Persoona.id – Perkembangan tSinergi KPID dan Politeknik Kepribadian, RHD: Penguatan Platform Digital Kunci Utama Kemajuan Penyiaran Daeraheknologi informasi yang begitu masif telah mengubah cara masyarakat dalam menerima dan berinteraksi dengan informasi. Dunia penyiaran dituntut untuk tidak hanya mempertahankan kualitas siaran on air, tetapi juga wajib mengoptimalkan berbagai platform digital guna memperluas jangkauan dan mendekatkan penyiaran kepada masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP, saat hadir sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Politeknik Kepribadian. Kegiatan bertema “Optimalisasi Platform Digital untuk Menunjang Siaran On Air” ini diselenggarakan di Aula Kampus Politeknik Kepribadian Jl. R Ali Muhtar No. 34, Karawang pada Jumat, 25 September 2026.
Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga penyiaran dan dunia pendidikan vokasi merupakan langkah konkret yang sangat strategis dalam memperkuat kompetensi generasi muda serta membangun ekosistem penyiaran yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
“Saya sangat mengapresiasi penandatanganan MoU antara KPID Jawa Barat dan Politeknik Kepribadian ini. Ini adalah langkah kolaboratif yang luar biasa dalam memperkuat kompetensi generasi muda serta membangun ekosistem penyiaran yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Rahmat Hidayat Djati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa dari berbagai program studi. Program Studi Bisnis Digital dapat mengambil peran dalam pemasaran digital, pengelolaan media sosial, strategi komunikasi, serta produksi konten. Sementara itu, Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak berkontribusi dalam pengembangan platform digital dan aplikasi pendukung penyiaran. Di sisi lain, Program Studi Pembangunan Pedesaan dan Ekonomi Masyarakat turut berperan dalam penyebarluasan informasi publik, promosi potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan komunikasi berbasis komunitas.
Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memperoleh pengalaman praktis, melahirkan inovasi, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan industri kreatif digital.
Di akhir penyataannya, Ketua Komisi I DPRD Jabar ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memajukan sektor penyiaran di Tatar Pasundan.
“Mari kita dorong penyiaran Jawa Barat untuk terus berinovasi, menghadirkan informasi yang berkualitas, dan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari setiap prosesnya,” pungkasnya.


