Persoona.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang menggelar konsolidasi internal serta pengukuhan pengurus baru untuk memperkuat struktur kepengurusan sekaligus mematangkan strategi menghadapi Pemilu mendatang. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Swiss-Belhotel Karawang.

Dalam arahannya, penekanan khusus diberikan pada adaptasi partai terhadap dinamika masyarakat perkotaan serta pencapaian target perolehan suara yang lebih tinggi. Lanskap politik saat ini menuntut partai untuk semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat urban, mengingat mayoritas pemilih di perkotaan kini telah mencapai persentase yang signifikan. Oleh karena itu, struktur partai dan materi pelayanan kepada masyarakat terus didorong agar adaptif dengan tren kehidupan perkotaan.

Sebagai wujud nyata kehadiran di tengah masyarakat, PKB mengoptimalkan lima program prioritas kerakyatan. Program tersebut meliputi Gerak Tanggap Darurat melalui layanan ambulans, program beasiswa pendidikan, food bank, dan pasar murah dan bedah rumah PKB

Kepengurusan baru ini ditetapkan melalui SK Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Nomor 13402/DPP/01/VII/2026 tentang Penetapan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2026–2031, yang sekaligus mencabut SK kepengurusan periode sebelumnya.

Baca juga : PKB Tegaskan Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Kerja Nyata, Serahkan Ambulans dan 3.000 Sertifikat Wakaf di Riau

Berikut adalah susunan lengkap pimpinan DPC PKB Kabupaten Karawang Masa Bakti 2026–2031:

Dewan Syuro:
Ketua: Kiai H. Mahmuri Masrur
Wakil Ketua: Drs. H. A. Solihin, Drs. H. Abdul Saleh, MM, Zeni Zaelani, beserta jajaran wakil ketua lainnya.
Sekretaris: H. Ayi Khatibul Umam
Wakil Sekretaris: Muhammad Ali Husni, S.Fil., Falahudin, S.Ag., Ade Hasan, Abdullah, S.Pd.I., beserta jajaran wakil sekretaris lainnya.
Anggota: Abdul Rahman, Ani Sumarni, Asep Sutardi, Endah Daryah, Fitriyani, Leni Puspawati, dan jajaran anggota lainnya.

Dewan Tanfidz:
Ketua: Dr. H. Rahmat Hidayat Jati, M.I.P.
Wakil Ketua: Aab Abdul Rahman, Wahyu, Hendrik, S.H., Deden Kurnia, beserta jajaran wakil ketua lainnya.
Sekretaris: Riki Sofyan
Wakil Sekretaris: Ace Umay Ismail, Iif Fahmi, Nadi Masruri, beserta jajaran wakil sekretaris lainnya.
Bendahara: Mulyana, S.H.I.
Wakil Bendahara: Harry Priyatna, Maesaroh, Dimas Rendra Graha, beserta jajaran wakil bendahara lainnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, seluruh pengurus yang dilantik turut menandatangani ikrar kesetiaan serta mengucapkan sumpah jabatan. Mereka berikrar untuk mendahulukan kepentingan partai, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta siap menjalankan organisasi secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab di hadapan Mahkamah Partai dan Tuhan Yang Maha Esa./**

Persoona.id – Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya seminar usulan riset Program Doktor (S3) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diikuti oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Seminar usulan riset tersebut mengangkat judul penelitian “Transformasi Ideologi Politik Tradisionalisme Sunda: Dari Si Kabayan Menuju Bujangga Manik”. Kegiatan akademik ini berlangsung di Gedung A Lantai 1 Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus Dago, pada Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi FISIP Unpad, penelitian ini mendalamkan kajian mengenai transformasi ideologi politik dalam tradisi Sunda melalui kacamata kebudayaan dan pemikiran politik. Riset ini sekaligus menjadi ruang strategis di ranah akademik untuk membedah hubungan erat antara nilai-nilai tradisional, identitas budaya, serta dinamika politik masyarakat Sunda.

Baca juga : Menko PM Sebut Sekolah Rakyat Instrumen Utama Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Rahmat Hidayat Djati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Karawang menilai bahwa inisiatif riset yang memadukan khazanah budaya lokal dengan disiplin ilmu politik modern sangat penting dan patut didukung. Menurutnya, tema kajian semacam ini masih memerlukan banyak pengembangan untuk memperkaya diskursus akademik nasional.

