda berenergi segar. Teknokrat dengan pendekatan berbasis data bekerja bersama profesional dari berbagai latar belakang—dokter, praktisi hukum, budayawan, hingga tokoh masyarakat.

Sinergi ini menjadikan PKB Jawa Barat sebagai rumah besar aspirasi publik yang inklusif, adaptif terhadap dinamika politik kontemporer, namun tetap berpijak pada tradisi dan kehormatan nilai-nilai pesantren.

Menuju 2029 dengan Kerja Nyata

Dengan struktur yang solid, kepemimpinan berpengalaman, kader basis yang militan, dukungan kuat dari kiai dan pesantren, serta keterhubungan nyata dengan masyarakat, PKB Jawa Barat benar-benar “On The Way 2029.”

Bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja politik yang terencana dan terukur menuju kemenangan Pemilu 2029./if