“Semoga riset yang dilakukan oleh KDM dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu politik, pelestarian budaya Sunda, dan kemajuan bangsa,” ujar Rahmat.

Lebih lanjut, ia berharap hasil akhir dari penelitian ini nantinya tidak hanya berhenti pada diskursus teoretis di ruang kuliah, melainkan mampu menjadi rujukan penting bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan publik yang berakar kuat pada kearifan lokal.

“Harapan kami, hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah ilmu politik dan menjadi referensi penting dalam perumusan kebijakan publik yang berakar pada kearifan lokal,” pungkasnya./***

Persoona.id – Perkembangan tSinergi KPID dan Politeknik Kepribadian, RHD: Penguatan Platform Digital Kunci Utama Kemajuan Penyiaran Daeraheknologi informasi yang begitu masif telah mengubah cara masyarakat dalam menerima dan berinteraksi dengan informasi. Dunia penyiaran dituntut untuk tidak hanya mempertahankan kualitas siaran on air, tetapi juga wajib mengoptimalkan berbagai platform digital guna memperluas jangkauan dan mendekatkan penyiaran kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP, saat hadir sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Politeknik Kepribadian. Kegiatan bertema “Optimalisasi Platform Digital untuk Menunjang Siaran On Air” ini diselenggarakan di Aula Kampus Politeknik Kepribadian Jl. R Ali Muhtar No. 34, Karawang pada Jumat, 25 September 2026.

Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga penyiaran dan dunia pendidikan vokasi merupakan langkah konkret yang sangat strategis dalam memperkuat kompetensi generasi muda serta membangun ekosistem penyiaran yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

Baca juga : BMKG dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 di Karawang, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Mitigasi Cuaca

“Saya sangat mengapresiasi penandatanganan MoU antara KPID Jawa Barat dan Politeknik Kepribadian ini. Ini adalah langkah kolaboratif yang luar biasa dalam memperkuat kompetensi generasi muda serta membangun ekosistem penyiaran yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Rahmat Hidayat Djati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa dari berbagai program studi. Program Studi Bisnis Digital dapat mengambil peran dalam pemasaran digital, pengelolaan media sosial, strategi komunikasi, serta produksi konten. Sementara itu, Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak berkontribusi dalam pengembangan platform digital dan aplikasi pendukung penyiaran. Di sisi lain, Program Studi Pembangunan Pedesaan dan Ekonomi Masyarakat turut berperan dalam penyebarluasan informasi publik, promosi potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan komunikasi berbasis komunitas.

Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memperoleh pengalaman praktis, melahirkan inovasi, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan industri kreatif digital.

Di akhir penyataannya, Ketua Komisi I DPRD Jabar ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memajukan sektor penyiaran di Tatar Pasundan.

“Mari kita dorong penyiaran Jawa Barat untuk terus berinovasi, menghadirkan informasi yang berkualitas, dan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari setiap prosesnya,” pungkasnya.

Persoona.id – DPW PKB Jawa Barat berkolaborasi dengan DPC PKB Karawang menggelar kegiatan Pasar Murah PKB di Lapangan Sepak Bola, Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur. Minggu (20/9/2026)

Ketua DPC PKB Karawang, Rahmat Hidayat Djati mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta mempermudah akses warga dalam mendapatkan pasokan sembako dengan harga yang jauh lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga kebutuhan di pasaran,” kata Rahmat.

Rahmat menambahkan jumlah paket sembako yang disediakan dalam kegiatan Pasar murah di sesuaikan dengan kuota wilayah.

“Jumlah paket sembako yang disediakan dalam kegiatan pasar murah biasanya disesuaikan dengan titik lokasi, kuota wilayah, serta skala acara yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau legislator PKB setempat,” jelasnya.

Rahmat berharap kegiatan tersebut menjadi wujud nyata politik pelayanan PKB yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapannya tentu kegiatan ini dapat menjadi wujud nyata politik pelayanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh umat/rakyat, membantu menjaga daya beli masyarakat, serta mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial antara partai dengan warga,” ujarnya.

Baca juga : Soroti HUT Karawang ke-393, Ketua Komisi I DPRD Jabar Rahmat Hidayat Djati Beberkan 5 PR Utama Pemkab Karawang

Sementara itu Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda mengungkapkan pihaknya rutin melaksanakan kegiatan Pasar murah di Kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap minggu di Kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, kita, anggota Dewan iuran kemudian membikin program pasar murah dengan ini kita bisa langsung membantu masyarakat mengakses sembako yang relatif lebih murah,” kata Huda.

Menurut Huda, di kegiatan Pasar murah ini masyarakat bisa mendapatkan 5 liter beras dan 1 liter Minyak goreng dengan harga 45 ribu.

“Di Pasar murah ini, paket yang harganya 85 ribu kita jual 45 ribu, memang tidak semua masyarakat dapat, kami hanya membagikan satu titik itu 400 sampai 500 paket dan kami lakukan di seluruh Kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, seluruh anggota dewan baik Kabupaten, provinsi maupun RI semua melakukan pasar murah, kegiatan yang tadi itu kolaborasi saya dengan Kang Toleng, insya allah ini akan kita lanjutkan,” tutupnya.

Persoona.id – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karawang ke-393 menjadi refleksi penting bagi arah pembangunan daerah. Ketua DPC PKB Karawang yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP., menyoroti sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) krusial yang masih harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

Rahmat mengungkapkan bahwa di tengah pertumbuhan ekonomi dan kawasan industri yang masif, Karawang masih dihadapkan pada tantangan nyata di sektor ketenagakerjaan, pemerataan infrastruktur, hingga perlindungan lingkungan hidup.

Berikut adalah catatan dan sorotan utama Rahmat Hidayat Djati terhadap arah pembangunan Karawang:

Pengangguran dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Pemkab didorong memperketat sinergi dengan kawasan industri agar prioritas penyerapan tenaga kerja bagi warga lokal benar-benar transparan, serta didukung oleh Balai Latihan Kerja (BLK) yang adaptif terhadap kebutuhan industri modern.

Pemerataan Infrastruktur & Pengendalian Banjir: Pembangunan infrastruktur dinilai masih terpusat di perkotaan. Perbaikan jalan di pelosok desa serta penanganan masalah menahun seperti banjir rob di pesisir dan banjir kiriman harus dijadikan prioritas utama.

Peningkatan Kualitas Layanan Dasar: Akses fasilitas kesehatan yang responsif dan mutu pendidikan yang merata bagi masyarakat kurang mampu harus terus ditingkatkan tanpa prosedur birokrasi yang berbelit-belit.

Tata Ruang dan Lingkungan Hidup: Pertumbuhan industri dan alih fungsi lahan pertanian wajib dikendalikan secara ketat agar tidak merusak ekosistem lingkungan serta tetap menjaga ketahanan pangan daerah.

Reformasi Birokrasi: Jajaran Pemkab Karawang dari tingkat eksekutif hingga legislatif, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan mampu menghadirkan birokrasi yang bersih, inovatif, dan responsif terhadap keluhan masyarakat.

“Semoga semangat HUT Karawang ini menyatukan seluruh elemen untuk bekerja kolaboratif, menjadikan Karawang tidak hanya unggul dari segi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga nyaman, aman, dan sejahtera bagi seluruh warganya. Dirgahayu Kabupaten Karawang,” pungkas Rahmat, Senin (14/9/2026).***

Persoona.id – Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali mengemuka. Usulan tersebut disampaikan oleh sejumlah akademisi dan budayawan kepada Komisi I DPRD Jawa Barat dalam audiensi yang digelar pada Kamis (2/7/2026).

Salah seorang penggagas, Prof. Ganjar Kurnia yang tergabung dalam Komunitas Pengkaji Pergantian Nama, mengatakan perjuangan mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda telah berlangsung cukup lama dan usulan itu sudah beberapa kali disampaikan.

“Kan naik turun ya. Sekarang terima kasih DPRD memberikan respons yang bagus,” katanya.

Mantan Rektor Unpad itu melanjutkan, ada sejumlah alasan terkait urgensi pergantian nama Provinsi Jawa Barat. Salah satunya terkait menjaga identitas Sunda agar lestari.

“Istilah Sunda itu kan sangat besar secara geologis. Namun kian tergeser secara administratif,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, Sunda itu memiliki kekuatan sosiologis, kekuatan kultural, hingga kekuatan psikologis yang berkaitan dengan jati diri. “

Tapi paling tidak menurut saya secara geologis, secara geografis, kita tuh udah enggak ada lagi. Mana dulu Tatar Sunda begitu luasnya, nah sekarang kan enggak ada lagi istilah-istilah Sunda. Hanya ada yang namanya Jawa Barat,” jelasnya.

Ganjar mengakui pergantian nama tentu akan menimbulkan sejumlah konsekuensi administratif. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan persoalan yang tidak bisa diselesaikan.

“Itu kan turunan saja. Dulu Ujung Pandang jadi Makassar, dan sebagainya. Itu pasti bisa aja secara bertahap,” cetusnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menyambut baik aspirasi yang disampaikan para akademisi dan budayawan.

Ia mengungkapkan bahwa audiensi kali ini merupakan pertemuan ketiga terkait usulan perubahan nama provinsi tersebut.

Berbeda dari pertemuan sebelumnya, kali ini audiensi juga dihadiri perwakilan seluruh fraksi yang ada di DPRD Jawa Barat.

Ono menegaskan, pembahasan mengenai perubahan nama provinsi harus tetap sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Reses di Jayakerta, Rahmat Hidayat Djati Ajak Kader Milenial PKB Karawang Melek Politik

“Ini harus selaras dengan perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat terkait dengan keadilan fiskal, pendekatan pelayanan publik, yang ujungnya bagaimana rakyat Jawa Barat sejahtera,” kata Ono.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para tokoh Sunda yang telah menyampaikan aspirasi tersebut.

“Kami apresiasi atas apa yang disampaikan oleh para sepuh, pinisepuh, para inohong Sunda yang tadi ke sini. Dan tentunya kami berharap nanti ada kajian yang lebih komprehensif lagi melalui prosedur atau mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, mengungkapkan bahwa seluruh fraksi yang hadir dalam audiensi memberikan dukungan agar usulan tersebut diproses lebih lanjut.

“Hari ini semua fraksi rupanya menyetujui bahwa proses usulan aspirasi perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda ini untuk ditindaklanjuti ke proses tahapan legislasi berikutnya, ” jelasnya.

Menurut Rahmat, tindak lanjut tersebut nanti menunggu keputusan pimpinan. Apakah perlu dibuat pansus atau cukup dari tingkat Komisi. Setelahnya, usulan itu akan diteruskan ke tingkat pusat. Karena ternyata tetap butuh keputusan perundang-undangan di tingkat pusat.***

Persoona.id – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua DPC PKB Karawang, Kang DR. Rahmat Hidayat Djati, M.IP (yang akrab disapa Kang Rahmat Toleng), resmi memulai rangkaian kegiatan Reses III Tahun Anggaran 2025-2026. Titik awal kegiatan ini dipusatkan di Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, bertempat di SMK Bitec Al-Mashuriah pada Rabu (10/6/2026).

Kegiatan serap aspirasi ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PKB, Kang Lili Mahali, yang turut mendampingi jalannya dialog bersama warga dan kader.

Dalam agenda reses kali ini, Kang Rahmat Toleng secara khusus menyapa dan melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB dari dua Daerah Pemilihan (Dapil), yaitu:

Dapil 2: Meliputi wilayah Kecamatan Jayakerta, Rengasdengklok, Cilebar, Kutawaluya, dan Rawamerta.

Dapil 3: Meliputi wilayah Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, dan Cibuaya.

Sentuh Generasi Muda dan Aksi Nyata Berbagi Beras
Ada pemandangan menarik dalam serapan aspirasi kali ini. Mayoritas pengurus DPAC PKB yang hadir didominasi oleh anak-anak muda berusia di bawah 35 tahun. Selain berdialog, dalam reses ini Kang Rahmat Toleng juga melakukan aksi nyata peduli sesama dengan membagikan bantuan sembako berupa beras kepada para kader dan masyarakat yang hadir.

Melihat antusiasme tersebut, Kang Rahmat Toleng memberikan apresiasi tinggi dan membakar semangat para kader muda. Ia menegaskan bahwa generasi milenial harus mengambil peran aktif dalam panggung politik dan tidak boleh apatis.

Baca juga : May Day 2026: Syaiful Huda Desak Percepatan RUU Pekerja Gig demi Lindungi Content Creator

“Kader PKB yang mayoritas berusia di bawah 35 tahun ini adalah generasi milenial yang harus peka terhadap politik dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat di sekitarnya,” ujar Rahmat Toleng dalam arahannya.

Ia juga menambahkan bahwa transformasi kepengurusan yang dinamis ini membuktikan bahwa PKB bukan lagi partai yang hanya diidentikkan dengan kalangan sepuh (orang tua), melainkan sudah bertransformasi menjadi partai yang inklusif dan digemari anak muda.

“Kita ingin memastikan kehadiran PKB mampu diterima di berbagai kalangan. Tidak hanya dicintai oleh para sepuh yang menjadi teladan kita, tetapi di kalangan milenial pun PKB semakin dikenal dan dirasakan nyata manfaatnya di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Reses III yang diwarnai dengan aksi sosial dan disinergikan dengan kehadiran perwakilan DPRD Kabupaten Karawang ini, Kang Rahmat Toleng berharap struktur partai di tingkat kecamatan semakin solid, kompak, dan bergerak progresif dalam mengawal serta memperjuangkan program-program yang berpihak pada rakyat./iif

Persoona.id – Menjelang hari kemenangan Idul Fitri 1447 H. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang melakukan aksi sosial besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 8.000 bingkisan Lebaran didistribusikan secara serentak hingga menyentuh pengurus partai di tingkat akar rumput (RT).19/03/2026

Langkah masif ini menjadi puncak dari rangkaian program “Peduli Ummat Melayani Rakyat” yang diusung PKB Karawang selama bulan suci Ramadan. Sebelumnya, partai berlambang bola dunia ini juga sukses memfasilitasi 120 warga Karawang dalam program Mudik Gratis.

Baca juga : DPC PKB Karawang Lepas 120 Peserta Mudik Gratis 2026: Kolaborasi Syaiful Huda dan Kemenhub

Mengurus Kader dari Kabupaten Hingga RT
Ketua DPC PKB Karawang, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP, menyatakan bahwa distribusi 8.000 paket ini adalah bentuk apresiasi dan perhatian nyata partai terhadap struktur organisasi.

Penyaluran bantuan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengurus DPC di tingkat kabupaten. DPAC di tingkat kecamatan, Ranting (DPART) di tingkat desa/kelurahan, hingga para pengurus di tingkat RT.

“Ini adalah bukti nyata bahwa PKB Karawang mengurus kader dari tingkat kabupaten hingga tingkat RT. Sebagai partai politik yang mengusung tagline ‘Peduli Ummat Melayani Rakyat’. Kami ingin memastikan seluruh pengurus merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran,” ujar sosok yang akrab disapa Kang RHD tersebut.

Komitmen Sosial Ketua Komisi I DPRD Jabar
Kang RHD. Yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat. menegaskan bahwa keberadaan partai politik. Harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan konstituennya. Keberhasilan program Mudik Gratis bagi 120 warga dan pembagian ribuan bingkisan ini menjadi bukti soliditas PKB di Karawang.

Di akhir penyampaiannya, Kang RHD mengucapkan permohonan maaf dan selamat merayakan hari raya bagi seluruh umat Muslim.

“Atas nama keluarga besar DPC PKB Karawang, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, selamat merayakan Idul Fitri 1447 H. Semoga semangat berbagi ini mempererat tali silaturahmi kita semua,” pungkasnya./if

Persoona.id – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas dalam merespons meningkatnya tensi persoalan lahan di wilayah Jawa Barat. Dalam Rapat Koordinasi bersama Forkopimda di Cimahi, Selasa (13/1/2026), Komisi I menyoroti potensi konflik horizontal yang dipicu oleh sengketa agraria, mulai dari klaim BUMN hingga kedaluwarsanya Hak Guna Usaha (HGU).

Rapat konsolidasi ini dihadiri oleh lintas sektoral, mulai dari Kodam III/Siliwangi, Polda Jabar, Kejati Jabar, hingga BINDA Jabar, guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban umum di tahun 2026 tetap terjaga.

Persoalan Agraria: Dari Makom Eyang Santri hingga Pangalengan
Ketua Komisi I DPRD Jabar, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P., secara khusus mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memberikan perhatian serius dan turun tangan langsung menyelesaikan sengketa lahan yang kian kompleks.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan tajam adalah sengketa di Makom Eyang Santri, Desa Girijaya, Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Lahan makam tokoh sejarah Islam Nusantara tersebut diklaim oleh pihak lain, yang menurut ahli waris, proses penjualannya cacat hukum.

“Konflik agraria seperti yang terjadi di Sukabumi perlu perhatian serius. Kita tidak ingin konflik tersebut meluas ke daerah lain. Kami mendorong Gubernur Jawa Barat untuk segera merumuskan solusi permanen,” tegas Dr. Rahmat Hidayat Djati.

Selain di Sukabumi, perwakilan Polda Jabar, Kombes Pol. Teguh Tri Sasongko, S.I.K., melaporkan konflik agraria di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Di sana, ratusan hektar kebun teh mengalami perusakan dan beralih fungsi menjadi perkebunan sayur, yang memicu benturan kepentingan antara masyarakat pengelola lahan dengan regulasi negara.

Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektoral
Dr. Rahmat Hidayat Djati menilai bahwa kunci dari penyelesaian sengketa lahan adalah deteksi dini dan keterbukaan informasi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga vertikal hingga ke tingkat desa.

Pencegahan: Melibatkan masyarakat dalam pengawasan lahan.

Edukasi: Penguatan wawasan kebangsaan agar sengketa tidak berujung pada konflik fisik.

Penegakan Hukum: Mengusut tuntas mafia tanah atau klaim sepihak yang merugikan rakyat.

“Penting sekali untuk bisa mendeteksi dini konflik agraria melalui kolaborasi lintas sektoral. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan agraria benar-benar berpihak pada keadilan sosial,” tambah pria yang akrab disapa Kang Toleng tersebut.

Menuju Jawa Barat yang Kondusif 2026
Melalui rakor ini, Komisi I DPRD Jabar berharap Pemprov Jabar segera melakukan reforestasi pasca-konflik (seperti kasus Pangalengan) dan melakukan mediasi komprehensif pada kasus-kasus sengketa HGU yang telah habis masa berlakunya.

Dengan keterlibatan aktif Forkopimda, DPRD optimistis bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik perbaikan tata kelola agraria di Jawa Barat yang lebih transparan dan minim konflik.***

Persoona.id – Sinyal hijau bagi pemekaran wilayah di Jawa Barat mulai terlihat di awal tahun 2026. Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P., mengungkapkan bahwa aturan teknis terkait penataan daerah akan segera dibahas di tingkat nasional, memberikan harapan baru bagi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Meskipun moratorium pemekaran daerah masih berlaku sejak 2015, Jawa Barat telah melangkah jauh dengan menyiapkan 10 CDPOB yang berkasnya kini sudah berada di meja Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Menjaga Kualitas Calon Daerah Baru

Selama satu dekade masa moratorium, DPRD Jawa Barat tidak tinggal diam. Di bawah kepemimpinan Rahmat Hidayat Djati di Komisi I, pendampingan terus dilakukan untuk memastikan setiap calon daerah memiliki kapasitas yang layak.

Penilaian kelayakan ini melibatkan tim independen dari institusi pendidikan ternama seperti Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Pasundan (UNPAS).

“Selama ini, kami terus menjaga skor kapasitas daerah. Indikatornya meliputi infrastruktur, lembaga pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian. Ambang batas minimal skornya adalah 400,” ujar Rahmat setelah menghadiri evaluasi Laporan Kajian Penataan Daerah, Senin (12/1/2026).

Jika sebuah daerah belum mencapai skor minimal, berkas akan dikembalikan ke kabupaten induk untuk diperbaiki sesuai rekomendasi teknis.

Update RPP Penataan Daerah 2026

Optimisme muncul seiring adanya informasi bahwa Komisi II DPR RI berkomitmen membahas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penataan Daerah pada awal tahun ini. RPP ini akan menjadi payung hukum krusial bagi mekanisme pemekaran yang transparan.

“Kami mendapat bocoran bahwa tim dari UNPAD sudah mulai melakukan kajian terkait pembahasan RPP Penataan Daerah di Mendagri. Ini kemungkinan besar adalah langkah persiapan untuk pembahasan bersama DPR RI,” jelas pria yang akrab disapa Kang Toleng tersebut.

Transformasi Jawa Barat: Dari 27 Menjadi 41 Daerah

Berdasarkan hasil kajian teknis yang mendalam, Jawa Barat dinilai memiliki urgensi administratif untuk menambah jumlah wilayahnya secara signifikan. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di wilayah yang luas.

Hingga saat ini, peta jalan penataan daerah di Jabar mencakup:

  • 10 CDPOB yang sudah melalui sidang Paripurna.
  • 4 Wilayah Tambahan yang berpotensi diusulkan oleh kabupaten induk.

“Secara potensi hasil kajian, Jawa Barat ini bisa berkembang dari 27 daerah menjadi 41 Daerah Otonom Kabupaten/Kota,” pungkas Rahmat.***